Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
S2 Bab 14 : Tes DNA.


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 14.


Bertemu Ara memang sedahsyat itu pengaruhnya bagi Sagara buktinya sudah tengah malam Sagara belum bisa tidur dia sedang memikirkan bagaimana caranya agar Ara mau balik lagi kepadanya.


Tidak menjadi kucing kecilnya sadar kalau Sagara sudah mencintainya.


" Ah masalah anak itu."


Sagara yakin jika anak itu adalah anaknya tapi dia juga butuh bukti mungkin salah satunya salah tes DNA tapi tidak mungkin dia tidak menggunakan trik terutama anak itu juga di jaga oleh seseorang yang Sagara yakin adalah pengasuhnya.


Keesokan harinya Sagara memantau aktivitas Ara dari seberang rumahnya, Ara sudah berangkat bekerja menggunakan ojol kasihan Ara harus menjadi tulang punggung keluarga ingatkan Sagara untuk memanjakannya setelah diterima olehnya nanti.


Sagara mencoba masuk kedalam rumah mengetuk pintu namun yang keluar adalah anak kecil yang menarik selimut dinosaurus dan masih mengenakan piyama.


Persis seperti dirinya.


" Hai.."


" Om temennya mami ya?"


Sagara tersenyum, " Iya mami ada?"


" Mami kerja."


" Boleh om masuk?"


Zayn hanya menatap mata Sagara dengan intens dan itu cukup membuat darah Sagara berdesir sejujurnya Sagara bukan tipe orang yang menyukai anak kecil tapi berbeda dengan anak didepannya ini.


Mungkinkah benar jika anak ini adalah anaknya?


" Mami bilang tidak boleh memasukan orang lain sembarangan."


Sagara menganggukan kepalanya, " Oke nggak masalah tapi apa kita bisa menjadi teman?"


" Apa orang dewasa juga bermain dengan Lego?"


Sagara tertawa miris Lego? Jenis permainan apa itu, " Om tidak tahu mainan seperti apa itu tapi kamu bisa ajarkan om gimana?"


Anak itu tertawa girang karena akan mengajarkan orang dewasa bermain Lego, " Ok let's go om."


Zayn menarik lengan Sagara dengan semangat, akhirnya dia masuk kedalam kediaman Ara, ada banyak barang berupa pigura seorang dari bayi hingga seperti sekarang pasti foto anak kecil di depannya ini tapi tidak ada tanda-tanda foto seorang pria.


Apa memang Ara belum menikah dan itu hanya karangan wanita itu?


" Mas Zayn ya ampun mbak cariin di kamar malah sudah disini."


" Tadi ada bunyi bel mbak terus om ini mau Zayn ajari main Lego."


Dewi menatap Sagara dan terkejut, " Loh mas yang waktu itu kan?"


Sagara menatap Dewi dia sedikit tidak suka dengannya yang begitu kepo tapi ya mau bagaimana lagi jawab saja supaya tidak ada masalah.


" Iya, kalau boleh tahu kamu itu siapanya Ara?"


" Saya pengasuhnya."


Sagara menganggukan kepalanya namun karena Zayn mengajaknya bermain maka dia langsung fokus dengan Lego nya.


Zayn, pria kecil ini sudah dari dini memiliki jiwa kepemimpinan yang luar biasa bahkan Zayn tahu bagaimana mengimbangi seseorang yang belum mengerti.


" Om bisa membangun apapun dengan Lego."


" Zayn apa kamu punya cita-cita?"


Zayn nampak berpikir seperti orang dewasa, " Zayn sepertinya mau membangun rumah besaa….r untuk mami." Zayn bahkan menggunakan kedua tangannya merentangkan supaya Sagara tahu betapa besarnya rumah yang akan dibangun."


" Zayn sayang mami?"


" Mami segalanya buat Zayn."


" Apa Zayn mau punya Daddy atau papi?"


" Zayn punya Daddy om."


Punya Daddy? Jadi benar jika Ara sudah menikah?


*****

__ADS_1


Alen meminta nomor Ara dari salah Nania yang memang sudah mengenal Alen karena ini merupakan projects kedua dengan perusahaan Al Design.


Dengan cepat Nania memberikan nomor ponsel Ara dan Alen segera mengirim pesan kepada Ara tidak mau mengganggu waktu Ara ketika bekerja.


To : Ara.


Bisa kita bertemu aku ingin bicara karena memang kita belum sempat bicara kemarin.


Alen.


Ara yang masih mengecek iklan yang sudah siap untuk diluncurkan melihat ponselnya ada nomor baru yang masuk dan segera Ara baca, rupanya itu dari Alen yang ingin mengajaknya bertemu.


" Tentu, beritahu saja dimana waktunya aku bisa bertemu selesai pulang kerja."


Astaga Alen tertawa kaku sekali bahasa Ara, padahal keduanya sudah berteman lama meski sudah tidak bertemu cukup lama tapi disini Alen tahu jika Ara sedikit menjaga jarak dengannya.


To : Ara.


Oke, cafe design dekat kantormu aku tunggu jam 17.30


Ara menghela nafas semoga saja tidak ada masalah berarti antara Jean dengan Alen.


*****


Sagara menatap jam tangan sudah tiga jam dia bermain dengan Zayn anak itu sangat menggemaskan biasanya Sagara tidak bisa bermain lama dengan anak kecil.


" Om harus pulang."


" Yah padahal istananya baru selesai om." Sagara dan Zayn menjadi team membuat sebuah miniatur rumah besar dari Lego, keduanya begitu kompak meski memakan waktu lama namun tidak ada rasa bosan.


" Om harus bekerja."


" Apa om bisa kembali lagi?" Tanya Zayn berharap penuh dengan Sagara.


" Tentu, om akan bawakan mainan apa kamu ingin sesuatu?"


" Zayn ingin action figure apa Zayn bisa minta itu?"


" Action figure? Bukannya kau suka dengan dinosaurus?" Karena Sagara sudah beberapa kali melihat Zayn menarik selimut bergambar dinosaurus ditarik oleh ya.


Sagara menganggukan kepalanya, " Ya Sudah nanti om akan membelikan action figure untuk tokohnya kau mau apa?"


" Benar boleh om? Tapi kata temanku itu mahal loh."


Sagara tersenyum dengan gemas, " Kalau mau om akan membelikan banyak untukmu tapi om punya satu permintaan apa bisa?"


" Permintaan?" Tanya Zayn memastikan dan dianggukan oleh Sagara.


" Apa itu Om?"


" Zayn tahu kan kalau orang yang punya salah harus minta maaf, nah kebetulan om punya salah sama mami kamu tapi mami kamu tidak mau memaafkan om apa kamu bisa membantu om mendapatkan maafnya mami?"


Mati-matian Sagara mengucap kata demikian entahlah hanya terlintas jika dirinya harus meminta bantuan dari Zayn agar Ara mau membantunya.


" Oke nanti Zayn bantu, biasanya mami kalau marah sama Zayn kalau Zayn tidak nurut sama mami dan sebagai permintaan maaf Zayn mencium pipi mami."


Sagara terkejut jika harus mencium Ara dengan senang hati Sagara mau-mau saja namun jangankan mencium, berdekatan saja sudah seperti berdekatan dengan musuh yang selalu siap gencatan senjata.


" Oke, besok om akan kesini lagi membawa yang kamu mau ya, sekarang om pergi dulu."


Sagara pamit pada Dewi yang hanya memantau saja sambil setrika baju, Sagara izin ke toilet sebentar melihat di dekat meja makan ada sisir gambar kartun Captain America dan ada beberapa helai rambut yang warna dan panjangnya mirip dengan Zayn, Sagara mengambilnya dia akan mencoba tes DNA.


Sagara langsung pergi ke rumah sakit, dia punya kenalan dokter spesialis teman masa SMA-nya yang selalu membantu ketika Sagara membutuhkan bantuan yang berhubungan dengan medis.


" Bro."


Andri dokter spesialis anak yang memang suka sama anak kecil alasannya simple karena dia anak tunggal.


" Gw butuh bantuan Lo."


" Soal apa?"


Sagara mengambil tisu di dalamnya ada rambut milik Zayn, " Tolong tes DNA antara rambut ini ada kecocokan atau tidak sama gw?"


" Rambut siapa ini? Kalau rambut Alen ya pasti cocok lah."


Sagara mendengus," B*go bukan ini bukan punya dia."

__ADS_1


Andri mendengus, " Mau sampai kapan sih Lo ribut sama adik lo sendiri? Gw denger karirnya mentereng sekarang ini kalau Lo collab sama dia gw yakin sih bakalan oke banget."


Andri tak mengerti hubungan keduanya mungkin tidak bisa baik, keduanya sama-sama keras kepala dan yakini sama-sama salah.


" Dah Lo urusin ini dulu."


" Yaudah ikut gw ke lab dulu."


Andri membawa Sagara dengan sampel yang akan diuji coba lalu mengisi form serta segala macam yang dibutuhkan.


" Berapa lama?"


" 10 harian."


" Nggak bisa lebih cepat apa?" Tanya Sagara sewot.


" Kalau darah mungkin bisa lebih cepat tapi ini rambut."


" Usahakan lebih cepat deh masalah bayaran mah gampang."


Andri mendengus dia kira ini rumah sakit miliknya apa?


" Oke nanti gw kabarin."


Sagara pergi dia harus menyusun rencana jika faktanya sesuai dengan yang dia pikirkan berarti Sagara harus bertanggung jawab dengan anak itu.


" Aku harap dengan terkuaknya ini bisa jadi jembatan untuk aku berbaikan sama kamu."


*****


Alen sedang menunggu Ara dia bilang sudah di jalan karena macet dan besok weekend jadi wajar saja kalau sedikit macet.


Tak lama Ara datang, dia tersenyum melihat Alen sudah duduk, pria yang pernah mengisi hati dan harinya sekarang lebih matang dan lebih macho Nania si penggemar Alen patah hati tahu kalau Ara adalah teman kecilnya dulu tapi terkejut Nania bilang Alen sekarang memiliki banyak tato di sekujur tubuhnya terutama lengan dan badan.


Dulu Alen pernah bilang mau buat tato di lengan dengan inisial nama mereka tapi tidak tahu jadi atau nggak.


" Maaf aku terlambat."


Alen yang sedang meny*sap Vape nya terkejut bahkan sampai batuk-batuk akan kehadiran Ara yang tiba-tiba.


" Sorry gw kira belum datang."


" Nggak apa."


" Mau pesan apa?"


" Minum aja boleh latte."


Alen memanggil waiter dan memesan tambahan untuk Ara dan dirinya menunggu sebentar pesanan datang, Ara memberi pesan pada Dewi jika dia datang terlambat karena ada urusan.


" Ra."


Ara menoleh ke arah Alen dan memasukkan ponselnya, " Ya kenapa?"


" Sebelumnya gw minta maaf atas apa yang terjadi gw ngerasa gagal jadi temen Lo dulu bahkan sampai nggak tahu kesulitan Lo sampai melakukan hal sejauh itu, mau protes tapi itu elo jadi gw minta maaf."


Ara tersenyum sambil menikmati lattenya, " Nggak apa aku sudah ikhlas."


" Tapi tetap aja gw harus minta maaf sama Lo."


" Bagaimana kamu sama Jean? Sepertinya kalian memiliki hubungan yang serius?"


Alen ingat bagaimana Jean memintanya untuk menyelesaikan masa lalunya dahulu baru dia akan menerima ajakan menikah walaupun sudah iya-iya.


" Sebenarnya ada yang mau gw omongin sama Lo."


" Kan dari tadi kita sudah ngobrol."


Alen mendengus, " Bukan itu maksud gw."


Ara tertawa, " Haha oke-oke mau bicara apa?"


Alen mengetuk-ngetuk jari tengahnya memandang Ara dengan tatapan yang sulit Ara tafsirkan, " Len."


Alen menghela nafas dengan kasar, " Gw suka sama Lo."


To be continued

__ADS_1


__ADS_2