
Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 40.
" Ara…"
Ara yang sudah sembuh setelah beberapa kali fisioterapi kini sedang membuat sarapan untuknya sendiri dan Zayn juga Dewi dan ya Sagara.
Padahal ada asisten rumah tangga tapi dia tak mau merepotkan sudah tinggal disini juga merepotkan rasanya Ara cukup tahu diri saja.
" Ya.."
Sagara tersenyum melihat Ara dengan celemeknya sebenarnya Ara sudah meminta untuk keluar dari rumah Sagara dengan alasan sudah sembuh dan bisa kembali ke rumahnya sayang sekali jika rumah kontrakan dibiarkan kosong tapi lagi-lagi Ara tidak bisa apa-apa atas sikap posesif Sagara yang takkan membiarkan hal itu terjadi.
" Zayn mana?"
" Sebentar lagi turun.
Benar saja, Dewi yang sudah rapi dan Zayn yang sudah wangi telon datang memeluk Ara, " Mami…"
" Hey anak tampan sudah wangi."
Semuanya makan dalam diam benar-benar definisi keluarganya Cemara ah rasanya Sagara tidak sabar menunggu hari itu.
" Mami aku berangkat."
Zayn tidak pernah meminta Ara untuk mengantarnya sejak kecelakaan katanya mami lebih baik dirumah daripada keluar apalagi bekerja.
" Hati-hati sayang."
Setelah Zayn berangkat Ara ingin menyiapkan perlengkapan Sagara namun ditahan.
" Jangan kamu siapkan apapun karena aku mau ajak kamu ke suatu tempat."
" Kemana? Memang tidak apa-apa kalau kamu nggak kerja?"
" Aku libur seminggu bahkan sebulan pun nggak akan buat aku bangkrut."
Ya terserah sajalah orang kaya mah bebas, Ara pamit untuk bersiap dan tak lama keduanya pergi menuju suatu tempat.
" Kita mau kemana?" Ara memecahkan keheningan setelah beberapa waktu namun Sagara hanya menjawab, " Kesuatu tempat." Padahal Ara hanya ingin tahu kemana tapi ya sudahlah Ara memilih diam dan Sagara sepertinya juga tidak merasakan hal apapun.
Sudah sampai, Ara dan Sagara turun ke sebuah tempat dimana ada banyak boneka manekin yang menggunakan gaun pengantin, Ara hanya bingung dan bertanya untuk apa dia dibawa kesini tapi dia tak mau mengeluarkan karena pasti Sagara tidak akan menjawab.
" Hallo."
Pria setengah matang datang menyambut Sagara dan Ara, Ara hanya menganggukan kepala sambil tersenyum sedangkan Sagara hanya acuh tak acuh.
" Ini jodohmu?"
Suaranya yang mendayu berkata seperti itu Ara kaget tapi dia berusaha menetralkan ya.
__ADS_1
" Hmm, sesuai omongan gw kemaren cariin yang kiranya cocok inget ya poin penting yang kemaren gw kasih."
" Oke kenalin dulu dong, kenalin aku Nanda teman sekolah SMA anak bangsat ini, dulu kita nggak deket banget tapi sejak lulus kuliah dan dia bantu eyke kita jadi sedikit dekat sedikit saja yey karena si bangsat ini aga susah mendekatkan diri."
" Lo kira Lo tuhan pake kata mendekatkan diri? Lagian juga ya Lo itu Nando bukan Nanda."
" Ah elah nggak usah buka kartu as juga apa."
Ah Ara hanya tersenyum saja pantas saja Sagara membiarkan Ara dekat dengan Nando karena memang agak lain pria di depannya ini.
" Kerja Lo, mau gw cabut saham gw disini?"
Nando kesal menghentakkan kakinya dan menggiring Ara beserta salah satu orang kepercayaannya kedalam studio dimana ada banyak manekin dengan gaun pengantin dan juga pesta.
" Ra, kok Lo mau sih sama manusia nggak jelas kayak Sagara?"
Ara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dia saja bingung mau jawab apa ditanya begitu tapi dia hanya tersenyum kaku saja dan Nando seolah mengerti dengan keadaan Ara, " Jangan bilang si kupret itu maksa Lo?"
" Kok mas Nando bisa bilang gitu?"
" Ih Ara Nanda bukan Nando."
Ara hanya meringis saja sedang Nando memutar bola matanya dengan malas, " Gw tau gimana dia, dari SMA sampe kuliah mesti dia kuliah di luar negeri gw juga sama soalnya bedanya gw di Perancis dia di kingdom ya intinya mah gw tau dia player tapi sejak lima tahun terakhir ini gw denger dia nggak pernah traveling lagi alasannya ceweknya minggat dari dia."
Padahal bukan itu alasannya Sagara menyewa jasa sugar baby dan Ara menjadi orangnya lalu karena masalah itu Ara pergi membawa benih yang tertinggal tapi Ara tidak mau membuka mulut untuk menjelaskan.
" Ya memang benar itu yang aku dengar."
" Yey pilih saja nanti kita coba dan kasih liat si kupret itu, saran gw Lo sabar aja sama dia emang dia keras dan susah diatur overall dia baik kok."
Ara tersenyum dan memilih gaun yang akan digunakan lalu Ara tertarik dengan satu gaun mewah berwarna putih.
" Ini coba kak."
" Pilihan oke ayo kita cobain dulu."
Ara masuk ke bilik untuk mencoba gaun, selesai Ara digiring menghadap ke Sagara.
" Coy gimana oke gak?"
Sagara melihat tanpa kedip namun ada bagian tertentu yang sedikit terbuka dan dia tidak suka, " Ganti terlalu terbuka."
Ara masuk dengan salah satu orangnya Nando dan memilih gaun lagi dan mencobanya lagi lalu ke hadapan Sagara untuk menilai lagi, " Yang ini?"
" No, aku nggak suka modelnya."
Ara kembali ke dalam lagi dan mencoba gaun ketiga dan keempat namun lagi-lagi tidak cocok.
" Lo pengen gw Pires Ra rasanya itu kasian si Ara sampe mukanya bete begitu."
__ADS_1
Ara keluar, " Kalau memang nggak ada yang cocok mending pulang saja."
Sagara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, " Oke satu lagi kalo nggak ada yang cocok kita pulang."
Ara menghela dengan kasar lalu memakai gaun yang lain, setelahnya itu menghadap ke arah Sagara.
" Gimana?"
Sagara puas dia melihat Ara begitu sempurna dengan gaun sesuai dengan keinginannya, " Oke gw ambil ini, Lo rapihin dan perbaiki supaya kelihatan mewah dan elegan."
" Oke ayo kita ke dalam buat vermak tipis-tipis dulu apa yang perlu ditambahkan."
Setelah setengah jam Ara bersama Nando, Ara dan Sagara pamit.
" Inget harus sesuai sebelum tanggal harinya dan make up gw percayakan sama Lo."
" Sip Lo nggak akan kecewa kali ini."
Ara bingung memangnya kapan dia akan menikah?
Ara dan Sagara kedalam mobil dan Ara masih sibuk dengan yang dikatakan oleh Nando dan Sagara tadi.
" Mas."
" Hm."
" Memang kapan kita menikahnya?"
Sagara hanya tersenyum tanpa mau menjawab apa lagi keduanya sudah sampai di sebuah gedung wo.
Apalagi ini, batin Ara.
Keduanya turun Ara masih mencoba bertanya mengenai hari pernikahan keduanya namun Sagara seolah berdalih agar Ara tidak membicarakannya lagi.
" Sagara."
Suara wanita memanggil nama Sagara, Ara bingung dengan siapa wanita di depannya sedangkan Sagara hanya memutar bola matanya dengan malas.
" Helena."
Ini hama ngapain disini batin Sagara.
Wanita dengan balon kembar mengembang dan bagian belakang menonjol seperti menggunakan suntikan wajah yang sudah oplas sana sini rambut pirang blonde memeluk Sagara jangan lupakan baju sek*i yang terbuka sana sini melekat di tubuh yang seperti ingin keluar dari baju wanita tersebut.
Ara yang tak sanggup melihat kejadian tersebut langsung pergi, " Maaf aku duluan silahkan lanjutkan acara reuninya."
Ara langsung melangkah secepatnya Sagara hanya melongo.
Tunggu apakah Ara cemburu dengan Helena ini? Kalau ya bisa Sagara artikan kalau Ara sudah mulai mencintainya?
__ADS_1
To be continued