Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
Bab 34 : Nasib Ara.


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat part 34.


Sagara baru saja menyelesaikan meetingnya dengan seorang pengusaha asal Dubai, dia menjabat tangannya sambil tersenyum.


" Terimakasih semoga kerjasama yang kita jalin semakin baik juga mendapatkan apa yang kita harapkan." Ucap Abdullah bin Mohammed Jaber salah satu pengusaha asal Dubai dengan menggunakan bahasa Inggris karena memang tuan Abdullah tidak bisa menggunakan bahasa selain Arab dan Inggris.


" Tentu saja, kesepakatan ini saya ambil karena profitnya luar biasa menguntungkan."


Keduanya berbincang-bincang membahas apapun tapi tidak jauh dari masalah pekerjaan.


" Tuan Darmawan, aku dengar kau pemain handal?"


" Pemain handal?" Tanya Sagara yang tak mengerti.


" Ya, dalam hal menyenangkan diri sendiri misalnya kehangatan di ranjang, maybe?"


Sagara paham maksud pembicaraan bule Arab ini, Sagara tertawa memang diakui untuk masalah ini dia cukup menyukainya dan cukup paham apa yang diinginkan oleh tuan Abdullah.


" So?" Tanya Sagara yang bermaksud ingin tahu apa tujuan Sagara diajak berbicara kearah demikian meskipun dia sebenarnya sudah begitu paham.


" Jika anda bersedia, anda bisa menggunakan wanita yang saya bawa, cantik-cantik dan tentu high quality."


Sagara meny*sap minumannya, dia menganggukan kepalanya paham dengan yang diinginkan oleh tuan Abdullah.


" Maaf, saya sepertinya belum tertarik?" Ingatannya terjadi kepada baby-nya Ara ah Sagara ingat meninggalkan Ara dalam keadaan mengenaskan bahkan dia memperlakukan Ara tak baik, memang sifat Sagara yang satu ini adalah sifat terburuknya, mudah bermain kasar jika sedang emosi menggebu dia harus memberikan sesuatu sebagai permohonan maaf pada Ara.


" Apa kau sudah menikah? Karena yang aku tahu kamu masih lajang."


" Aku sudah memiliki orang yang spesial?" Abdillah tertawa, " Ya seseorang yang spesial tapi apa kamu tidak mau lihat dulu? Atau review dulu?"


" Tidak, saya minta maaf bukan tidak menghargai tapi saya sudah memiliki seseorang yang spesial."


" Baik-baik, kabari aku jika berubah pikiran ya tuan Darmawan, saya akan staycation untuk satu pekan kedepan dengan beberapa wanita yang saya bawa, terkadang pekerjaan cukup menguras tenaga dan emosi dan ya salah satu mengatasinya dengan bersenang-senang agar tidak semakin gila."


Sagara memutuskan untuk pamit, hari sudah menjelang petang dan cukup lama Sagara rupanya meeting dengan orang keturunan Arab tersebut.


Sagara memutuskan untuk ke sebuah toko perhiasan di salah satu mall mencari hadiah untuk Ara sebagai permintaan maaf padanya nanti.


" Tolong satu set keluaran terbaru untuk wanita muda."


Pegawai toko memberikan beberapa contoh, Sagara melihatnya satu persatu dan pilihannya jatuh pada perhiasan set putih dengan berlian kecil untuk cincin, gelang putih yang berhiaskan tiga berlian kecil sebagai hiasan, kalung putih dengan hiasan berlian sedikit lebih besar dari cincin dan anting panjang yang dihiasi berlian di ujung ya, Ara pasti menyukainya.


" Saya pilih ini saja."


Uang tak masalah bagi Sagara karena untuk nya saat ini mendapatkan maaf dari Ara adalah hal yang harus didapatkan saat ini, selesai membeli Sagara langsung meluncur menuju apartemennya, disimpannya barang yang tadi dibeli di jok penumpang, sesekali Sagara menatap barang tersebut dan tersenyum manis.


Sedangkan Ara, dirinya tercekat mendengar namanya dipanggil suara itu, suara yang begitu dia kenal.

__ADS_1


" Satria."


" Kamu nggak apa-apa?" Tanya Satria khawatir dengan yang terjadi pada Ara, Ara membuka maskernya dan Satria terkejut melihat wajah Ara banyak lebam.


" Ra…"


" To…tolong aku…."


Ara pingsan, karena menimbulkan kemacetan, Satria langsung dihampiri beberapa orang.


" Mas yang nabrak?"


" Iya pak saya tanggung jawab kebetulan saya kenal dengan dia."


" Ya Sudah bawa saja ke rumah sakit mas, macet ini."


Satria meminta maaf dan membopong Ara di kursi penumpang, Satria segera melajukan mobilnya menelpon seseorang.


" Mbak Kal, Lo ada jadwal apa free?"


" Gw ada dirumah free, kenapa Sat?"


" Kerumah bawa alat medis."


" Lo sakit?"


" Oke."


Satria memutus panggilan teleponnya menatap Ara yang masih terpejam matanya, miris dan iba siapapun yang melihat kondisi Ara saat ini.


" Apa yang sudah Lo lalui hari ini?"


Terakhir tadi di kampus Satria bertemu dengan Ara dan kondisinya baik-baik saja, namun seorang pria dewasa yang pernah ditemuinya beberapa waktu lalu membawa paksa Ara dan itu pertemuan terakhirnya.


Satria langsung melesat menuju rumah kediaman utama dimana hanya dirinya yang tinggal bersama beberapa asisten rumah tangga, ibunya sudah menikah lagi beberapa tahun lalu namun hubungannya masih cukup baik serta ayahnya memang bekerja fokus di luar negeri.


Satria sendiri juga memegang perusahaan hanya saja masih dibantu orang kepercayaan papanya.


Ya, Satria Nugraha Hadikusumo adalah anak tunggal konglomerat Hardianto Hadikusumo, pengusaha bidang ritel dan juga penyediaan platform belanja online kuning yang sudah tersebar di Asia Tenggara dan Taiwan, bernama Shape dan pusatnya berada di Singapore.


di Indonesia sendiri pf tersebut cukup banyak diminati mengalahkan keranjang hijau. (Maaf ya agak lebay dikit).


Rumah berlantai tiga dengan nuansa Eropa terpampang nyata didepan, Ara sendiri masih saja tertidur pulas.


" Pak bantu saya buka pintunya." Ucap Satria setengah berteriak dan dua orang pekerja membantu Satria untuk masuk kedalam.


" Kamar tamu saja."

__ADS_1


Satria datang bersamaan dengan Kalia Arianti Manggala, sepupu Satria yang bekerja sebagai dokter.


" Siapa dia?"


Satria tak menjawab, dia langsung berjalan menuju lantai dua dimana terdapat kamar tamu sebelah kamar dia, Kalia pun mengikuti dari belakang.


Diletakkan secara perlahan bak barang yang mudah rapuh, Satria meletakkan Ara di kasur dan menghela nafas dengan kasar.


" Lo cek dia semuanya dari luar dan dalam gw yakin ada luka lebam di sekujur tubuhnya dan jangan lupa bagian intimnya.


" Perbuatan Lo?"


Satria menatap Kalia dengan tajam, " Gw gak sebrengsek itu berbuat keji, ini perempuan biar bagaimanapun makhluk yang kuat namun lemah."


" Terus?"


" Periksa aja dulu nanti gw ceritain."


Kalia menurut, Satria diminta keluar agar Kalia dapat melakukan pengecekan keseluruhan, Kalia juga sekalian diminta mengganti baju Ara, Kalia menangis melihat banyak luka seperti cambukan bahkan ada yang sampai mengeluarkan darah.


Kalia masih mencoba mengecek semua dan sekaligus mengganti baju Ara dengan baju Satria.


Kalia keluar, dia menatap Satria dengan berkaca membuat Satria mengangkat alisnya seolah bertanya.


" Gw kasian banget sama dia, dia korban pelec*h*n kayaknya."


Satria sudah mencari tahu tentang Ara melalui orang kepercayaannya baik dari dunia cyber maupun secara langsung, satu fakta baru jika Ara adalah anak adopsi dari sebuah panti asuhan dan diusir oleh ibu tirinya saat ayah sambungnya sudah tiada.


Tak banyak yang didapat karena Ara memang sangat tertutup.


" Gw gak yakin sih, nanti coba gw tanya ke dia apa yang sebenarnya terjadi."


" Temen Lo?" Dan dianggukan oleh Satria.


" Ketemu dimana dalam kondisi begitu?"


" Di Depan apartemen X, Kal bisa gw bawa dia keluar kota gak?"


" Kita tunggu dia siuman apa dia ada trauma atau nggak, maksud gw orang yang terkena pelec*h*n sek*u*al biasanya mengalami trauma nanti kalau memang mengalami kita bawa ke rumah sakit dulu untuk pemeriksaan lanjutan kalau dirasa bisa, kita bawa keluar kota jujur ada banyak yang gw pengen tanya sama Lo tapi gw bakal kasih waktu buat Lo istirahat dulu, temani dia kalo bisa jangan sampai sendirian gw cabut dulu kabari aja kalo ada apa-apa."


Satria menganggukan kepalanya sambil mengucap terima kasih, Kalia undur diri dan Satria menemani Ara yang masih memejamkan matanya.


Wajahnya banyak lebam, bekas tamparan dan juga sudut b*b*r yang mengeluarkan sedikit darah yang sudah mengering, tangan yang banyak luka akibat cambukan tampak di tangan dan kakinya karena Ara mengenakan kaos lengan pendek dan celana training pendek, Satria menangis, wanita yang begitu ingin dia dekati tragis seperti ini.


Mencari ponsel, Satria menghubungi seseorang.


" Cari tahu soal Sagara Darmawan."

__ADS_1


To be continued


__ADS_2