Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
Bab 21 : Salah paham.


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat part 21.


Sagara yang baru terbangun dari tidurnya menatap Ara yang tengah terlelap, dirinya ingat sudah keterlaluan memperlakukan Ara tadi.


Sagara, pria matang ini memiliki sifat posesif dan emosional tinggi, sedikit miliknya disentuh maka dia akan meradang, namun setelah tahu jika yang dilakukannya tak baik, dia akan menyesal dan kini Sagara berada dititik menyesal.


Mengecup kepala Ara yang masih terlelap, Sagara bangkit dari tidur dan menuju pantry untuk memasak makan malam karena sudah pukul sepuluh lagipula juga Sagara sudah lama tidak memasak jadilah Sagara membuat sup untuk meredakan rasa sakit Ara yang diberikan olehnya.


Sudah matang, Sagara rencananya akan membangunkan Ara sambil membawa makanan yang dibuat ya tadi, membuka pintu Ara tidak ada ditempat.


Samar-samar Sagara mendengar pancuran air yang mengalir dan pintu ditutup, Sagara menilai jika Ara tengah membersihkan diri, menunggu sambil memainkan ponselnya untuk sekedar mencari tahu pekerjaan yang belum dia kerjakan dan juga pesan dari teman-temannya.


Sudah setengah jam, Ara tak kunjung menandakan dirinya selesai membersihkan diri bahkan sup-nya sudah dingin, Sagara bergegas menuju ke kamar mandi.


" Ra, Ara kamu masih lama mandinya?"


Tak ada sahutan namun suara air tumpah masih terdengar membuat Sagara kembali memanggilnya.


" Ra, Ara are you okay?"


Sagara kembali tak mendengar sahutan dan dia mengambil kunci cadangan kamar mandi, dia sedikit cemas dan melihat Ara berada didalam air bathtub sudah tak sadarkan diri.


Sagara langsung mengangkat Ara dari dalam air yang sebelumnya dimatikan dulu keran airnya, Sagara menggendong Ara menuju kamar, dirinya panik sambil bergumam memanggil-manggil nama Ara agar sadarkan diri.


" Ra, Ara bangun Ra apa yang kamu lakukan?"


Sagara melepaskan baju Ara yang basah lalu menggantinya dengan yang kering, dingin dan pucat bahkan nafasnya sudah melemah, Sagara langsung membuat nafas buatan dan air sedikit keluar dari mulutnya, Ara sempat terbatuk namun kembali tak sadarkan diri.


Sagara memanggil dokter langganannya dan menyuruhnya datang secepatnya, Sagara menyelimuti tubuh Ara yang dingin dan pucat dan segera melakukan skinship akan tetapi usahanya tak membuahkan hasil.


Dokter datang, memeriksa keadaan Ara lalu memasang infus karena hipotermia, Sagara mengucap terima kasih lalu kembali duduk di samping Ara yang masih tak sadarkan diri.


" Maaf."


__ADS_1


Alen sudah selesai dengan pekerjaannya, dia ingin menelepon Ara namun sudah jam 11 biasanya Ara sudah tertidur.


Ketika bangkit dari meja kerja, perasaannya tidak enak tiba-tiba teringat Ara dan cemas, dulu suatu waktu pernah Alen mengalami hal serupa dan berakhir Ara yang tengah demam tinggi hingga harus dirawat dirumah sakit, padahal keluarganya tengah keluar kota dan alhasil Ara dirumah sendirian.


" Perasaan gw nggak enak nih."


Alen melajukan motornya menuju kost Ara, karena jalanan sepi, perjalanan cukup singkat dan Alen gegas menaruh motor di depan gerbang.


Alen menyapa beberapa orang yang masih di depan kost sekedar mengobrol atau lainnya, Alen langsung mengetuk pintu kost Ara namun tak ada jawaban.


" Lo temannya yang kost disini?"


" Iya bang."


" Udah tiga hari dia belum balik."


" Tiga hari? Serius bang?"


" Iya dia anaknya emang tertutup tapi udah pasti nggak ada didalam ada yang lihat beberapa hari lalu dijemput sama cowok."


" Iya, kaya udah dewasa gitu pake mobil hitam Pajero."


Alen berpikir namun buntu akhirnya dia pamit dan pulang menuju rumah, Alen sepanjang jalan berpikir dimana Ara dan dengan siapa Ara? Alen sadari jika sejak kerja waktu bersama Ara benar-benar berkurang tapi komunikasi lancar saja dan jika Ara ditanya dimana Ara pasti menjawab sedang berada di kost.


Alen sampai di rumah milik orang tuanya, keadaan sepi karena memang sudah tengah malam selain itu, Sagara memang jarang pulang ke rumah karena pria dewasa tersebut lebih sering tidur di kantor maupun di apartemen miliknya sedangkan kedua orang tuanya sejak saat kejadian itu mereka belum kembali dan Alen dengar terakhir jika kedua orang tuanya sudah memiliki rumah di luar kota entahlah Alen tidak peduli dan tidak mau peduli.


Alen sampai kamar, menghempaskan tubuhnya ke dalam keranjang empuk dan menatap langit-langit sambil bermonolog.


" Apa yang lo sembunyiin dari gue Ra?"


Keesokan paginya Alen bergegas ke kampus pagi-pagi mencari keberadaan Ara namun informasi dari beberapa orang jika kelas Ara akan diadakan pukul 09.00 pagi sedangkan saat ini masih pukul 07.30 pagi itu artinya dirinya harus menunggu sekitar satu setengah jam lagi.


Sambil menunggu Ara datang, Alen memutuskan untuk ke kantin himpunan lalu memesan nasi goreng untuk sarapan pagi dan ditemani dengan teh hangat Alen melahap makanannya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi menuju kelas Ara namun rupanya wanita yang dicarinya tersebut pagi ini belum datang. Informasi yang didapat dari salah satu teman sekelasnya.

__ADS_1


Alen langsung bergegas menuju kelas sekertaris mencari keberadaan Sita dan ya seperti yang terjadi sebelumnya keduanya bertemu dengan keadaan tidak baik.


" Mana Ara?"


Sita yang sedang berbicara dengan salah satu temannya menatap Alen dengan sengit, " Ya mana gw tau."


" Gw tau Ara sama Lo kan? Sudah tiga hari Ara nggak balik ke kost dimana dia?"


Sita tertawa sarkas, " Hahaha teman macam apa lo? Keberadaan sahabat sendiri aja nggak tahu apa itu yang dinamakan sahabat? ck gw rasa lo jauh lebih tahu deh kayaknya definisi dari persahabatan.”


" Maksud lo apa ngomong kayak gitu?" Alen tak terima dengan apa yang dikatakan oleh Sita.


Sita berdecak, " Oh ayolah yang kemarin ngaku sahabatnya dia itu siapa? Elo kan? Dan sekarang lo nanya keberadaan Ara di mana setelah 3 hari dia nggak ada kabar? Situ waras? Lagian udah satu minggu ini gua nggak ketemu sama dia."


Alen terdiam jika Ara tidak bersama Sita, lalu dimana Ara sekarang?


*******


Ara merasakan suhu tubuhnya memanas ditambah lagi kepalanya yang pusing dan badannya sakit semua, Ara mencoba membuka matanya dan yang pertama Ara lihat adalah wajah Sagara yang tidur disebelah ranjang sambil memegang lengan Ara dan merasa dahinya sedikit basah, Ara memegang dahinya dengan lengan sebelahnya yang tunggu.. kenapa ada infus?


Ara menggerakkan tangannya sampai dirinya tidak sadar jika Sagara sedikit terusik dan terbangun dengan mata yang masih mencoba membuka matanya.


“ Kau sudah bangun.”


Suara itu, suara khas Sagara bangun dari tidurnya, Ara tak merespon dia masih sedikit kesal dengan Sagara.


Sagara tahu Ara masih marah padanya, dia menangkupkan lengan Ara yang sedaritadi digenggamnya dan menciumnya, Ara ingin menariknya namun ditahan.


“ Maaf.”


Ara hanya menatap heran.


“ Maaf karena aku kamu hampir bundir.”


B*n* h diri? Siapa yang ingin bundir?

__ADS_1


to be continued.


__ADS_2