Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
Bab 31 : Meluruskan.


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat part 31.


Ara begitu terkejut dengan yang dikatakan oleh Sagara melalui pesan singkat jika Alen sudah mengetahui semuanya hanya saja apa yang diketahui olehnya? Kata tersebut cukup ambigu namun bukan berarti Ara tidak tahu kemana arah pembicaraannya.


Ditelepon nomor Sagara namun tidak diangkat begitupun pesan singkat masih saja diabaikan.


Keinginan untuk makan malam seketika menguap, Ara menjadi cemas dengan menggigit jarinya bahkan tak sadar membuat luka di jari miliknya.


" Aku harus apa?"


Akhirnya Ara bangkit mengambil Hoodie dan juga mengenakan pakaian tak lupa dompet dan handphone langsung dirinya sambar.


Ara ingin keluar dari apartemen untuk kembali ke kost miliknya Alen pasti ada disana.


Membuka pintu, dilihat Sagara datang dengan wajah yang sudah mulai membiru di sisi manapun Ara terkejut seperti melihat hantu.


" Aarrgghh.."


Sagara hanya melipat kedua tangannya menatap Ara dengan alis menukik seolah bertanya ada apa dengan dirinya.


" Kau kenapa?"


" I….ttt uuu mas ke…napa bisa bonyok gitu?"


Sagara menerobos pintu dimana Ara masih berdiri disana, sedang Ara mencoba menelan salivanya dengan susah, menengok ke arah belakang dan rupanya Sagara malah duduk sambil memejamkan matanya.


Sagara masih kesal dengan yang dilakukan oleh Alen.


Ara langsung mengambil kotak obat untuk mengobati lebam yang ada di tubuh Sagara, Sagara hanya melihat saja tanpa minat mengeluarkan suara.


Tap…tap…


Ara dengan telaten mengobati lebam yang dimiliki oleh Sagara, sesekali Sagara meringis karena Ara menekan lukanya terlalu dalam.


Sagara menatap Ara yang terus saja mengobatinya dengan teliti, jujur hatinya menghangat diperlakukan begitu, ini perkelahian pertama untuk Sagara kepada Alen tapi biasanya jika dia ke club' bersama temannya dan ada yang merusak moodnya, dalam keadaan mabuk Sagara menghajar siapapun yang mengusiknya namun jika kembali tidak ada yang mengobati lukanya seperti ini.


" Sudah, mau aku bantu ke kamar mas?"


Ketika Ara ingin bangun meletakkan kembali kotak obat, tangannya dicekal Sagara dan menatap Ara dengan intens begitupun juga Ara karena merasa Sagara ingin mengatakan sesuatu, Ara mencoba berhenti dan menatap Sagara.


" Kamu mau kemana?"


" Mau simpan ini." Ucap Ara sambil mengangkat kotak obat.


Sagara menggelengkan kepalanya, " tadi aku masuk kamu mau keluar, kamu mau kemana?"


Ara tetap bangkit dan Sagara membiarkannya, Ara mengambil air minum dan diberikan kepada Sagara," Aku mau pulang ke kost."


" Lebih baik kamu disini saja tidak usah kembali ke kost." Ucap Sagara setelah menandaskan air yang diberikan Ara.


" Kenapa memangnya?"

__ADS_1


" Ya kost itu jarang kamu pakai kan? Sayang saja kamu membayar untuk tempat yang jarang kamu tempati lagi pula barang kamu pun tidak terlalu banyak bukan?"


Benar, memang barang yang Ara miliki tidak banyak tapi untuk tetap di apartemen ini? Rasanya Ara belum siap.


" Nanti aku pikirkan, lalu mengenai pesan yang mas Sagara kasih tadi, maksudnya Alen tahu semua?"


" Aku babak belur sama dia."


Ara menutup mulutnya saking terkejutnya, Alen yang terkenal mampu menahan amarah bisa melukai kakaknya sendiri?


" Kenapa bisa?"


" Alen mengikuti kita, dia lihat aku rangkul kamu mesra dan ya dia marah banget."


" Lalu?"


" Kamu nggak usah khawatir, Alen sudah aku atasi hubungan kita tetap tidak diketahui oleh dia tapi kamu harus tinggal disini, nanti aku bisa pulang ke rumah utama."


Tak ada yang dapat Ara lakukan selain menganggukan kepalanya, Ara sendiri juga merasa yang dikatakan Sagara benar adanya toh setiap hari Ara akan disuruh menemani pria dewasa di sebelahnya ini.


Sagara meminta Ara untuk mengantarnya ke kamar dan Ara dilarang keluar, Sagara masih merasakan sakit disekujur tubuhnya, Ara tadi meminta Sagara minum Paracetamol katanya bisa meredakan sedikit rasa sakit di badannya dan setelah itu keduanya tertidur ingat benar-benar tidur tak ada agenda iya-iya karena siang tadi sudah mereka lakukan.


-


Ara pergi ke kampus, Sagara sebenarnya malas untuk ke kantor tapi ada agenda penting yang harus dia lakukan.


Ara sendiri ada ujian harian pagi ini, dirinya sudah berada di area kampus.


" Kak Ara."


Ara menoleh dan tersenyum melihat Jean menghampiri ya, " Jean ya?"


" Iya kak."


" Gimana kelanjutan hubungan kalian berdua?"


" Duh susah banget kali ini kak Alen, oiya aku mau nanya kak Alen kenapa ya babak belur gitu?"


Ara ingat Sagara cerita jika Alen berkelahi dengannya, meski Sagara tak membalasnya hanya saja detik terakhir Sagara melawan.


" Alen dimana?"


" Dikelas kak."


Masih cukup waktu, Ara menghampiri Alen kelasnya tak begitu jauh, dilihat sangat sepi biasa mahasiswa akan masuk kelas di jam mepet.


" Alen."


Alen yang sedang menelungkup kepalanya diatas meja terbangun karena mendengar suara yang begitu familiar di telinga ya, suara yang cukup dirindukan olehnya.


" Ra."

__ADS_1


Ara mengambil obat yang memang selalu ada di tas Tote bag ya lalu mengaplikasikan di tubuh Alen yang sedikit membiru.


" Ra, sakit."


" Tahan, pas berantem bisa nahan sakit tapi kenapa pas diobati nggak bisa ditahan."


Alen diam namun mengulum senyum senang karena Ara masih perhatian padanya.


" Ra, apa gw harus terluka dulu baru Lo mau ketemu gw lagi?"


-


Sagara sedang mengerjakan beberapa berkas penting, ponselnya bergetar nama sang ayah terpampang nyata disana.


" Ada apa?"


" Apa kau dikantor?"


" Hmmm."


" Papa akan kesana sebentar lagi sampai."


Panggilan terputus, sedikit aneh kenapa papanya mau bertemu dengannya apa dia sudah bosan liburan dengan kekasihnya dan ingin kembali bekerja, tapi Sagara tak mau berpikir aneh-aneh dulu biar saja nanti.


Dikira Sagara sebentar lagi sampai maksudnya sekitar satu jam namun rupanya hanya sepuluh menit papanya Alen dan Sagara itu datang ke kantor.


" Maaf aku tidak buat janji dulu."


Sagara masih asyik mengerjakan berkas tapi papanya seolah tak peduli juga dengan yang dilakukan Sagara.


" Ada apa?"


Sagara memang tak bisa basa-basi langsung tanya tujuan papanya datang kesini.


" Apa kamu sudah memiliki kekasih."


Tangan yang asyik menari di atas berkas pun berhenti, Sagara menatap papanya dengan tajam, " kenapa bertanya seperti itu?"


" Papa hanya bertanya jika kamu belum ada calon papa akan memperkenalkan kamu pada seseorang."


Sagara berhenti mengerjakan berkas, dia berdiri dan menatap sang papa yang sedang mengajaknya bicara, " Nggak salah denger? Mau ngenalin gw sama orang tapi Lo sendiri statusnya bercerai? Are you stup*d?"


" Sagara jaga bicaramu."


Sagara berdecak, " ada yang salah sama omongan gw? Coba jelaskan poin' mana yang salah?"


Seketika ruangan yang dingin berubah menjadi memanas karena tatapan sengit dua orang beda generasi tersebut.


To be continued


follow ig author: yunirahma101.

__ADS_1


__ADS_2