
Sugar Baby Kakak Sahabat season 2 part 31.
Sagara menghampiri kedua orang tua yang sepertinya dugaan benar bahwa dia adalah ayah dan ibu Satria, wajah wanita paruh bayah tersebut benar-benar mirip dengan anak piyik tersebut, melangkah maju dan pasti ke arah dua orang tersebut sedangkan Dion di belakang sana mengusap wajahnya yang kasar mengikuti langkah sahabatnya.
“ Bro.. bro mau ngapain lo?” Tanya Dion sambil mengikuti langkah Sagara yang benar-benar cepat itu.
“ Apa lagi? buat perhitungan lah.”
Belum sempat Dion mengeluarkan suaranya namun Sagara sudah sampai ke depan sepasang paruh bayah tersebut, “ Anda orang tua dari Satria?”
“ Ya betul nak, ruangan Satria kamu tahu dimana? informasi dari salah satu pihak rumah sakit katanya Satria selamat namun kritis.”
Wah poor sekali kedua orang tua ini bisa secepat itu mendapatkan sang buah hati yang selamat namun kritis, Sagara benar-benar merasakan yang namanya power uang bekerja meski itu bukan hal yang baru untuknya namun tak menyangka benar-benar nyata.
“ Anda tahu, anak anda menculik Ara dia adalah ibu dari anak saya.”
Nugraha tahu siapa pria di depan ini, siapa yang tidak kenal seorang Sagara Darmawan pengusaha muda sukses yang masih melajang karena track record seorang pemain apalagi beberapa tahun terakhir sang anak membantu salah satu dari korbannya Ara namun yang disayangkan dia justru malah jatuh cinta dengannya hingga memakan korban yaitu mantan menantunya Melisa agar hanya bisa menyandang status sebagai duda dan setara dengan Ara.
memang sifat Satria dengannya tidak berbeda jauh berambisi dan akan melakukan apapun asalkan yang diinginkan bisa tercapai.
Nugraha tahu semua, hal yang sangat mudah baginya dibantu dengan materi yang mumpuni jaman sekarang tidak ada uang tidak bisa hidup, its real.
“ Maksud kamu apa nak?”
Giana bahkan sampai meminta penjelasan lebih lanjut lagi karena merasa Satria bukan hal yang akan konyol seperti itu, Sagara langsung mengeluarkan ponselnya dan memutar rekaman di mana Satria dan Ara beradu mulut dan dikirim kepada Sagara.
“ Kamu tahu apa kesalahanmu? kesalahanmu adalah kamu menolak aku dan memilih membuka hati sama si brengsek itu.”
“ Aku nggak pernah buka hati untuk mas Sagara.”
Ck, bahkan dengan mudahnya kamu memanggil dengan sebutan mas? bast*rd.”
” Ini bukan Satria yang aku kenal.”
“ Satria yang lo kenal udah mati belum lama ini, sekarang gw adalah Satria yang berambisi untuk buat lo hamil karena cuma itu jalan satu-satunya supaya lo bisa jadi milik gw.”
“ Kamu nggak cinta sama aku, kamu hanya terobsesi dengan aku Satria.”
Suara teriakan menjadi penutup rekaman tersebut, Giana menutup mulutnya tidak menyangka sang anak akan berbuat senekat itu sedangkan Nugraha dirinya tidak boleh terlihat tumbang dan lemah harus lebih kuat agar sang istri tidak memikirkannya.
“ Ya tuhan pa, Satria kenapa melakukan hal segila itu.”
Nugraha memeluk sang istri sedangkan Giana masih saja menangis, Sagara memutar bola matanya dengan kasar dasar ibu sama anak sama saja, sama-sama drama.
" See memang anak kalian itu sejak dulu selalu berambisi ingin mengambil Ara hanya saja Ara tidak cinta sama anak kalian catat itu."
" Maafkan atas kesalahan anak kami, saya akan membayar semua ganti rugi rumah sakit."
Sagara terkekeh, " Lo pikir dengan Lo tanggung jawab Ara bisa selamat?"
__ADS_1
Nugraha terdiam, dia bahkan belum tahu apakah Ara selamat atau tidak, " Ara, apakah dia selamat?"
" Berdoa aja supaya anak Lo pas sehat nggak di penjara."
Sagara berlalu karena pintu UGD kembali terbuka, Sagara bertanya jika wanita tersebut adalah istri dari korban tewas tadi jika begitu Ara selamat, Sagara langsung menuju ruang operasi dimana Ara tengah berjuang dengan hidup atau matinya.
Sagara mati-matian untuk tidak menangis, dia malu juga jika Dion melihat dan ketika ingat akan mengejeknya, untuk pertama kalinya dia memohon kepada pencipta agar Ara bisa disembuhkan.
" Setelah ini gw janji bakal nikahin dia kalau dia selamat." Gumam Sagara dalam hati.
*****
Alen dan Zayn juga Dewi sudah sampai di rumah utama, tidak ada yang berubah lima tahun tidak menginjakan kaki di rumah ini namun tidak ada yang berubah.
" Ini rumah papi uncle?"
Alen yang sedang menurunkan barang-barang milik Dewi dan Zayn menatap kearah Zayn dan menganggukan kepalanya, " Iya rumah ini tempatnya dimana uncle dan papi dibesarkan."
Zayn minta digendong oleh Alen dan keduanya masuk kedalam.
Alen akan memberikan kamarnya pada Zayn sedangkan Dewi biar dia tidur dikamar tamu dulu.
" Zayn bobo sama uncle nggak apa-apa kan?"
" Mami nggak pulang uncle?
Alen bingung harus menjawab apa, apa dia telpon Sagara saja agar Zayn tidak merengek terus?
Dengan binar, Alen menekan tombol vcall di sebuah aplikasi hijau, nama Sagara memang belum disimpan lagi.
" Kenapa Len, kondisinya belum stabil Ara masih di operasi."
" Operasi itu apa papi?"
Sagara segera menyadarkan pandangannya sial harusnya dia tahu kalau Alen tidak mungkin menelponnya apalagi menggunakan video call.
" Zayn, kamu dimana?"
" Dirumah papi sama uncle."
Sagara bertanya dan Alen langsung menjawab, " Biar dia nggak inget nyokapnya terus lagian sekolahnya dia bukannya di dekat sini, gw ajak pengasuhnya juga."
" Oke titip sebentar."
" Gimana Ara?"
" Gw belum tahu."
Merasa nama maminya disebut Zayn pun bertanya, " Memang mami ada dimana papi? Aku mau ketemu mami."
__ADS_1
Sagara mengusap wajahnya dengan kasar, " Mami ada lagi kerja ya kerja nanti kalau udah selesai papi antar mami kesana."
" Tapi mami belum pernah ninggalin Zayn sampai menginap gini papi."
Zayn kembali menangis sumpah demi apapun hatinya tercabik dia kesal dengan Satria jadinya kalau seperti ini.
" Doakan mami semoga cepat selesai ya sayang, papi tutup dulu besok kita telpon lagi."
Zayn menurut, Dewi mengantarkan susu untuk Zayn dan pamit, Alen menepuk-nepuk punggung Zayn sambil menggendongnya karena baru saja menghabiskan satu botol susu.
Jadi begini rasanya menjadi seorang ayah, tiba-tiba dia ingat nasib Jean.
" Kamu dimana sayang?"
Setelah sudah tidur, Alen meletakkan Zayn dikasur dan mematikan lampu, Alen sendiri memutuskan untuk keluar disana ada Dewi yang duduk sendirian memegang ponsel.
" Wi."
Dewi tersentak kaget, " eh mas Alen maaf saya belum bisa tidur."
Alen pergi ke dapur untuk mengambil minum dilihat Dewi masih di sofa seperti orang gelisah.
Alen membawakan air untuk Dewi, " Nih buat Lo."
" Makasih."
Dewi meminum air yang diberikan Alen dia langsung menandaskan ya, setelah itu mencoba memberanikan diri untuk bicara, " Mas Alen."
" Hmm."
" Ibu, sebenarnya ibu kemana? Apa terjadi sesuatu sama ibu? Sebelumnya ibu nggak pernah kayak gini."
Alen mengutak-atik ponselnya lalu menyerahkan kepada Dewi, " korban salah satunya Ara tapi dia kritis disana udah ada papinya Zayn."
Dewi membaca portal baca online tersebut dan benar ada inisial nama majikannya itu, " Ya Allah ibu… terus kabar ibu gimana mas?"
" Ara kritis sama Satria."
" Kok bisa mas? Mereka memang dari mana? Itu jauh bukan?"
" Cerita jelasnya gw nggak tau tapi yang jelas mereka kecelakaan."
" Bisa saya kesana?"
" Terus Zayn gimana?"
Dewi termenung, dirinya menangis orang yang selama ini melindunginya dalam keadaan hidup atau mati.
Tak lama ponsel Alen berdering nama Axel disana, Alen pamit ke atas tepatnya di balkon dan menutup pintu sambungan, " Ada kabar baru?"
__ADS_1
" Jean ditemukan."
To be continued