
Sugar Baby Kakak Sahabat part 33.
Sagara menarik tangan Ara hingga sampai di parkiran kampus dimana dia memarkirkan mobilnya, Ara yang memang langkah kakinya lebih kecil dari Sagara terseok mengimbangi.
Sesampainya di jalan, Ara mencoba menjelaskan jika dirinya dan Satria tidak ada hubungan apapun bahkan saling kenal pun tidak.
" Aku hanya kenal sebatas dia ketua Hima hanya itu sedang dia kenal aku karena apa aku juga nggak tahu kami tidak pernah dekat."
Sagara yang masih kesal dengan kejadian hari ini memutuskan untuk melajukan mobil menuju apartemen miliknya menggunakan kecepatan diatas rata-rata bahkan Ara hingga berpegangan handle namun tetap saja Sagara tak menggubris ucapan Ara yang memintanya agar memelankan laju mobilnya.
" Mas, tolong pelankan sedikit aku takut."
Sagara sesekali menatap arah kanan dan kiri namun tetap saja kecepatan mobil yang dikendarai segera masih saja tinggi bahkan di atas rata-rata, Ara hanya bisa pasrah dengan merapalkan doa dalam hati agar dirinya bisa selamat.
Tak sampai setengah jam, keduanya sampai di basement apartemen segera langsung turun dan menarik Ara agar memastikan jika Ara tidak kabur namun langkah kaki Ara masih saja terseok karena langkah kaki Sagara yang berkali lipat dari langkah kaki Ara.
Sesampainya di dalam unit milik Sagara, Sagara langsung menghempaskan tubuh Ara menuju kamar utama, tubuh Ara dihempaskan di atas kasur. Tatapan nyalang tajam bak menghunus ditampilkan oleh Sagara.
Segera segera melepaskan hoodie milik arah dan membuangnya ke sembarang arah, Sagara menc*ium Ara dengan ganas dan menggebu bahkan tak memperdulikan Ara kehabisan nafas.
Sagara langsung merobek kaos kebesaran yang Ara kenakan membuat Ara langsung menutup bukit Himalaya yang masih terbungkus kacamata hitam, Ara menggelengkan kepala agar segera tidak melakukan tindakan yang menyakiti dirinya.
" Mas aku mohon, aku minta maaf kalau aku punya salah tapi tolong jangan berbuat seperti ini aku takut."
Sagara segera mengambil tali yang terdapat di sisi ranjang dan mengikat tangan Ara dengan kuat, Sagara langsung membuka semua yang membungkus tubuhnya.
Ara terus saja berkata jangan dan tidak, Sagara yang kesal mengambil penutup mulut dan meletakkan di area mulut Ara.
" Ini akibatnya jika bermain-main denganku."
Sagara segera membuka kemeja yang dikenakannya, mengambil ikat pinggang yang masih terpasang di pinggang dan menariknya.
Ctak…ctak…..
Sagara mencambuk tubuh polos Ara dengan menggunakan ikat pinggang tersebut, Ara hanya bisa mengeluarkan air mata tanpa bersuara karena mulutnya ditutup oleh penutup.
Bukannya merasa bersalah justru Sagara malah merasa senang seperti ada kepuasan sendiri melihat Ara disakiti olehnya.
__ADS_1
Sesekali Sagara menc*um Ara dengan menggelora tak peduli penampilan Ara yang sudah memar-memar di tubuhnya.
Sagara kembali mencambuk tubuh Ara tapi kali ini lebih kencang bahkan sisi besi pengaitnya berada diujung agar bisa melukai Ara.
" Kamu tahu aku benci melihat kamu bicara sama pria itu."
Sagara membuka celana yang masih membungkus little kebanggaan yang sudah berdiri tegak, lalu mengambil alat di laci kecil sebesar kacang ada dua berwarna ungu, dimasukan salah satunya ke dalam milik Ara.
Sagara mengatur kecepatan getaran untuk berenang di milik Ara, Ara merasa kakinya lemas namun tak bisa duduk karena ulah alat dari Sagara, gerakan Ara yang kesana kemari akibat ulah alat tersebut membuat Sagara bern*fsu, Sagara memainkan little kecilnya yang sudah berdiri tegak.
Sagara menurunkan Ara dengan memanjangkan tali yang mengikat, mensejajarkan antara little dengan mulut Ara.
Sagar membuka mulut Ara.
" H*sap."
Ara menggelengkan kepalanya namun Sagara meraih tengkuk Ara dan memasukkan little secara paksa ke dalam mulutnya, mengeluar-masukan little secar cepat hingga Ara terkadang tersedak dan membuat little terkena gigi Ara.
" ****** bangsat Lo ya jadi cewek bisa main gak? Sekali aja kena gigi, gw cambuk Lo pakai ini." Ucap Sagara sambil menunjukan ikat pinggang tadi.
Sagara mulai memainkan littlenya lagi dan Ara hanya bisa menangis, puas Ara langsung disuruh berdiri, Sagara langsung mengambil alat kecil tadi keluar, di milik Ara sudah banjir bandang akibat ulah getaran sial*n itu, Sagara memainkan jarinya kedalam milik Ara, memaju mundurkan jarinya hingga lelah lalu Sagara langsung memasukkan little tapi dari arah belakang, sesekali b*k*Ng Ara dipukulnya hingga memerah dan tanpa melakukan kesalahan Ara dicambuk kembali dengan ikat pinggang.
" Kamu tahu hari ini adalah hari paling sial bagi gw, kenapa? Hah entahlah mungkin memang karena mereka yang datang secara tiba-tiba atau karena memang mereka yang mau ngusik atau karena ya dia cemburu atas kesuksesan tapi Lo, (Sagara mencengkram rahang Ara dengan kuat) Lo harusnya tau diri j*l*Ng, harusnya Lo nggak usah ikutan menyumbang rasa menjengkelkan itu sial*n tau diri dong Lo itu udah gw beli dan sebagai bud*k harusnya Lo tau diri bukan malah godain pria itu apa sih kurangnya gw hah? Apa?"
Sagara tertawa berteriak dan menyugarkan rambutnya ke belakang, memejamkan mata sambil menatap ke arah Ara dengan tajam.
" Kayaknya Lo lebih suka gw hukum."
Ara hanya menggelengkan kepalanya tadi mulutnya kembali ditutup, Sagara mengangkat kaki Ara sebelah keatas agar little mudah masuk, Ara hanya bisa menangis, Sagara sesekali menampar pipinya, tak puas Sagara kembali membuka tali tersebut dan mengikat tangan Ara kebelakang dan kembali memasukkan little nya, menamparnya kuat hingga sudut b*b*rnya lebam.
Entah sudah berapa lama Sagara memperlakukan Ara bak hewan bahkan tendangan pun tak luput dia berikan.
Ara yang sudah tidak sanggup akhirnya pingsan, rasa sakit disekujur tubuhnya perlahan mulai menyerang, Sagara berdecak kasar bermain seperti dengan patung jika seperti ini, akhirnya ia menyelesaikan permainan dan duduk di sofa kamar sambil mengambil wine yang memang dia miliki jika sedang stress begini.
Sesapan demi sesapan sambil melihat Ara yang sudah tak sadarkan diri, dia hanya tertawa melihat Ara.
" Kamu cuma milik aku Ara."
__ADS_1
Ponsel Sagara bergetar nama Liam tertera di sana ck kenapa dia menelponnya.
" Ada apa?"
" Tua tamu dari Dubai datang beliau meminta bertemu secepatnya."
" Loh bukannya mereka datang lusa?"
" Tadinya tapi mereka memutuskan untuk mempercepat kedatangannya."
Argh sial jika seperti ini mau tidak mau Sagara kembali ke kantor untuk menemui klien VVIP nya itu, Sagara bergegas mandi dan bersiap, setelah siap dia menatap Ara dengan tatapan yang entahlah sulit diartikan.
Sagara memilih pergi dan meninggalkan Ara dalam keadaan kacau, sedangkan Ara dirinya pingsan entah hingga beberapa jam Ara terbangun meringis, talinya sudah dibuka dan Ara menangis ketika Sagara memperlakukannya tak baik bahkan jauh dari kata manusiawi dirinya benar-benar dianggap sampah olehnya.
Ara menangis sejadi-jadinya dia menyesal menjadi sugar baby Sagara, tapi menyesal juga percuma sekarang yang harus Ara lakukan adalah pergi dari sini.
Ara mengambil hoodie dan beberapa baju dimasukan kedalam tas dan juga membawa dompet, ponsel juga dia butuhkan.
Ara keluar dari apartemen dengan pakaian tertutup, celana bahan hitam, masker menutupi wajah dan Hoodie kebesaran, jalan Ara terseok biar bagaimanapun badannya sangat sakit dan perih akibat cambukan dan t*ndangan dari Sagara.
Jika berpapasan dengan orang, Ara berhenti dahulu dan melanjutkan lagi ketika orang lain sudah lewat.
Ara turun menggunakan lift dan langsung keluar dari lobby. Menatap jalan raya besar yang berlalu lalang kendaraan Ara harus mencari kendaraan untuk pergi sejauh mungkin.
Namun di jam pulang kerja begini tak ada taksi yang kosong Ara bahkan frustasi dan menangis, dirinya memutuskan untuk menyebrang karena takut Sagara datang dan meny*ksanya kembali.
Ara akhirnya menyebrang namun karena tak melihat kendaraan dirinya tertabrak mobil seseorang, lututnya berdarah dan Ara hanya meringis mencoba bangkit namun sulit.
" Ara."
Suara yang begitu Ara kenal memanggil namanya, mungkinkah ini akhir dari hidupnya?
To be continued.
Percayalah akan ada pelangi setelah hujan.
Jangan lupa like dan komennya ya, jangan minta Doble up hari ini sengaja up pagi othor mau jelong-jelong dulu healing cari suasana baru hihihi.
__ADS_1
Follow ig aku di @yunirahma101.
Kamsahamnida💜💜