Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
S2 Epilog.


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat season 2 part Epilog.


Acara sudah selesai tidak ada wedding party alias resepsi karena memang acara ini hanya khusus untuk akad saja, Sagara melakukan hal ini hanya untuk Sagara bisa sah secepatnya apalagi mengetahui sang adik akan terbang ke Belanda sebentar lagi menunggu acc dari dokter kandungan sudah tentu dia harus secepatnya menghalalkan pujaan hatinya.


dan masalah dirinya yang tidak memberi tahu Ara mengenai hari dan tanggal pernikahannya memang sengaja bahkan Alen saja sang adik diberitahu kemarin yang artinya 24 jam sebelum waktunya benar-benar ingin membuat kejutan semua orang.


Sedangkan papa dan mamanya? jangan harap Sagara akan memberitahu keduanya bahkan orang kantor dan terdekat saja yang Sagara beritahu dengan alasan jika ada yang bertanya mengenai legal status pernikahannya dengan Ara ada saksi yang bisa ditanyakan sehingga undangan saja tidak lebih dari lima puluh orang.


“ Mas..”


Acara sudah selesai satu jam lalu bahkan Ara sudah digendong paksa ala bridal oleh Sagara supaya keduanya bisa sampai kamar karena memang setelah acara ini tidak ada acara lain.


“ Kenapa hm? udah gak sabar saja sih istri aku ini.”


Ara bersemu merah bahkan blush on yang dikenakan saja masih belum cukup menutupi merahnya pipi Ara.


“ jangan alihkan pembicaraan aku mau protes sama kamu, kenapa kamu tidak libatkan aku sedikitpun mengenai pernikahan kita? memang yang menikah hanya kamu saja? tahu gitu aku tidak akan mau ikut orang suruhan kamu itu, benar-benar mencurigakan sejak awal bodohnya aku.”


Sagara merasa bersalah, tapi memang niatnya sejak awal Sagara hanya ingin akad karena mengenai masalah resepsi dia akan memberikan sepenuhnya mandat kepada sang istri.


Ara yang masih misuh-misuh di depan meja rias sambil melepas semua kelengkapan pengantinnya sudah tahu banyak printilan tapi Sagara tidak mengizinkan siapapun membantu katanya Sagara sendiri yang akan membantunya.


Sagara menghampiri Ara dan memeluknya dari belakang sedangkan Ara cuek masih membuka hiasannya satu persatu.


“ Maaf tapi aku ada alasan tersendiri dan rencananya resepsi akan aku libatkan kamu sepenuhnya bahkan jika kamu ingin mewujudkan wedding dream kamu silahkan dengan senang hati karena aku hanya ingin sah saja secepatnya sebelum Alen pergi menuju Belanda untuk menemui kedua orang tua Jean.”


Ara berhenti melakukan aktivitas dan menatap ke arah Sagara berada, “ Memang Alen belum mendapatkan restu dari orang tua Jean?”


“ Bahkan kedua orang tua Jean belum tahu kalau Jean tengah mengandung.”


Miris sekali Ara saja ingin memiliki orang tua yang lengkap sedangkan Sagara ataupun Jean mereka bahkan seperti enggan memiliki keduanya.


“ Bagaimana dengan status pernikahan kita? bahkan kedua orang tuamu saja tidak ada.”


“ Sengaja, bagiku Alen saja sudah cukup karena kami memiliki satu sama lain sedangkan mereka hanya ambisi yang ada di dalam otak kecilnya itu.”


Ara kembali menghadap cermin dan melepas aksesoris lagi, “ Aku tidak mau resepsi apa kamu tidak keberatan?”


“ Sebenarnya aku tidak masalah asalkan sudah sah saja tak masalah tapi biasanya para wanita memiliki pesta pernikahan impian tapi kenapa kamu tidak?”


Ara kembali menghadap Sagara, “ Sejak kejadian itu sejujurnya aku sudah memutuskan untuk tidak menikah karena memang tidak tahu memiliki Zayn didalam perut, aku merasa sudah hancur dan memutuskan untuk tak menjalin hubungan apapun apalagi mengenai suatu hubungan dan pernikahan tapi karena aku memikirkan Zayn makanya aku memutuskan untuk memberi kesempatan untukmu.”


“ Lalu..” Lanjut lagi Ara.


“ Lalu?” Tanya Sagara karena Ara tidak menyelesaikan ucapannya.


“ Jika aku belum siap melepasnya maksudnya memberikan hak kamu apa kamu tidak marah? Aku takut kejadian terakhir teringat lagi dan membuat pikiranku blank berakhir histeris karena aku memang belum pernah melakukannya lagi bukan?”


Sagara tersenyum, “ Kita coba tapi jika memang muncul lagi aku siap menunggu tapi tak apa kan kita coba?”


Ara menatap ke arah Sagara dan perlahan meski sulit menelan salivanya dia mencoba menganggukan kepalanya, “ Ya mari kita coba.”


*****


Lima Tahun kemudian.


“ Mami…


“ Mami…”

__ADS_1


Sepasang anak laki-laki kembar identik memanggil maminya secara bersamaan bahkan suara keduanya memenuhi seluruh ruang tamu.


“ Jangan teriak-teriak dek berisik.” Ucap Zayn yang sedang memegang ponselnya.


“ Abiyasa tuh yang suaranya cempreng.”


“ Abimana tuh yang suaranya kayak kodok berisik.”


“ Ih kamu..”


“ Ih kamu..”


Keduanya bertengkar dan saling menjambak jika biasanya Abiyasa sedikit kalem karena kakak tapi jika didalam rumah akan bergelut dengan Abimana sang adik karena merasa dia adalah kakak setelah Zayn jadi harus dihormati tapi berbeda dengan Abimana karena merasa dia sang adik dan paling kecil maka kedua kakaknya harus mengalah kepadanya dan berakhir apapun harus dituruti.


“ Abiyasa Elvano Darmawan, Abimana Elvaro Darmawan kalian bisa nggak sih jangan ribut kalian kan saudara.” Ucap Zayn yang mencoba menengahi keduanya.


“ Harusnya Abiyasa mengalah sebagai kakak.” Ucap Abimana.


“ Harusnya Abimana mengalah sebagai adik.” Ucap Abiyasa.


Zayn pusing memilih kebelakang memanggil mamanya, “ Mami anak kembar mami buat ulah lagi tuh.”


Ara hanya tersenyum melihat Zayn yang sangat sabar menghadapi kedua adiknya, “ Sabar kak mami udah selesai kok.”


Ara melangkah menuju ruang depan dimana Abiyasa dan Abimana masih saja berdebat, “ Abang, adek udah ributnya nggak kasihan sama kakak Zayn yang sedang fokus belajar?”


Keduanya menatap kearah Zayn lalu protes, “ belajar apanya orang main handphone gitu?”


“ Kakak belajarnya di aplikasi dek jaman sekarang udah gak pake buku pakainya aplikasi biar sekalian paperless nanti kalian juga tahu.”


Keduanya menganggukan kepala tanda mengerti padahal tidak tahu apa itu paperless tahunya paper artinya kertas dan les artinya kes tidak mungkin kan kertasnya les pikir keduanya.


Keempatnya langsung masuk ke dalam mobil Ara model alphard yang besar karena Ara merasa dia memang membutuhkan kendaraan dengan kapasitas besar apalagi anak tiga, dimana Dewi? Sudah dua tahun dia keluar karena ada seseorang yang meminangnya dan Dewi memutuskan mengikuti jejak Ara untuk menikah lagi apalagi Ara tahu jika pria tersebut seorang karyawan duda belum punya anak dan sayang dilihat selama setahun keduanya pendekatan dan mudah saja jika dia macam-macam pria tersebut bernama fatir bekerja dengan Sagara di bagian pemasaran.


Kedua anak kembar itu meributkan apapun dimulai dari nama gedung nama jalan hingga nama mobil sedangkan Ara yang mengendarai sudah biasa mendengar perdebatan keduanya bahkan jika keduanya tidak ada rasanya ada yang berbeda.


sedangkan Zayn sedang sibuk dengan dunianya sendiri sejak TK dulu Zayn sudah pintar bahkan diutus sekolah hingga kini untuk mengikuti olimpiade baik matematika maupun sains, Ara bahkan sampai khawatir padahal dia tidak pernah menuntut Zayn untuk menjadi yang sempurna hanya saja Zayn sendiri yang mau, dan sejujurnya Ara sedikit khawatir karena Zayn jadi introvert bahkan pemilih teman berbeda dengan si kembar Abiyasa dan Abimana.


Lalu bagaimana tanggapan Sagara? dia hanya bisa mensupport selama positif karena bagi Sagara mengikuti alur apa yang diinginkan sang anak dengan cara mendukung adalah sesuatu yang penting tidak perlu mengekang untuk melakukan ini dan itu belajar dari kisahnya di masa lalu.


“ Sudah sampai.”


Ara membuka seat belt begitupun ketiga anaknya, mereka keluar ke sebuah restoran bintang lima sesuai dengan kesepakatan pagi tadi jika Sagara akan membawa keempat kesayangannya itu untuk makan di restoran tersebut.


“ Mami.” Panggil Abiyasa.


“ Ya nak.”


“ Aku ingin memberikan mereka uang boleh aku minta uang.”


Abiyasa menunjuk seorang pengemis wanita dengan pakaian compang-camping sedang minta-minta namun karena jaraknya jauh maka Ara tidak terlalu melihatnya.


“ Oh ya sudah ini berikan semuanya.”


Ara memberikan masing-masing lima puluh ribu kepada Abiyasa dan Abimana karena jika satu melakukan maka yang kedua juga sama sedangkan wanita pengemis tadi terkejut melihat serombongan keluarga dimana ada orang yang dimasa lalunya dia hina dan usir tak berperikemanusiaan.


Dia adalah Dian.


Dian langsung kabur bahkan Abiyasa dan Abimana yang ingin memberikan uang sempat mengejar meski kehilangan jejak, “ Yah pengemisnya pergi padahal kita mau kasih uang juga.” Ucap Abimana mengeluh.

__ADS_1


“ Mungkin wajah kamu mirip sama satpol pp.” Ucap Abiyasa karena tahu jika pengemis akan takut pada satpol pp suka bawa pengemis pergi dengan mobil losbak.


“ Enak saja kamu tuh..”


Abiyasa hanya meledek dan menghampiri maminya, Abimana dan Abiyasa memberikan uang yang tadi diberikan oleh Ara.


“ Loh kok nggak jadi?” Tanya Ara pada kedua anaknya.


“ Pengemisnya pergi kayak ngelihat satpol pp.” Ucap Abiyasa dan Abimana bergantian.


“ Wajah kalian menyeramkan sih.” Ucap Zayn cuek.


“ Ih kak Zayn.”


Sedangkan Dian tadi buru-buru pergi dari jangkauan Ara takut dia melihat malu bukan main kini jadi gembel.


“ Lo ngapain cabut? emang udah dapat uang banyak? gw pengen makan enak hari ini. Ucap seorang wanita yang jauh lebih rapi namun cukup dekil melotot kearah Dian dia adalah Regina anaknya.


“ Maafkan mama, tadi mama lihat ada Ara?”


“ Ck, ya biarin aja emang dia kenal sama lo hah? harusnya lo minta duit yang banyak buat gantiin jasa dimasa lalu karena numpang makan dan sekolah gratis.”


“ Kalau kamu lupa kita usir dia juga nggak berperikemanusiaan.”


“ Halah mana ingat dia.”


Keduanya berdebat bahkan tidak sadar kakinya ikut melangkah ke jalan raya dimana mobil motor berlalu lalang, didepan ada mobil besar sedang melaju dengan kencang, mobil tersebut mengalami rem blong hanya bisa mengklakson agar kedua wanita tersebut minggir namun naas karena saking enaknya debat keduanya tak menghiraukan dan berakhir..


Bugh…


Darah berceceran di jalan bahkan kaki dan kepala keduanya terpisah, Abimana dan Abiyasa yang mendengar teriakan menoleh kearah dimana kejadian barusan terjadi.


“ Mami itu ada apa rame-rame?” Tanya Abimana.


“ Mami tidak tahu sayang.” ucap Ara.


“ Kita lihat yuk mami.” Ucap Abiyasa.


“ Jangan nanti kita dijadikan saksi.” Ucap Zayn.


Karena Sagara terlalu lama menunggu didalam lantaran sudah sampai terlebih dahulu, Sagara menuju keluar lantaran Ara sudah bilang jika mereka sudah sampai dan benar keempat anak dan istrinya masih berdiri di parkiran menatap kearah seberang.


“ Kalian lama sekali sih, papi nunggu sampai jamuran.”


“ Itu papi ada kecelakaan kayaknya.” Ucap Abiyasa dan dilihat oleh Sagara.


“ Biarkan saja ayo kita masuk kedalam makanan sudah siap.”


Kelimanya masuk kedalam sedangkan korban kecelakaan secepatnya mereka bawa kerumah sakit.


Tamat.


Terimakasih semuanya sudah mengikuti cerita ini, sebenarnya aku mau lanjut season tiga tapi nanti saja mau menghela nafas sejenak hahahaha.


ditunggu karyaku selanjutnya saranghae.


tertanda : pecinta Kim Taehyung Aka V BTS.


IG Follow : yunirahma2 // yunirahma101 (khusus akun menulis)

__ADS_1


__ADS_2