
Sugar Baby Kakak Sahabat part 28.
Ara baru saja menyelesaikan jadwal kuliahnya hari ini, Sagara tadi pagi datang menjemput untuk mengantarnya katanya kangen sehari kemarin tidak bertemu untung saja Sagara tidak minta iya-iya dimobil meski Ara baru tahu jika mobil Sagara memang memiliki kaca tidak tembus pandang namun tetap saja khawatir di grebek warga.
Sagara meminta Ara untuk mengabarinya jika jadwal kuliah sudah selesai karena rencananya mau makan siang di sebuah restoran.
To : DS
Aku sudah selesai mata kuliah.
Tak perlu waktu lama untuk Ara menunggu balasan dari Sagara.
From : DS
Aku sudah ditempat biasa, kemarilah.
Ara yang terkejut dengan balasan dari Sagara bergegas menuju area sekitar kampus tempat biasanya Sagara menunggunya maupun Ara menunggu tidak terlalu dekat kampus karena takut jadi bahan gosip.
Dan benar, mobil warna hitam yang biasa Sagara gunakan ada disana, Ara mengetuk pintu dan masuk kedalamnya, tanpa ada sadari sedari tadi ada seseorang yang mengintainya dari jarak aman sambil mengabadikan beberapa gambar sebagai laporan, lalu mengikuti kemana arah mobil akan pergi.
Ara didalam memainkan ponselnya membahas tugas yang baru diberikan tadi oleh salah satu dosen produktif, Sagara yang memperhatikan Ara pun protes merasa diabaikan.
" Hp kamu lebih menarik ya daripada aku?"
Ara menatap Sagara sambil tersenyum dan menyimpan ponsel nya di tas, " Bahas tugas produktif tadi ada yang agak aku belum paham."
" Tugas individu?" Dan dianggukan oleh Ara.
" Kalo susah nanti aku bantu."
Ini yang Ara suka, Sagara suka membantu tugas Ara, dulu yang berada di posisi ini adalah Alen. Ah mengingat nama pria itu Ara saat ini tengah menghindar karena takut ditanya-tanya lagi sama seperti kemarin tapi apakah Ara harus bicara sama Sagara?
“ Ra, Hei kenapa kok diem aja?”
Ara menimbang-nimbang sebentar dan menatap Sagara ya sepertinya wanita itu harus bicara pada Sagara, “ Em Mas sebenarnya ada yang mau aku omongin ke mas Sagara?”
Sagara masih mengendarai mobilnya sambil sesekali melihat kearah Ara, “ Bicara saja, jangan dipendam sendiri kalau memang sesak.”
“ Alen kemarin dia menghampiri aku dan tanya soal aku yang izin selama beberapa hari dan soal kehidupan aku yang bisa berjalan padahal tidak memiliki pekerjaan dan dia juga mulai curiga aku dapat uang kuliah dan saku dari mana, kemarin ketika dia tanya aku dapat uang semester dari mana, aku jawab jika keluarga papa yang membayarnya tapi ketika dia tahu aku pergi tanpa memberitahu dia, dia menghampiri mama Dian dan mama Dian bilang kalau dia belum membayar uang kuliahku, aku harus gimana?”
__ADS_1
Sagara masih setia mendengarkan keluh kesah Ara, sambil berpikir apa yang harus dia lakukan.
“ Jadi?” Tanya Sagara setelah selesai mendengarkan yang dikatakan oleh Ara jika dilihat Ara merasa gundah dengan apa yang terjadi.
“ Aku harus gimana? wajar saja bukan jika ALen curiga sama aku, selain karena aku sudah diusir dari rumah, juga aku masih bisa bertahan padahal aku nggak kerja, dan juga mungkin mama Dian ada bicara sesuatu sama Alen.”
Bagi Sagara ini masalah kecil namun tentu akan berbeda dengan Ara.
“ Kamu bilang saja kamu bekerja di sebuah restoran.”
“ Di Sebuah Resto? tapi Alen pasti tanya kan dimananya? aku tahu banget bagaimana Alen kak.”
Sagara mengusap kepala Ara, tidak sadar mobil sudah berhenti karena sudah sampai di sebuah hotel, tunggu? kenapa hotel? bukannya saat ini agendanya adalah makan siang? jangan-jangan perasaan Ara sudah mulai tidak enak.
“ Kenapa?”
“ Kok… kok hotel? bukannya?”
“ Iya disini ada resto yang enak ada di dalam lobby hotel ini kamu mikir apa hayo?” Sagara mencoba mengurangi ketegangan yang sedang Ara rasakan, Ara yang digoda langsung mendengus sial kenapa otaknya sekarang lebih mudah berpikir mes*m? pasti ini karena ulah Sagara.
“ Dah ayo masuk.”
-
Alen sedang membaca pesan dari Axel, dia melihat Ara sedang jalan dengan seorang pria, Alen jadi ingat perkataan Jean beberapa waktu lalu soal Ara yang sudah memiliki kekasih atau belum, dia merogoh ponselnya di saku mendial salah satu kontak.
“ Lo dimana?”
“ ….. “
“ Oke gw kesana.”
Alen jalan menyisiri salah satu gedung fakultas disana ada kantin KUMA yang cukup terkenal, Alen mencari sosok yang katanya sedang makan disana, sudah bertemu Alen langsung menghampirinya.
“ Je, gw mau ngomong.”
Jean sedang makan dengan Aneth, sahabatnya dan seolah mengerti Aneth pamit undur diri dengan alasan akan bertemu dengan kekasihnya yang memang berada di fakultas kedokteran, dan tinggallah Jean dan Alen yang berada di salah satu meja kantin.
“ Lo pernah tanya ke gw soal Ara yang punya pacar, apa lo pernah liat Ara jalan sama cowok?”
__ADS_1
Jean yang sedang menyeruput es sedikit tersedak beruntung tidak parah, Jean mengatur nafasnya terlebih dahulu, “ Kenapa memang? jadi bener kak Ara udah punya pacar?”
“ Jawab aja.”
“ Ya, gw nggak pasti sih kak maksudnya gw emang pernah lihat siluet kak Ara disalah satu pujasera di taman menteng, tapi dia jalan berdua sama cowok gandengan tangan gitu lah jadi gw nggak bisa mastiin itu kak Ara atau bukan bisa aja kan gw salah lihat atau cuma sekedar mirip?”
Ah jawaban Jean membuat Alen sedikit kecewa, jika seperti ini Alen tidak bisa bertanya langsung kepada Ara karena pasti dia akan mengelak, memang rencananya Alen akan mencari bukti dulu yang otentik agar Ara tidak bisa mengelak.
“ Lo kenapa kak?
Alen langsung pergi meninggalkan Jean, sedangkan Jean sendiri sudah biasa dengan tingkah Alen yang sedikit membuatnya kesal sudah mengusir Aneth malah ditinggalkan
Untung cinta.
-
“ Ah mas Sagara.”
Sagara rupanya memesan salah satu kamar di hotel ini dengan tipe president suite dimana di salah satu lantai yang berada di hotel tersebut hanya ada satu room saja dan jangan tanya mengenai harganya cukup menguras kantong namun Sagara tak peduli, Sagara menarik Ara ke balkon dan meluc*ti pakaian Ara dan keduanya melakukan hal tersebut dibalkon.
Ara yang ketakutan bukan main karena takut ada yang melihat terus saja dir*ngs*ng oleh Sagara sebagai pengalihan rasa takut, Ara tadi sempat menolak namun dengan alasan Sagara yang mengaku pusing kepalanya jadi Ara mengiyakan namun rupanya bukan kepala yang diatas melainkan kepala yang dibawah sial memang.
Ini terjadi gara-gara Ara tidak sengaja menumpahkan jus kearea celana dekat little, niat hati mau bertanggung jawab dengan membersihkan celananya justru malah membuat little baper, alhasil keduanya sedang berpacu di hotel tersebut.
Di kamar itu juga Sagara menggunakan banyak gaya, sial semalam dia tidak sengaja menonton film 365 Day itu karena ulah si brengs*k Dion yang mengatakan jika film tersebut bagus dan bayangan akan adegan film tersebut langsung berputar begitu saja.
Sagara menggunakan dasi dan menutup mata Ara, menyerangnya dari belakang dan sedikit menc*kik leher Ara agar ada sens*si yang sedikit berbeda, Sagara terus saja memacu hingga kaki Ara lemas seperti jelly.
puas dengan satu gaya, Sagara mengiring Ara ke balkon dan membuka penutup matanya, Ara terkejut dibawa ke balkon karena potensi bertemu banyak orang sangat besar tapi seolah Sagara tak mendengar yang dikatakan Ara, Sagara masih saja memberikan stimulus di titik sensitifnya tak terhitung sudah berapa kali Ara sampai titik punc*k yang jelas dirinya sudah lemas.
setelah hampir satu jam, Sagara sudah sampai dan Ara hanya pasrah duduk di ranjang empuk, keduanya berpelukan dan Sagara menatap wajah Ara yang cantik alami.
“ Kamu tahu sepertinya aku sudah jatuh cinta sama kamu Ra, baru pisah sehari saja rasanya ada yang berbeda.”
Ara mendengus lalu tertawa, “ Gombal.”
“ Terserah kamu mau bilang apa, Tapi jika Alen memang benar-benar menyukaimu, aku akan merebutnya dengan paksa sekalipun harus mempertaruhkan status hubungan sebagai saudara.”
Wajah Ara memerah, kamera tolong Ara dibuat baper sama Sagara.
__ADS_1
to be continued