Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
S2 Bab 22 : Kabar terbaru Jean.


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 22.


Dua orang yang tengah baku hantam seketika terdiam melihat Ara yang sudah begitu tajam menatap keduanya.


Dua wajah tampan Sagara dan Satria berubah menjadi mengenaskan karena perkelahian sengit antara keduanya.


" Sadar gak sih apa yang kalian lakukan itu bisa merusak memori Zayn yang masih sangat dini, aku nggak pernah melarang kalian untuk bergelut silahkan tapi jangan di rumah saya dekat Zayn."


" Ara, Satria berniat membuatkan adik untuk Zayn." Ucap Sagara membela diri.


" Ya biarkan saja."


Seketika wajah Satria menatap remeh Sagara tapi berubah menjadi entahlah sulit diungkap dengan kata-kata ketika Ara melanjutkan ucapannya.


" Dia bisa membuatkan Zayn adik kecil kelak bersama istrinya."


" Tapi dia berniat menghamili kamu." Ucap lagi Sagara.


" Dan kamu percaya dengan yang dikatakan oleh Satria? Oh ayolah kamu lebih pandai harusnya kamu tahu mana gertakan dan mana guyonan dan kamu Satria, aku harap ini yang terakhir kali kalian berdua bertikai, lakukan dimana saja asal jangan disini sekarang kalian bisa pulang dan obati memar-memar kalian dan jangan datang sampai memar kalian sembuh agar Zayn tidak banyak tanya."


" Kamu nggak mau obati luka gw Ra?" Tanya Satria mencoba mengiba mana tahu Ara mau mengobatinya.


" Nggak perlu, kalian bisa obati sendiri atau kalau tidak bisa kalian bisa kerumah sakit."


" Tapi badanku sakit semua." Ucap Sagara mencoba bernegosiasi.


" No."


" Tapi Ra." Ucap Sagara dan Satria bersamaan protes tidak terima keduanya diusir tapi Ara tetap pada pendiriannya.


" Get it now."


Kedua pria itu mau tidak mau pulang namun masih saling memandang dengan sengit seolah semuanya belum selesai.


Sagara mengumpat atas apa yang dilakukan oleh Ara yang mengusirnya sedangkan Satria wajahnya berubah mengeras, dia tidak terima jika Ara hanya menganggapnya bohongan.


" Oh, kamu memancing aku supaya melakukannya dengan sungguh-sungguh Ra hmm? Oke tunggu sebentar lagi."


Sedangkan Ara, dia menangkupkan wajahnya lelah menghadapi kedua orang yang sama-sama keras tak lama Dewi keluar membawa botol bekas susu Zayn.


" Zayn kemana wi?"


" Tidur mbak tadi sempat tantrum mau minta keluar tapi saya tahan akhirnya minta dibuatkan susu dan tidur."


Setidaknya dia bisa lega sebentar pasti anaknya nanti banyak tanya soal kejadian ini ah sudahlah Ara lebih baik beristirahat menyusul Zayn menjemput mimpi.

__ADS_1


*****


Dua garis merah.


Jean tidak menyangka hubungan satu malam meski keluar berkali-kali menghasilkan titipan dari Alen.


Senang? Entahlah dia terlalu syok apalagi hubungannya dengan Alen sedang tidak baik-baik saja.


" Aku harus apa?"


Banyak kasus hubungan hanya satu malam tapi membuahkan hasil salah satunya Jean apalagi seingat Jean dia sedang masa subur kala itu.


Jika sudah begini apa yang harus Jean lakukan? Hubungannya sedang renggang dengan Alen tapi jika tidak memberitahu Alen siapkah dia menanggungnya sendiri?


Jean harus bertahan dengan Alen, ada nyawa yang membutuhkan pengakuan Alen dia harus menemui Alen jika memang dia masih menghindar ya sudah Jean sudah berusaha.


Jean bangkit dari kamar untuk bersiap menuju kantor Alen, saat menemui resepsionis katanya Alen sedang keluar.


" Maaf Bu, pak Alen tidak ada ditempat."


" Kemana mbak?"


" Sepertinya bertemu dengan klien mbak."


Jean pamit lalu menghela nafas dengan kasar, dia gagal menemui Alen sepertinya nanti akan coba datangi lagi nanti.


Namun sialnya dia bertemu salah satu teman Alen bernama Azka ingat kan? Si juragan kontrakan yang pernah ditempati Ara? Dia datang ke klinik yang sama dengan Jean bersama istrinya yang sedang tekdung besar.


" Loh Jean, Lo Jean kan?"


Jean terkejut bukan main namun sebisa mungkin menetralkan wajahnya agar Azka tidak curiga.


" Eh sorry Azka bukan sih?"


" Yoi temennya Alen, Lo ngapain kesini?"


Jean bingung mau jawab apa nggak mungkinkan bilang mau cek kandungan menikah saja belum malah sudah di DP duluan namun beruntung istrinya Azka menyelamatkan Jean karena sibuk minta seblak takut keburu tutup.


" Iya sayang bentar, duh mau ngobrol banyak bini minta seblak sorry ya nggak bisa ngobrol banyak salam aja sama Alen."


Jean bernafas lega, semoga Azka tidak bocor Jean langsung menuju kamar periksa setelah cek tensi dan berat badan.


" Dari hasil USG umurnya masih 2 Minggu dan besarnya masih 0.01 centimeter jadi disini masih berupa titik saja nanti setelah beberapa Minggu lagi kita bisa lihat perkembangan mulai perubahan bentuk janin hingga suara detak jantung."


" Apa saya bisa bepergian jauh dok? Misalnya menggunakan pesawat?"

__ADS_1


" Maaf Bu saya tidak menyarankan untuk berpergian jauh apalagi dengan durasi belasan bahkan puluhan jam karena resiko keguguran sangat tinggi jika mau anda bisa pergi dikala usia 14 mingguan."


Jean tersenyum masam jika kehadirannya tidak diinginkan Alen maka dia akan menjauh.


" Kalau keluar kota? Misalnya Bali atau Yogyakarta?"


" sebenarnya kalau bisa dihindari Bu, tapi walaupun terpaksa ibu bisa kontrol lagi nanti akan kami berikan obat penguat kandungan dan juga beberapa vitamin untuk penunjang, asal hindari stress dan makan yang teratur saya rasa masih aman dan tidak ada keluhan yang terpenting."


Jean mengangguk-anggukkan kepalanya dan mengucap terimakasih, dia akan mencoba sekali lagi bertemu dengan Alen tapi jika nanti dia menghindar Jean siap jika membesarkan anak ini sendiri.


Sedangkan Alen saat ini baru saja selesai bertemu dengan kolega dari luar kota yang sedang bertanya-tanya mengenai jasa yang dia sediakan tentu dengan lugas dan percaya diri Alen menyampaikan dan kesepakatan didapat yaitu kerjasama pembuatan iklan selama satu tahun ke depan.


" Terimakasih, senang bekerjasama dengan anda."


" Sama-sama, saya akan buatkan email mengenai jadwal iklan yang harus tayang nanti kita bicarakan lagi lebih lanjutnya."


Kolega itu pamit, meski Sabtu Alen harus tetap produktif karena Alen bekerja dengan kakinya sendiri dia sudah buktikan tanpa bekingan nama keluarga besarnya Alen bisa berdiri.


" Alen."


Alen yang baru saja membereskan perkakasnya menoleh melihat pria yang sudah lama tidak bertemu.


" Bang Dion."


" Apa kabar? Gw liat Lo sekarang makin sukses aja, udah baikan Lo sama Abang Lo?"


Alen malas membahasnya namun kenal Dion juga karena orang itu ya sudah jawab seadanya aja.


Dion tahu hubungan keduanya belum membaik, dari gestur Alen yang enggan menjawab dan memang dia sendiri tahu dari sohibnya Sagara.


" Kasian Abang Lo sekarang, lagi berjuang buat seseorang."


" Ara?" Tebak Alen.


" Bukan Ara doang sekarang mah ada yang lebih penting lagi dari Ara."


" Maksudnya?" Tanya Alen yang tak mengerti.


" Jangan bilang Lo gak tahu."


" Tahu apa sih bang? Gw nggak paham."


Demi apapun sumpah Dion ingin mengetok dua kakak beradik ini.


" Lo udah sah jadi om, Ara udah ngelahirin Sagara junior."

__ADS_1


Sumpah demi apapun kabar ini lebih mengejutkan ketimbang Alen bertemu Ara kemarin.


To be continued.


__ADS_2