Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
S2 Bab 4 : Minim akhlak.


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 4.


Ara masih diam di kubikel kerjanya, padahal jam kantor sudah berakhir sekitar beberapa menit yang lalu mengingat percakapan antara dirinya dengan Satria membuat Ara harus memikirkan semuanya.


“ Keluar dari persembunyian dan kita kembali ke Jakarta?”


“ Kenapa harus ke Jakarta? Aku sudah nyaman di Bandung.”


“ Tapi bukan berarti kamu bakal selamanya ada di Bandung, mereka harus tahu kalau kamu itu masih wanita kuat yang berdiri di kakinya sendiri.”


“ Bagaimana kalau aku ketemu sama dia bagaimana kalau dia tahu aku melahirkan anaknya bagaimana kalau dia mencelakai aku lagi bagaimana kalau…” Satria menutup mulut Ara dengan jari telunjuk, jika boleh jujur Satria juga ingin Ara tetap di Bandung saja namun jika tidak sekarang mau kapan lagi? Apalagi perusahaan tengah membutuhkan tenaga Ara di pusat sana ini juga akan menjadi uji coba untuk Satria apakah dia berhasil membangun Ara yang baru yang lebih kuat lagi dan untuk sekarang ini Satria harus mencoba untuk meyakinkan Ara jika semua akan baik-baik saja.


“ Ra, aku juga nggak akan melepaskan kamu begitu aja, aku bakal jaga kamu dan satu lagi sebenarnya perusahaan pusat butuh kamu, Natalie yang bagian head creative project resign dan pusat minta kamu dengan alasan kinerja kamu bagus lagipula buktikan pada dunia kalau kamu sudah bisa mengatasi trauma kamu, buktikan kalau kamu bisa berdiri di kaki kamu sekarang ini jangan mau diperalat sama rasa trauma kamu apalagi di sana ada Kalia, ada aku juga, promise semua akan baik-baik saja.”


Ara sudah berjanji akan memenuhi kemauan apapun pria yang sudah banyak membantunya bahkan mungkin jika dirinya harus bekerja seumur hidup maka tidak akan cukup. Ara harus siap menata hidupnya kembali di Jakarta.


Ara memutuskan untuk pulang kerumah karena anaknya pasti sudah menunggunya, Ara turun sendiri suasana kantor masih sedikit ramai karena ada yang masih melepas penat atau sekedar ngobrol ringan tapi tak sedikit juga yang ontime seperti dirinya.


Saar Ara sudah sampai lobby, karena fokus memesan ojol hingga tak sadar jika didepan sudah ada seorang wanita yang menampar dirinya, pipi Ara kebas dan tangannya reflek memegang pipi yang terasa perih akibat sebuah tamparan yang cukup keras.


“ Pelakor lo kenapa sih nggak enyah aja dari hidup suami gw, benalu sampah lo.”


Itu suara Melisa Atmadja atau Melisa, istri dari Satria yang sudah dinikahinya selama satu tahun salah satu publik figur berupa model dan BA dari beberapa produk.


Banyak orang yang sedang bersiap melangkahkan kaki untuk kembali kerumah diurungkan karena ingin menyaksikan tayangan live seorang istri labrak pelakor bahkan sampai diabadikan oleh beberapa orang bukannya memisahkan agar tidak terjadi pertikaian justru malah menjadikan sebuah gibahan dan juga ajang pamer reel di akun stagram.


Ara menatap Melisa, dirinya tidak terima selalu dikaitkan dengan perceraian dengan Satria padahal dia sudah berusaha memisahkan diri atau menjaga jarak namun Satria tetap saja bisa menjangkau batasan yang Ara buat, lalu kenapa dirinya yang disalahkan. Dulu ketika bersama Alen juga sama.

__ADS_1


Ara melangkah mendekati Melisa yang masih menatapnya dengan tajam, Ara harus membuktikan ucapan Satria jika Ara sudah berhasil melewati semuanya dan kini menjadi versi yang lebih baik lagi.


“ Kamunya saja yang tidak menjaga suami dengan benar, salah jika Satria selalu mendekati saya?”


Melisa murka dia tidak terima biasanya Ara jika ditekan olehnya jangankan untuk menjawab, membalas saja tidak pernah namun kini sepertinya dia memiliki power sehingga berani melawannya.


“ Lo itu cuma sampah dan benalu disisi Satria, lo sebagai wanita harusnya tahu diri dong kalau Satria itu udah punya istri oh… gimana mau merasakan orang punya suami aja nggak dan anak lo itu, dia anak haram hasil perbuatan nyokapnya yang j*l*ng itu.”


Plakk..


Jika Ara yang dihina maka dia masih bisa menahannya namun jika Zayn yang sudah disentuh, jangan harap Ara akan diam, Ara bukan hanya menampar bahkan menarik rambut Melisa hingga hair extensionnya lepas di beberapa titik. Ara seperti memiliki kekuatan penuh melawan Melisa bahkan tidak ada yang pernah melihat bagaimana beringasnya Ara melawan Melisa, beberapa tamparan diperlihatkan kepada Melisa seolah Ara memberitahu Melisa untuk jangan menyentuh seorang anak jika ibunya bisa marah.


Melisa yang baru tahu seperti apa Ara jika sudah marah beringsut bersembunyi di tengah kedua satpam yang tengah memisahkan mereka, sedang Ara sedang mengatur nafas karena tenaga yang dikeluarkan untuk membalas Melisa cukup besar. sejujurnya semua orang yang melihat Ara mendadak ngeri dibuatnya.


“ Lepas… Lepaskan saya saya belum puas menghajar wanita yang sedang menghina anak saya.”


“ Apa-apaan ini.”


“ Sayang lihat dia memukul aku sampai babak belur gini tuh lihat wajah aku lebam dan rambut aku rusak.”


Ara tak menampik jika dia dikeluarkan bukannya bagus, pekerjaan yang sekarang bisa menopang dirinya untuk masuk ke perusahaan baru dengan gaji yang tinggi dan satu hal jika Ara tidak melanggar janji pergi dari Satria karena perusahaan yang membuangnya namun dugaannya salah Satria menepis tangan Melisa dan menatap Ara dengan khawatir, “ Kamu nggak apa-apa?”


“ Satria.” Teriak Melisa tidak terima dengan apa yang dilakukan suaminya itu.


“ Apa? kamu kira aku nggak tahu siapa yang memulai? kalau kamu nggak mengganggu Ara sudah pasti Ara tidak melakukan hal ini aku kenal Ara seperti apa.”


“ Aku ini istri kamu, harusnya aku yang kamu bela bukan perempuan murahan ini, rumah tangga kita hancur karena perempuan ini.”

__ADS_1


Satria memanggil asisten pribadinya bernama Yoga, dia meminta lobby untuk disterilisasi karena ulah istrinya seolah mengerti tak lama semua karyawan yang sedang asyik menonton tak lama dibubarkan hanya tersisa Satria, Melisa dan Ara.


Satria memandangi dua wanita di depannya yang jika diceritakan bagaimana kondisinya sangat berantakan, Melisa dalam keadaan babak belur di beberapa sisi akibat tamparan yang Ara berikan dan jangan lupakan banyak rambut sambung yang dikenakannya pada rontok akibat tarikan Ara padahal dirinya belum lama ini melakukan sambung rambut sedangkan Ara, rambutnya bak singa dan pipinya memerah tapi dirinya masih bersikap tenang.


“ Begini cara wanita menangani masalah? harus beradu banteng?”


“ Sayang Ara duluan yang memulainya lihat rambut aku jadi tidak berbentuk begini.”


Ara tak membela diri, dia hanya menatap kesembarangan arah dan Satria kini menghela nafas dengan kasar.


“ Melisa sebaiknya kamu pulang.”


“ Loh kok pulang? harusnya kamu menjebloskan dia ke dalam penjara karena kekerasan yang aku alami.”


“ Kalau aku melakukannya, bukan Ara yang dijebloskan tapi kamu karena telah membuat kekacauan di kantor aku, lebih baik kamu pulang.”


Melisa kesal bukan main, dia menghentakkan kakinya ke lantai, “ Aku akan adukan kalian ke mama Sherly.”


Melisa pergi setelah Satria mengatakan hal tersebut, kepalanya sakit pasti sebentar lagi dia akan mendapatkan ultimatum atau ancaman dari mamanya itu.


Ara memilih pergi namun tangannya ditahan oleh Satria, “ Mau kemana?”


“ Pulang.”


“ Aku antar ya.”


Ara menatap Satria dan menghentakkan tangannya yang masih dipegang oleh Satria, “ Urus saja istri kamu yang minim akhlak itu.”

__ADS_1


Seketika kepala Satria pening.


To be continued.


__ADS_2