
Sugar Baby Kakak Sahabat season 2 part 18.
Mendengar ada suara yang dikenalnya, Zayn menatap ke arah sumber suara dan rupanya dia adalah Sagara atau yang dikenal oleh Zayn sebagai om Haris.
Zayn sebenarnya tidak ingin menangis, selalu mengingat nasihat maminya jika pria itu tidak boleh menangis dan cengeng begitupun dengan daddynya yang tak lain adalah Satria katanya pria akan dipandang lemah jika menangis.
Tapi Zayn hanyalah anak usia empat tahun yang jangankan diperlakukan kasar oleh mami-nya, membentak saja tidak pernah Ara lakukan jadi jangan salahkan Zayn jika dia merasa sedih karena ulah mamanya Arjuna yang berkata kasar juga membentaknya.
Zayn mendekati Sagara dan memeluknya, menangis dalam diam dan Sagara tahu karena Zayn sedikit bergetar sumpah demi apapun Sagara ingin sekali membinasakan wanita yang masih congkak di depannya itu.
“ Hadapi saya, jangan anak kecil yang anda marahi karena Zayn tidak tahu apa-apa.”
“ Oh jadi anda ayah dari anak ini? saya kasih tahu ya apa kesalahan anak anda, anak anda telah mendorong anak saya Arjuna hingga memar dan asal anda tahu, saya ini adalah salah satu donatur tetap disekolah ini, jadi saya akan menuntut kalian karena sudah mencelakakan Arjuna anak saya.”
Sagara tersenyum remeh, dia memang tidak kenal siapa wanita itu tapi dia pernah lihat wanita itu satu acara dan datang bersama salah satu pegawainya hanya saja tak ingat tapi bukan Sagara namanya jika tak memiliki cara mengulik asal usul wanita itu.
“ Apakah penting bagi saya tahu siapa anda?”
“ Tentu saja, siapa yang tidak tahu Danu Ardiansyah, salah satu petinggi di perusahaan besar seperti Darmawan Grup tentu saja saya dan keluarga adalah salah satu orang terpandang apalagi dengan kebaikan kami yang suka memberikan donatur untuk sekolah ini.”
Ah Danu Ardiansyah Sagara tahu, dia salah satu manajer pemasaran yang bekerja di perusahaan pusat, Sagara menekan tombol panggilan nama Liam ada disana.
“ Dengarkan aku baik-baik manajer pemasaran bernama Danu Ardiansyah lakukan pemecatan sekarang juga dan pastikan dia tidak mendapatkan pesangon apapun dengan alasan perbuatan tidak menyenangkan terhadap saya, saya tunggu 24 jam dari sekarang.”
Mendengar nama suaminya disebut, wanita itu sejenak mengubah ekspresi wajahnya dari congkak menjadi bertanya bahkan dia menatap disekitarnya.
“ Siapa anda sebenarnya?”
Tak lama wanita tersebut menerima panggilan dari suaminya, “ Ma aku dipecat dari perusahaan apa yang kamu lakukan diluar sana?”
Tentu saja wanita tersebut syok luar biasa, “ Bagaimana bisa pa?”
“ Orang pusat hanya bilang keluarga papa melakukan perbuatan tidak menyenangkan, apa yang mama lakukan diluar sana?”
Wanita bernama Isabella tersebut memandang Sagara dengan tatapan terkejut dan Sagara yang masih menggendong Zayn itu tersenyum miring, “ See sekarang kita lihat apakah anda bisa berbuat sesuka anda seperti tadi atau tidak setelah suami anda jatuh sejatuh-jatuhnya?”
“ Jangan bilang anda, Sagara Darmawan pengusaha dan pemilik Darmawan Group dimana suami saya bekerja?”
Sagara memandang guru yang hanya menatap mereka, “ Sebenarnya saya ingin memberikan dana untuk sekolah ini, tapi melihat anak saya diperlakukan seperti ini saya akan pastikan mulai hari ini anak saya akan saya pindahkan ke sekolah lain yang lebih memanusiawikan siswa meski bukan donatur sekolah ini.”
“ Pak, saya masih tidak mengerti sebenarnya anda ini siapanya Zayn?”
“ Perkenalkan saya Sagara Darmawan ayah dari Zayn.”
__ADS_1
Memang pihak sekolah hanya tahu jika Zayn adalah anak dari Annara Ramadhita sedangkan di buku besar Zayn memiliki ayah namun statusnya sudah berpisah.
“ Maafkan kami, kami tidak tahu jika Zayn adalah anak anda dan mengenai kesalahan tadi, saya sebagai pihak sekolah meminta maaf yang sebesar-besarnya kami teledor dalam menangani hal ini dan akan saya pastikan jika hal ini tidak terjadi lagi saya mohon maaf pak.”
“ Keputusan saya sudah bulat, saya akan tetap memindahkan Zayn dari sekolah ini.”
*****
Ara di kantor baru saja selesai meeting bersama timnya membahas progress semua pekerjaan selama satu bulan ini, meski Ara baru memegang beberapa hari namun data lengkap membuat Ara dengan mudah mengikutinya.
“ Oke progress sudah berjalan sebagai mestinya untuk team creative saya tunggu data lengkapnya satu hari dari sekarang dan buat proposal untuk project bersama AL Design dan meeting hari ini kita tutup.”
Ara merapikan semua perkakasnya, meraba saku blazernya tak ada ponsel pasti tertinggal di kubikel.
“ Ra, gw denger bos besar mau tinjauan ya? biasa gosip dari anak marketing mereka kan fans garis kerasnya pak Satria.”
Ara menatap Winda salah satu team yang sama seperti Nania, “ Belum tahu lagi pula ini kan perusahaannya aku rasa wajar aja deh.”
“ Duh bukannya kalian deket? masa nggak tahu sih?”
“ Nggak tahu juga, duluan ya.” Ara pergi meninggalkan beberapa orang yang masih sibuk membereskan barang dan ada juga yang merapikan makeup lumayan mengulur waktu beberapa menit sebelum bekerja, Ara kembali ke kubikelnya dan melihat ponselnya ada diatas nakas sebelah keyboard.
Panggilan tak terjawab ada lebih dari lima dari Dewi, pasti ada hal penting yang ingin disampaikan.
“ Bu, Mas Zayn disekolah…”
Dewi belum selesai berbicara, Ara langsung meninggalkan kubikel beserta tas dan segalanya wajahnya panik dan bergegas keluar, semua temannya memanggil nama Ara namun seolah berada di dimensi lain Ara tidak menghiraukannya.
“ Ara.”
Suara itu, Satria pemilik suara, dia menatap Satria dengan tatapan panik, sendu terkejut menangis menjadi satu kacau hanya itu yang dapat Satria mendefinisikannya.
“ Ada apa? apa terjadi sesuatu?”
Satria tidak menghiraukan beberapa orang yang menemaninya dia pimpinan perusahaan pusat masih dibawah naungan Satria.
“ Zayn… Zayn Sat.”
Satria yang hanya mendengar kalimat tidak lengkap tersebut seolah tahu jika Zayn anak angkatnya sedang dalam keadaan tidak baik, “ Ayo aku antar.”
Ara seperti orang linglung, dia terima saja tangannya ditarik oleh Satria semua orang yang ada disekitar terkejut dengan yang dilakukan oleh Satria kepada Ara berasumsi benarkah jika Ara dan bos besar ada hubungannya dengan perceraian bos dengan istrinya itu.
Pikiran Ara kacau, dia masih menduga-duga apa yang sedang terjadi dengan Zayn, semoga saja anaknya baik-baik saja karena Zayn adalah hidup dan kekuatannya.
__ADS_1
“ Semua akan baik-baik saja.” Satria memegang sebelah tangan Ara dengan lengan sebelah kiri dan menyetir menggunakan satu tangan, Ara yang begitu terkejut langsung melepas tangannya secara reflek dan menggigit jari Ara karena diserang oanik.
“ Kita kemana?”
“ Sekolah Zayn depan perumahan.”
Satria mengangguk, karena bukan jam kantor keluar jalanan tidak terlalu macet bahkan setengah jam saja sudah sampai disana Ara melihat ada mobil yang pernah mampir di rumahnya belum lama ini tapi ia tepis karena mobil jenis seperti itu pasti banyak yang punya .
Ara membuka pintu mobil tanpa basa-basi dan langsung bergegas, Satria ditinggal dan terpaksa ikut mengejar Ara dengan berlari.
Ara melihat Dewi tengah duduk di depan kantor dengan wajah cemas dia bisa tahu karena sudah beberapa tahun tinggal dengan Dewi .
“ Wi, dimana Zayn kenapa kamu disini? apa yang terjadi.”
“ Bu.”
Dewi takut bicara karena Ara sudah melarang untuk bertemu dengan Sagara namun keadaan darurat jadi Dewi tak ada pilihan.
“ Kenapa? Zayn kenapa? bicara sama saya Dewi.”
“ Sabar Ara.” Satria mengelus bahu Ara dengan lembut namun Ara segera menepis, “ Bagaimana aku bisa sabar, Zayn hidup aku dia adalah satu-satunya kekuatan aku gimana aku gak panik.”
Satria menatap Dewi dengan tatapan bertanya dan Dewi langsung menggelengkan kepalanya, tak lama sosok yang Ara dan Satria kenal menggendong Zayn kedua wajah orang tersebut terkejut bukan main.
“ Zayn sayangnya mama.”
“ lo, ngapain lo disini?”
Satria tidak santai melihat bagaimana dekatnya Sagara kepada Zayn apakah Sagara sudah tahu jika Zayn adalah anaknya? sedangkan Ara sedang mencoba mengambil Zayn dari gendongan Sagara.
“ Kasih dia sama aku.”
Sagara tidak memberikan kepada Ara namun dengan Dewi, “ Lo pegang bentar.”
Dewi reflek langsung menerima Zayn dan Sagara menatap Satria bengis begitupun sebaliknya.
“ Ara ikut aku.” Ucap Sagara sambil menarik tangan Ara sedang Satria tidak terima pun protes, “ Apa-apaan lo.”
“ Bacot, nggak usah ikut campur urusan kedua orang tua Zayn.”
Sagara langsung menarik tangan Ara menjauh dari mereka sedangkan Satria mengepal kuat memandang tak suka akan apa yang Sagara lakukan pada Ara.
“ Sejak kapan keduanya mulai dekat lagi?”
__ADS_1
Dewi memilih untuk diam karena merasa bukan ranahnya.