Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
S2 Bab 43 : Akhir dari kisah (End)


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part Ending.


Ara yang sudah menyelesaikan pekerjaannya sebagai seorang ibu kini sedang berada dikamar, melihat buku tabungan serta sebuah kartu debit yang Satria kemarin berikan ada nominal sebesar Rp.110.567.495,- nominal yang cukup besar bagi Ara yang memang tak pernah memegang uang diatas lima puluh juta.


" Aku harus apakan uang ini?"


Ara sendiri masih gamang dengan uang tersebut karena ini uang miliknya dan Sagara tidak menerima pengembalian sejujurnya Ara ingin menghilangkan uang tersebut karena mengingatkannya pada masa kelam hanya karena uang tersebut dirinya hancur dan tak memiliki masa depan.


Tapi siapa sangka, justru pelaku, klien atau yang menghancurkan masa depannya mau bertanggung jawab bahkan bucin akut dengannya.


Ara memutuskan untuk menyimpannya dan kembali ke bawah.


Suara ketukan pintu terdengar tak ada asisten sedang sibuk masing-masing dan Ara yang membuka pintu tersebut.


" Selamat pagi Bu Ara, perkenalkan saya Agus saya disuruh pak Sagara untuk menjemput anda ke sebuah tempat."


Ara bingung tadi pagi Sagara tidak bicara apapun apalagi dirinya cukup trauma dengan jemput tanpa janji seperti jailangkung.


" Pak, maaf bisa saya telpon mas Sagara nya hanya ingin memastikan saja."


" Silahkan Bu."


Ara mendial ponselnya dan melakukan panggilan.


" Ya sayang?" Ucap disebrang sana.


" Kamu suruh seseorang bernama Asep untuk jemput aku?"


" Ah iya aku lupa bilang sama kamu, ikutlah dengannya maaf aku tidak bisa jemput sendiri karena sedang sibuk."


" Memang mau kemana ya?"


" Sebuah pesta sayang."


Ara bersemu di wajahnya jika Sagara memanggilnya sayang, " Ya Sudah aku bersiap maaf aku mengganggu."


" Oke."


Panggilan terputus tumben biasanya Sagara akan berusaha mengulur agar panggilan tidak segera berakhir tapi kali ini dia terima saja.


Mungkin sedang sibuk pikirnya.


" Pak Agus, maaf menunggu bisa beri waktu tambahan sekitar sepuluh menit saya akan bersiap sebentar."


" Baik Bu, saya tunggu di luar saja."


Ara pamit dan bersiap tak lama Ara turun dengan dress polkadot berwarna monokrom, Ara turun dan menghampiri pak Agus.


" Mari Bu."


Ara naik dan sibuk memainkan ponselnya melihat video berisi anabul gembul lucu yang menggemaskan, sebuah kucing British short yang sedang naik daun kadang tertawa karena aksinya yang lucu itu.


" Oiya pak kita mau kemana?"


" Sebuah hotel bu, bapak tidak bisa jemput."

__ADS_1


Ara mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti tak lama karena jalanan tidak macet di jam sembilan Ara sudah sampai di sebuah hotel bintang lima, Ara turun dan melihat sisi kanan kiri namun tak ada Sagara.


Ingin menelepon tapi seorang wanita menghampiri Ara, " Selamat siang Bu Ara, saya Dania yang akan mengantar Bu Ara kepada pak Sagara silahkan ikuti saya."


Ara mengurungkan niatnya dan mengikuti wanita bernama Dania melangkah hingga sampai sebuah ruang di lantai dua dimana didalamnya Ara disambut jujur saja Ara sedikit bingung.


" Bu Ara silahkan masuk saya akan melakukan make over sama ibu, silahkan masuk."


Ara ingin menolak karena memang Ara sudah berdandan meskipun hanya make up tipis tapi mungkin saja acaranya begitu penting sehingga harus di make over begini.


" Bu, silahkan ibu berendam di bathtub yang sudah kami siapkan, saya beri waktu satu jam."


Ara ingin menelpon Sagara karena semakin kesini semakin mencurigakan.


" Bisa saya telepon mas Sagara sebentar?"


" Silahkan."


Kembali mendial nomor Sagara dan panggilan tersambung lagi, " Kenapa lagi sayang?"


" Ini kenapa aku harus di make over dan juga berendam segala? Memang sepenting apa sih acara yang mau kita datangi? Kenapa harus sama aku? Biasanya kan tidak? Lalu bagaimana kalau Zayn bertanya dimana aku, aku tidak bisa lama meninggalkannya."


" Sabar dong sayang satu-satu tanya ya, acaranya sangat penting dan masalah anak kita dia sudah aku beritahu dan Dewi sudah aku tugaskan untuk menjaganya karena memang itu tugasnya kan? Jangan risau semua akan baik-baik saja."


" Jadi aku harus turuti semua ini?"


" Hmm lakukan apa yang mereka suruh."


" Meski menikah dengan orang lain?" Ara menggoda Sagara.


Ara menutup panggilannya dan melakukan apa yang disuruh petugas dimulai dari berendam, luluran, meni-pedi dan terakhir make up bahkan memakan waktu sekitar tiga jam lebih.


" Ibu silahkan memakai baju ini, saya akan bantu."


Ara bingung, " Ini kan kebaya?"


Yang digunakan Ara sebuah kebaya Jawa berwarna hitam karena dirinya di make over seperti pengantin Jawa bahkan ada bunga melati dan juga cunduk mentul berjumlah tujuh.


" Apa memang pestanya menggunakan adat Jawa mbak?"


" Saya hanya ditugaskan oleh pak Sagara Bu."


Ara menggunakan kebaya berwarna hitam, dirinya sempat pangling dengan wajahnya yang sekarang.


" Mungkin jika aku menikah dengan adat Jawa penampilanku akan seperti ini."


Ara bergumam dalam hati bahkan jadi tersenyum, tak lama Ara diminta keluar oleh Dania.


" Ibu sangat cantik."


" Makasih, apa acaranya sudah mulai?"


" Iya ibu bisa ikut saya, mari saya bantu."


Ara mengganti sandalnya dengan heels tujuh Senti berwarna hitam, di bantu Dania, Ara melangkah menuju sebuah ballroom yang sudah dihias sedemikian rupa namun saat dirinya keluar semua mata terpana dan memusatkan penglihatan mereka kepada Ara.

__ADS_1


" Loh kok pada pake baju biasa mbak Dania?"


Dania hanya tersenyum dan mengiring Ara menuju tengah podium dimana sudah ada meja dan beberapa orang bahkan ada Alen disana.


Sedangkan Sagara?


" Kok aku dibawa kesini sih Alen? Memang ada acara apa sih?" Ara duduk di dekat Alen, Alen hanya tertawa mendengar kebingungan ini jangankan Ara, Alen saja terkejut mendengar rencana yang dilakukan oleh Sagara.


" Anak orang bisa jantungan kalau tau mau nikah tapi nggak dikasih tau, gila Lo."


" Anggap aja kejutan."


Alen hanya tertawa melihat wajah Ara yang bingung itu.


" Lo bisa tanya calon laki lo, gw nggak ikutan."


Tak lama semua orang diam melihat Sagara datang dengan gagah mengenakan beskap hitam senada dengan Ara, langkahnya mantap apalagi melihat Ara begitu cantik dengan pakaian adat Jawa basahan modern sungguh cantik.


Ara seketika terkejut jangan-jangan?? 


Dia menatap Alen dengan tajam dan Alen yang paham hanya senyum kuda sambil membentuk v di kedua jarinya.


" Gw nggak ikutan."


Ara ingin kabur dia benar-benar gugup bahkan belum siap namun Sagara sudah duduk disebelahnya.


" Gimana? Suka sama kejutannya?"


Ara ingin mengeluarkan mode on ibu-ibu komplek yang demo karena uang belanja habis tapi bukan itu sebabnya melainkan dirinya dibuat tak berkutik karena dijebak akan menikah.


Benar kan jika dirinya dijebak?


" Aku akan protes setelah acara selesai." Ucap Ara setengah berbisik kearah Sagara.


" Kalau gitu kita bertarung diatas kasur."


Ara mencubit pinggang Sagara, dia mengaduh bahkan suaranya yang dekat microfon membuat seluruh penghuni ballroom tertawa renyah.


" Duh pengantin kita tidak sabar rupanya nanti sah-in dulu baru bisa teriak-teriak kasian yang masih jomblo belum ada pegangan.


Tak lama seluruh rangkaian acara dimulai hingga sebuah teriakan kata sah terdengar menggema dan semua bertepuk tangan, Ara melihat Zayn membawa cincin nikah keduanya, dirinya tersenyum hal yang dikhawatirkan sejak tadi sudah terlihat.


" Mami cantik sekali."


" Jaga pandanganmu boy, kau laki-laki sedang mami milik papi."


" Enak saja ini mami Zayn."


Semua tertawa melihat tingkah Abdur keluarga yang baru saja bersatu itu.


Ini bukan akhir dari keduanya tapi ini adalah awal dimana keduanya harus melewati semua nya baik suka maupun duka bersama dan tidak tahu saja beberapa tahun kedepan sebuah masalah begitu besar dan pelik datang dari salah satu diantara mereka.


The end.


Alen belike : Woy gw kok nggak ada scene nya disini?

__ADS_1


__ADS_2