Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
S2 Bab 13 : Maaf.


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 13.


Ara baru saja menyelesaikan beberapa pekerjaannya dia sudah berjanji akan mengajak Zayn, anak semata wayangnya bermain di playzone.


Zayn dan Dewi sudah berangkat sejak pukul satu siang katanya Zayn ingin makan ayam goreng tepung dengan logo pak kumis.


Ara baru saja memesan ojek online, menuju mall pusat kota yang dekat dengan lokasi rumahnya namun rupanya ada sosok yang mengikutinya menggunakan mobil hitam dan kacamata hitam.


Ara yang tak menyadari cuek saja melangkah menuju mall, cukup memakan waktu karena jam pulang kerja, Ara sampai sekitar empat puluh lima menit kemudian.


" Wi maaf aku baru sampai karena macet, kalian dimana?"


" Kita sudah menuju pulang Bu, mas Zayn mengantuk maaf lupa bilang sama ibu."


" Tapi kalian sudah makan? Biar nanti saya belikan makan malam."


" Nggak usah Bu, tadi mas Zayn minta udon."


Ah anak itu memang pencinta makanan jenis mie apapun itu.


" Oke, saya cari makan dulu kalau gitu."


Ara mematikan panggilannya dan melangkah menuju lantai foodcourt ingin memesan seblak makanan khas Bandung yang cukup digemari ketika masih berada di Bandung bahkan ketika ngidam Zayn pun merupakan salah satu makanan favoritnya.


Namun saat hendak ingin mencari bangku, tangannya ditarik seseorang dari belakang dan reflek Ara menghadap ke belakang ingin tahu siapa yang menariknya.


Wajahnya menegang, orang itu, masa lalunya datang kembali.


" Ka…kamu."


Meski memungkinkan Ara untuk berteriak namun dia masih sadar biar bagaimanapun pria di depannya sudah pernah membantunya dikala dulu dirinya di tahap sulit.


" Ra.."


Ara hanya diam mematung, tangannya gemetar berubah menjadi dingin mengalahkan ketika dirinya melihat hantu.


Ara ingin pergi meninggalkan foodcourt ini namun perkataan pria di depannya membuat Ara diam ditempat.


" Aku mohon jangan pergi."


Tak ada suara angkuh dan arogan hanya suara lirih dan tak berdaya.

__ADS_1


Ara bereaksi, memandang ke hadapan dimana pria tersebut berada.


Sagara.


Pria itu.


Pria yang menyebabkan luka namun dibalik itu ada rasa yang dia rasakan, dan itu rahasia terbesarnya.


Tiga bulan berbagi peluh dan badan tidak mungkin Ara tidak menyukai Sagara, pria itu kadang lembut kadang garang seperti singa dan seperti kucing kalau ada maunya.


Hanya dirinya sendiri yang tahu mengenai perasaannya pada Sagara namun lagi-lagi Ara pandai menyembunyikan perasaannya sama seperti kala dengan Alen.


Meski badan gemetar namun Ara harus melawan rasa itu, ia ingat yang dikatakan Satria jika sudah saatnya dia harus melawan rasa sakit itu.


" Mau apa?"


Itu ucapan Ara kepada Sagara setelah beberapa kali bertemu.


Sagara tersenyum kecut, bahkan begitu sinis dia mengatakannya dimana Ara yang begitu lembut dan juga penurut seperti kucing peliharaan itu?


" Bisa kita bicara?"


" Katakan saja ada apa?"


" Bisa kita duduk?"


" Maaf saya mau makan."


" Tidak apa nanti aku juga makan aku mohon."


Rasa lapar dan menggiurkan seblak sirna, padahal sudah didepan mata, pria di depannya yang sedari tadi menatapnya menjadi alasan utama bahkan makanan yang enak ketika disantap panas-panas melebihi omongan netizen pun menjadi dingin bagai sirup diberi es batu.


" Apa tidak ada yang ingin anda katakan? Jika tidak lebih baik saya pulang."


" Aku minta maaf."


Ara hendak ingin merapikan barang bawaannya namun ketika Sagara mengeluarkan satu kalimat sakti, Ara menghentikan kegiatannya.


" Apa kamu bilang?"


" Aku minta maaf, mungkin seribu maaf tidak akan bisa menghapus semua kesalahanku dimasa lalu tapi demi tuhan aku menyesal bahkan hidupku kacau, aku sudah berusaha mencarimu bahkan hingga keluar negeri namun tetap saja aku gagal menemukanmu bukan maksud untuk omong kosong tapi percayalah aku bahkan kacau sekali."

__ADS_1


Ara menatap ke arah Sagara tersenyum remeh, " Setelah apa yang selama ini kamu lakukan sama aku, kamu dengan mudah meminta maaf, kamu tahu aku harus ke psikolog untuk mengobati luka dan trauma di dalam diriku, aku harus berjuang untuk mencoba berdekatan dengan lawan jenis bahkan kamu dengan mudahnya meninggalkan ben…." Ucapan Ara terhenti, tidak Sagara tidak boleh mengetahui keberadaan Zayn, Zayn adalah hidupnya dan penyemangat untuknya bahkan Ara bertahan hingga saat ini karena Zayn bisa saja Sagara mengambil Zayn suatu saat nanti apalagi power uang begitu kuat dan mengenal Sagara meski singkat dirinya sudah tahu perangai orang macam Sagara.


Zayn tetap akan aman tanpa kehadiran sosok ayah kandung baginya Zayn hanya milik Ara seorang.


Sedangkan Sagara dia ingin mendengarkan kelanjutan yang dikatakan oleh Ara namun Ara sepertinya enggan untuk melanjutkan.


" Ara, meninggalkan apa? Aku tahu aku meninggalkan trauma begitu kuat dan juga membekas tapi izinkan aku untuk memperbaikinya aku mohon aku bisa jamin tidak akan membuat kamu terluka lagi bahkan mengeluarkan air mata."


Ara bangkit dia tidak mau luluh oleh perkataan Sagara, " Maaf saya ada urusan lain."


Ara melangkah keluar namun Sagara melangkah menghampiri Ara, " Ra aku mohon pikirkan mengenai tawaranku."


Ara tak mendengar dia terus saja berjalan dan Sagara masih dengan keyakinan yang menggebu ingin mengambil simpati Ara kembali.


" Ra … Ra.."


" Apa."


" Ra, please."


Ara menghirup udara dengan kasar lalu membuangnya dengan kasar, " Kisah kita sudah selesai lima tahun lalu bahkan uang yang kamu kasih tidak pernah aku gunakan sama sekali, akan kucari dan akan aku kembalikan tanpa berkurang sepeserpun kalau itu membuat kamu tidak menggangguku lagi."


Ara pergi dan Sagara membiarkannya tersenyum kecut, si brengsek Satria rupanya benar-benar melindungi Ara dengan baik.


.


Di tempat lain, Satria sedang memaku mundurkan adik kecilnya kepalanya pusing karena memikirkan bagaimana caranya agar mendekati Ara lagi dan jadilah dia menyewa seorang wanita untuk menuntaskan keinginan terbesarnya namun jangan kalian bayangkan jika Satria akan menggunakan goa wanita itu, akan tetapi menggunakan mulut nya karena benih yang disemburkan terlalu berharga apalagi banyak kasus saat ini seorang wanita bayaran mengaku hamil karena ons dengan pejabat dan pengusaha lalu menuntut ganti rugi, oh tidak akan Satria sebodoh itu.


Satria memegangi kepala wanita tersebut memasukkan terlalu dalam bahkan sampai terbatuk-batuk.


" Ah… si*l Lo bisa kerja nggak sih?"


Bukannya enak dan lepas malah kesal akibat dia batuk.


Wanita itu mencoba ya lagi, bayarannya mahal harus puas kalau tidak bisa-bisa tidak jadi dibayar bahkan karirnya terancam, hal seperti ini juga berlaku di dunia malam, ada banyak omongan jika si pengusaha a tidak bisa di puaskan oleh si b sehingga pamornya akan turun.


Kali ini Satria menikmatinya, cukup lama tapi keluar juga tidak jadi sakit kepala, bernafas lega dia memberikan beberapa lembar uang didalam amplop coklat.


" Ambil, ingat tutup mulut."


Melihat banyaknya bayaran wanita itu tersenyum dan mengangguk patuh lalu pergi meninggalkan Satria yang hanya mengenakan pakaian atas tanpa bawahan, dia pusing dengan ulah Melisa yang menyalahkan Ara menjadi penyebab utama keretakan rumah tangganya meski sudah berhasil diredam oleh tim kepercayaannya semoga Ara tidak mendengarnya.

__ADS_1


Sepertinya weekend ini Satria harus mengunjungi Zayn sejak awal pindah dia belum bertemu dengan anak menggemaskan itu.


To be continued


__ADS_2