
Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 33.
" Lo nggak salah ngomong kan Lex?"
" Nggak gw udah pastiin kalo itu benar-benar Jean."
" Lokasinya dimana bro?"
" Gunung kidul, Yogyakarta perbatasan sama Wonogiri."
Tak pernah terpikirkan oleh Alen bagaimana bisa Jean terdampar di tempat seperti itu?
" Intinya bro, dia disana karena merasa aman karena tempatnya cukup pelosok dan banyak pantai juga destinasi alamnya dia bener-bener mau hilangin hiruk pikuk." Tambahnya lagi Axel memberi penjelasan kepada Alen alasan dia berada disana.
" Pasti dia nggak sendirian kan?"
" Ada asisten rumah tangga dia yang memang berasal dari sana tempatnya dia kebetulan memang susah sinyal."
Pantas saja Alen mencoba berulang kali menghubungi Jean tidak sampai dia berpikir mungkin saja Jean memblokir nomornya namun setelah diteliti ponselnya memang dalam keadaan tidak aktif.
Satu masalah baru yang sebenarnya sudah lama Alen tunggu kabar beritanya namun kini dia terhalang oleh masalah yang lagi-lagi karena ulah kakaknya.
" Sial."
" Lo kenapa bro?"
" Gini, saat ini gw belom bisa kesana situasinya lagi kacau banget, Lo bisa nempatin orang buat mantau Jean supaya nggak ilang lagu? Masalah bayaran gampang."
" Aman."
" Oke jarak dekat aja, kapan-kapan kita nongki lah biar gw jelasin situasinya sekarang."
" Aman, kapan aja gw siap."
" Oke, thanks bayaran gw kirim."
Setelah menyelesaikan semua ya, Alen kembali ke dalam kamar yang ditempati oleh Zayn juga dan berusaha untuk memejamkan mata namun untuk kesekian kalinya di setiap malam Alen tidak bisa tertidur pulas apalagi sudah mengetahui di mana posisi Jean.
Alen memutuskan untuk menjenguk Ara di rumah sakit memakan waktu cukup lama sekitar satu jam setengah akhirnya alien sampai di rumah sakit yang terdapat di daerah Parung Bogor.
Alen bertanya pada resepsionis lalu dia diarahkan menuju lantai 2 di mana ruang ICU berada.
Dia melihat Sagara di depan orang icu bersama seseorang yang diketahui adalah Dion sahabatnya dalam kondisi terkantuk-kantuk menahan untuk tidak tertidur.
" Ara gimana?" Alen datang dengan ekspresi bertanya menghadap kepada sang kakak.
" Seperti yang Lo lihat dia di dalam, kritis."
Alen melihat jendela yang terbuka sedikit gordennya memperlihatkan pasien di dalam sana yang sedang kritis.
__ADS_1
Paling sedih pertemuannya baru beberapa kali bersama Ara namun situasinya kali ini cukup sangat amat berbeda.
" Ra.."
Alen terus-terusan memanggil nama sahabatnya itu bahkan air matanya tak terasa menetes di pelupuk mata, ingatan demi ingatan yang terjadi ketika dulu mereka bersama-sama di kala SMA maupun kuliah berputar-putar hingga tak kuasa Alen meraung karena tak sanggup melihat sahabatnya tersebut sedang bertarung nyawa antara hidup dan mati.
" Kok dia bisa seperti ini?"
" Lu pasti kenal sama yang namanya Satria bukan? Dia yang selama ini nyembunyiin Ara 5 tahun belakangan tapi justru dia yang menyebabkan luka seperti ini, obsesinya dia buat memiliki Ara kuat banget sampai-sampai dia ingin menghamili Ara dengan cara menculiknya kemarin namun naas mereka malah kecelakaan."
" Terus dia sendiri bagaimana kabarnya?"
" Sudah melewati masa kritis dan tinggal menunggu bangun karena efek anestesi."
Tangan Alen mengepal mendengar si pelaku justru malah selamat sedangkan Ara masih berjuang antara hidup dan mati.
" Ini nggak adil."
" Kalau begitu bikin ini menjadi adil untuk Ara."
Dion sebenarnya sudah sadar mendengar perdebatan adik kakak ini namun mendengar Sagara berkata seperti itu Dion merasa temannya itu akan nekat melakukan hal yang tidak-tidak.
" Mau ngapain lu pada? Jangan berbuat aneh-aneh."
" Orang kayak gitu nggak bakalan bisa masuk penjara, lo tahu kan negara ini bisa dibeli pakai uang zamannya sekarang adalah hukum rimba yang bertindak, mata dibalas dengan mata, kaki dibalas dengan kaki dan nyawa dibalas dengan nyawa."
" Tapi nggak gitu juga konsepnya men yang ada lu masuk penjara iya, terus amit-amit kalau Ara selamat lu masuk penjara anak lu mau sama siapa?"
*****
" Pasti Mama bakal kecewa dan sedih banget punya cucu tapi nggak punya menantu."
Akhirnya Jean memilih mencari sinyal untuk mencari informasi terupdate melihat berita news tentang kecelakaan yang terjadi di daerah Bogor entah mengapa dirinya teringat akan Ara dan juga Alen.
" Kok aku berpikir ke mereka ya? Apa mereka baik-baik aja?"
Ingin bertanya kepada Alen tapi dia sudah memutuskan untuk menutup akses agar Alen tidak bisa komunikasi dengannya dan ingin menghubungi Ara namun tidak memiliki nomornya.
" Haduh semoga saja mereka baik-baik saja."
*****
Pagi menyapa, Zayn terus berteriak memanggil nama maminya dan Dewi berusaha menenangkannya namun gagal dia butuh seseorang untuk menenangkan Zayn.
" Duh Mas Alen ke mana ya."
Seorang pria paruh baya masuk sendirian membawa satu tas jinjing yang entah isinya apa terkejut melihat ada anak kecil dan seorang wanita di dalam rumahnya.
" Siapa kamu? Siapa anak kecil ini?"
__ADS_1
Rentetan demi rentetan pertanyaan yang dilayangkan oleh Darmawan namun Dewi masih belum menjawab satupun Dia sangat takut dan begitu terkejut karena tidak mengenal sosok laki-laki paruh baya tersebut.
" Kamu tidak bisa menjawab pertanyaan saya?."
" Maaf tuan saya di sini hanya numpang karena ibunya Zayn masuk rumah sakit dan pak Sagara sedang menunggu di rumah sakit tersebut Sedangkan Mas Alen sejak semalam tidak kelihatan Saya tidak tahu."
" Alen pulang? Kamu nggak bercanda kan? Lalu siapa anak ini? kenapa wajahnya mirip sekali dengan Sagara ketika kecil?"
" Karena ini anaknya Bu Ara dengan pak Sagara."
Dermawan begitu terkejut dengan yang dikatakan oleh Dewi, " Apa? dia anaknya Sagara? Artinya dia cucuku?"
Dermawan mendekat ke arah Dewi namanya Zain yang takut menerapkan pegangannya kepada Dewi.
" Mbak aku takut."
" Jangan takut, saya adalah kakek kamu ayah dari ayah kamu."
*****
Zayn yang terus merantau meminta Sagara secepatnya untuk datang membuat Dewi akhirnya menelepon Sagara untuk memintanya ke sini dan juga menjelaskan jika ayah dari pria tersebut sudah ada di rumahnya.
" Oke saya akan ke sana secepatnya."
Sagara mau tidak mau menitipkan Ara
kepada Alen dan menjelaskan situasi di rumah beruntung sekali Alen menyusul Sagara dan berakhir menginap di sini.
Sagara melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dia takut pria tua bangka tersebut melakukan hal yang tidak diinginkan apalagi Sagara kemarin membatalkan perjodohan dengan Leona karena adanya Zayn.
" Nak bertahanlah sebentar papi akan segera ke sana."
Memakan waktu yang cukup lama, segera sampai di kediaman rumahnya dan benar saja ada mobil pria tua bangkai yang diketahui adalah mobil Darmawan terparkir di halaman rumah.
Tanpa basa-basi, segera langsung masuk ke dalam rumah dan melihat Zayn sedang makan bersama dengan Darmawan.
" Kamu suka udang ini?" Ucap Darmawan sambil mengangkat sepiring udang goreng tempura ke hadapan Zayn.
" Suka opa." Jawab Zayn yang tidak berani melihat ke arah Darmawan.
" Jangan takut, opah tidak akan melakukan hal-hal yang jahat, opah hanya mau kenal dengan Zayn."
Zay yang ketakutan sedangkan Dewi tidak bisa melakukan apa-apa membuat Sagara mengepalkan tangannya.
" Singkirkan tangan kotor itu pria tua bangka."
To be continued
Maaf ya semalam nggak jadi up mood aku takut tiba-tiba terjun bebas karena berselisih paham dengan paksu sumpah demi apapun ide yang sudah masuk ketika ingin menuangkan ke dalam tulisan dan mood dibuat ambyar oleh situasi sehingga jadilah nggak jadi nulis.
__ADS_1
Makasih banget ya masih setia nunggu cerita Ara dan Sagara ini ya, dan mohon bantuannya untuk lain komen dan subscribe juga beri penilaian karena semua itu gratis.