Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
S2 Bab 27 : Merealisasikan rencana.


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 27.


Sudah berminggu-minggu Alen mencari keberadaan Jean namun nihil bahkan dia sudah datangi Sari tantenya di Bali dan beliau pun tidak tahu, meminta tolong menanyakan pada mama kandungnya yang sekarang tinggal di Belanda namun hasilnya nihil tak ada Jean disana.


Mencari hacker terbaik, Axel adalah orang yang tepat dengan memakan waktu dua hari sudah dipastikan jika Jean tidak ada pergi keluar negeri maupun domestik jadi kemungkinannya Jean pergi menggunakan kendaraan darat maupun laut.


Hari ini pertemuan terakhir pembuatan iklan antara pihak Alen dan Satria yang diwakili oleh Ara, dia melihat hasil karya Al Design memang sangatlah bagus.


" Oke, aku suka sama iklannya."


Setelah selesai, kedua belah pihak santai makan cantik tapi Ara hanya fokus kepada Alen yang sepertinya banyak masalah Ara ingin tanya namun justru mengurungkan niatnya, dulu dia santai saja tapi sekarang ada hati yang harus dijaga.


Tapi hati siapa yang harus Ara jaga? Sedangkan Alen ada Jean yang harus dijaga hahaha Ara malah menertawakan dirinya sendiri.


" Ra."


Eh.


Tadi Ara tidak salah dengar kan kalau Alen memanggilnya.


" Kamu panggil aku len?"


Keduanya sedikit menjauh dengan rekan sesama mereka karena ribut sendiri sedangkan keduanya memilih menepi karena memang sama-sama menyukai keheningan.


" Jean hamil."


Ara yang sedang minum tidak sengaja menyemburkan airnya karena terkejut dengan yang dikatakan oleh Alen, Ara yakin sekali kalau pendengaran Ara masih berfungsi dengan baik namun karena kata-kata Alen yang membuat Ara terkejut dia sampai berharap semoga Ara salah dengar.


" Kamu bilang apa?"


" Jean hamil anak gw."


Ara termenung sejenak setahu Ara keduanya belum menikah adik sama kakak sama saja, sama-sama dp duluan dan menyebar benih sembarangan.


Tapi kasusnya kan Ara memiliki kesepakatan sedangkan Alen memakai hati.


" Kok bisa? Kalian sudah menikah?" Ara bahkan mengecilkan suaranya supaya rekannya tidak mendengar obrolan sensitif mereka.


" Belum, kalau kaya gini apa bedanya gw sama kakak gw." Alen tersenyum miris meratapi rasa bersalahnya yang begitu besar kepada Jean karena mengabaikannya.

__ADS_1


" Yasudah kamu tanggung jawab."


Alen menatap Ara yang sepertinya tidak mengerti akan situasi Alen ya memang tidak mengerti kan? Masalahnya tahu saja tidak.


" Beberapa Minggu lalu, saat gw ketemu sama Lo dan berbaikan sama Lo, gw lapor ke Jean, dia ikut senang tapi dia bilang apa gw bisa berdamai sama kakak gw setelah itu?" Ucap Alen sambil menatap Ara dalam dan Ara jadi salah tingkah memilih memandang ke sembarang arah.


" Lalu?"


Disitu awalnya masalah terjadi, gw merasa Jean gak semestinya berkata demikian dan gw marah sama dia, dia juga seolah memberi gw waktu sampai beberapa Minggu kita lost, singkat cerita dia datang buat ketemu sama gw dua kali, pertama karena gw ada kunjungan sama klien dari luar kota dan yang kedua gw sengaja menghindari tapi ternyata yang kedua adalah yang terakhir kalinya Jean berusaha bertemu sama gw, dia nitipin sesuatu yang sayangnya resepsionis gw baru kasih tiga hari kemudian karena lupa dan gak masuk pas gw lihat ternyata isinya hasil USG dan testpack juga surat pamitan."


" Pamit?" Ara tampak terkejut dengan yang dikatakan oleh Alen.


" Dia kayak Lo, bukannya minta tanggung jawab malah pergi."


" Jean sudah mencoba menemui kamu, tapi kamu terlalu negatif thinking jadi dia merasa sudah dibuang sama kamu."


" Sumpah demi apapun kalau bisa gw balikin waktu gw mau ketemu dia gw nyesel."


Ara prihatin dia juga merasakan bagaimana jadi Jean tapi mungkin Jean jauh lebih kuat dan mau menerima tidak seperti Ara yang harus trauma dulu bahkan sampai harus berobat ke psikiater.


" Lalu apa yang sudah kamu lakukan?"


Ara melihat Alen dengan sendu bagaimana kacaunya Alen sahabat yang selama ini ceria itu.


" Aku akan coba bantu."


*****


Satria sudah di depan lobby, hari ini hari Sabtu dan Ara harus masuk karena ada finishing dengan team Alen dan Al Design.


Satria dapat info tersebut dari salah satu karyawannya dia sudah bertekad untuk mendapatkan Ara secara paksa karena keberadaan Sagara sudah tidak bisa ditolerir lagi, buktinya Ara mau diajak makan malam oleh Sagara jadi bisa saja Ara masih menyimpan rasa pada Sagara apalagi ada penghubung macam Zayn.


Dia yang merawat dan menyembuhkan namun si brengsek itu yang menikmati hasilnya enak saja jiwa egois Satria menggebu bukan maksud untuk meminta timbal balik tapi seenggaknya jika Ara tidak mau membuka hati untuknya jangan membuka hati untuk si brengsek itu yang padahal dulu menyebabkan Ara depresi bukan main.


Ara keluar dari kantor, pakaiannya sedikit sederhana dengan hiasan natural namun jika biasanya Ara dikuncir kuda justru hari ini malah di gerai bahkan tak akan ada yang menyangka jika Ara sudah memiliki satu anak dan sudah berumur 26 tahun masih cocok pakai seragam SMA.


" Ra."


Ara terkejut saat Satria keluar dari mobil yang bertengger manis di depan lobby, dia tidak pernah memperhatikan mobil Satria karena pria itu suka sekali mengganti jenis mobil orang kaya bebas tapi Sagara tidak melakukan itu karena setiap dengan mobil Pajero sport hitam hanya ganti dengan seri terbaru saja.

__ADS_1


" Satria, kamu ngapain?"


" Kamu mau pulang? Ayo aku antar."


Ara ingin menolak tapi mungkin Satria sedang merindukan Zayn jadi dia sengaja jemput padahal bisa datang langsung.


" Mau ketemu Zayn?" Bukannya menjawab pertanyaan Satria tapi malah balik tanya dasar Annara ini.


Satria tak menjawab hanya tersenyum manis bahkan tidak tahu dibalik senyum manis dengan lesung pipi disebelah kanan mirip Afgan ada maksud lain yang terselubung.


" Yaudah aku ikut ya."


Ara masuk ke dalam mobil dia sebenarnya sedang bertukar pesan dengan Sagara yang mengajaknya keluar malam mingguan seperti Minggu lalu tapi Ara belum menjawabnya.


Mobil keluar dari pekarangan kantor, Satria lebih banyak diam Ara jadi sungkan untuk bertanya.


Seolah mengerti Satria menatap Ara, " Kalau mau ngomong, ngomong aja Ra."


Eh tuh kan ketahuan.


" Hmm kamu dari mana langsung dari rumah apa apartemen?" Karena tahu jika Satria jarang pulang kerumah utama bersama orang tuanya, yang dia tahu sejak perceraiannya dengan Melisa mamanya Satria, Giana belum kembali keluar negeri lagi.


" Dari apartemen."


Ara mengangguk-anggukkan kepalanya sendiri, dia kembali diam Satria tumben sekali tidak mengajaknya bicara padahal biasanya begitu cerewet.


Ara membalas pesan dari Sagara tapi tidak sengaja menekan tombol share location, dia ingin menghapus pesan tapi sadar kalau jalan yang Satria tuju bukan jalan menuju rumahnya.


" Sat, kita mau ke rumahku kan? Kok arahnya berbeda."


Satria tidak menjawab dia masih asik dengan kemudian ya, Ara jadi panik memanggil-manggil nama Satria namun seolah berbeda dimensi Satria justru diam tampak anteng.


" Satria kalau kamu memang tidak bisa antar aku pulang, kamu bisa turunin aku di jalan supaya aku bisa lanjut menuju rumah."


Tangannya gemetar, perubahan air muka Satria berubah menjadi menyeramkan bahkan Ara belum pernah melihat wajah Satria yang seperti itu.


" Sat, apa aku ada salah sama kamu?"


To be continued

__ADS_1


__ADS_2