
Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 33.
Sudah terhitung dua Minggu Ara berada di ruang ICU bahkan belum ada tanda-tanda sadarkan diri, benturan di kepala cukup kuat sehingga membuat Ara belum sadarkan diri apalagi ada kemungkinan Ara akan mengalami lupa ingatan tapi itu baru asumsi dari pihak medis jadi masih menunggu kabar dari siumannya Ara.
Sedangkan Satria, dia sudah sadarkan diri sejak seminggu lalu namun pandangannya kosong merasa bersalah karena membuat Ara berada di antara hidup dan mati.
Sebenarnya Satria sudah diperbolehkan pulang namun dirinya enggan meninggalkan rumah sakit, dirinya ingin melihat Ara hanya saja Sagara benar-benar mem blacklist nama dirinya dari daftar yang dapat melihat Ara.
" Satria ayo makan dulu nak."
Ucap Giana menatap sendu sang anak namun Satria tak menjawab seolah hidup sulit mati pun sungkan.
Giana menghela nafas, untuk kesekian kalinya dia melihat sang anak yang masih diam, Giana mendekati brankar dan menepuk pundak Satria, " Mau sampai kapan kamu seperti ini nak?"
" Aku cuma mau Ara."
Giana menghela nafas lagi dengan kasar, " Kamu tahu kan bagaimana pria itu melarang kita untuk bertemu?"
Menyewa bodyguard dan menjaga agar Satria beserta orang-orangnya tidak dapat masuk bahkan Sagara tidak segan-segan membuat daftar list Siapa saja yang dapat masuk untuk menjenguk karena dia tidak mau kecolongan untuk yang kedua kalinya.
" Kalau begitu caranya kamu tidak akan bisa meminta maaf kepada Ara jika kamu menyiksa diri kamu sendiri, bangkit sembuh tunjukkan kalau kamu menyesal dan berniat untuk meminta maaf dengan sungguh-sungguh."
" Apa Ara akan memaafkan aku mah?" Bagaimana Satria tidak pesimis yang dilakukannya cukup fatal menurutnya.
" Pasti ada jalan menuju Roma sayang, kamu masih percaya pepatah itu bukan?"
*****
" Mami."
__ADS_1
Zayn sejak seminggu datang ke rumah sakit dengan menggunakan masker dan pakaian tertutup, dengan sangat terpaksa Zayn diberitahu mengenai keadaan Ara yang sebenarnya sudah tidak bisa lagi dibohongi. Setelah beberapa hari dirawat dirumah sakit Zayn tantrum bahkan hingga demam karena memang anak itu tidak bisa jauh dari maminya dan juga kata dokter yang menangani Ara orang koma sebenarnya sadar lebih tepatnya bisa mendengar di bawah alam sadar dan fungsi Zayn disini adalah memberi stimulus dengan cara Zayn berinteraksi kepada Ara meskipun Ara tidak sadarkan diri mungkin saja dengan melakukan hal tersebut Ara segera sadar.
Namun sudah dua minggu Ara masih setia menutup matanya seolah enggan untuk membuka matanya kembali.
" Mami, Zayn kangen sama Mami pengen dimasakin ayam teriyaki buatan mami, Zayn sudah satu minggu ini nggak masuk sekolah karena Zayn ingin menjadi orang yang pertama ketika Mami membuka matanya, Maaf ya Mami Zayn bukan anak good."
Dewi yang menemaninya merasa miris sedangkan Sagara hanya mampu menadahkan pandangannya supaya air matanya tidak keluar jujur saja dia ingin sekali memohon bahkan melakukan apapun agar ada segera sadarkan diri bahkan jika dia harus menukar dengan nyawanya pun Sagara tidak akan keberatan.
Dia bahkan sudah berjanji akan segera menikahkan Ara jika sadar secepatnya.
" Lo harus kerja, bokap lo tuh nodongin gue terus buat ke perusahaan." Alen datang ke rumah sakit dengan mengeluh karena sang ayah Darmawan selalu saja menodong untuk mengurus perusahaan yang kini ditinggalkan oleh Sagara karena Ara, saat ini pikiran nya sangat kacau dan hanya Ara Ara dan Ara sekarang ini Liam selaku asisten kepercayaannya terpaksa dia tinggalkan untuk mengerjakan beberapa pekerjaan dan jika Liam tidak bisa melakukannya maka Sagara akan datang ke kantor itupun hanya mengurus masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh Liam lalu balik lagi ke rumah sakit.
" Dia bokap lo juga kalau lo lupa."
" Cih, Sejak kapan tanda tanya gue nggak merasa punya bokap seperti dia."
" Mau berkembang mau nggak justru gue bangga itu hasil jerih payah gue selama beberapa tahun terakhir dan jangan harap gue bakal ninggalin perusahaan itu."
" Kalau gitu lo pegang dua, gua saat ini sedang tidak fokus mengerjakan perusahaan itu paling nggak sampai Ara sadar."
" Harusnya lo nggak mencampur urus kan antara pribadi dengan perusahaan, profesionalisme dong." Alen masih saja tidak mau mengalah karena bagi kalian dirinya benar-benar tidak mau mengurus perusahaan keluarganya itu.
" Ya udah tinggal nunggu hancur aja."
" Bastard, lu senang banget sih bikin gw susah dari dulu sampai sekarang harusnya gw nggak perlu maafin lo."
Segera tidak mampu mengeluarkan kata-kata lagi.
*****
__ADS_1
Satria akhirnya keluar dari rumah sakit, bener yang dikatakan oleh Giana dirinya harus benar-benar sembuh agar bisa mengejar permohonan maaf dari Ara.
Satria hanya mengalami patah kaki dan cedera di leher makanya dia masih menggunakan penyangga leher mungkin 2 sampai 3 Minggu baru bisa dilepas.
Satria mencoba sekali lagi sebelum dia pulang untuk menjenguk ruang ICU nama lagi-lagi belum masuk ke selasar ruang ICU saja sudah ditahan oleh beberapa bodyguard yang setia menjaga area tersebut.
" Maaf tuan Anda tidak bisa masuk nama anda sudah di blacklist dari daftar yang dapat mengunjungi nona Ara." Ucap salah satu bodyguard tersebut.
" Saya cuma mau melakukan perpisahan karena saya sudah keluar dari rumah sakit apa masih tidak diperbolehkan juga?"
" Maaf, sesuai dengan perintah pak Sagara kami tidak dapat memberikan izin dalam bentuk apapun untuk anda."
Dirinya sebenarnya bisa saja memanggil para bodyguard yang dia miliki namun karena ini kesalahannya jadi Satria hanya bisa menerima apa yang mau dilakukan oleh Sagara bahkan dirinya sekarang mengalah.
Dengan didorong menggunakan kursi roda oleh salah satu pekerja Brahmana, Satria bergegas menuju lift untuk kembali ke rumah. Sagara yang melihat bagaimana bersikerasnya Satria untuk bertemu dengan Ara hanya tersenyum miring.
" Jangan harap lo bisa ketemu Ara setelah ini."
Sagara masih setia memperhatikan Ara yang masih lelap dalam tidurnya, Zayn akhirnya mau kembali ke rumah setelah dipaksa oleh Alen entah mengapa anak itu sangat nurut dengan unclenya itu.
" Kalo Zayn tidak nurut dengan uncle, uncle tidak mau bermain dengan Zayn lagi dan Zayn juga harus ke sekolah mulai besok, teacher sudah menanyakan Zayn bahkan mereka akan mendoakan mami agar mami cepat bangun, memang Zayn tidak mau teman-teman melakukan hal tersebut karena itu cukup membantu membuat Mami cepat sadarkan diri."
Benar-benar berterima kasih kepada Alen, meskipun dirinya masih kesal dengannya namun berkat bantuannya Zayn bisa teratasi.
Karena lelah Sagara bersandar di tepi ranjang yang Ara tempati tangannya menggenggam tangan Ara, ketika mata Sagara hendak terlelap, jari jemari arah mulai bergerak.
Sagara yang terkejut langsung menekan tombol darurat untuk memanggil petugas medis yang berjaga.
To be continued
__ADS_1