
Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 29.
Sagara melesat melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hatinya harap-harap cemas berusaha konsentrasi agar dia bisa mengendarai mobil dengan baik masih ada yang ingin dicapai.
Menjadi seorang suami, menjadi seorang ayah seutuhnya dan ingin menambah adik untuk Zayn.
Sagara sudah mulai berpikir di usianya yang sudah menginjak 34 tahun tingkat kematangan untuk berumah tangga sudah mulai nampak apalagi setelah melihat Zayn yang begitu manis dan juga Ara yang sangat cocok menjadi figur ibu tidak seperti ibunya yang hanya bisanya keluyuran dan menghamburkan uang meski dia memiliki usaha.
Tapi Ara berbeda, tanggung jawab nya sebagai ibu juga ayah ketika Sagara belum ada dan Ara berhasil mendidik seorang Zayn yang sangat aktif dan protektif jika biasanya saja Sagara tidak menyukai anak kecil mungkin karena ini anaknya maka dia sangat menyukai dan menyayanginya.
Mengingatkan dirinya pada masa lalu karena memang wajahnya begitu mirip.
" Angkat Ra."
Sagara mencoba menghubungi Ara meski tak diangkat namun dia tetap mencoba melakukan panggilan. Entah sudah yang keberapa kali panggilan itu masih saja diabaikan.
Sagara biasanya akan kesal marah dan mengumpat tapi kali ini tidak, dia gelisah seperti ada firasat yang mengatakan jika Ara sedang dalam keadaan tidak baik.
Sagara mencoba mengecek ponselnya sambil melihat lokasi terkini yang dibagikan Ara, sebuah tempat sudah berada di luar ibukota namun masih bisa dijangkau hanya beberapa jam saja.
Pertanyaannya adalah benarkah Satria merealisasikan apa yang sempat diucapkan?
" Kalau sampai ada apa-apa sama Ara abis Lo bocah tengik."
Setelah maps dipastikan berhenti, Sagara langsung melesat kesana tapi dia tidak lelah melakukan panggilan kepada Ara hingga panggilannya terangkat tapi bukan Ara.
" Halo apa anda mengenal pemilik ponsel ini? Saya ingin memberitahu bahwa pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan adu banteng dan ada beberapa korban tewas dan kritis harap ke rumah sakit XX."
Sagara menghentikan laju mobil secara mendadak, dia mematung dan membatu apakah Ara adalah salah satu korban tewas tersebut?
" Hallo hallo."
Suara di seberang sana masih saja mencoba berbicara dengan Sagara namu. Sagara tidak sanggup untuk sekedar menjawab, tenggorokannya tercekat bibirnya kelu ingin sekedar menjawab dan satu-satunya adalah mematikan sambungan telepon dan bergegas menuju rumah sakit yang dimaksud tadi.
Sesampainya, banyak ambulans berada di pelataran rumah sakit dimana ada sekitar enam mobil, banyaknya wartawan dan juga warga yang membantu mengevakuasi para korban pun tampak memadati depan rumah sakit bagian UGD.
__ADS_1
Sagara langsung melesat menuju informasi dimana dibuka posko korban kecelakaan tersebut.
" Saya salah satu kerabat korban."
" Atas nama siapa maaf?"
" Annara Ramadhita."
Dilihat dari beberapa barang yang ada dan kartu identitas yang sengaja dicari mencocokan nama salah satu korban. Sumpah demi apapun Sagara berharap jika nama Ara adalah nihil namun harapannya pupus begitu saja.
" Pasien salah satu korban hanya saja belum dipastikan apakah korban selamat atau korban tewas pak."
Bahunya merosot untuk pertama kalinya Sagara menangis, setelah kehilangan Ara lima tahun lalu karena keegoisannya kini Sagara mengeluarkan air mata demi orang yang sama.
*****
Alen kacau balau, dia berada di apartemennya Jean jangan bilang Alen tidak punya akses masuk sana karena Alen diberikan card access untuk masuk dari Jean, dia merasakan aroma parfum dan tubuh Jean masih kuat sehingga sedikit banyak bisa menghilangkan rasa rindunya.
Alen sendiri masih mencoba hanya saja sudah ditahap menyerah meski masih mencoba peruntungan mengandalkan Axel semoga saja detektif andalannya itu bisa menjadi harapan satu-satunya.
" Lo tahu gw kayak apa kan? Kalau belum ketemu pasti bakal gw cari meski gw kenal Jean belum lama ini gw tahu dia orang baik."
" Lo emang berhak marah Jean tapi gw mohon jangan terlalu lama."
Ponselnya berdering panggilan nomor asing tapi dia tahu itu nomor siapa karena sejak dulu orang itu tidak pernah mengganti nomornya, awalnya Alen abaikan namun dipanggilnya kelima Alen mencoba angkat. Alen menggeser layar hijau menunggu di seberang sana berbicara.
" Alen.."
Alen hanya menghela nafas dengan kasar namun di seberang sana tahu jika itu adalah Alen.
" Maaf, gw mohon maaf atas apa yang gw lakuin dan juga atas nama Ara."
" Tahu apa Lo soal gw sama Ara?"
" Gw mau minta tolong dan cuma Lo yang bisa tolongin gw?"
__ADS_1
" Cih kemana aja selama ini Lo? Disaat Lo butuh pertolongan Lo baru inget gw, ash*le."
" Lo bisa maki gw kapanpun tapi gw mohon jangan sekarang."
Dengan membuang nafas kasar, Alen mengusap wajahnya dengan kasar pula seolah depresi dengan apa yang terjadi pada hidupnya, " Buruan apaan bangsat?"
" Ara kecelakaan, gw nggak tahu dia selamat atau nggak tapi gw mohon selama gw urus Ara tolong Lo jagain Zayn jangan bilang mamanya dalam situasi seperti ini dia pasti akan sedih dan tantrum, please i need ur help."
Alen syok bukan main dengan apa yang dikatakan oleh Sagara, kakaknya itu Ara kecelakaan?
" Maksud lo?"
" Lo coba lihat berita di portal online terbaru kecelakaan di ruas Parung, Bogor disana ada enam korban tapi belum tahu berapa yang tewas dan kritis gw masih menunggu kabar itu selama gw disini gw mohon Lo jagain Zayn jangan sampai dia cariin Ara apalagi tahu kalau Ara nasibnya belum diketahui."
Alen mengambil beberapa barang miliknya, " oke gw kesana."
" Thanks."
Mendengar suara lirih Sagara yang biasanya arogansinya keluar kini justru seperti tak berdaya, Alen tahu jika ini bukan kabar sekedar isapan jempol belaka.
Alen mencoba buka situs portal online dimana kabar terbaru ada sebuah kecelakaan adu banteng dengan korban 4 dewasa dan 2 anak kecil, namun untuk para korban hanya menggunakan nama inisial dan ada inisial AR disana, mungkinkah itu nama Annara Ramadhita yang artinya Ara menjadi salah satu korban?
Alen langsung menuju rumah Ara, diluar suasana sudah gelap lantaran sudah menuju magrib, Alen mengumpat kesal ketika mendapati kemacetan panjang hanya karena ini malam Minggu dan weekend padahal tidak ada yang salah hanya situasi yang Alen tengah alami memang tidak seperti biasanya.
Sudah sampai, rumah Ara dalam keadaan menyalah itu artinya ada orang didalam.
Alen memencet bel dan dilihat Dewi sang pengasuh membuka pintu.
" Mas Alen ya?"
" Zayn mana?"
" Dari tadi tantrum mas minta maminya."
Mungkin ikatan batin antara anak dan ibu memang benar ada dan ini adalah bukti nyata.
__ADS_1
" Bereskan pakaian Zayn dan kamu untuk beberapa hari sementara kita akan tinggal di rumah kami."
To be continued