Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
S2 Bab 11 : Salah paham.


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 11.


" Boleh gw tanya sesuatu?" Tanya Jean kepada Alen.


" Soal apa?"


" Kalau kak Ara balik apa yang bakal Lo lakuin?"


" Gw bakal minta maaf karena sebagai sahabat gw bener-bener nggak tahu disaat dia berada di titik terendah dan gw juga bakal jujur sama dia soal perasaan gw."


" Kalau kak Ara nolak?"


" Seenggaknya gw udah menyatakan apa yang selama ini gw rasain sama dia dan itu sudah cukup lega perkara dia mau terima atau nggak ya itu soal belakangan.


Percakapan tersebut seketika berputar di kepala Jean ketika melihat Alen berinteraksi dengan seorang wanita yang sudah lama Jean tidak lihat.


Ara.


Wanita itu telah kembali setelah sekian lama bersembunyi.


Entahlah rasanya begitu sulit diartikan dia senang penantian Alen akhirnya berbuah manis tapi itu artinya dirinya akan berkorban lagi.


Berkorban dan mengikhlaskan Alen orang yang paling disayanginya.


Sedangkan Alen begitu terkejut dengan adanya Jean di resto yang sama olehnya juga Ara.


" Jean."


Jean mendekat dan tersenyum getir, " Hai…" ucapnya begitu kaku sambil melambaikan tangannya, dengan keadaan sekarang namun dirinya harus tetap tersenyum apapun keadaannya bukan?


Ara yang sedari tadi sibuk berpikir siapa wanita yang sedang memperhatikan dirinya dengan Alen akhirnya ingat ya, Jean adik tingkatnya yang begitu menyukai Alen.


Dia tahu itu.


" Jean aku…" Alen ingin mencoba menjelaskan sesuatu melihat Jean yang seperti itu dirinya ingin menjelaskan semua agar Jean tidak salah sangka namun Jean menahan tangannya.

__ADS_1


" Kak Ara apa kabar? Udah lama ya kita nggak ketemu? Aku lihat kakak sehat dan mungkin lebih baik sekarang ini."


Ara tersenyum dan menganggukan kepalanya, " Aku rasa begitu pula kamu."


" Tadinya, sebelum kakak hadir tapi setelah melihat kakak hadir dan melihat interaksi kalian berdua aku paham akan kedudukan aku sekarang ini, Alen mungkin sudah mengatakan apa yang selama ini bersarang aku harap kak Ara tidak meninggalkan Alen apapun keadaannya karena Alen begitu menyayangi kak Ara bahkan dia merelakan semuanya, keluarga, waktu dan mungkin tenaga juga finansial tapi aku tetap bahagia akhirnya sesuatu yang membuat Alen bahagia kembali juga aku cuma mau bilang kalau selama ini aku yang menjaga Alen setelah kak Ara pergi, Alen sempat terpuruk tapi tak lama dia bangkit dan ya Alen jadi aneh sekarang tapi dia pria baik yang selalu menjaga hatinya aku harap kak Ara jaga Alen ya kak seperti aku menjaganya dengan baik dan ya tugas aku kayaknya sudah selesai ingat ya kak jangan tinggalin kak Alen apapun kondisinya dia sekarang tidak punya siapa-siapa lagi selain kak Ara dan untuk Alen aku pamit karena tugas aku sudah selesai semoga kalian selalu bahagia dan kak Ara menerima apa yang kamu berikan, aku pamit."


Jean tidak kuasa melihat Alen dan Ara padahal keduanya hanya berbicara itu pun masih batas normal, Ara yang tidak mengerti akan situasi memilih mendengarkan sedangkan Alen, pria itu bingung dengan apa yang dikatakan Jean seperti makna sebuah perpisahan padahal dirinya tidak mengerti kenapa wanita spesialnya itu melakukan hal tersebut, Alen mencoba memanggil Jean.


" Jean.. Jean…."


Alen bingung ingin mengejar Jean namun ia yang meminta Ara untuk bicara dengannya, Alen menatap kearah pintu dimana Jean meninggalkan dirinya bersama Ara.


Ara sekarang mengerti, dia menghampiri Alen dan berkata, " Kejar Jean kalau dia memang berarti."


" Tapi Lo, gw yang minta Lo untuk bicara."


" Kita bisa bicara lain kali, pergi aja nggak apa-apa nanti kamu malah menyesal."


" Oke thanks ya btw nomor telepon." Alen berkata demikian namun pandangannya tidak fokus melihat ke arah pintu keluar dan Ara.


Alen menganggukan kepalanya mengucapkan terimakasih lalu bergegas pergi menghampiri Jean sedangkan Ara kembali duduk dia belum sempat menikmati minumannya.


Sedangkan Alen dia mengejar Jean mobilnya terlihat keluar dari restoran berbaur ke jalan, Alen langsung mengambil mobil yang parkir di resto sebelah lalu melajukan mobil menyusul Jean untung macet jadi Alen bisa mengejar dan yang lebih baik Alen tahu Jean akan pergi ke apartemennya.


Dia akan menjelaskan semuanya.


Sedangkan Ara, dia menatap ponsel melihat laporan Zayn dari Dewi yang katanya akan berangkat sebentar lagi ini masih jam makan siang tapi Zayn sudah merengek minta jalan-jalan.


Ara hanya mengiyakan saja mungkin dia akan pulang on time semoga saja tidak ada pekerjaan yang genting.


Ketika Ara ingin bangkit nama Nania menelpon bertanya apakah Ara sudah pulang atau belum dan Ara jawab belum akhirnya mereka ketemuan di parkiran restoran pertama dan kembali ke kantor.


Suasana di sepanjang jalan hening, Ara memikirkan nasibnya Alen sedangkan Nania dan Davis saling lirik.


Sudah sampai ternyata mereka telat sekitar 10 menit tapi tak masalah karena dirinya istirahat sambil bekerja.

__ADS_1


Ara kembali ke dalam kubikel namun di belakang Nania dan Davis menghampiri Ara dengan melipat kedua tangannya didada.


Ara bingung kenapa kedua temannya menatap dirinya seperti ingin memangsa.


" Lo itu sebenarnya siapa si ra?"


" A…aku? Siapa?" Tanya Ara dengan gugup.


" Iya jawab aja."


" Ya aku Ara lah."


" Bukan itu, maksud gw Lo kenal pak Satria yang notabene adalah CEO Hadikusumo grup belum lagi Lo kayaknya sama pak Alen nggak cuma sekedar baru kenal tapi kayaknya dua orang yang sudah kenal satu sama lain, yang tak lain adalah CEO Al Design perusahaan baru yang lagi naik daun jadi gw rasa Lo bukan orang sembarangan." Ucap Nania menggebu ingin tahu bagaimana bisa Ara bisa mengenal Alen dan Satria.


" Jangan konyol deh." Ucap Ara mengelak namun Davis yang daritadi diam ikut menimpali.


" Gw setuju sama Nania atau jangan-jangan Lo kenal sama CEO-CEO yang lainnya lagi misalnya Darmawan group."


Ara batuk karena tersedak liurnya sendiri bagaimana bisa tebakan mereka bisa tepat seperti itu?


Sedangkan Alen masih mengejar Jean, sudah sampai di apartemen Jean masuk dengan tergesa dia tidak tahu Alen mengikutinya dibawah.


Jean sudah masuk ke dalam lift sial Alen tertinggal, Alen langsung naik tangga darurat sebisa mungkin Alen mengejar Jean ingin menjelaskan semuanya.


Alen sudah sampai di lantai dimana unit Jean berada, Alen mengatur nafasnya yang tersengal.


Jean saat itu juga sampai dia tidak tahu Alen ada disana, Jean membuka pintu unit dan matanya bengkak dia tahu itu saat hendak ingin menutup pintu, Alen langsung menahan kakinya di pintu agar tidak tertutup.


Jean yang melihat pintu tak tertutup menatap kearah pintu disana ada Alen yang wajahnya memerah sambil mengatur nafas yang sedikit tersengal akibat berlari dari lantai satu ke lantai dua belas.


To be continued.


spill foto Alen terbaru.


__ADS_1


gimana ganteng gak? Mateng gimana gitu kan 😂😍


__ADS_2