
Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 28.
Suatu hari.
Satria kesal dengan penolakan kesekian kalinya yang diberikan Ara dan memilih menghabiskan waktu di sebuah bar.
“ Satu sloki vodka.”
Satu gelas baru saja didapat, asam manis pahit jadi satu namun sedikit meredakan sakit kepalanya akibat Ara dan Ara.
“ Bro.”
Satria menatap Valen, salah satu teman kuliahnya yang sedikit bobrok tapi sukses, kadang dia iri melihat Valen bisa bergaya namun tanpa bekerja. Valen sendiri adalah seorang investor yang memasukkan uangnya ke perusahaan yang sedang berkembang dilihat dari bursa efek dan kenaikan saham jika turun maka ia langsung menarik dana investasi dan mencari perusahaan maupun startup baru dan jadilah Valen meski tak bekerja setiap hari namun uang selalu mengalir.
“ Lo, Valen kan.”
“ Udah mabok aja masih sore bro.”
Satria berdecak, khas sekali seorang Valen karena hanya dia yang berani mengejek seorang keturunan Hadikusumo.
“ Lo ngapa dan disini? anak alim kayak lo mah pantesnya di masjid bukan ditempat maksiat gini.”
“ F*ck\, Ash*le your bast*rd.”
Keduanya hening, hingga suara Valen menginterupsi Satria, “ Bokin gw hamil.”
Satria nampak sedikit terkejut, “ Michele? Lo masih sama Michele?” dan dianggukan oleh Valen.
“ Lo tahu kan gimana bucinnya gw sama dia waktu kuliah? gw kejar dia sampe ke toilet dan dituduh penguntit dan lo tahu kan gimana gilanya gw ngejar dia ketika dia jalan sama Ando.”
Satria sedikit banyak tahu kisah Valen yang memang begitu mencintai Michele, padahal cantik juga tidak terlalu hanya manis sebagai lelaki Satria bisa menilai itu.
“ Lo hamilin dia? kok bisa? lo udah nikah?”
Valen tertawa, “ Dia gw ajak pacaran aja susahnya minta ampun apalagi dinikahin? ya kayak satu-satunya jalan sih buat gw supaya Michele mau sama gw, lo tahu kan cewek kalo udah hamil bakal pasrah dan menerima itu salah satu cara gw buat Michele mau sama gw, terkesan jahat emang tapi kalau nggak gitu dia nggak akan mau sama gw sampe kapanpun.”
Satria termenung, selama ini juga Ara tidak mau dengannya apakah Satria harus membuat Ara hamil dulu baru Ara mau dengannya? perihal Zayn dia akan menerima anak itu dengan tangan terbuka mesti Zayn adalah anak si brengsek Sagara tapi jika Sagara mau mengambil Zayn dia tidak masalah toh Zayn adalah anak kandungnya bukan.
“ Jadi menurut lo, kalau ada cewek nggak mau sama kita lebih baik kita hamilin gitu??” Tanya lagi Satria.
__ADS_1
“ Gw nggak menyarankan tapi ya lo tahu kan the power of kepepet jadi gw rasa itu satu-satunya jalan supaya dia mau sama kita meski kita harus terima amukan dari dia.”
*****
" Apa aku ada salah sama kamu Sat?"
Satria menghentikan mobilnya di sebuah tempat dimana banyaknya Padang ilalang dan sepertinya sudah tidak berada di ibu kota Ara bahkan bergidik ngeri menjelaskan apa yang terjadi saat ini firasatnya tidak baik.
Ara secara sengaja meraba ponsel tadi seingat Ara dia masih komunikasi dengan Sagara, dia menekan tombol rekam untuk menjadikan bukti jika Satria berbuat macam.
Sagara sendiri baru tiba di rumah Ara, dia ingin bermain dengan Zayn dan membawa beberapa camilan kesukaan Zayn dan ya sejak bertemu dengan Sagara, Zayn jadi bisa konsumsi susu kotak meski dibatasi jadi permintaan susu botol sedikit berkurang.
" Papi."
Zayn yang mendengar suara mobil berhenti dikira Ara yang pulang tapi justru malah papinya, semalam Sagara melakukan video call hingga Zayn terlelap dan berjanji akan mengajaknya bermain besok maka hari ini Sagara realisasikan.
" Hay tampan, are you okay?"
Zayn dengan semangat menganggukan kepalanya, " humm i'm okay but mami belum pulang papi."
" Ya, mami bilang sedang menuju arah pulang tapi harusnya sudah sampai."
Sebuah pesan suara yang dikirim Ara meski tidak terlalu jelas sepertinya mengambilnya secara sembunyi-sembunyi.
Suara seorang pria yang Sagara tahu itu adalah suara si anak curut.
“ Kamu tahu apa kesalahanmu? kesalahanmu adalah kamu menolak aku dan memilih membuka hati sama si brengsek itu.”
“ Aku nggak pernah buka hati untuk mas Sagara.”
“ Ck, bahkan dengan mudahnya kamu memanggilnya dengan sebutan mas? bast*rd.”
“ Ini bukan Satria yang aku kenal.”
“ Satria yang lo kenal udah mati belum lama ini, sekarang gw adalah Satria yang berambisi untuk buat lo hamil karena cuma itu jalan satu-satunya supaya lo bisa jadi milik gw.”
“ KAmu nggak cinta sama aku, kamu hanya terobsesi dengan aku Satria.”
Suara teriakan Ara membuat Sagara terkepal, dia tahu Ara dalam keadaan tidak baik, Ara sepertinya juga sengaja membagikan tempat dimana dirinya berada, Sagara bergegas pergi, Zayn yang tiba-tiba ditinggal Sagara menangis membuat Dewi keluar menghampiri Zayn.
__ADS_1
“ Mas Zayn kenapa?”
“ Papi.” Zayn menunjuk ke arah Sagara yang hendak menuju keluar pagar dan masuk ke mobil, Dewi mengejar Sagara, “ Pak mas Zayn menangis.”
“ Lo urus dia, Ara dalam keadaan bahaya.”
Dewi terkejut, gegas menganggukan kepala dan merapalkan doa agar Ara bisa selamat, menghampiri Zayn agar dia bisa tenang, “ Papi lagi jemput mami, mami sedang butuh pertolongan.” tidak mungkin Dewi mengatakan jika Ara dalam bahaya bisa-bisa Zayn menangis tidak berhenti sebelum ketemu maminya.
“ Mami.”
“ Mami akan baik-baik saja mas Zayn, doakan saja.”
Di Dalam mobil Satria, perdebatan panas terjadi Ara mencoba menjelaskan mengenai dirinya yang tak bisa membalas cinta Satria namun Satria seolah menolak alasan Ara karena bagi Satria Ara mencintai Sagara.
“ Lo cinta kan sama si brengsek itu.”
“ Aku nggak pernah cinta sama mas Sagara.”
“ Lo kira gw bodoh lihat tatapan lo sama dia?”
“ Kamu salah paham Sat, kamu tahu bagaimana Zayn terbentuk dan itu bukan karena cinta.”
“ Dengan lo memberikan dia kesempatan untuk jalan bareng dimalam minggu meski dengan alasan Zayn, kalau lo nggak memberi dia kesempatan hal kayak gitu nggak akan terjadi lo tahu? gw sakit Ra sakit banget, gw yang susah payah menyembuhkan luka lo itu dan sekarang disaat lo udah sembuh lo malah balik sama dia? ck gila nggak tuh.”
Ara bungkam, niat hati ingin menyenangkan Zayn dengan mau menerima permintaan Sagara keluar tapi justru malah menjadi bumerang sendiri.
“ Lalu kamu mau apa?”
Melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Ara takut dia hanya mampu merapalkan doa-doa saja didalam hati, Satria tertawa bahkan teriak histeris.
Arrgghhh.. Sial*n\, Baj*ngan\, Lo mau tahu alasan gw terima perjodohan dengan Melisa dengan mudahnya? Gw coba memantaskan diri kalo gw jadi duda dan lo meski belum nikah tapi punya anak dan memalsukan identitas lo sebagai janda gw merasa gw sudah bisa mengimbangi lo\, inilah cara gw memantaskan diri ke lo dengan menjadikan gw duda secepatnya tapi apa? apa yang gw dapet Ra? Sakit Ra sakit.”
Ara masih mencoba menenangkan Satria namun karena kecepatan diatas rata-rata di depan ada truk yang sepertinya mengalami rem blong terbukti dengan cara jalan truk tersebut yang zig-zag, Satria yang masih diliputi emosinya terkejut ada truk secara tiba-tiba datang dari arah depan dengan kecepatan cukup tinggi.
Ara menatap kedepan dan terkejut, Satria membanting setir ke arah sembarang menghindari truk namun naas di sebelah kanan tempat dimana dia membanting setir malah ada mobil.
Brak….
Tabrakan hebat seketika terjadi, dua mobil ringsek dan noda darah mengalir dari kedua mobil dimana sepasang manusia sudah tidak sadarkan diri.
__ADS_1
to be continued.