Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
S2 Bab 38.


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 38.


Ara terperanjat mendar penuturan wanita paruh baya tersebut meminta maaf agar Satria atau anaknya tidak dimasukkan kedalam penjara lagi pula siapa yang akan memasukkan Sagara kedalam penjara Ara saja sudah mati-matian meminta Sagara agar tidak membawa kasusnya ke jalur hukum.


" Maaf sebelumnya Tante memang siapa yang mau membawa kasus ke jalur hukum? Bahkan dari pihak saya saja tidak ada yang membuat laporan."


Giana tahu jika memang sampai saat ini belum ada laporan dari pihak Ara tapi tetap saja dia harus tetap memastikan.


" Kamu serius kan tidak akan membawa kasus ini?" Giana memastikan kembali.


" Sumpah demi apapun Tante saya tidak membawa kasus ini ke jalur hukum jika memang ada yang melaporkan anda bisa beritahu saya."


" Pantas saja Satria begitu sangat menyukaimu selain cantik kamu juga baik."


Ara hanya tersenyum dia tidak mau Geet sudah biasa dibilang seperti itu.


" Ara sebenarnya ada yang mau saya sampaikan ke kamu, sejak dia sadar dan tahu kamu mengalami koma bahkan setelah sadar kamu belum melewati masa kritis dia seperti orang gila dan saya cukup prihatin dengan keadaannya sering melamun dan menyalahkan diri sendiri, Ara ada satu keinginannya dia yang belum terpenuhi sebelum memutuskan untuk berangkat ke US seminggu lagi."


Apa Satria ingin ke US? Ingin bertanya tapi dia sadar diri jika melakukan hal tersebut yang ada Giana akan berpikir yang tidak-tidak mengenai dirinya.


" Kalau boleh tahu apa Tante?"


" Satria ingin bertemu denganmu untuk yang terakhir kalinya."


*****


Sejak pulang dari rumah sakit, Ara jadi banyak melamun bahkan pikirannya menjadi tidak fokus.


Zayn yang sudah pulang dari sekolah mendatangi kamar Ara yang masih sibuk melamun di atas ranjang, " mami apa mami sakit?"


" Hah?" Ara terkejut sejak kapan Zayn sang buah hati ada dikamarnya?


" Mami apa mami sakit?"


Ara mencium kepala sang putra lalu mengusap kepalanya, " Mami baik-baik saja sayang."


" Lalu kenapa belum makan siang?"


Zayn melihat dinakas samping Ara ada sepiring makanan yang dia yakini jika itu makan siang maminya dan belum disentuh terlihat dari bentukannya.

__ADS_1


" Zayn kalau tidak makan itu karena Zayn sakit dan merasa makanan menjadi pahit, apa mami merasakan itu? Apa Zayn perlu menelpon papi untuk pulang cepat?"


Ara menggelengkan kepalanya, " Jangan papi sedang sibuk jangan diganggu nak."


" Kalau begitu mami harus makan."


Zayn mengambil piring tersebut dan menyuapi Ara, mata Ara memanas bahkan tak bisa menahan rasa haru karena sang anak tumbuh lebih cepat dari anak seusianya.


" Nak mami mohon jangan cepat besar sayang?"


" Justru Zayn mau cepat besar supaya bisa jagain mami dan bisa bahagiain mami."


Hati ibu mana yang tidak meleleh mendengar ucapan sang anak yang begitu dewasa padahal anak ini usianya hanya empat tahun, Ara kembali memeluk sang anak dan Zayn kembali menyuapi Ara hingga makanan tersebut tandas.


Setelah itu bukannya pergi untuk istirahat karena sekolah full day pasti lelah tapi Zayn justru malah memijit kaki Ara dengan telaten dan mengucapkan kalimat yang membuat Ara kembali meleleh.


" Ya Tuhan Zayn kangen masakan mami, tapi Zayn mau sebelum mami masakin Zayn ayam teriyaki kaki mami sembuh dulu tolong sembuhkan kaki mami secepatnya kalau perlu rasa sakitnya pindah ke Zayn saja supaya mami bisa sehat."


Ara kembali menangis dia tidak kuasa menahan air matanya, ada rasa puas melahirkan dan tetap mempertahankan sang anak tidak salah jika dia berkorban perasaannya demi sang anak.


" Mami sayang Zayn."


*****


Dan Ara kembali berada didalam kamar kakinya cukup lelah tapi ada kemajuan setidaknya dia bisa belajar berjalan tanpa kedua kruknya.


Ara masih memikirkan permintaan Giana agar bertemu dengan Satria jujur dia belum siap tapi bukan berarti dia belum memaafkan Satria, hatinya ikhlas bahkan dia merasa lega setidaknya hutang budi kepada Satria sedikit terkikis meski tidak banyak.


" Ara."


Ara melihat Sagara yang sudah berganti baju menjadi pakaian bebas pantas saja jam sudah menunjukan pukul enam sore.


" Sudah pulang?"


Sagara mendekati ranjang, dia menatap Ara sebentar, sebenarnya Sagara sudah sejak tadi mungkin lima menit datang ingin tahu apa yang Ara lakukan namun melihat Ara terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu sepertinya ada yang sedang dipikirkannya.


" Apa kamu sedang ada pikiran? Maksudku kita sudah komit untuk saling terbuka bukan? Dan aku sudah melakukannya tapi aku rasa kamu belum melakukannya?"


Ara menatap Sagara, " Apa yang aku pikirkan? Aku ingin bekerja kamu tidak mengizinkan aku bingung bagaimana membayar Dewi kamu bilang kamu yang akan handel lagipula aku selalu didalam rumah apa yang aku pikirkan?"

__ADS_1


" Entahlah, kamu bisa membaginya denganku."


Ara menatap Sagara haruskah dia bercerita mengenai pertemuannya dengan Giana tapi mengetahui bagaimana kesalnya dan marahnya Sagara ketika siapapun yang berhubungan dengan Satria menemuinya dia mengurungkan niatnya.


" Aku hanya memikirkan Zayn dia tumbuh sangat cepat bahkan dia tahu kalau aku kelelahan karena fisioterapi dan memijitku."


Sagara mengelus kepala Ara dengan sayang, " Kamu permata dan cinta pertamanya Zayn kalau boleh jujur aku iri karena kamu lebih dekat dengan Zayn ketimbang aku tapi aku sadar bagaimana posisiku saat ini dan dulu mungkin dengan memberikan Zayn adik yang lucu dan banyak bisa membuat zayn tumbuh layaknya anak seusianya karena ada teman bermain."


Wajah Ara bersemu merah kenapa Sagara harus mengatakan hal itu sih?


*****


Dua hari kemudian Ara harus kembali cek up dan fisioterapi dia awalnya diantar Dewi tapi karena Zayn ada acara keluar lingkungan sekolah jadi Dewi mau tidak mau harus ikut karena memang asisten kepercayaan Sagara belum tahu menahu apa yang harus dilakukan olehnya maka jadilah Dewi yang mengantarkan.


Sagara sendiri sudah menyiapkan supir dan seorang asisten Ara hanya pasrah padahal ada hal yang harus dilakukan oleh Ara tapi Ara tidak yakin apakah asistennya tersebut bisa menjaga rahasia atau tidak.


" Ingat kamu jaga Ara dan laporkan apapun soal Ara dimanapun paham."


" Paham Bu."


Sagara sudah berangkat dan Ara mengantarnya sampai teras bersamaan dengan Zayn yang diantar supir ke sekolah dan Sagara berangkat sendiri nyetir karena Sagara lebih suka mengendarai mobilnya sendiri.


" Ingat sepulang ngantor kamu harus lapor seperti biasa."


Ara jengah mendengar yang selalu dikatakan oleh Sagara, setelah drama panjang akhirnya Sagara pamit bekerja.


Ara sedang bergegas tapi tak lama salah satu asisten Sagara datang.


" Bu maaf, Ayi tiba-tiba diare dan dua orang asisten sedang pergi pulang kampung disini hanya ada dua orang yang memegang pekerjaan."


Kesempatan bagus.


" Gak apa saya bisa sendiri ke rumah sakit lagipula saya diantar oleh supir kan?"


" Tapi pak Sagara sudah ingatkan kami untuk menjaga anda nona."


" Nggak masalah aku akan bilang nanti dengan Sagara jangan risau."


Kesempatan emas, Ara bisa masuk ke ruang pemeriksaan sendiri semoga saja apa yang direncanakan kemarin bisa berhasil agar dirinya tidak diteror oleh pihak mereka.

__ADS_1


To be continued.


__ADS_2