Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
S2 41 : Cemburu?


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 41.


Ara melangkah pergi dia bingung harus kemana namun tak lama tangannya ditarik dari belakang oleh seseorang dan dia tahu itu pasti Sagara.


" Mau kemana?"


" Pulang, udah selesai kan?"


" Kenapa aku ditinggal?"


" Kamu lagi kedatangan tamu aku nggak mau ganggu."


Sagara menatap Ara dengan tajam bak menghunus Ara yang dilihat pun jadi salah tingkah, " A…aapa?"


" Kamu cemburu?"


Hah apa dia bilang?


" Enggak buat apa aku cemburu."


" Tapi tatapan kamu dan cara kamu tadi nunjukin sebaliknya."


Ara melepas tautan tangan Sagara dari lengannya, " Ya memang kenapa kalau a…ku cemburu." Ucapannya sempat menunggu tapi dibalik kata cemburu yang diucapkan Ara langsung ciut dan Sagara yang senang bukan kepalang jadi kembang-kempis senang bukan main.


" Apa kamu sudah jatuh cinta sama aku?"


Wajah Ara merah padam dia memutuskan untuk mengalihkan pandangan ke arah lain dan Sagara tersenyum bahagia akhirnya setelah sekian lama hati Ara luluh bak es mencair.


" Aku mau pulang sendiri saja."


Ara melangkah lagi namun kali ini Sagara menarik tangannya dan masuk kedalam pelukan, " Dia cuma partner in bed ku dulu sebelum kenal kamu."


Apa dia bilang cuma?


Ara melepaskan pelukan dengan mendorong bidang dada Sagara dan menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan, " Apa segampang itu kamu bilang dia cuma mantan partner in bed? Bagaimana kalau posisi kita dibalik?"


" Maka aku akan hancurkan pria yang datang itu."


Sinting kan Sagara itu, Ara hanya menggelengkan kepalanya namun Sagara memegang kedua tangan Ara, " Meski aku brengsek dijamannya tapi percayalah aku nggak akan kembali ke masa itu apalagi sampai yang namanya cari selingkuhan hanya demi selangk*angan."


" Kenapa?"


" Karena aku udah puas main dari lubang satu ke lubang lain." Jawab Sagara enteng membuat Ara geram bukan main bisa-bisa nya dia bicara begitu Ara didekati satu pria saja dia sudah kalang-kabut sedangkan ini yang sudah melakukan hal lebih malah seolah bersikap santai.


Ara hanya menggelengkan kepalanya saja.

__ADS_1


" Sudah jangan cemburu gitu kita ke tempat selanjutnya."


Sepanjang perjalanan Ara hanya diam sepertinya hal yang seperti Helena tadi akan mampir kehidup Ara untuk absen sebelum menikah kesal dulu waktu jadi sugar babynya nggak ada masalah semacam ini tapi ini malah justru mampir ketika dirinya ingin masuk ke jenjang ke yang lebih serius.


" Kita sampai."


Algara catering adalah tempat keduanya berhenti, Sagara dan Ara turun dan disambut oleh salah satu petugas.


" Selamat datang ibu sudah menunggu."


Sagara menganggukan kepalanya sedangkan Ara tersenyum ramah. Masuk ke dalam seorang wanita cantik layaknya wanita karir pada umumnya menghampiri keduanya.


" Sagara welcome udah lama banget kita nggak ketemu."


Wanita itu seperti senang bukan main cipika-cipiki meski Sagara tidak membalasnya hanya berekspresi datar kaya triplek.


" Seperti yang gw omongin Elin kemarin gw mau booking buat tanggal yang gw kirim ke pesan Lo itu apa bisa?"


" Oh bisa jadi siapa yang married apa Alen?" Tanya wanita yang diketahui bernama Elin itu dengan antusias.


" Bukan tapi gw, dan she is mine."


Sagara menarik punggung Ara dan Ara yang sedang menatap kearah sekitar terkejut dengan tarikan Sagara.


" What? Are you kidding? Lo lepasin hubungan kita enam tahun dan gw kira Lo bakal dapat yang lebih baik rupanya malah orang kayak gini?"


Wajah wanita bernama Alice itu berubah menjadi entah lah yang jelas Ara bisa menangkap jika Alice pernah ada rasa dengan Sagara sepertinya.


" Oke karena selain gw temen Lo, gw juga hutang budi karena biar bagaimanapun Lo juga pernah bantu gw dan gw udah janji akan hal itu, so Lo ikutin dia gw ke belakang sebentar."


Sagara pergi namun Ara tak digandeng dan dia memilih melihat-lihat gambar yang isinya berupa menu dari beberapa bidang seperti Nusantara, western Asian food dan sebagainya.


" Kamu kasih Sagara apa sampai dia pilih kamu? Dari sekian orang yang pernah dekat dengan dia aku kira dia bakal pilih Helena yang memang semuanya sempurna tapi nyatanya cuma kamu yang jauh dari expert aku."


Helena jauh dari segalanya? Cuma modal suntikan dan oplas saja kok dibanggakan namun Ara hanya diam saja.


Tunggu sejak kapan Ara jadi julid begini.


" Aku suka sama dia banget-banget bahkan aku kasih apapun termasuk tubuhku ya mesti aku ketahuan selingkuh aku kira dia bakal kasih aku kesempatan."


Ara masih diam mendengarkan.


" Aku kasih nama Algara ini juga karena gabungan namaku dan juga dia segitunya aku suka dan sayang sama dia dan kamu tahu papa mamanya bahkan sudah kasih restu."


Ara sendiri? Kenal saja tidak sama papa mamanya bahkan Sagara terkesan enggan untuk berbincang-bincang masalah keluarganya selain Alen.

__ADS_1


" Aku cuma mau kasih tahu kalau Sagara nggak pernah bisa lupain malam panas kita berdua apalagi kita sampai di pelepasan dengan menyebut nama satu sama lain."


Alice pergi meninggalkan Ara yang mengepalkan tangannya secara sembunyi bahkan hatinya sakit Helena tadi dikira parah rupanya ada yang lebih jahanam darinya.


Ara mengadakan pandangan agar air matanya tidak tumpah dan Ara langsung memilih pergi meninggalkan tempat tersebut tanpa Sagara tahu jika Ara pergi.


Mencari taksi secepatnya Ara melesat menuju rumah kontrakan lamanya dia butuh menenangkan diri.


Sagara yang tak sadar Ara tidak mengikutinya mengajaknya bicara, " Menurut kamu gimana makanannya Ra?"


Tak ada sahutan dari Ara, Sagara menengok ke arah belakang loh dimana Ara?


" Ra.. Ra kamu dimana?"


" Gimana makanannya sudah kamu coba? Jadi makanan mana yang mau kamu pakai?" Tanya Alice yang baru datang dari belakang.


" Dimana Ara?"


" Ara?" Tanya Alice.


" Iya calon istri aku."


" Ya mana aku tahu." Bohong Alice padahal Alice tahu jika Ara pergi sambil menahan tangisnya dengan taksi Alice sejujurnya masih tidak rela jika Sagara jatuh kepada Ara gadis yang menurutnya biasa-biasa saja.


Sagara mencoba menelpon kebetulan sejak Ara sudah sembuh Sagara memberikan ponsel apel kegigit dengan harga sekitar delapan belas juta harga yang tak seberapa ketimbang dengan Ara yang siap mengandung.


" Sial mati."


Sagara tak mengatakan apapun dan langsung menuju ke mobil untuk mencari Ara dari GPS sudah dipastikan ponsel dimatikan sejak terakhir berada didepan Algara catering beberapa waktu lalu.


" Dimana kamu Ra?"


Sagara mencoba kerumah miliknya namun satpam bilang Ara tidak ada sejak pergi bersamanya dan Zayn belum pulang mungkin dia akan mendatangi sekolah Zayn dulu.


" Bu Ara nggak kesini pak."


Dewi menghampiri Sagara yang tiba-tiba datang, Sagara mengusap wajahnya dengan kasar pasti Alice mengatakan hal yang tidak-tidak apalagi tahu betul obsesi seperti apa seorang Alice.


" Awas saja kau Alice kalau bukan teman aku hancurkan bisnismu itu."


Sedangkan Ara menatap ke rumah kontrakan yang ditempati sebelumnya dia rindu suasana kehangatan tanpa orang lain macam Sagara dulu, dia mencoba menidurkan diri diranjang yang dulu dia gunakan.


Rindu begitu rindu dirinya akan kesederhanaan yang menyebabkan kenyamanan daripada kemewahan namun tak ada rasa nyaman didalamnya.


To be continued.

__ADS_1


Double up gak nih? Kalo mau aku cuma minta like, dan komen kalau sampai jam delapan nggak ada ya aku nggak jadi Double up 🙃👏


Othor butuh suntikan semangat.


__ADS_2