
Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 15 revisi satu. ( aku ada salah upload bab dan ini sudah aku revisi tepat jam 03.13 pagi dan semoga pagi ini sudah bab yang revisi baru makasih)
Ara masih diam ah tidak lebih tepatnya mencerna yang dikatakan oleh Alen apakah dia hanya sekedar usil atau hanya prank seperti jaman dimana keduanya masih SMA.
Tapi raut wajahnya tidak ada raut bercanda lebih tepatnya serius.
" Apa kamu bilang?"
" Gw suka sama Lo."
Ara ingin membuka mulutnya lagi tapi Alen menahannya, " Please jangan dipotong, gw akan mengeluarkan semua yang ada di dalam diri gw selama ini jadi setelah gw selesai Lo bisa jawab mau seperti apa."
Oke Ara mengerti disini Alen ingin menyelesaikan masalah hati yang belum selesai itu yang dipikirkan oleh Ara.
" Gw suka sama Lo sejak kapan ya gw nggak tahu tapi ketika gw ngelarang Lo dekat dengan pria manapun itu salah satu alasan karena gw nggak rela Lo Deket dengan pria manapun because ya i love you."
Ara masih memperhatikan Alen bicara.
" Sampai suatu ketika gw memutuskan mencari sosok pengganti Lo melalui orang lain, ya itulah alasan gw gonta-ganti pacar mencari sosok Lo di dalam orang lain yang seharusnya nggak gw lakuin karena ya balik lagi, Lo ya Lo mereka ya mereka dan itu mungkin kesalahan terbesar gw oh no bukan tapi seenggaknya itu salah satu kesalahan terbesar gw ke Lo yang menyebabkan perundungan yang Lo terima."
Dan jujur ketika Lo berubah gw seharusnya cari Lo buat minta penjelasan tapi karena masalah Shandy gw jadi larut dalam rasa bersalah itu."
Sampai suatu ketika Lo pergi dalam hidup gw, gw kira Lo pergi hanya beberapa saat saja seperti ketika Lo menghilang selama tiga hari itu, tapi nggak rupanya Lo menghilang lama bahkan sangat lama dan gw memutuskan untuk mencari Lo tapi ada hal yang bikin gw merasakan dikhianati oleh Lo, ketika Lo berhubungan dengan si brengsek yang sayangnya dia adalah kakak kandung gw sendiri, gw merasa banget tersakiti lalu gw meluapkan semuanya sama dia dan satu fakta yang bikin gw makin hancur, Lo melakukannya karena butuh uang, padahal gw sering tanya Lo butuh uang atau nggak tapi seolah Lo itu dalam keadaan baik-baik saja jadi gw memutuskan untuk percaya sama Lo yang katanya kerja dan gw seharusnya cari tahu ya benar nggak Lo kerja dan sejak kejadian itu gw kehilangan sosok kakak karena gw memutuskan untuk go a way dan bangkit dari keterpurukan, mencari cara agar gw nggak dipandang sebelah mata dan inilah gw yang saat ini ada didepan Lo, Alen dengan rasa sakitnya."
" Len aku benar-benar minta maaf."
" Its okay Lo nggak salah kok, jujur rasa cinta itu masih ada tapi terkikis oleh waktu ditambah sosok wanita lain datang dia adalah Jean, Lo tahu kan dulu waktu kuliah kayak apa Jean nempelin gw dan seperti karma gw ketergantungan sama sosok dia, perasaan gw hancur kemarin saat dia memutuskan untuk finish."
" Len, aku bisa bantu kamu jelasin ke Jean soal itu."
" Ra, nggak perlu gw sama dia udah baikan dan gw memutuskan untuk serius sama dia. Meski rasa suka gw masih ada ke Lo but itu nggak sebesar dulu, banyak yang bilang cinta datang karena terbiasa dan itu yang gw alami saat ini. Kejujuran gw saat ini ke Lo hanya sebagai bentuk tanggung jawab dengan diri sendiri kalau masa lalu harus segera diselesaikan tapi meski begitu gw bisa jadi temen Lo lagi kan ya walaupun situasinya dan keadaannya berbeda, gw nggak akan memaksa Lo lagi untuk jujur karena semua orang butuh yang namanya privasi kan?"
Sumpah demi apapun Alen jauh lebih bijak dan Ara merasakan hal itu, Ara tersenyum dia menganggukan kepalanya.
" Ya hubungan kita akan sama, sama-sama menjadi partner dan relasi bukan?"
Alen tertawa ya benar keduanya menjadi relasi karena ada suatu Project sehingga bertemu mungkin ini cara Tuhan menyuruh Alen untuk berkata jujur kepada Ara.
__ADS_1
" Len."
" Ya."
" Terima Kasih atas kejujurannya."
*****
" Mami…."
Ara melihat sang jagoan yang sedang menonton tv ditemani Dewi yang sudah terkantuk-kantuk karena waktu menunjukan pukul sembilan malam.
" Loh kok anak mami belum tidur sayang?"
Dewi yang mendengar suara majikannya kembali tersadar, " Maaf Bu mas Zayn tadi nggak mau tidur sebelum bertemu ibu."
" Yaudah kamu ke kamar aja istirahat biar Zayn tidur sama saya, matikan semuanya dan bereskan ya saya mau langsung tidur saja, ayo sayang let's go."
Zayn memegang telinga sebelah kanan sambil memegang selimut dinosaurus kebiasaan Zayn ketika mengantuk, Ara membaringkan Zayn di kasur.
Ara ke kamar mandi didalam kamar dan membersihkan diri, tidak lama cukup membersihkan sisa makeup dan sikat gigi ganti baju, untuk mandi mungkin dia akan mandi nanti setelah anaknya tertidur.
" Sudah selesai."
Ara keluar dari kamar mandi dan menghampiri Zayn yang masih diam memegang telinga sebelah sambil memegang selimut kesayangan nya itu.
Ara mengelus surai sang anak yang tebal, mendengarkan yang dikatakan oleh Zayn hingga salah satu percakapan membuat Ara tertarik mendengarkannya.
" Mami, tadi ada teman mami datang bertemu aku namanya om Haris dia baik banget sama aku mau menemani aku main Lego, padahal dia bilang kalo om haris itu tidak bisa memainkan Lego dan Zayn yang mengajarkannya tapi om itu jauh lebih pandai dari Zayn dan kami merancang istana Lego besar loh mi kata om Haris itu buat rumah masa depan mami."
" Om Haris?"
" Iya."
Haris? Teman lama? Seingat Ara, dia tidak memiliki teman bernama Haris di masa lalu karena Ara memang tidak memiliki banyak teman.
Haris? Tapi siapa? Ingatkan Ara untuk bertanya kepada Dewi besok akan sosok Haris itu.
__ADS_1
Ara larut dalam pikirannya tak sadar rupanya sang anak sudah tertidur, Ara menarik selimut dan mencium kening Zayn, anaknya sudah tumbuh besar bahkan lebih ceriwis daripada dirinya yang lebih introvert dan pendiam tapi tak masalah.
Ara memilih mandi, dia sempat berpikir di bawah shower yang menyalah siapa Haris?
**""*
Sagara datang keesokan harinya membawa banyak mainan dan beberapa action figure Naruto sesuai request dari sosok anak kecil yang akan ditemuinya.
Karena kemarin Sagara absen dari pekerjaan, dia harus ke kantor dulu dan datang di sore harinya sekalian rencananya dia ingin melihat ibunya Zayn ya siapa lagi kalau bukan Ara.
Tepat pukul tiga sore, dengan membawa satu kardus besar berisi mainan segala macam dia datang kerumah Ara.
" Om…"
Zayn terpekik bahagia melihat kedatangan sosok Sagara yang dikenalnya sebagai Haris, kalian tahu alasan Sagara tidak menyebutkan nama aslinya? Karena Sagara tahu anak itu pasti nanti akan bercerita dengan ibunya dan jika tahu dia adalah Sagara maka kemungkinan besarnya mereka akan pindah secara mendadak sedangkan dengan menggunakan nama orang lain berharap bisa bertemu.
" Hay ganteng, lihat om membawa banyak mainan."
" Wah…"
Meski Zayn terlihat seperti anak dewasa tapi yakinlah dia hanya anak kecil berusia empat tahun ketika melihat macam mainan akan terpekik senang.
" Karena om tidak tahu kamu suka apa, jadi om membeli beberapa supaya kamu bisa memilih."
Zayn membuka beberapa mainan dan memilih dan pilihannya jatuh pada sebuah mobil remot bisa berjalan, itu adalah mainan kesukaan Sagara dulu ketika kecil.
Banyak yang mirip antara Zayn dengan dirinya dan sepertinya melakukan tes DNA adalah langkah yang tepat untuk melihat apakah benar Zayn benih yang dititipkan secara tidak sengaja dulu kepada Ara atau bukan.
Tapi mengingat Zayn memiliki Daddy, dia Haris cari tahu apakah benar Ara sudah menikah atau belum.
" Om."
" Ah ya." Sagara larut dalam pikirannya sendiri terkejut mendengar panggilan Zayn.
" Ayo kita main bersama."
To be continued
__ADS_1