
Sugar Baby Kakak Sahabat Part 26.
Sagara melihat Wardana pergi menjauh sedikit curiga, padahal jika emmang hanya ingin menerima telepon dari orang penting, jarak 10 meter saja sepertinya cukup dan Sagara juga bukan orang yang begitu ingin tahu urusan orang alias KEPO, namun dirinya menatap kearah sekitar Ara masih belum belum kembali dari toilet dan Sagara sedikit khawatir.
namun entah kenapa pikirannya seketika berputar kepada kejadian dimana Wardana mencoba meminta Ara untuk tidur bersamanya, Sagara langsung menghampiri toilet dimana Ara berada, karena memang toilet disini baru ada satu itupun untuk kepentingan para investor ketika meninjau pembangunan.
Sagara berlari dan melihat tulisan toilet rusak, Sagara tidak langsung percaya begitu saja, dia mencoba menempelkan daun telinga dipintu dan benar suara seperti wanita yang ditahan dengan kesal dan amarah yang memuncak, Sagara mendobrak pintu kamar mandi, keduanya yang berada didalam terkejut atau lebih tepatnya Wardana yang terkejut karena Sagara begitu cepat menemukannya.
“ Baj*ngan.”
Sagara mendekat, menarik kerah Wardana dan meninjunya hingga berkali-kali dan babak belur meski Wardana juga melawan namun tenaga Sagara yang tengah berada di puncak emosinya seketika membuatnya begitu kuat, Sagara yang melihat Wardana sudah terkapar pun menginjak perut Wardana yang sudah hampir hilang kesadaran, Darah yang keluar dari mulut dan hidung Wardana tak membuat Sagara jijik bahkan Sagara duduk diatas perutnya setelah menginjaknya.
“ Orang kayak lo nggak bisa dibilang secara halus, dan mulai hari ini kerjasama kita berakhir jangan salahkan kalau kehancuran lo sudah didepan mata.”
Sagara menepuk pipi Wardana yang tengah menatapnya dengan nyalang, Sagara bangkit dan menghampiri Ara yang tengah duduk ketakutan, Sagara menggendong Ara menuju mobil dan membawa Ara menuju hotel.
Ara duduk dan Sagara melihat rahang Ara yang sedikit memerah namun untungnya tidak ada hal yang parah, keduanya terdiam atau Sagara memberi ruang kepada Ara, Ara hanya diam dengan tatapan kosong.
“ Ra.”
“ Aku benar-benar dianggap murahan sama pria itu.”
Sagara menggeleng, dan membawa Ara kedalam pelukannya, Ara menangis disana untuk pertama kalinya Sagara melihat Ara menangis sumpah demi apapun Sagara akan menghancurkan Wardana.
Sagara melepaskan pelukan, mengambil ponselnya, “ Batalkan semua kerjasama dan transaksi dengan Wardana grup.”
-
Ara tertidur setelah lelah menangis, terbangun ketika matahari sudah sedikit condong ke barat, melihat jam sudah menunjukan pukul tiga sore cukup lama Ara tertidur namun Sagara tidak ada dimana pria matang tersebut berada.
__ADS_1
Ara masih diam, mengingat kejadian tadi siang dimana Wardana melec*hkannya, Ara tidak menyangka jika Wardana akan melakukan itu, dia kira Wardana adalah pria baik-baik namun hanya tampilan luarnya saja.
Pintu hotel terbuka ada Sagara dengan membawa paper bag dari brand resto yang Ara tahu ada didekat sini, Sagara datang lalu mencium b*bir Ara sekilas dan duduk disisi Ara.
“ Sudah bangun dari tadi?” Ara hanya menjawab dengan gelengan kepala karena memang Ara belum lama terbangun.
“ Aku tadi beli makan, kita makan dulu ya kalo mau jalan nanti kita keluar mau kemana aja terserah kamu oke.”
Wajah sendu Ara seketika berubah menjadi ceria, Sagara yang gemas malah menarik pipi Ara dan tentu Saja Ara langsung cemberut.
“ Sakit mas.”
Sagara menatap Ara, dia sudah candu dengan gadis kecil yang sayangnya adalah sahabat dari adiknya ini, Sagara mencium sekilas b*bir Ara dan tersenyum, “ Maaf sudah membuat kamu dilec*hkan sama bajingan itu.”
Ara langsung menggelengkan kepala dan memegang kedua tangan Sagara, “ Mas Sagara nggak salah emang dianya saja yang mata keranjang.” mendengarkan kata demikian dari mulut Ara, Sagara lega setidaknya Ara-nya tidak menyalahkan dirinya sendiri lagi.
“ Yasudah kalau begitu kamu makan dulu ya.”
“ Aku sudah makan tadi, aku kira tadi kamu belum bangun makanya aku dine in tadi.”
Ara hanya menganggukan kepalanya lalu memakan makanan yang dibawa Sagara tadi, lalu bergegas membersihkan diri untuk bersiap untuk berkeliling sekitar Uluwatu.
Tempat pertama yang dikunjungi adalah GWK alias Garuda Wisnu Kencana dimana taman wisata yang satu ini berada di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Bali. Pada teman tersebut ada patung dari dewa Wisnu yang mempunyai tinggi sekitar 120 meter.
yang kedua adalah Pantai Suluban, salah satu wisata tersembunyi yang dimiliki daerah KUTA dengan pemandangan matahari terbenam yang kebetulan keduanya memang baru tiba ketika senja mulai tiba, rencananya keduanya akan menghabiskan waktu hingga matahari terbenam dan terakhir barulah mereka akan menuju Single Fin untuk menikmati makan malam romantis.
“ Your Happy?” Tanya Sagara ditengah dinner romantis menatap sang sugar baby yang sangat cantik dengan gaun pantai bali terusan juga telinganya diberi bunga kamboja yang dipetik ketika sampai di Single Fin.
“ Yes, I'm Happy nggak ada alasan aku untuk nggak senang bukan?”
__ADS_1
Sagara dan Ara kembali menikmati sajian makan malam, keduanya akan kembali lusa karena masih ada waktu dua hari sebelum aktivitas keduanya dimulai dan rencananya mereka akan menuju Jimbaran Bali sebelum kembali ke Jakarta.
-
Alen sedang berada di sebuah cafe sehabis pulang kerja rasanya dia terlalu malas untuk pulang, selain karena suasana sepi ada yang mengganggu pikiran Alen sejak beberapa hari mengenai Ara.
Alen sudah menghubungi temannya, salah satu teman yang dimiliki ketika duduk di bangku SMA yang memiliki sebuah perusahaan detektif milik orang tuanya yang kebetulan sudah dua tahun ini dipegang olehnya.
“ Sorry lama kalo gw bilang macet pasti ketahuan banget gw bohongnya karena tengah malam gini kalau nggak tahun baru mana ada macet ya kan.” Seorang pria menepuk punggung Alen yang masih asik menyes*p rokoknya baru tiba.
“ Santai aja jadi lo masih nyediain jasa detektif kan, Axel?” Tanya Alen to the point pada Axel sahabat lamanya itu.
" Ya emang kerjaan gw itu, kenapa? Butuh?"
" Ya."
" Buat apa? Musuh Lo." Tanya Axel sambil ikutan meny*sap rokoknya.
" Ara."
" Ara? Cewek yang suka ngikutin Lo waktu SMA itu? Cewek Lo?" Beo Axel, sedikit dia tahu Ara yang tak lain cewek yang suka ngintilin Alen ketika masih SMA hanya sekedar itu.
Alen tak menjawab pertanyaan yang diberikan Axel hanya permintaan saja karena untuk alasannya masih belum menemukan yang tepat.
" Gw Lo mau ikutin dia."
" Ya tapi apa alasannya? Lo jadian sama dia?"
Alen tersenyum, " Gw calon suaminya." Seketika Axel hanya mendengus meremehkan yang dikatakan Alen.
__ADS_1
To be continued.