Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
S2 bab 24 : Firasat.


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat Season 2 part 24.


Alen yang melihat Sagara datang menegang namun sebisa mungkin meminimalisir rasa terkejutnya tak mau membuat Sagara besar kepala.


" Zayn sayang uncle mau pamit ya ada pekerjaan yang harus uncle kerjakan sekarang."


" Yah, padahal Zayn ingin main sama uncle."


Sagara tahu jika Alen tidak nyaman dengan keberadaannya dan mencoba memberi pengertian, datangi Zayn mengusap kepalanya dan berkata, " Zayn sayang nantikan bisa main sama papi."


" Papi mau main sama Zayn?"


" Of course bahkan kalau Zayn mau mengajak papi dan mami keluar papi akan sangat senang."


Ara hanya membulatkan matanya sedang Alen tersenyum masam bisa sekali pria brengsek itu mengambil situasi dalam kesempitan.


" Okay, see you kapan-kapan kita main lagi." Alen bangkit dan pamit kepada Ara yang sedang melihat ketiga orang beda generasi tersebut, " Gw pamit Ra."


" Oke, hati-hati titip salam sama Jean."


Jean? Siapa dia? Batin Sagara dalam hati.


Suara mobil Alen sudah tak terdengar, Ara memutuskan untuk memasak dibelakang ini kesempatan Sagara meminta bantuan Zayn meminta Zayn untuk keluar.


" Zayn." Panggil Sagara.


" Ya papi?" Jawab Zayn yang tengah bermain robot-robotan dari Alen.


" Mau makan diluar gak? Ajak mami supaya mau makan diluar?"


" Sama siapa papi?"


" Sama papi, mami dan Zayn tapi jangan bilang kalau papi yang ngajakin."


" Mbak Dewi nggak diajak papi?" Tanya Zayn dengan polosnya membuat Sagara memikirkan cara bagaimana membuat alasan agar Zayn tidak salah sangka.


" Mbak Dewi pasti nggak mau kita kan mau quality time sayang." Ucap Sagara sambil mengusap kepala Zayn."


" Apa pi? Kuliti time?"


Sagara tertawa renyah, " Bukan kuliti sayang tapi quality time, Zayn suka makan apa?"


" Makan ayam huhah ayah enak."


" Oke, nanti kita makan itu."


*****


Akhirnya setelah bujuk ratu maut Sagara dan juga mencuci otak Zayn agar dia mau membujuk Ara makan malam diluar, ketiganya berangkat keluar.


Dewi tidak mau ikut, sadar diri jika Sagara ingin bersama dengan anak dan ibu dari anaknya sangat cocok menjadi keluarga Cemara.


Ara yang memangku Zayn karena tidak mau duduk di belakang tadinya Ara ingin mengalah duduk di belakang tapi lagi-lagi Sagara berhasil meyakinkan Zayn agar Ara duduk didepan.

__ADS_1


Zayn sepanjang jalan berceloteh beruntung Ara tak bosan menanggapi.


" Mami, kemarin aku dapat stars besar dari Miss Jelita."


Sagara baru tahu rasanya sebahagia ini berkumpul bersama keluarga dan keyakinannya semakin besar untuk bersatu dengan Ara.


" Ra."


Ara yang masih menanggapi Zayn memandang kearah Sagara yang memanggilnya.


" kamu lihat betapa bahagianya Zayn bersama kita dia akan semakin bahagia kalau kita dipersatukan dalam ikatan pernikahan."


Lagi-lagi Sagara menggunakan situasi dimana Zayn ada malas sekali Ara menjawabnya.


" Kamu nggak mau nikah sama aku, kamu sudah memaafkan aku dimasa lalu kan? Aku bisa jamin hal kayak kemarin tidak akan terulang lagi."


Bagaimana mau percaya, Ara melihat bagaimana Sagara tidak bisa menjaga emosinya ketika dipancing oleh Satria dirinya tak yakin Sagara mau berubah.


" Papi sama mami bahas apa? Serius sekali." Ucap Sagara yang menatap Ara dan Sagara bersamaan.


" Kamu nggak mau punya adik Zayn?"


Uhuk….


Ara batuk tersedak liurnya sendiri bagaimana bisa Ara memberikan adik untuk Zayn sedangkan dirinya saja belum menikah.


" Seperti papi sama uncle Alen ya, jadi Zayn akan punya teman untuk bermain?"


" Tentu."


Sumpah demi apapun Ara ingin menenggelamkan Sagara ke kali Cisadane Tangerang.


*****


Sampai di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, mall lebih tepatnya Sagara mengajak Ara dan Zayn kesebuah tempat makan lalu baru mengajak main time zone.


Satu dua game, Sagara dan Zayn main bersama namun selanjutnya Sagara hanya memperhatikan Zayn bermain sendiri bersama Ara disebelahnya.


" Ra."


Ara yang masih fokus melihat Zayn bermain menatap Sagara, " Kenapa?"


" Tawaran aku tadi masih terbuka lebar Ra, bahkan jika kamu mengajukan beberapa syarat akan aku usahakan untuk aku kabulkan."


Ara menatap Sagara, " Berdamai dengan masa lalu kamu apa kamu bisa?"


Sagara tahu maksud Ara, tapi dia tidak bisa menjawabnya secepatnya.


*****


Hari Senin tiba, produktif untuk pekerja macam Ara dimulai, dia hendak berangkat ke kantor seperti biasa membuat makanan untuk sarapan dan makan siang dan makan malam Dewi akan memasak atau kalau tidak membeli diluar.


Ara sudah selesai, Zayn sudah sarapan sebentar lagi berangkat ke sekolah bersama supir yang dikirim Sagara.

__ADS_1


" Ra."


Ara yang hendak keluar menghampiri supir ojek online tidak jadi karena ada Sagara di depannya.


" Mau anter Zayn?"


" Nggak mau anter kamu."


" Aku udah pesen ojek online tapi dia sudah datang."


" Dan aku sudah batalkan."


Ini yang Ara tidak suka, Sagara melakukan sesuatu sesuai keinginannya tanpa memperhatikan kepentingan dirinya.


" Kamu kenapa melakukan itu?"


" Sengaja supaya kamu bisa berangkat bareng sama aku."


Mau tidak mau Ara menerima tumpangan dari Sagara tapi tak jauh dari mereka sebuah mobil putih memandang keduanya dengan rahang mengerat.


Dia memandang keduanya sambil memegang amplop coklat dimana akta cerai sudah ada di tangannya.


" Now, showtime honey aku sudah siap melakukannya sayang."


Pria tersebut pergi meninggalkan rumah Ara yang sudah ditinggalkan oleh penghuninya untuk bekerja.


Dia tersenyum mengerikan waktunya dia membuktikan kalau ucapannya adalah bukan omong kosong semata.


Sore harinya Ara sudah pulang, dia tidak bareng dengan Sagara karena menolak dan lagipula Sagara sedang bertemu kolega dari luar kota.


Suasana sudah sedikit sepi, dia turun ke lobi dan memesan ojek online di sana.


Namun seseorang berhenti tepat di depan Ara, dia sedang mengirim pesan katanya mau mampir pulang kerja nanti dan Ara menanggapinya dengan kata silahkan.


" Ara."


Ara menoleh ada Satria didalam mobilnya dia tahu jika Satria tidak di kantor yang sama dengannya.


" Satria ada apa?"


" Balik bareng yuk, ojek online lagi demo." Satria berdusta tapi memang kalau sore ojol sedikit susah dan melihat kanan dan kiri dia tidak melihat ojol.


" Ayolah." Bujuk lagi Satria dan mau tidak mau Ara menerimanya.


Keduanya pergi bersama namun entah kenapa Ara memberitahu Sagara jika dia pergi bersama Satria.


" Aku pulang bareng Satria."


Perasaan Sagara tidak enak entah itu cuma firasat atau bukan tapi dia mencoba berpikir positif.


" Gw kenapa ya?"


" Ra, coba sherlock."

__ADS_1


To be continued


__ADS_2