
Sugar Baby Kakak Sahabat part 24
Keesokan harinya, Ara dan Sagara pergi menggunakan mobil yang memang sudah disiapkan Sagara untuk aktivitas selama di Uluwatu, sepanjang perjalanan Ara sangat menikmatinya bahkan tak jarang Ara akan mengeluarkan kalimat takjub akan pemandangan selama perjalanan.
Sagara menggunakan tangan sebelah kiri mengambil tangan Ara dan menggenggamnya bahkan sedemikian mencium telapak tangannya, Ara yang melihat aksi Sagara hanya tersipu malu.
" Kenapa merah begitu wajahnya?" Goda Sagara dan langsung mendapatkan pukulan ringan dari Ara.
" Jangan bikin aku baper deh mas kalo pake hati bisa repot."
" Loh pakai hati juga nggak apa."
Ara mendengus jika saja tidak ingat salah satu poin di perjanjian antar keduanya jika tidak boleh melibatkan hati maka Ara mungkin saja sudah dimabuk kepayang oleh perlakuan manis Sagara namun jika seperti ini terus, Ara tidak menjamin hatinya akan baik-baik saja mendapatkan perhatian dan afeksi sebegini ya dari Sagara.
" Hp kamu nggak aktif?"
" Sengaja Alen pasti cari aku."
Sagara menganggukan kepalanya tanda mengerti, anaknya sedang dalam tahap mencari jati diri dalam harfiah sosok yang sebenarnya dia cintai dan tentu saja Sagara yang seorang pria juga tahu bagaimana adiknya mencintai Ara meski belum mengungkap secara langsung kepada Ara.
Tapi setelah melewati beberapa waktu dengan Ara, salahkan jika Sagara tidak merelakan Ara bersama adiknya?
" Mas."
Sagara yang melamun langsung tersadar karena Ara menyenggol lengannya, " Ya Ra, kenapa?"
" Mas Sagara lagi ada masalah?"
Sagara menghentikan mobil kebetulan di tempat yang sepi, memegang kedua lengan Ara yang tentu saja membuat Ara terkejut.
" Ra, boleh aku bertanya?"
" Ya boleh, emang mas mau tanya apa?"
__ADS_1
" Seandainya Alen menyatakan cinta sama kamu, apa kamu bakal terima cintanya Alen?"
Pertanyaan yang sebenarnya sudah pernah Ara dengar hanya saja yang bertanya membuat Ara cukup terkejut.
" Mas kok tanyanya gitu?"
" Ya aku cuma tanya saja memang salah? Aku rasa kamu tahu kalau Alen itu suka sama kamu dan aku masih belum tahu bagaimana kamu ke Alen dan jujur aja aku sudah cukup merasa nyaman sama kamu selama beberapa waktu dengan kamu berjalan jadi agak cringe aja."
Ara menghela nafas dengan kasar, dia mungkin masih mencinta Alen meski tak sebesar dulu hanya saja dirinya yang sebelumnya sudahlah berbeda dalam artian sudah tidak ada yang bisa dia banggakan mungkin jika saja Alen tahu bagaimana Ara yang sekarang sudah tentu Alen akan jijik dengannya.
" Aku memang pernah suka sama Alen tapi aku sadar diri aku sudah kotor."
" Kata siapa kamu kotor? Kamu itu tidak seperti itu karena kamu melakukannya hanya sama aku beda ceritanya kalo kamu melakukanya sama banyak orang lagipula kamu melakukannya karena terpaksa bukan? Tolong jangan berkata begitu aku sakit dengarnya."
" Tapi benar kan? Bahkan aku rela jual tubuh aku hanya karena uang apa namanya kalau bukan kotor? Dan lagi…" belum sempat Ara melanjutkan ucapannya, Sagara langsung ******* benda kenyal yang sudah menjadi candunya, bi**r indah dan seksi dengan warna pink alami yang dipoles oleh lipgloss strawberry membuat Sagara tak bisa berhenti menyesapnya beruntung keadaan mobil sudah ditepikan Sagara.
" Kamu terlalu merendah Ra."
Ara ingin protes, namun Sagara sudah mengatur kursi yang digunakan Ara agak setengah berbaring dan Sagara langsung menyerang Ara dengan ci**an panas dan menuntut, Ara hendak mendorong tubuh Sagara namun tenaganya jauh lebih besar.
Ditengah nafas yang terengah, Ara bertanya apa yang akan dilakukan oleh Sagara terhadapnya karena kondisi saat ini keduanya sedang berada di pinggir jalan dan meskipun keadaan sepi tetap saja ini adalah tempat umum tidak tahu saja Ara jika kaca film sudah diatur sedemikian rupa sehingga hanya yang di dalam mobil saja yang bisa melihat keluar tapi yang diluar tidak bisa melihat kedalam jadi Sagara merasa aman saja.
Namun Sagara tidak menjawab dia menatap dalam Ara meneliti wajah yang sudah sedikit memerah akibat ulahnya, dia menyentuh permukaan pipi halus Ara lalu mengarahkan wajahnya ke telinga Ara dan berkata, " Aku mau menghukum kamu."
Ara menggeleng wajahnya mendadak panik, " Jangan di sini Mas ini tempat umum."
" Justru itu, kita belum pernah melakukan sensasi yang baru bukan? And Time is showing now."
Tanpa basa-basi, segera langsung membuka atasan Ara dan memberikan jejak-jejak di sekitar leher putih Ara, tak lupa bagian bi**r menjadi sasaran utamanya dan yang tidak digunakan oleh Sagara langsung membelah bagian inti Ara yang terbalut rok dan tentunya hanya ada segitiga tipis di dalamnya, Sagara memberikan aturan pada Ara jika selama berada di Bali, arah hanya diperbolehkan menggunakan rok atau dress dengan segitiga tipis tanpa pelindung kain lainnya tentu saja alasannya agar mempermudah Sagara dalam melancarkan aksinya yaitu melakukan iya-iya.
Ara yang masih panik mencoba negosiasi dengan Sagara yang masih saja menyerang area titik sensitifnya sehingga suara indah dan merdu selalu keluar dari sugar baby nya.
" Ough… mas please nanti kalau ada yang melihat gimana? Kita bisa digerebek dan diarak Mas."
__ADS_1
" Why not? maybe I like this."
Gila Sagara sudah berada dititik gilanya. Jari mungil Sagara langsung membelai inti milik Ara yang sudah basah karena serangan yang Sagara berikan di titik sensitifnya, Ara hanya mampu mengikuti dan mengimbangi.
Sagara membuka pembungkus little yang sudah menegang tersebut, membuka segitiga tipis hanya dengan menggesernya saja tanpa membukanya, little yang sudah baper minta masuk melesak kedalam, heran sekali Sagara kenapa milik Ara masih saja sempit padahal Ara setiap hari dia ajak iya-iya.
" Kamu menjepit milikku Ara."
Ara yang sudah hilang kesadaran karena ulah Sagara yang membawanya terbang hanya mampu meleng*h dan sesekali memanggil nama Sagara, mobil yang tadinya tenang seketika langsung bergoyang seperti gempa lokal.
Sagara masih saja memacu dengan cepat padahal Ara sudah beberapa kali sampai puncak namun tidak ada hentinya Sagara memacu bahkan sesekali mengubah Ara kaki Ara yang saat ini berada di bahu kokohnya."
" Mas ough please aku lelah."
" Sebentar lagi aku sampai honey."
Dan tak lama segera mengeluarkan little dari sangkar indah milik Ara dan mengeluarkan bisa tepat di pangkal p*ha Ara, Sagara yang sedikit usil langsung memegang bisa little dan memasukkannya ke dalam milik Ara yang sudah sangat basah akibat ulahnya, Sagara mengacak-acak milik Ara dengan dua jarinya dan kini Ara mulai menginginkannya lagi.
" Mas."
Ara minta Sagara berhenti namun buka nya berhenti, Sagara justru mempercepat tempo membuat inti Ara kembali basah dan suara yang Ara keluarkan menandakan Ara sudah mulai menginginkannya lagi dan apa yang Sagara lakukan selanjutnya? Tentu saja membiarkan rasa tak nyaman karena Ara belum keluar namun Sagara malah berhenti memainkannya dan tentu saja membuat Ara protes.
Sagara sepertinya ingin menghukum Ara.
" Kok berhenti??" Tanya Ara bingung dengan sedikit frustasi.
" Kamu kan yang minta berhenti??"
" Tapi nggak sekarang juga lah nanggung nih udah nggak enak banget minta dikeluarin."
" Kalau begitu keluarin aja sendiri aku akan melihat bagaimana kamu menyenangkan diri kamu sendiri" jawab Sagara sambil menyeringai.
Ara yang kesal karena tidak tuntas akhirnya menahan diri agar tidak melakukannya sendiri.
__ADS_1
To be continued.
oke Doble up hari ini Yee.... 👏👏👏