
Nanti dibawah aku kasih cast untuk novel aku ya, semoga suka.
Sugar Baby Kakak Sahabat Part 30.
Suara pukulan demi pukulan menggema di sebuah rumah besar yang penghuninya jarang berada didalamnya.
" Brengs*k Lo, baj*Ngan."
Alen terus saja mengumpat sambil memikul pria dibawahnya, tak ada lagi yang namanya saling menghormati yang dipikiran Alen hanya memukul hingga amarahnya meluap.
Sedangkan Sagara sendiri mencoba menghalau tanpa melawan tidak tahu apa yang menyebabkan adiknya itu memukulnya secara membabi buta, bukan Sagara tak bisa melawan hanya sebagai kakak dia tidak mau main tangan.
Tapi semakin diam Alen semakin menjadi, Sagara akhirnya melawan dan kini Alen berada dibawahnya tangannya dikunci oleh kedua tangan Sagara.
" Stop it stup*d apa yang kamu lakukan?"
Beberapa pekerja disana datang dan memisahkan Alen juga Sagara, wajah Sagara yang tampan tertutup banyak lebam sedangkan wajah Alen memiliki memar sedikit karena memang dia yang mendominasi perkelahian.
Alen dan Sagara berhenti berkelahi setelah berhasil dihentikan pekerja, sambil mengatur nafas yang terengah akibat perkelahian keduanya, Alen mencoba melawan kembali tapi sayangnya tak sampai.
Keduanya duduk saling bersisian dan hening, Alen masih menatap Sagara dengan tajam sedang Sagara masih mencoba menahan rasa sakit.
" Kenapa kamu melakukan hal itu?"
Alen berdecih, " Ada hubungan apa Lo sama Ara? Jawab?"
" Hubungan?"
" Nggak usah pura-pura bodoh dan beg*, gw pernah ikuti kalian sampai apartemen X dan Lo rangkul Ara dengan mesra."
Sagara diam sejenak tapi diamnya Sagara bukan berarti tak berpikir.
Memikirkan apa yang harus dijawab dan katakan atau memberikan alasan supaya Alen percaya dengannya, sebenarnya mau saja Sagara bicara jika keduanya memiliki hubungan spesial tapi seperti yang pernah dikatakan Ara ketika itu jika Alen tengah curiga dengannya.
" Ara hanya meminta pekerjaan kepadaku."
" Kalau memang Ara minta kerjaan, kenapa dibawa ke apartemen? Kenapa harus dirangkul? Orang akan berpikir macam-macam tau nggak dengan Lo memperlakukan Ara seperti itu? Gw ngerasa dikhianati Lo kak, sumpah gw kecewa banget sama Lo."
__ADS_1
Sagara menghela nafas dengan kasar, menetralisir rasa sakit yang sudah mulai terasa di sekujur tubuhnya, ayo Sagara harus berpikir apa yang harus dijawab olehnya.
" Ara memang meminta pekerjaan denganku, dia baru bilang ketika aku sudah dijalan dan kami memutuskan untuk bertemu di apartemen yang kebetulan Ara sedang berada tak jauh dari sana dan masalah merangkul kamu tahu Ara se-introvert apa bukan? Aku hanya ingin memberikan rasa nyaman saja tidak lebih dari itu lagipula kita sudah saling mengenal jadi aku rasa nggak masalah, kalau tidak percaya, kamu bisa tanya kepada Ara-nya langsung."
Alen diam, membuang nafas dengan kasar hah rasanya dia sudah salah paham.
" Belakangan ini Ara berubah, dia seperti menjauh dan tiga hari pergi tanpa memberi kabar lalu sekalinya bertemu seolah kayak menjaga jarak melihat kalian seperti kemarin ya wajar dong gw ngerasa kalian ada yg hubungan?"
Meskipun Sagara terlihat tenang namun jujur saja dirinya sedikit cemas dan juga dia belum siap dibuang oleh Alen, kedua orang tuanya sudah tak dipedulikan hanya Alen yang dia miliki sekarang ini, meski Sagara bicara kepada Ara jika dia siap melepas ikatan pada Alen tapi dari lubuk hati yang terdalam dirinya tak siap dibenci oleh Alen.
" Bukankah kamu punya pacar lagi?"
" Siapa yang bilang? Ara? Ck dia salah sangka, gw sama Jean nggak ada hubungan apapun lagi pula juga kemaren gw deket sama Jean buat dapetin kerjaan bukan buat jadiin pacar kalo Jean ke gw bukan urusan gw kan?"
" Memang apa yang kamu cari dengan bekerja? Uang yang aku kasih ke kamu masih kurang sampai kamu harus kerja?"
" Gw mau buktiin ke Lo dan dua orang itu kalau gw bukan anak kecil lagi."
" Apa dengan seperti itu kamu pikir kamu bisa membuktikan kepada kami kalau kamu bukan anak kecil? Sadar dengan kamu main hakim sendiri seperti ini justru semakin meyakinkan kami kalau kamu itu memang masih anak kecil yang lebih percaya dengan apa yang dilihat kamu juga masih mementingkan keegoisan kamu, dan lagi memang Ara ada perasaan sama kamu setelah apa yang kamu perbuat sama dia selama ini? Menjadikannya kambing hitam dengan para mantan kamu? Dan juga kamu jika memang sudah dewasa harusnya bisa membedakan bagaimana Ara melihat kamu."
Alen diam, merasa tersentil dengan yang dikatakan oleh Sagara tapi pikirannya seolah tak terima dengan yang dikatakan oleh Sagara, bagi Alen hanya Alen yang mampu melindungi Ara dan hanya Alen yang tahu bagaimana Ara seolah Alen adalah yang terbaik untuk Ara.
“ Bagaimana jika sebaliknya?” Pertanyaan Sagara menjebak, Sagara sendiri berdecak pada Alen ini yang dibilang lebih baik menjaga Ara? yang benar saha meski Alen bekerja bukannya meremehkan memang gajinya berapa? paling hanya cukup untuk kebutuhan Alen saja sedangkan dirinya, semua mampu dilakukan Sagara.
Alen bangun dari duduknya, sebelum keluar dia berkata maaf kepada Sagara dan pergi dan Sagara sudah bisa pastikan jika Alen akan menemui Ara.
Sagara sendiri menatap Alen hingga menghilang, dia menghela nafas dengan kasar sambil bergumam, “ Maaf”
Sagara mengambil ponselnya,“ Harusnya dia masih di apartemen.” karena Sagara meninggalkan Ara dalam keadaan kelelahan dan dia tadi tertidur. Sagara langsung mengirim pesan ke salah satu kontaknya, mau bicara masih sakit setidaknya biar dia tahu apa yang harus dilakukannya.
“ Alen sudah tahu semuanya.”
Sedangkan Alen sendiri langsung berkunjung ke kost Ara, yang dikatakan Sagara seolah berputar kembali di kepala Alen.
“ Kamu mengkambing hitamkan Ara pada mantan kamu.”
“ Kamu masih kecil ketika menyelesaikan masalah dengan emosi.”
__ADS_1
“ Justru dengan kamu yang berpikir seperti itu membuat kami berpikir kalau kamu memang masih kecil.”
“ Arrggghhhh… sial b*ngsat gw harus buktiin kalau gw bukan yang seperti mereka pikirkan.”
Alen melajukan motornya menuju kost Ara namun lagi-lagi para tetangganya berkata jika Ara sudah beberapa hari ini tidak kembali ke kost.
“ Gw harus cari lo kemana Ra?
-
Yang sedang diperebutkan dua pria tampan baru saja terbangun dari tidurnya, badannya cukup lelah karena habis diajak iya-iya oleh Sagara dengan gila entahlah Ara merasa aneh semakin hari Sagara bukannya bosan dengannya malah justru semakin semangat membara jadi Ara benar-benar harus meminum pil kontrasepsinya.
Ara membersihkan diri sebentar dan keluar kamar, dimeja sudah ada makan malam, pasti Sagara yang pesan karena ada brand salah satu resto yang ada di bawah.
Ara mencoba mengisi perut dengan lahap, sangat lapar namun disaat hendak mencoba minum sambil mengecek ponsel salah satu pesan dari Sagara membuat fokus makannya buyar.
“ Alen sudah tahu semuanya.”
Bagaimana bisa Alen tahu semuanya? Ara mencoba menghubungi Sagara dengan melakukan panggilan telepon namun tak digubris lalu mencobanya lagi dan lagi-lagi tak ada jawaban.
Ara menggigit jari seperti biasa ketika dirinya sedang cemas, bagaimana ini apa yang harus Ara lakukan?
spesial cast. Annara Ramaditha (21 tahun)
Sagara Darmawan ( 29 tahun)
Alen Darmawan (21 tahun)
spesial moment.
__ADS_1
Thanks and to be continued.