Sugar Baby Kakak Sahabat

Sugar Baby Kakak Sahabat
Bab 12 : Saling menjauh.


__ADS_3

Sugar Baby Kakak Sahabat part 12.


Sejak kejadian Ara dilabrak Shandy, Alen memilih untuk tidak menemui Ara alasannya selain dirinya merasa bersalah sedikit banyak Alen sudah mengkambinghitamkan Ara dengan menjadikan alasan memutuskan para mantannya dengan berakhir Ara dilabrak oleh para mantannya, dirinya juga ditegur oleh Sagara.


Ya, Sagara memenuhi perkataannya yang akan menegur Alen dengan alasan Sagara mendapatkan video dari salah satu wali mahasiswa apalagi Alen juga salah satu pemeran disana, jadi ya sudah Alen menerima Omelan dari Sagara meski memang sepenuhnya adalah kesalahan Alen.


Alen di kampus hanya bisa menatap Ara dari kejauhan bersama Sita namun lebih sering sendiri entah di perpus ataupun di taman, memang Ara tidak memiliki banyak teman di kampus hanya Alen dan Sita saja.


Ingin sekali Alen meminta maaf pada Ara dan bersujud di kakinya atau apapun agar Ara memaafkannya hanya saja rasa bersalah atas wejangan Sagara membuatnya mengurungkan niatnya.


" Kamu itu aku rasa bukan sahabat yang baik untuk Ara, kamu cuma bisa kasih dia kesakitan dan rasa sakit, apa itu yang namanya cinta? Lebih baik kamu pikirkan baik-baik dimana letak kesalahan kamu, apalagi aku dengar ini bukan pertama kalinya Ara diperlakukan seperti ini sama para mantan kamu, jujur aja kalau aku jadi Ara, akan aku seret kamu sama mantan kamu ke meja hijau dengan bukti video yang sedang viral itu juga bukti visum.”


dan seperti saat ini, Alen melihat Ara yang tengah di taman sedang membaca sebuah buku yang sepertinya dibawa oleh Ara, tak lama ponsel Ara sepertinya berdering karena gadis itu langsung mengambil ponsel di tote bag yang dia gunakan lalu menempelkan ponselnya di telinga, setelah itu Ara bangkit dan bergegas.


Alen menghela nafas dengan kasar lagi, dirinya bergegas menuju roftop tempat ternyamannya selama tak berkomunikasi dengan Ara, namun disaat dirinya sedang hendak melangkah menuju tangga ternyata tak sengaja menabrak seseorang yang hendak naik ke atas juga, mata Alen membelalak.


“ Ar..Ara.”


Ara yang masih sibuk membereskan buku yang dipegangnya menoleh karena merasa seseorang memanggil namanya dan Ara cukup terkejut namun sesegera mungkin menguasai air mukanya.


Keduanya sempat terkunci beberapa detik, Alen yang tak kuasa menahan diri langsung bergegas naik ke lantai atas namun langkahnya terhenti saat Ara berkata, “ Kamu masih marah sama aku?”


What the h*ll, mati-matian dia menahan diri untuk tidak menghubungi Ara karena malu atas apa yang diperbuatnya justru dia berkata seolah Ara adalah pelakunya yang menyebabkan Alen silent treatment dengannya padahal sumpah demi apapun Alen ingin sekali memeluk dan meminta maaf namun rasa bersalah yang begitu besar seolah menjadi momok tersendiri dan juga rasa takut karena Ara untuk kesekian kalinya dirinya merasakan yang namanya perundungan akibat ulah mantan kepar*tnya itu.


Alen memutar tubuhnya menghadap Ara, dia turun kembali dan membawa Ara ke taman dekat fakultas ekonomi yang tak jauh dari sana dan membawa Ara kedalam pelukannya, Alen bahkan sempat mengeluarkan air matanya namun segera dirinya hapus sedangkan Ara hanya dia mematung mendapatkan perlakuan seperti ini dari Alen, memang sebelumnya Sagara memang sudah bilang jika Sagara sudah menegur bahkan cenderung mengomeli Alen karena gara-gara kelakuan Alen yang bilang jika dia memutuskan kekasihnya karena Ara sehingga menyebabkan hal yang tak diinginkan berupa perundungan.


Namun tak akan menyangka jika akibat yang dilakukan Sagara justru membuat Alen seperti ini, biasanya anak itu akan datang meminta maaf pada Ara dan akan berbaikan lagi namun kini hal diluar dugaan terjadi.

__ADS_1


Alen melepaskan pelukannya dan lagi-lagi Ara tidak membalasnya sepertinya memang benar dugaan Alen jika Ara memang tidak ada perasaan apapun untuknya atau mungkin saja lelah dan tak mau berteman lagi dengannya.


Setelah melepaskan pelukan dan terjadi keheningan beberapa saat, Alen akhirnya membuka suara, “ Gw mi…nta maaf soal apa yang sudah terjadi dan kali ini bukan buat kejadian kemaren aja tapi kejadian yang udah-udah sampe lo jadi korban mereka, dan gw pastiin ini yang terakhir kali lo terima, maaf.”


Ara hanya menatap kearah Alen dengan heran, “ Kamu sehat Len?”


“ Hah?”


“ Kok hah, harusnya aku yang minta maaf sama kamu karena sebelum kejadian aku sempat marah sama kamu, aku kira kamu udah nggak mau temenan lagi sama aku.”


Sumpah demi apapun terbuat dari apa hati Ara ini, salahkah jika Alen tambah jatuh cinta sama Ara?”


“ Nggak Ra, harusnya gw yang minta maaf, gw juga nggak bisa ngelarang lo berteman sama siapa aja termasuk Sita, karena selagi lo bisa menjaga diri ya menurut gw lo bisa temenan sama siapa saja, jujur aja gw malu banget sama lo, ini udah kesekian kalinya lo dihajar mantan sialan gw itu tapi gw seolah membiarkan itu terus terjadi dan berlarut dan ya kayaknya yang dibilang sama kak Sagara bener deh kalau gw bukan teman yang baik buat lo.”


Ara terkejut Alen membawa nama Sagara, “ Memang mas Sagara bilang apa sama kamu?”


Aduh Ara kelepasan, “ Emm ya menurut aku emang dia lebih pantas dipanggil mas sih.” Ara mencoba menjawab senatural mungkin ah bukan-bukan lebih tepatnya sepelan mungkin agar Ara tidak salah jawab dan menjawab, jadi sangat pelan dan hati-hati saat Ara menjawab alasan tersebut beruntungnya Alen menerima jawaban yang Ara berikan dengan mengangguk-anggukan kepalanya.


“ Kalau gitu gw juga mau dong dipanggil mas Alen.”


Ara hanya tertawa sambil menggelengkan kepalanya, “ Kalau begitu usiamu harus dinaikkan sekitar delapan tahunan supaya aku ada alasan manggil kamu mas.”


“ Emang nggak ada alasan lain apa selain nambahin usia?”


“ Ada, jadi suami aku karena aku punya keinginan jika sudah menikah nanti aku mau memanggil suami aku dengan sebutan mas.”


“ Kalau gitu ayo kita nikah.” Seketika Ara langsung cengo dengan yang dikatakan Alen.

__ADS_1


Akhirnya setelah drama keduanya sudah selesai dan tuntas, Ara dan Alen jalan ke mall untuk merayakan kembalinya pertemanan mereka, keduanya bahkan menghabiskan waktu bersama entah dengan menonton film, makan ataupun main di playzone semuanya mereka lakukan dengan sukacita sampai tak terasa sudah jam delapan malam.


“ Langsung balik aja atau gimana?”


“ Iya udah malam aku capek juga.”


Keduanya memutuskan untuk pulang, memang sudah beberapa hari ini atau lebih tepatnya sejak diam dengan Ara, Alen lebih menyukai mengendarai motor sportnya namun karena tidak tahu jika keduanya berbaikan hari ini, Alen membawa motor. Tadi sebelum berangkat Alen menawarkan Ara untuk pulang dulu ambil mobil namun ditolak Ara dan jadilah keduanya menggunakan sepeda motor menuju area tujuan.


Udara malam dengan sepoy angin yang dihasilkan akibat membelah kota Jakarta namun terasa menyejukkan sudah lama sekali Ara tak rasakan, dia begitu senang dan Alen yang sudah lama tak melihat raut wajah Ara yang seperti itu pun tersenyum lebar.


“ Makasih ya Alen.”


Ara memberikan helm bogo yang tadi Alen belikan saat hendak keluar karena tidak membawa helm cadangan.


“ Lo simpen aja.”


“ Oke, nggak mampir?”


“ Nggak udah malam juga.”


Keduanya berpisah, Alen melajukan motornya kembali dan Ara masuk ke dalam kost, saat hendak mengambil kunci kosan, ponsel Ara berdering ada notifikasi pesan baru.


From DS : Senangnya yang udah baikan sampai lupa.


Ara melupakan sesuatu, dirinya seharusnya balik ke apartemen Sagara malam ini.


To Be Continued.

__ADS_1


__ADS_2