
Diana memijit pangkal hidungnya, ia merasa pusing lantaran apa yang Damian minta untuk ia lakukan sangat lah tidak mudah.
Damian memintanya untuk membawa kembali Clara sementara Diana sendiri benci Clara berada disekitarnya, Clara seolah merepotkan nya, membawa pengaruh buruk yang hanya akan menyulitkan hidup Diana saja.
Diana sudah bersyukur Clara pergi dari rumah dan sekarang ia harus mencari dan membawa kembali Clara pulang? Yang benar saja! Mau di taruh dimana wajahnya ini, Clara pasti akan besar kepala nantinya.
Lagi pula Diana tidak Sudi harus memohon mohon kepada Clara agar wanita itu mau kembali pulang, harga dirinya terlalu tinggi untuk hal seperti itu.
***
Clara senang tinggal di tempat kost barunya ini, pemilik kost dan bahkan teman teman kostnya sangat ramah terhadap Clara, Clara tidak merasa seperti
ia baru saja mendapat musibah, Clara merasa seolah ia baru saja terbebas dan akan memulai hidup barunya yang lebih bahagia dan berfokus kepada kebahagiaannya seorang.
Clara terlalu sibuk menyusun pakaiannya di lemari sehingga ia sedikit terkejut ketika ponselnya tiba tiba saja berbunyi.
Clara meraih ponselnya tersebut, ia mendesah kesal ketika melihat nama siapa yang tertera di layar ponselnya tersebut. Clara memang tidak menduga kakaknya akan menghubunginya namun itu bukan berarti Clara senang Diana menghubunginya. Clara tidak ingin berurusan lagi dengan Diana ataupun Damian, Clara sudah muak.
Clara mereject panggilan dari Diana, tidak lupa ia memblokir nomer Diana sehingga Diana tidak akan bisa menghubunginya lagi.
Keputusan Clara sudah bulat, Clara akan melangkah maju melupakan masa lalu, lepas dari jeratan Damian dan juga kekejaman Diana.
Yang seharusnya Clara pikirkan saat ini adalah pekerjaan, Clara harus mendapatkan pekerjaan demi mengumpulkan uang untuk biaya kuliahnya di semester berikutnya, dan juga biaya kehidupan sehari harinya. Clara benar benar harus berjuang kembali mengumpulkan uang.
***
“Bagaimana apakah Clara akan kembali?”
Diana langsung diberikan pertanyaan sesaat ia memasuki kantor Damian, Diana menundukkan kepalanya menggeleng. Kemarin ia sudah berusaha menghubungi Diana namun tidak ada hasil, jelas saja Clara menolak untuk berbicara dengannya mengingat betapa bencinya Diana selama ini kepada Clara mungkin membuat Clara juga merasakan hal yang sama.
__ADS_1
“Hal seperti itu saja kau tidak bisa melakukannya? Apa sebenarnya hal yang bisa kau lakukan dengan baik Diana, bahkan berselingkuh dari ku saja kau tidak becus sampai ketahuan oleh ku sendiri.” Damian memaki Diana, ia melampiaskan rasa kesalnya itu kepada Diana. “Temui Clara, minta dia kembali, kalau perlu kau bersujud di kakinya agar ia mau kembali ke rumah ku.”
Diana terkejut, sontak ia mendongak dan menatap Damian dengan tatapan tidak percaya. “C-Clara bukan tipikal orang yang mudah dibujuk seperti itu Damian, Clara itu keras kepala. Memohon kepadanya tidak akan membawa hasil.”
Diana tahu Clara memang tidak akan mudah dibujuk namun selain itu Diana tidak mau memohon mohon kepada Clara, Diana tidak ingin harga dirinya jatuh di depan Clara.
Damian berdecih, ia membuka laci meja kerjanya. Mengambil sesuatu dari sana dan menyerahkannya kepada Diana.
“Amplop?”
“Berikan ini pada Clara, katakan kepadanya untuk menemui ku. Aku mempermudah tugas mu, jadi sekarang pergilah dan laksanakan tugas mu itu dengan baik.” Damian memberikan gesture mengusir, agar Diana segera pergi dari ruangannya.
Diana menganggukkan kepalanya dan melangkah pergi, baru saja Diana sampai di depan pintu Damian sudah kembali memanggil namanya.
“Pastikan kau tidak melihat isi dari amplop itu, jika kau melanggarnya maka aku akan menceraikan mu dan tidak akan memberikan mu harta ku sepeser pun.”
Diana kembali mengangguk mengiyakan, meski ancaman Damian itu sebenarnya justru membuat Diana semakin penasaran dengan isi amplop tersebut.
***
“Tidak, setelah ini aku akan pergi mencari cari lowongan. Kau tahu kan aku harus kembali menghidupi diriku sendiri.” Clara juga meminum jusnya, ia menenggak habis jusnya hingga tandas tak bersisa.
“Ku rasa aku tidak punya banyak waktu, aku harus segera mencari pekerjaan jika aku terus bersantai aku tidak akan dapat apa apa.”
Josephine mengerucutkan bibirnya tidak senang, sebenarnya Josephine kurang suka jika Clara sibuk. Ia jadi tidak punya banyak waktu luang untuk bersenang senang dengan Clara. Tapi Josephine juga harus mengerti bahwa kondisi lah yang membuat Clara seperti ini.
“Kau mau aku temani?”
Clara menggelengkan kepalanya, ia tidak mau merepotkan Josephine setelah kemarin ia membuat Josephine kelelahan mencari tempat tinggal untuknya. Clara tidak ingin menyusahkan Josephine.
__ADS_1
Clara memakai tasnya, ia menggelengkan kepalanya dan tersenyum manis kepada Josephine, melambaikan tangannya sebelum akhirnya Clara berlari kecil pergi meninggalkan Josephine.
Clara berjalan keluar dari gedung universitas nya, memilih untuk duduk di halte menunggu angkutan umum namun baru saja Clara duduk di halte yang cukup sepi itu sosok yang Clara kenali muncul entah dari mana membuat Clara berdecak kesal.
“Mau apa kau kemari?!” Clara tidak sungkan menunjukkan ketidak sukaannya terhadap keberadaan Diana yang tiba tiba ini.
“Salah mu tidak mau mengangkat telepon dari ku sehingga aku harus susah susah datang kemari menemui mu.”
“Aku sudah pergi dari rumah mu dan suami mu, apa lagi yang kau inginkan?! Aku tidak ingin terlibat urusan dengan kalian lagi, anggap saja aku sudah mati!”
Diana berdecih, sudah dari dulu Diana menanggap Clara sudah mati. Baginya ia tidak pernah punya adik, Clara hanya benalu dalam hidupnya. Namun kali ini Diana harus melakukan ini demi masa depannya, Diana tidak ingin berakhir sia sia tanpa mendapatkan apapun.
“Aku datang kemari hanya ingin menyerahkan ini, Damian memintaku menyerahkan ini kepadamu.” Diana menyodorkan amplop tersebut kepada Clara, “Damian juga memintamu untuk menemuinya setelah melihat isi amplop ini. Jika bukan karna Damian aku juga tidak akan sudi menemui mu.”
Diana pergi begitu saja, datang tak diundang dan pergi pun begitu saja. Menjengkelkan.
Fokus Clara teralihkan kepada amplop yang kini berada di tangannya itu, dengan penasaran Clara membuka amplop tersebut.
Mata Clara sontak melebar ketika ia melihat isi dari amplop tersebut, isi amplop tersebut adalah foto foto telanjang Clara yang entah bagaimana bisa Damian miliki.
Foto tersebut menampilkan Clara yang tidak memakai pakaian sehelai benangpun, terbaring di ranjang tertidur kelelahan, Clara yakin foto ini diambil oleh Damian secara diam diam setelah mereka berhubungan intim. Clara tidak menyangka Damian memiliki foto foto seperti ini.
Dibalik foto tersebut terdapat tulisan tangan Damian.
‘Kau pilih mana kembali padaku atau video dirimu tidur dengan ku tersebar di sosial media. Kau tidak ingin di keluarkan secara tidak hormat dari universitas kesayangan mu itu, bukan?’
Clara meremas foto tersebut sekuat tenaganya, Clara tidak menyangka Damian selicik ini. Kenapa laki laki itu tega sekali terhadap dirinya? Apa yang sudah Clara lakukan kepada Damian sehingga Damian setega ini kepadanya?
*Apa yang sudah Clara lakukan?!
__ADS_1
Apa*?!