SUGAR BROTHER

SUGAR BROTHER
SEASON II BAB 33


__ADS_3

Marvel sedang berada di kantor saat tiba tiba saja Monica menelepon mengatakan bahwa Milla akan segera melahirkan.


Marvel panik tentu saja karena jadwal melahirkan Milla meleset dan lebih cepat dari perkiraan, untung nya Marvel tidak meninggalkan Milla sendirian di rumah.


Semenjak kandungan Milla sudah sangat besar, Marvel meminta adik perempuan nya. Monica untuk tinggal di rumah nya sampai Milla melahirkan, untuk mengawasi jika sewaktu-waktu Milla kenapa kenapa.


Marvel segera pergi dari kantor setelah mengatakan kepada Juan bahwa istri nya akan melahirkan, Juan mengijinkan Marvel pergi tentu saja.


Marvel mengendarai mobil nya terburu-buru, namun berusaha untuk tetap tenang.


***


Sesampainya di rumah sakit, Marvel mendapati Monica dan Riko yang duduk berdua di ruang tunggu.


“Dimana Milla, apa dia ada di dalam?” Marvel yang panik menunjuk ke arah ruang persalinan yang dijawab anggukkan oleh Monica.


Seorang suster kebetulan keluar dari ruangan bersalin tersebut dan memanggil Marvel. “Suami Nyonya Milla apa sudah datang?”


“Saya dok, saya suami nya!” jawab Marvel dengan cepat ia mendekat kearah suster tersebut.


“Bapak bisa ikut menemani Ibu Milla melalui proses persalinan di dalam tapi sebelum masuk Bapak harus memakai pakaian khusus dan steril dulu ya Pak. Mari ikut saya Pak.”


***

__ADS_1


Riko menggenggam tangan Monica erat-erat, Riko masih terbayang bayang dengan kejadian di rumah sebelumnya. Dimana Riko melihat darah mengalir di kaki sang Ibu. Hal tersebut benar benar menakutkan bagi Riko.


“Tante Monica, Mama pasti baik baik aja kan?” tanya Riko kepada Monica dengan mata berkaca-kaca, Riko takut sekali kehilangan Ibu nya itu. Belum lagi Riko teringat dengan mendiang istri dari Om nya yang meninggal saat melahirkan.


Riko takut hal seperti itu terjadi juga kepada Ibu nya.


“Mama pasti baik baik saja kok sayang, Riko berdoa ya. Doa kan Mama bisa melahirkan dengan lancar. Doa kan juga Mama dan adik Riko selesai melalui masa persalinan ini dengan sehat-sehat.” Monica menepuk nepuk bahu kecil Riko, berusaha menenangkan keponakan nya itu.


“Riko pasti akan doa kan Mama dan Adik.”


“Bagus..”


***


Marvel keluar dari ruang bersalin tersebut dengan keadaan menangis, membuat Riko berlari menghampiri Marvel dan ikut menangis.


“Papa kenapa nangis? Mama kenapa Pa?” tanya Riko mendongak ke arah Marvel, ia menarik narik tangan Marvel. Masih berlinang air mata karena ketakutan melihat Ayah nya menangis.


“Kak, kenapa kau menangis? kau membuat Riko ketakutan." Monica ikut mendekat, ia juga sama panik nya namun perasaan panik tersebut sirna saat melihat Marvel tersenyum dalam tangis nya, tersenyum ke arah Riko dan Monica bergantian.


“Adik mu sudah lahir sayang, adik mu sudah lahir.”


“Lalu Mama?” Riko masih belum tenang sebelum mendengar bagaimana keadaan Ibu nya sekarang.

__ADS_1


“Mama mu baik baik saja sayang, Mama berhasil melahirkan adik mu dengan normal dan sehat. Selamat Riko, sekarang kau sudah menjadi seorang Kakak, adik mu laki-laki.”


Senyum Riko akhirnya terbit, ia senang bahwa Ibu nya baik baik saja dan adik nya lahir ke dunia dengan selamat.


Mulai sekarang Riko resmi menjadi seorang kakak.


***


“Kalian sudah memikirkan nama untuk adik Riko?” Sabrina yang datang menjenguk Milla itu tersenyum melihat sosok bayi yang berada di keranjang bayi di sebelah bangkar Milla.


“Tadinya kalau perempuan akan ku beri nama Eleanor, tapi berhubung dia laki laki maka keputusan ada di tangan Milla akan memberi nama apa kepada putra ke-dua kami.” Marvel mengusap puncak kepala Milla yang tengah berbaring di bangkar nya karena masih lemas.


“Bagaimana kalau Oscar Elenoir, ya itu terdengar mirip dengan nama Eleanor yang kau inginkan itu. Bagaimana setuju?” tanya Milla kepada Marvel yang dengan cepat disetujui oleh Marvel.


“Bagaimana Riko, nama adik mu bagus bukan?” Marvel beralih kepada Riko yang sejak tadi sibuk memperhatikan adik baru nya itu yang tengah terlelap tidur.


Riko menganggukkan kepala nya penuh semangat. “Bagus! Adik Oscar cepat besar ya, biar bisa main sama Abang Riko.”


“Iya Abang Liko..” Marvel dengan gemas nya menjawab perkataan Riko, sengaja membuat suara nya terdengar seperti suara anak-anak.


Dan sontak semua seisi rumah sakit tersebut tertawa.


Semoga keluarga mereka bahagia terus seperti hari ini, meski ada masalah yang akan datang suatu hari nanti, Marvel harap mereka bisa menyelesaikan dengan baik tanpa ada yang tersakiti.

__ADS_1


Kerikil dalam kehidupan pasti ada, selama mereka saling menyayangi satu sama lain sebanyak apapun kerikil yang mengganggu perjalanan mereka tidak akan terasa jika mereka semua tetap saling menyayangi satu sama lain seperti sekarang ini.


__ADS_2