SUGAR BROTHER

SUGAR BROTHER
TWENTY FIVE


__ADS_3

Damian mengernyit memperhatikan Clara dari kejauhan, kenapa Clara terlalu bekerja keras?


Damian tidak suka melihat Clara seperti ini. Sibuk meladeni pelanggan dan bahkan beberapa kali menerima amukan dan sikap kurang ajar pelanggan.


Seharusnya Clara bersantai, menjaga kehamilannya namun bagaimana Clara pasti butuh uang sementara Damian tidak bisa memberikan bantuan lagi kepada Clara. Jika Damian muncul tiba tiba dan menawarkan bantuan Clara pasti tidak akan mau menerima nya.


Damian hanya bisa menanti di dalam mobilnya, Damian bertekad ia akan memaki orang yang telah menyusahkan Clara nanti setelah pelanggan itu keluar dari toko busana itu. Damian tidak akan membiarkan pelanggan itu begitu saja.


Damian sibuk memperhatikan Clara hingga ia cukup terkejut saat ponselnya tiba tiba saja berbunyi. Damian berdecak saat mengetahui bahwa Jackson lah orang yang menghubungi nya.


“Ada apa?” tanya Damian datar, ia sebenarnya malas menjawab dan jika tujuan Jackson meneleponnya bukanlah karena hal penting Damian bersumpah ia akan memberikan pelajaran pada Jackson. Ia tidak dalam mood yang baik saat ini.


“Maaf Tuan saya mengganggu, tapi sejak kemarin Ibu Diana selalu datang ke kantor mencari Tuan. Saya sudah mengusirnya namun ia selalu memaksa untuk masuk, Ibu Diana mengatakan bahwa dia ingin bertemu Tuan.”


Damian berdecak, selalu saja tidak tahu malu. Damian jelas tahu apa maksud Diana datang ke kantor nya, sudah pasti karena uang.


“Abaikan saja dia, kalau perlu usir dia dan pastikan security mencegahnya untuk kembali datang.”


Damian bisa mendengar suara Jackson yang menyetujui perintahnya, Damian memutuskan sambungan telepon nya setelah itu. Ia kembali teringat dengan Clara.


Damian harus merencanakan sesuatu, ia tidak bisa berdiam diri terus dan hanya mengamati Clara.


Damian ingin turut andil dalam kehamilan Clara, Damian ingin anaknya tumbuh dengan sehat dan juga Damian ingin Clara baik baik saja.


Damian juga ingin berperan sebagai Ayah yang baik.


Tapi bagaimana caranya? Clara sulit sekali di gapai, kehamilan wanita itu tidak bisa Damian jadikan alasan untuk mendekatinya Clara pasti akan menolak tapi Damian juga tidak sabar.


***


“Kau sebenarnya sedang sakit apa Clara?”


Angelina, atasan Clara menatap Clara dengan tatapan curiga. Clara tidak terlihat seperti orang yang tengah sehat saat ini, Clara terlihat sangat pucat dan Angelina melihat Clara bolak balik kamar mandi sejak tadi.


“A-aku baik baik saja.”


Angelina menggelengkan kepalanya tidak percaya, jika hanya sehari dua hari Clara seperti ini mungkin Angelina akan percaya tapi ini sudah nyaris dua Minggu dan Clara masih saja sama, terlihat tidak baik baik saja.

__ADS_1


“Tidak perlu berbohong pada ku Clara, jika kau memang sakit pergilah ke rumah sakit dan cek keadaan mu. Jika terjadi apa apa dengan mu aku juga yang sudah nantinya.” Angelina bukannya tidak ingin direpotkan oleh Clara, hanya saja Angelina tidak mau dianggap sebagai atasan yang jahat hingga menyebabkan pegawainya sakit sakitan karena pekerjaan yang diberikan olehnya.


Clara terdiam, ia takut untuk mengaku. Clara takut kehilangan pekerjaan nya. Clara tidak tahu ia harus bagaimana kedepannya jika Angelina memecatnya.


Tapi Clara juga tidak bisa menyembunyikan kehamilannya terus menerus, semakin lama perutnya akan semakin membesar dan tidak akan bisa Clara sembunyikan lagi.


Clara meremas tangannya ketakutan, meski takut Clara tetap mencoba untuk mengaku. “Be-begini Bu.. sa-saya sebenarnya tidak sakit, tapi saya ini sedang ha-hamil.”


Clara bisa melihat ekspresi terkejut Angelina, Angelina bahkan langsung menatap perut Clara yang belum membuncit itu.


“Kamu bilang kamu ini single.”


“Saya memang tidak menjalin hubungan dengan laki laki manapun saat ini Bu, tapi sebelum bekerja disini saya sempat terlibat masalah dan saya juga belum lama ini mengetahui tentang kehamilan saya.”


Clara melihat Angelina menghela nafas berat, Clara semakin khawatir. Clara belum siap untuk di pecat.


“Bagaimana bisa kau bekerja dalam kondisi hamil seperti ini, memang tidak dilarang bekerja saat hamil tapi dilihat dari kondisi mu kau ini tidak seharusnya bekerja. Apa ayah dari anak yang kau kandung itu tidak tahu tentang kehamilan mu?”


Clara menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, Damian tidak tahu menahu soal kehamilannya karena Damian saja tinggal di negara yang berbeda dengannya. Clara sendiri yang sengaja memutus kontak dengan Damian.


Jangankan Damian, Clara bahkan memutus kontak degan banyak orang, termasuk Marvel dan Josephine yang selama ini telah dekat dan telah membantunya.


Clara mengangguk sebagai jawaban meski sebenarnya Clara tengah menahan diri agar tidak menangis di depan Angelina.


Clara mengambil tasnya dan berpamitan dengan Angelina sebelum akhirnya ia pergi, Clara akhirnya menangis sepanjang jalan. Ia menangis karena takut bahwa ia tidak akan diterima lagi jika ia datang untuk bekerja.


Clara mengusap air mata di pipinya, jika seperti ini Clara merasa kesal dengan kehamilannya. Kenapa semuanya harus tiba tiba seperti ini?


Clara terlalu memikirkan nasib pekerjaannya dan menangis sepanjang jalan hingga kepalanya tiba tiba saja terasa pusing.


Clara menyentuh keningnya, ia benci kenyataan bahwa karena kehamilannya ini ia sekarang menjadi lebih sensitif. Ia bahkan mudah sekali menangis dan sekali ia menangis sulit sekali untuk berhenti, seperti saat ini bahkan disaat kepalanya sudah sangat sakit air mata Clara masih saja mengalir.


Rasa sakit di kepalanya semakin menjadi membuat Clara oleng dan hampir saja terjatuh, untung saja ada yang menolongnya dan berusaha untuk menyeimbangkan tubuh Clara.


Clara mendongak hendak mengucapkan terima kasih, bukan nya kalimat terima kasih itu terucap Clara justru terkejut ketika melihat wajah dari orang yang menolongnya.


“Damian..”

__ADS_1


Clara baru ingin bertanya kenapa Damian bisa ada disini namun kegelapan lebih dulu menarik Clara hingga jatuh pingsan.


Damian dengan panik meneriaki nama Clara, menggendong Clara memasuki mobilnya dan seperti orang kerasukan membawa mobilnya dengan kecepatan penuh menuju ke rumah sakit.


Damian tidak ingin terjadi hal buruk kepada Clara.


***


Clara terbangun tiba tiba, ia segera bangkit dari posisi berbaring nya dan berlari ke kamar mandi. Aroma steril dan aroma obat obatan membuat Clara mual.


Clara terus saja muntah, ia tidak suka aroma rumah sakit dan sial nya ia saat ini sedang di rumah sakit. Clara sendiri bingung sejak kapan ia benci aroma rumah sakit?


Apakah ini karena kehamilan nya?


Clara masih memuntahkan isi perutnya ketika sebuah tangan memijat lembut tengkuknya, menepuk nepuk lembut punggung Clara.


Clara mendongak dan lagi lagi ia mendapati Damian, Clara menatap Damian dengan wajah berantakan nya, mata nya berair karna menangis tak kuasa menahan mual.


Clara memperhatikan Damian yang dengan telaten membasuh bibir Clara, tanpa rasa jijik Damian mengusap bibir Clara yang jelas jelas terdapat sisa muntahan.


Kemudian Damian membawa Clara kedalam pelukannya, menepuk nepuk punggung Clara lembut.


Clara tidak menolak, lebih tepatnya ia tidak bisa menolak karena Clara merasa aroma tubuh Damian seolah menenangkan rasa mualnya.


Sebenarnya banyak yang ingin ia tanyakan kepada Damian, kenapa Damian bisa ada disini dan kenapa Damian bisa menemuinya.


Banyak hal yang ingin Clara tanyakan namun Clara memilih untuk diam, Clara meraba perutnya masih dalam pelukan Damian.


Sepertinya mualnya menghilang karena Damian.


Mungkin kah ini karena anak di dalam kandungan nya ini tahu bahwa laki laki yang kini tengah memeluk Clara adalah Ayahnya?


***


Damian tersenyum, ia mengecup puncak kepala Clara yang tengah dalam pelukannya.


Damian bisa merasakan tangan Clara yang menyentuh perutnya sendiri, senyum Damian semakin melebar.

__ADS_1


Clara mendadak jinak dipelukannya.


Good job nak, Papa bangga dengan mu.


__ADS_2