SUGAR BROTHER

SUGAR BROTHER
SEASON II BAB 14


__ADS_3

*Marvel mengacak acak rambutnya kesal, kenapa kata kata semudah itu saja tidak bisa Marvel katakan? Kenapa setelah bertahun tahun lamanya Marvel masih saja tidak sanggup melakukannya.


Dan hari ini perkataan Damian membuat Marvel kesal bukan hanya kepada Damian saja melainkan juga kesal kepada dirinya sendiri.


Marvel memang mencintai Milla, tidak bisa Marvel pungkiri bahwa ia benar benar mencintai istrinya itu namun di sisi lain Marvel juga masih mencintai Clara.


Laki laki macam apa dirinya ini*


***


Damian menutup pintu dan berbalik, sesaat ia berbalik Clara berdiri tepat di hadapannya sembari melipat tangan di depan dada.


“Siapa?” tanya Clara dengan kening berkerut, merasa aneh dengan sikap Damian dan juga sebelumnya Clara seperti mendengar suara mirip suara Marvel. Apa Damian bertengkar lagi dengan Marvel. “Apa itu Marvel?”


“Bukan siapa siapa.” Damian memilih untuk masuk ke kamar dan meninggalkan Clara dibandingkan harus bertengkar dengan Clara lagi nantinya. Lebih baik menghindar dari pada harus membuat suasana dirumah ini semakin panas saja setiap harinya.


Clara yang tidak percaya dengan jawaban Damian membuka pintu untuk melihat siapa yang baru saja bertamu. Namun saat Clara membuka pintu sudah tidak ada orang, yang ada hanya lah sebuah goodie bag yang tergeletak di lantai.


Tapi hanya melihat benda tersebut saja Clara sudah tahu, bahwa orang dari rumah sebelah pasti datang untuk mengantar goodie bag tersebut namun Damian pasti mengatakan hal hal yang tidak enak di hati sehingga orang tersebut berdebat dengan Damian lalu pergi setelah meninggalkan goodie bag ini disini.


Clara menggelengkan kepalanya tak habis pikir, kenapa Damian terus saja bersikap kekanak-anakan begini.


***


Riko kebingungan saat melihat Marvel kembali dengan wajah muram. Riko mendekati Marvel berusaha melihat dengan jelas apa benar Ayahnya itu sedang sedih.


“Papa kenapa?” pertanyaan itu lah yang keluar dari mulut Riko, namun jawaban Marvel justru tidak memuaskan Riko. Marvel hanya menggelengkan kepalanya dan pergi ke toilet.


Riko berpikir mungkin Marvel sakit perut sehingga bersikap seperti itu, tapi Riko khawatir dengan Papanya itu. Belum ada 30 menit yang lalu Marvel tertawa bersamanya dan sekarang justru wajah Ayahnya itu terlihat sedih sekali.


Haruskah Riko menceritakan nya kepada Ibu nya? Tapi sekarang Ibunya sedang sibuk membantu Tante Sabrina dan juga menjelaskan perihal kondisi Viola kepada Sabrina.


***


Marvel masuk ke dalam kamar mandi, mengunci kamar mandi tersebut rapat rapat. Marvel masih memikirkan perkataan Damian.


Berani sekali Marvel menikahi Milla sedangkan Marvel masih memiliki rasa kepada wanita lain. Beraninya..


Marvel menjadi merasa bersalah terhadap Milla, wanita itu telah mencintai Marvel sepenuh hati tapi Marvel justru masih belum bisa melupakan masa lalunya dengan Clara.


Terlebih lagi Marvel bukan hanya tak bisa melupakan masa lalunya dengan Clara saja tapi Marvel juga menyembunyikan fakta besar dari Milla.


Fakta bahwa suami Milla sebelumnya, Gerrian telah telah tiada. Menyembunyikan kenyataan bahwa sebenarnya Gerrian bukan lah laki laki yang tidak bertanggung jawab yang meninggalkan Milla dan Riko begitu saja.


Marvel benar benar diliputi rasa bersalah sekarang ini, entah Marvel tidak tahu bagaimana caranya menyingkirkan perasaan mengganggu ini. Marvel tidak ingin kelihatan aneh di depan Milla.


Marvel tidak ingin membuat Milla curiga.


***


Clara meletakkan goodie bag yang sebelumnya ia temukan di depan rumah itu tepat di depan Damian, menatap Damian dengan pandangan menuntut penjelasan.


“Orang dari rumah sebelah pasti datang membawa ini untuk kita bukan? kenapa kau tidak mempersilahkan nya masuk, dan kenapa barang ini bukan nya kau terima justru tergeletak di luar?” tanya Clara dengan nada suara serius, Clara berani bertindak seperti ini karena Adara dan Lucas sedang tertidur sekarang. “Jawab Damian!”

__ADS_1


Damian menatap sinis goodie bag tersebut, padahal ia sudah menyuruh Marvel untuk membawa pulang barang tersebut tapi Marvel justru meninggalkan nya di depan pintu. Marvel pasti sengaja melakukannya itu lah yang terpikirkan di kepala Damian.


“Ku bilang jawab pertanyaan ku Damian!” ujar Clara lagi semakin meninggikan suaranya lagi.


“Iya, Marvel datang membawa barang itu tapi aku menolaknya. Kita tidak butuh, aku bisa belikan kau 10 barang seperti itu jika kau mau, tidak perlu darinya!” Damian terpaksa jujur, tidak ingin Clara semakin menaikkan nada suaranya hanya untuk menyuruh Damian bicara. Damian khawatir jika suara Clara akan mengganggu tidur Adara dan juga Lucas.


Clara berdecak kesal, kembali di buat emosi dengan sikap Damian yang menurut Clara kelewat kekanak-anakan. “Apa sulitnya menerima pemberian orang lain Damian, kenapa kau benci sekali kepada Marvel. Berapa kali aku harus mengatakan kepada mu bahwa tidak perlu ada hal yang kau takut kan, Marvel sudah menikah.. dia tidak akan mengejar ku lagi!”


Bukannya merasa bersalah Damian justru mendengus jengkel, kesal lantaran Clara masih saja berpihak kepada Marvel. “Kau terlalu percaya kepada laki laki itu, kalau memang dia tidak akan mengejar mu lagi kenapa saat aku menantangnya untuk mengatakan dengan lantang bahwa dia sudah tidak lagi mencintai mu, dia tidak bisa?” Damian berhenti sejenak dan tertawa sinis, “Itu karena dia memang masih mencintai mu.”


Clara terdiam, Clara tidak tahu bahwa diluar Damian dan Marvel membicarakan hal seperti itu. Bagaimana jika ada yang mendengar? mungkin jika anggota keluarga Marvel yang lain yang mendengar seperti Juan atau Monica, Clara tidak perlu khawatir tapi jika yang mendengar Milla. Bagaimana jika Milla salah paham nantinya.


Tapi jujur Clara juga tidak menyangka bahwa Marvel sampai saat ini masih saja kesulitan untuk melupakannya sementara Marvel sekarang sudah menikah dengan wanita lain.


“Aku bersikap seperti ini bukan tanpa alasan Clara, aku tahu bahwa Marvel masih memiliki perasaan kepada mu. Meski dia telah menikah, tatapan matanya kepada mu masih sama seperti dulu, mungkin sulit baginya melupakan mu karena kau cinta pertamanya maka dari itu seharusnya ia tidak terus saja melibatkan mu dalam urusan keluarganya.” Damian diam sejenak, ia menatap Clara dengan tatapan serius.


“Bukannys aku menentang mu untuk membantu keluarganya, tapi terus berhubungan dengan mereka hanya akan mempersulit Marvel melupakan perasaannya kepada mu juga. Bagaimana jika istrinya salah tanggap dengan hubungan kalian, tidak kah kau kasihan kepada Milla. Diam tidak tahu apa apa bahwa suami mu masih saja berurusan dengan wanita yang ia cintai sejak dulu bahkan sampai sekarang.”


Kali ini Clara tidak bisa melawan perkataan Damian, Clara tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Milla saat mengetahui bahwa Marvel masih mencintai dirinya. Pasti menyakitkan sekali mengetahui bahwa suami mu memiliki perasaan dengan wanita lain meski perasaan tersebut hanya sedikit tetap saja ada wanita lain di hati suaminya.


Jika Clara berada diposisi tersebut, mengetahui bahwa Damian memiliki rasa secuil saja pada wanita lain mungkin Clara sudah marah besar. Sakit hati, mengamuk dan bisa bisa meminta Damian untuk menceraikan nya.


“Kau mengerti maksud ku bukan?” tanya Damian lembut, Clara menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Damian meraih Clara ke dalam pelukannya, mengecup singkat puncak kepala Clara. “Ku harap kita tidak berdebat lagi kedepannya hanya karena orang lain, aku takut Adara dan Lucas melihat kita bertengkar, tidak baik anak melihat orang tuanya bertengkar. Bisa bisa itu mempengaruhi psikis anak kita.”


Clara menganggukkan kepalanya dan pelukan Damian, Clara juga tidak suka terus terusan bertengkar dengan Damian.


***


*Marvel mengacak acak rambutnya kesal, kenapa kata kata semudah itu saja tidak bisa Marvel katakan? Kenapa setelah bertahun tahun lamanya Marvel masih saja tidak sanggup melakukannya.


Dan hari ini perkataan Damian membuat Marvel kesal bukan hanya kepada Damian saja melainkan juga kesal kepada dirinya sendiri.


Marvel memang mencintai Milla, tidak bisa Marvel pungkiri bahwa ia benar benar mencintai istrinya itu namun di sisi lain Marvel juga masih mencintai Clara.


Laki laki macam apa dirinya ini*


***


Damian menutup pintu dan berbalik, sesaat ia berbalik Clara berdiri tepat di hadapannya sembari melipat tangan di depan dada.


“Siapa?” tanya Clara dengan kening berkerut, merasa aneh dengan sikap Damian dan juga sebelumnya Clara seperti mendengar suara mirip suara Marvel. Apa Damian bertengkar lagi dengan Marvel. “Apa itu Marvel?”


“Bukan siapa siapa.” Damian memilih untuk masuk ke kamar dan meninggalkan Clara dibandingkan harus bertengkar dengan Clara lagi nantinya. Lebih baik menghindar dari pada harus membuat suasana dirumah ini semakin panas saja setiap harinya.


Clara yang tidak percaya dengan jawaban Damian membuka pintu untuk melihat siapa yang baru saja bertamu. Namun saat Clara membuka pintu sudah tidak ada orang, yang ada hanya lah sebuah goodie bag yang tergeletak di lantai.


Tapi hanya melihat benda tersebut saja Clara sudah tahu, bahwa orang dari rumah sebelah pasti datang untuk mengantar goodie bag tersebut namun Damian pasti mengatakan hal hal yang tidak enak di hati sehingga orang tersebut berdebat dengan Damian lalu pergi setelah meninggalkan goodie bag ini disini.


Clara menggelengkan kepalanya tak habis pikir, kenapa Damian terus saja bersikap kekanak-anakan begini.


***

__ADS_1


Riko kebingungan saat melihat Marvel kembali dengan wajah muram. Riko mendekati Marvel berusaha melihat dengan jelas apa benar Ayahnya itu sedang sedih.


“Papa kenapa?” pertanyaan itu lah yang keluar dari mulut Riko, namun jawaban Marvel justru tidak memuaskan Riko. Marvel hanya menggelengkan kepalanya dan pergi ke toilet.


Riko berpikir mungkin Marvel sakit perut sehingga bersikap seperti itu, tapi Riko khawatir dengan Papanya itu. Belum ada 30 menit yang lalu Marvel tertawa bersamanya dan sekarang justru wajah Ayahnya itu terlihat sedih sekali.


Haruskah Riko menceritakan nya kepada Ibu nya? Tapi sekarang Ibunya sedang sibuk membantu Tante Sabrina dan juga menjelaskan perihal kondisi Viola kepada Sabrina.


***


Marvel masuk ke dalam kamar mandi, mengunci kamar mandi tersebut rapat rapat. Marvel masih memikirkan perkataan Damian.


Berani sekali Marvel menikahi Milla sedangkan Marvel masih memiliki rasa kepada wanita lain. Beraninya..


Marvel menjadi merasa bersalah terhadap Milla, wanita itu telah mencintai Marvel sepenuh hati tapi Marvel justru masih belum bisa melupakan masa lalunya dengan Clara.


Terlebih lagi Marvel bukan hanya tak bisa melupakan masa lalunya dengan Clara saja tapi Marvel juga menyembunyikan fakta besar dari Milla.


Fakta bahwa suami Milla sebelumnya, Gerrian telah telah tiada. Menyembunyikan kenyataan bahwa sebenarnya Gerrian bukan lah laki laki yang tidak bertanggung jawab yang meninggalkan Milla dan Riko begitu saja.


Marvel benar benar diliputi rasa bersalah sekarang ini, entah Marvel tidak tahu bagaimana caranya menyingkirkan perasaan mengganggu ini. Marvel tidak ingin kelihatan aneh di depan Milla.


Marvel tidak ingin membuat Milla curiga.


***


Clara meletakkan goodie bag yang sebelumnya ia temukan di depan rumah itu tepat di depan Damian, menatap Damian dengan pandangan menuntut penjelasan.


“Orang dari rumah sebelah pasti datang membawa ini untuk kita bukan? kenapa kau tidak mempersilahkan nya masuk, dan kenapa barang ini bukan nya kau terima justru tergeletak di luar?” tanya Clara dengan nada suara serius, Clara berani bertindak seperti ini karena Adara dan Lucas sedang tertidur sekarang. “Jawab Damian!”


Damian menatap sinis goodie bag tersebut, padahal ia sudah menyuruh Marvel untuk membawa pulang barang tersebut tapi Marvel justru meninggalkan nya di depan pintu. Marvel pasti sengaja melakukannya itu lah yang terpikirkan di kepala Damian.


“Ku bilang jawab pertanyaan ku Damian!” ujar Clara lagi semakin meninggikan suaranya lagi.


“Iya, Marvel datang membawa barang itu tapi aku menolaknya. Kita tidak butuh, aku bisa belikan kau 10 barang seperti itu jika kau mau, tidak perlu darinya!” Damian terpaksa jujur, tidak ingin Clara semakin menaikkan nada suaranya hanya untuk menyuruh Damian bicara. Damian khawatir jika suara Clara akan mengganggu tidur Adara dan juga Lucas.


Clara berdecak kesal, kembali di buat emosi dengan sikap Damian yang menurut Clara kelewat kekanak-anakan. “Apa sulitnya menerima pemberian orang lain Damian, kenapa kau benci sekali kepada Marvel. Berapa kali aku harus mengatakan kepada mu bahwa tidak perlu ada hal yang kau takut kan, Marvel sudah menikah.. dia tidak akan mengejar ku lagi!”


Bukannya merasa bersalah Damian justru mendengus jengkel, kesal lantaran Clara masih saja berpihak kepada Marvel. “Kau terlalu percaya kepada laki laki itu, kalau memang dia tidak akan mengejar mu lagi kenapa saat aku menantangnya untuk mengatakan dengan lantang bahwa dia sudah tidak lagi mencintai mu, dia tidak bisa?” Damian berhenti sejenak dan tertawa sinis, “Itu karena dia memang masih mencintai mu.”


Clara terdiam, Clara tidak tahu bahwa diluar Damian dan Marvel membicarakan hal seperti itu. Bagaimana jika ada yang mendengar? mungkin jika anggota keluarga Marvel yang lain yang mendengar seperti Juan atau Monica, Clara tidak perlu khawatir tapi jika yang mendengar Milla. Bagaimana jika Milla salah paham nantinya.


Tapi jujur Clara juga tidak menyangka bahwa Marvel sampai saat ini masih saja kesulitan untuk melupakannya sementara Marvel sekarang sudah menikah dengan wanita lain.


“Aku bersikap seperti ini bukan tanpa alasan Clara, aku tahu bahwa Marvel masih memiliki perasaan kepada mu. Meski dia telah menikah, tatapan matanya kepada mu masih sama seperti dulu, mungkin sulit baginya melupakan mu karena kau cinta pertamanya maka dari itu seharusnya ia tidak terus saja melibatkan mu dalam urusan keluarganya.” Damian diam sejenak, ia menatap Clara dengan tatapan serius.


“Bukannys aku menentang mu untuk membantu keluarganya, tapi terus berhubungan dengan mereka hanya akan mempersulit Marvel melupakan perasaannya kepada mu juga. Bagaimana jika istrinya salah tanggap dengan hubungan kalian, tidak kah kau kasihan kepada Milla. Diam tidak tahu apa apa bahwa suami mu masih saja berurusan dengan wanita yang ia cintai sejak dulu bahkan sampai sekarang.”


Kali ini Clara tidak bisa melawan perkataan Damian, Clara tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Milla saat mengetahui bahwa Marvel masih mencintai dirinya. Pasti menyakitkan sekali mengetahui bahwa suami mu memiliki perasaan dengan wanita lain meski perasaan tersebut hanya sedikit tetap saja ada wanita lain di hati suaminya.


Jika Clara berada diposisi tersebut, mengetahui bahwa Damian memiliki rasa secuil saja pada wanita lain mungkin Clara sudah marah besar. Sakit hati, mengamuk dan bisa bisa meminta Damian untuk menceraikan nya.


“Kau mengerti maksud ku bukan?” tanya Damian lembut, Clara menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

__ADS_1


Damian meraih Clara ke dalam pelukannya, mengecup singkat puncak kepala Clara. “Ku harap kita tidak berdebat lagi kedepannya hanya karena orang lain, aku takut Adara dan Lucas melihat kita bertengkar, tidak baik anak melihat orang tuanya bertengkar. Bisa bisa itu mempengaruhi psikis anak kita.”


Clara menganggukkan kepalanya dan pelukan Damian, Clara juga tidak suka terus terusan bertengkar dengan Damian.


__ADS_2