SUGAR BROTHER

SUGAR BROTHER
THIRTEEN


__ADS_3

Marvel mengerutkan alisnya, dari kejauhan Marvel bisa melihat perubahan raut wajah Clara dan juga tubuh Clara yang mendadak gemetar.


Marvel mendekat, ia tidak perduli jika Clara akan marah kepadanya karna dianggap tidak menghargai privasinya, hanya saja Marvel khawatir terjadi hal buruk kepada Clara.


“Clara.. kau baik baik saja?”


Marvel menyentuh bahu Clara membuat wanita itu mendongak dan menatapnya dengan wajah penuh air mata. Ada apa ini? Kenapa Clara menangis?


“Ada apa dengan mu, kau baik baik saja kan?”


Bukannya menjawab Clara justru semakin menangis membuat Marvel semakin panik, pandangan Marvel teralihkan kepada ponsel Clara. Marvel hendak mengambil ponsel tersebut ingin mengecek apa hal yang membuat Clara menangis namun dengan gerakan cepat Clara menepis tangan Marvel.


Tubuh Clara semakin gemetar, Clara ketakutan. Ia takut Marvel melihat video yang Damian kirimkan. Jika Marvel melihat video tersebut dan merasa jijik terhadapnya bukan tidak mungkin jika Marvel akan menjauhi dirinya atau menyebarkan tentang hal ini ke orang lain.


“Clara, kau kenapa?”


Marvel semakin khawatir lantaran Clara justru mencoba menghindar darinya, apa yang sebenarnya terjadi dengan Clara? Marvel benci melihat Clara seperti ini, Marvel benci melihat Clara seolah olah merasa tidak aman dengannya.


Marvel tidak mungkin menjahati Clara, tidak mungkin ia menyakiti wanita yang ia cintai.


“Clara, jika kau ada masalah dan kau tidak bisa menanggungnya maka ceritakan lah padaku, aku akan berusaha sebisa mungkin untuk membantu mu. Aku ini teman mu bukan? Aku tidak akan mungkin menjahati mu, aku bukan orang seperti itu, Clara.”


Clara terdiam, ia masih menggenggam ponselnya itu erat erat. Clara memandang wajah Marvel berusaha mencari kebohongan disana namun nyatanya yang Clara dapatkan adalah ketulusan.


Mata Marvel memancarkan ketulusan yang membuat Clara semakin histeris dan berlari keperluan Marvel, Clara menangis di dalam pelukan Marvel.


Bolehkah Clara berharap?


Berharap bahwa Marvel bisa membantunya keluar dari masalah ini?

__ADS_1


Clara tidak mau kembali pada Damian, Clara tidak mau.


***


Damian berdecak, ini sudah satu jam sejak ia mengirimkan video tersebut kepada Clara dan sampai saat ini pun belum ada jawaban dari Clara bahkan wanita itu tidak menuruti perintahnya untuk menemuinya secepat mungkin.


Damian mengetuk ngetik meja kerjanya menggunakan bolpoin. Menunggu informasi dari orang suruhannya yang sudah ia perintahkan untuk mengawasi Clara.


Bagaimana pun Damian tidak akan membiarkan Clara lepas darinya begitu saja.


Tidak akan.


***


Disini Clara sekarang, duduk berdampingan dengan Marvel. Clara hanya menunduk tak berani bicara sementara Marvel sibuk membujuk kakaknya—Juan Orlando, untuk bersedia membantu Clara.


“Kak, kau pasti mengenal Damian Leonardus kan? Kau pasti bisa memintanya untuk berhenti mengganggu Clara, Kak.. laki laki itu sudah keterlaluan dia mengancam Clara demi keuntungannya sendiri.” Marvel berusaha sebisa mungkin untuk mendapatkan belas kasihan dari Juan, namun Juan justru melirik Marvel sekilas dan mengalihkan fokusnya kembali ke arah laptopnya.


“T-tapi kak..”


Clara yang mendengar penolakan dari Juan tersebut tidak lagi bisa menahan tangisnya, Clara berlari pergi dari rumah Marvel. Meninggalkan Marvel dan Juan disana.


“Clara!”


Seberapa keras pun Marvel memanggil, Clara tetap berlari pergi, Marvel kembali menatap kakaknya itu.


“Tidak bisa kah kau membantu Clara kak, setidaknya untuk ku. Aku ini adik mu, aku tidak bisa melihat Clara seperti ini. Aku mencintainya kak.. ku mohon bantulah dia.” Marvel bangkit dari posisi duduknya, bukan untuk meninggalkan Juan melainkan Marvel bersujud di depan Juan, ia rela melakukan apapun demi Clara.


“Aku mencintainya kak, tolong mengertilah.. bantu aku kak, ku mohon bantu aku.”

__ADS_1


Juan berdecak, ia tidak suka melihat adik nya jadi selemah ini, “Cinta kau bilang? Wanita yang rela menjual harga dirinya sendiri demi uang itu tidak pantas mendapatkan cinta mu, kau seharusnya sadar bisa saja dia itu bertujuan untuk memanfaatkan mu juga setelah mengetahui bahwa kau ini juga berasal dari keluarga kaya.”


“Clara bukan orang seperti itu!” Marvel berdiri, ia berteriak tidak terima. Matanya yang memerah karena meneteskan air mata itu membesar menatap marah ke arah Juan. “Clara bukan wanita seperti itu! Aku tahu dia, dia tidak seperti itu!!”


Juan menggelengkan kepalanya, ia tidak menyangka Marvel benar benar sudah jatuh cinta terlalu dalam kepada wanita itu.


“Pergilah, aku tidak ingin berdebat lagi dengan mu.”


Marvel menggelengkan kepalanya menolak, Marvel tidak mau pergi sebelum Juan setuju untuk membantu Clara.


“Katakan dulu padaku kalau kau akan membantu Clara maka aku akan pergi.”


Juan berdecak kesal, Marvel sungguh sangat keras kepala. Benar benar menjengkelkan.


“Baiklah aku akan membantu wanita itu jadi sekarang kau pergi lah dari ruangan ku, aku memiliki banyak hal yang harus ku urus.”


Senyum tipis muncul di bibir Marvel, ia mengucapkan terima kasih sebelum akhirnya ia berlari keluar dari ruang kerja Juan. Ia harus memberitahukan berita baik ini kepada Clara.


Sementara Juan yang menatap kepergian Marvel itu dengan tatapan tidak senang, Juan merasa seolah adiknya itu diperalat oleh Clara.


Clara membawa pengaruh buruk bagi Marvel, sepertinya Juan harus mencari cara untuk menjauhkan mereka berdua sebelum Marvel semakin menjadi jadi nantinya.


***


Damian mengambil ponselnya yang bergetar di dalam saku jasnya, Damian membaca pesan yang dikirimkan oleh orang suruhannya itu.


Terdapat foto foto Clara yang tengah bersama dengan laki laki yang sebelumnya pernah Damian lihat.


Damian mengepalkan tangan nya erat erat, berani sekali Clara berdekatan dengan laki laki lain. Tidak kah Clara takut dengan video mereka, ataukah Clara memang tidak perduli lagi karna wanita itu sudah mendapatkan laki laki baru yang bisa ia jadikan tambang uang nya.

__ADS_1


Wanita itu benar benar harus diberikan pelajaran agar tidak berani lagi untuk membantah Damian, Clara benar benar harus diberi pelajaran.


__ADS_2