
Clara dengan sabar menunggu kedatangan Josephine disebuah halte, Clara meminta Josephine untuk menemuinya, memang seharusnya Clara bisa saja mengajak Josephine bertemu di tempat yang lebih baik hanya saja Clara tidak mau menghabiskan uang. Jika Clara mengajak Josephine bertemu di cafe maka ongkos kesana saja sudah berapa, belum lagi biaya pesanan mereka nanti. Clara benar benar harus kembali irit atau bahkan lebih irit dari biasanya.
Clara harus berhemat karna Clara belum punya pekerjaan, Clara tidak bisa menyingkapkan uang simpanannya begitu saja untuk hal yang tidak perlu.
“Clara!”
Clara mendongak ketika ia melihat sebuah mobil terparkir tepat di hadapannya yang tengah duduk di halte yang sepi itu.
“Josephine!”
Clara bangkit dari posisi duduknya, ia menghampiri Josephine sembari menyeret koper miliknya.
“Kenapa kau mengajak ku bertemu disini dan kenapa juga kau membawa koper?” Josephine turun dari mobilnya dalam kebingungan, “Jangan bilang kau kabur dari rumah?”
Clara menghela nafas berat, “Bukannya kabur tapi aku memang tidak punya rumah.”
Josephine semakin mengerutkan alisnya, merasa tidak mengerti dengan apa yang Clara bicarakan. “Apa maksud mu? Kau kan selama ini tinggal di rumah kakak mu. Ya berarti itu lah rumah mu, kau ini suka tidak masuk akal.”
“Itu rumah suami kakak ku, bukan rumah ku. Lagi pula untuk apa aku tinggal disana jika kehadiran ku disana saja tidak pernah diharapkan.”
Josephine merasa permasalahan Clara bukan lah permasalahan sepele, ia melihat sekeliling dan merasa bahwa tempat mereka berbincang ini bukanlah tempat yang baik. “Baiklah kau harus menjelaskan semuanya kepada ku nanti, tapi pertama tama kita harus mencari tempat yang layak untuk berbincang.”
Josephine memasukkan koper Clara ke dalam bagasi mobilnya, Josephine juga menyuruh Clara untuk masuk ke dalam mobil.
***
Diana bersantai di ruang tamu, kakinya dengan sengaja ia selonjorkan ke atas meja. Perasaannya sedang sangat bahagia lantaran orang yang selama ini ingin ia tendang keluar dari rumah ini sudah pergi dengan sendirinya.
Sekarang Diana akan semakin leluasa menguasai rumah Damian, meski sebenarnya Diana masih sedikit terganggu atas sikap Damian yang semakin dingin terhadapnya namun Diana tidak mau terlalu ambil pusing. Mungkin Damian hanya sibuk dengan pekerjaannya saja.
__ADS_1
Diana melirik ponselnya yang berdering, ada pesan masuk dari Thomas.
From : Thom ♥️
Datanglah nanti malam, jangan lupa bawakan aku beberapa minuman.
Senyum Diana terukir ketika membaca pesan dari Thomas, mungkin malam ini ia bisa merayakan kebahagiaannya itu bersama Thomas.
***
“Jadi selama ini kakak dan juga kakak ipar mu itu selalu menindas mu?” Josephine mengepalkan tangannya tidak terima, ia emosi setelah mendengar cerita Clara mengenai alasan kenapa ia pergi dari rumah kakaknya itu.
Clara sendiri yang melihat Josephine emosi merasa sangat bersalah, Clara merasa bersalah karena tidak menceritakan yang sebenarnya kepada Josephine. Clara hanya mengatakan bahwa ia selama ini di tindak oleh Diana dan Damian. Clara tidak mengatakan bahwa selama ini Damian memanfaatkan tubuh Clara dan juga menghina nya sedemikian rupa.
Clara malu, ia tidak berani menceritakan yang sebenarnya. Clara takut jika ia mengatakan hal yang sebenarnya maka Josephine akan merasa jijik terhadap dirinya dan menjauhinya. Clara tidak ingin kehilangan teman satu satunya itu.
Clara menggeleng lalu mengangguk, Clara tidak punya rencana apa apa, sementara masalah uang Clara punya uang meski tidak banyak.
“Aku sebenarnya ingin mengajak mu tinggal dengan ku tapi aku rasa itu tidak mungkin karena aku saja tinggal dengan keluarga ku. Mungkin aku hanya bisa membantu mu mencari tempat tinggal, aku punya kenalan yang bisa menyewakan apartemen nya untuk mu.”
Dengan cepat Clara menggelengkan kepalanya, apartemen? Yang benar saja. Clara tidak yakin ia mampu membayar sewa sebuah apartemen. Clara harus hidup hemat, ia tidak mungkin tinggal di apartemen sementara ia sendiri tidak punya penghasilan.
“Kenapa kau menggeleng? Apartemen nya bagus kau tidak perlu takut.”
Clara kembali menggelengkan kepalanya, “Bukan itu maksud ku, tapi aku tidak punya uang untuk menyewa apartemen. Jika aku tinggal di apartemen maka aku tidak akan bisa makan nantinya, aku belum punya pekerjaan.”
Josephine mengangguk anggukkan kepalanya mengerti, “Kalau begitu aku akan membantu mu mencari tempat tinggal yang layak dan cukup murah meski aku ragu ada tempat seperti itu.”
“Ada. Sebelum tinggal bersama kakak ku, aku sempat mengontrak di tempat yang cukup nyaman dan juga terjangkau tapi ku rasa tempat itu sudah dihuni orang lain saat ini.”
__ADS_1
Josephine meraih kunci mobilnya dan dengan sigap bangkit berdiri, “Kita tidak akan tahu jika kita tidak kesana langsung, berdoa saja semoga kau segera mendapatkan tempat tinggal.”
Clara tersenyum melihat keantusiasan Josephine dalam membantunya, memang ia tidak salah pilih teman. Seandainya tidak ada Josephine entah bagaimana nasib Clara saat ini.
***
Damian melirik jengkel ponselnya yang tergeletak di meja kerjanya, tidak ada satupun panggilan ataupun pesan masuk dari Clara. Segala sesuatu tidak berjalan sesuai dengan apa yang ia bayangkan.
Seharusnya Clara bertindak seperti kakaknya, bertindak tidak tahu malu dan terus tinggal disisi Damian demi uang dan tempat tinggal tapi ini.. Clara justru pergi hanya karna Damian mengatakan kebenaran.
Apakah Damian salah berbicara? Ia rasa tidak, Damian mengatakan fakta, memang benar Clara menjual tubuhnya dengan mudah bukan? Clara bahkan selalu menurut pada setiap perintah Damian demi uang, bukan kah itu sudah menjadi alasan kuat bahwa Clara bisa saja melakukan hal yang sama kepada orang lain asalkan orang itu membayar Clara dengan jumlah yang sama atau bahkan lebih banyak.
Lama memandang ponselnya itu dengan pikiran yang berkelana kemana mana membuat Damian agak terkejut ketika ponselnya itu tiba tiba saja berdering menampilkan pesan masuk dari Diana.
From : Diana
Sayang.. aku tidak akan pulang malam ini, hari ini aku kembali ada jadwal operasi. Ku harap kau tidak merindukan ku 😚♥️
Damian berdecih membaca pesan itu, apanya yang operasi. Diana hanya bermain suntik suntikan dengan selingkuhannya itu.
Sebenarnya Damian sudah sangat muak dengan Diana, suasana hatinya yang sedang muram itu semakin dongkol ketika membaca pesan dari Diana dan dengan ketidak pedulian Damian terhadap rumah tangganya yang memang sudah tidak ingin ia pertahankan itu Damian mengirimkan balasan yang Damian yakini pasti akan membuat Diana terkejut dan dengan kalang kabut mendatanginya.
To : Diana
Yeah, ku rasa aku juga tidak akan merindukan orang seperti mu. Lakukan lah ‘operasi’ mu itu dengan baik dan tidak perlu kembali lagi ke padaku ataupun menginjakkan kaki mu lagi di rumah ku. Selamat bersenang senang dengan selingkuhan mu.
Setelah menekan tombol kirim, Damian langsung memblokir nomer Diana. Damian yakin karna setelah membaca pesan itu Diana pasti akan berusaha untuk menghubunginya.
Damian sedang kesal dengan adiknya kenapa juga tidak melampiaskannya ke kakaknya.
__ADS_1