SUGAR BROTHER

SUGAR BROTHER
SIDE STORY : MARVEL XVI


__ADS_3

“Bagaimana keadaan kandungan mu Helena?” Myra menyentuh perut menantu pertama nya itu, memasang senyum yang lebar kepada Helena, seolah olah terlihat ingin menyenangkan hati Helena.


Helena—istri Juan tersenyum memandang Ibu mertuanya itu, meski kondisinya lemah ia tetap senang melihat kehadiran Ibu mertuanya menjelang kelahiran anak yang dikandungnya.


Pandangan Helena beralih kedapatan Milla yang duduk tepat disamping Marvel, Helena tersenyum kepada Milla. “Kau istri Marvel kan? Maaf ya saat pernikahan mu aku tidak bisa hadir, kondisi ku benar benar lemah. Aku bahkan tidak tahu apakah aku bisa selamat nanti saat melahirkan anak ku.”


Milla menggelengkan kepalanya, ia mengerti bahwa Helena sedang dalam kondisi tidak baik sehingga Helena tidak bisa datang ke pernikahan Milla dengan Marvel, “Bukan apa apa, kesehatan Kakak jauh lebih penting.”


Ada hal yang membuat Milla tidak mengerti, mengapa Juan diam saja saat Helena mengatakan bahwa dirinya mungkin saja tidak selamat saat melahirkan anak mereka nanti.


Ya, Milla paham bahwa mereka menikah bukan atas dasar cinta, tapi setelah hidup bersama dalam kurun waktu cukup lama hingga memiliki anak bukan kah seharusnya paling tidak ada rasa simpati satu sama lain diantara mereka.


Kenapa Juan terkesan sangat tidak perduli jika Helena mati suatu saat nanti?


Riko, satu satunya anak kecil diantara para orang dewasa itu tak bisa mengalihkan pandangannya dari Ibu Marvel yang tengah mengusap lembut perut besar Helena.

__ADS_1


Sejenak Riko memandangi perut Ibunya, Riko berpikir apakah jika Ibunya hamil seperti istri Om Juan. Apakah nenek baru nya itu akan berubah dan menjadi menyayangi mereka juga?


“Riko.. jika Riko bosan Riko bisa bermain diluar sama Tante.” Monica mengajak Riko keluar dari rumah, sebetulnya itu hanya alasan Monica saja karena ia malas melihat akting Ibunya yang terus saja berpura pura sebagai mertua yang baik. Bagaimana bisa Ibunya menjadi mertua yang baik sementara Ibu nya itu telah gagal menjadi Ibu yang baik.


Monica menggandeng tangan Riko, mereka hendak pergi ke taman komplek perumahan ini untuk bermain. Karena seingat Monica banyak anak seusia Riko disana.


Sialnya saat mereka ke taman, di taman tersebut justru ada seseorang yang amat sangat Monica kenal. Seseorang yang tinggal tepat disebelah rumah Juan berada. Orang tersebut adalah Clara, cinta pertama Marvel.


“Ah, Kak Clara. Aku tidak menyangka kita akan bertemu disini.” Monica menyapa sambil tertawa canggung, ia melirik anak perempuan yang berdiri di dekat Clara. Itu anak perempuan Clara, Adara namanya. “Adara sudah besar ya kak, tidak terasa.”


Pandangan Monica beralih kepada sosok anak kecil yang berada di gendongan Clara, menurut perkiraan Monica anak itu usianya belum ada satu tahun, masih sangat kecil. “Kakak punya anak lagi?”


Kali ini justru Clara lah yang bertanya, ia menatap penasaran ke arah anak laki laki yang digandeng oleh Monica.


Monica agak ragu untuk menjawab, namun ia merasa tidak ada yang perlu disembunyikan. Lagi pula tidak ada apa apa antara Marvel dan Clara, jadi tidak seharusnya juga Monica menutupi fakta bahwa Riko sekarang adalah anggota baru di keluarga mereka.

__ADS_1


“Ah perkenalkan ini Riko, anak Kak Marvel.”


Tepat saat Monica menyebut nama Marvel, saat itu juga Monica melihat keterkejutan diwajahnya Clara. Monica segara melarat perkataannya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman pahaman.


“Maksud ku, anak tiri Kak Marvel. Kak Marvel sekarang sudah menikah.”


Clara menganggukkan kepalanya mengerti, hanya saja ia tidak bisa menyembunyikan perasaan kecewa yang ia rasakan. Bukan kecewa karena Marvel telah bahagia dengan wanita lain namun karena Clara telah menganggap Marvel sebagai sahabatnya dan Clara merasa kecewa bahwa Marvel menikah tanpa mengundang ataupun memberitahunya.


Memang selama hampir 3 tahun setelah Cakra menikah dengan Damian, Markus seolah hilang ditelan bumi. Marvel bahkan tidak tinggal dengan Juan lagi.


Dan sekarang Marvel telah berkeluarga, Clara berharap ia bisa berteman lagi dengan Marvel dan juga alangkah lebih baik lagi jika ia juga bisa dekat dengan istri Marvel.


“Apa Marvel sekarang berada di rumah Juan?” tanya Clara kepada Monica, Monica menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Monica bisa merasakan bahwa ada keinginan di diri Clara untuk menemui Marvel, dan hal itulah yang Monica takutkan. Monica tahu bahwa Marvel menikah dengan Milla selain karena mereka sudah saling mencinta tapi semua itu berawal dari rasa kasihan Marvel.

__ADS_1


Karena Marvel merasa bertanggung jawab untuk membahagiakan Milla dan juga Riko.


Monica tidak tahu apa perasaan cinta Marvel kepada Clara telah benar musnah atau tidak, Monica takut bahwa tindakan Clara yang berniat baik itu hanya akan menjadi duri dalam kehidupan rumah tangga Marvel dan Milla.


__ADS_2