SUGAR BROTHER

SUGAR BROTHER
THIRTY THREE


__ADS_3

Damian tersenyum miring ketika ia melihat Diana yang mendadak gelisah sesaat Thomas dibawa masuk oleh Jackson atas perintah Damian sendiri.


“Ma.. laki laki ini adalah laki laki yang ada di video itu.” Damian beralih pada Thomas, mendorong laki laki itu agar maju ke depan menghadap Feelisa dan juga Diana.


Thomas menggelengkan kepalanya, ia panik. “Bukan aku, anak yang Diana kandung itu bukan anak ku.”


Diana sontak tersenyum bangga, ia lupa bahwa sebelumnya ia sempat keringat dingin mewanti wanti jawaban Thomas, namun senyum Diana itu tidak berlangsung lama.


Thomas kembali buka suara, yang membuat Feelisa memicing sinis ke arah Diana.


“Anak yang di kandung Diana itu bukan anak ku, karna ini bukan pertama kali nya ia hamil seperti ini. Dahulu Diana sudah sering mengandung dan selalu meminta bantuan ku untuk menemani nya dalam menggugurkan calon anak nya itu.” Thomas tidak punya pilihan lain selain bicara jujur, “Ya, aku memang kekasih dari Diana. Meskipun Diana berpacaran, menjadi selingkuhan  atau istri orang lain pun Diana akan tetap menjadi kekasih ku. Karna dia mencintai ku, wanita bodoh ini selalu kembali padaku, bahkan meskipun aku sudah mengusirnya. Ia rela menghabiskan uang yang sudah susah payah ia kuras dari orang lain untuk kesenangan ku. Tapi aku tidak pernah mencintainya, cinta.. siapa juga yang bisa mencintai wanita semenjijikan dirinya. Aku hanya mencintai uangnya, karna tanpa uang yang ia berikan aku tidak akan bisa membeli narkoba dan juga minuman.”


Diana panik, tapi lebih dari panik Diana justru merasakan sesak di dada nya. Laki laki yang ia cintai, laki laki yang selama ini berada di pihaknya justru berbalik dan menikam nya begitu saja setelah apa yang sudah Diana berikan kepada Thomas.


“Berapa? Berapa banyak uang yang Damian berikan kepada mu untuk bicara omong kosong seperti ini?!” Diana beralih pada mantan ibu mertua nya itu, ia berusaha menggenggam tangan Feelisa meski akhirnya tangannya di tepis begitu saja.


“Ma, aku benar benar mengandung anak Damian. Aku tidak berbohong, ini benar benar anak Damian. Damian tega melakukan semua ini demi Clara, Damian ingin menyingkirkan aku dan anak kami agar ia bisa hidup bahagia dengan Clara sementara aku di buang begitu saja.”


“Tutup mulut busuk mu itu Diana! Berhenti sangkut pautkan Clara dengan masalah ini, kau lah disini yang berbohong. Kau lah yang berkhianat. Jika aku jatuh cinta dengan wanita lain karena pengkhianatan mu itu bukan salah dari Clara tapi salah mu sendiri, aku mencintai mu saat itu tapi kau justru berkhianat dan menghancurkan kepercayaan ku terhadap dirimu.”


Damian emosi, ia kesal lantaran Diana terus saja mengelak dan terus saja menyalahkan Clara yang sebenarnya tidak bersalah.


“Dan Mama.. sampai kapan Mama akan terus termakan oleh kebohongan Diana? Apa Mama tidak percaya dengan anak Mama sendiri? Tidak bisa kah Mama melihat kejujuran di mata Damian, dan melihat betapa bahagia nya Damian bersama Clara di bandingkan dengan Diana?” Damian mulai meneteskan air matanya, ia kesal. Ia hanya ingin menyelesaikan semua masalah ini dan kembali ke pelukan Clara.


“Aku selalu saja mengorbankan perasaan ku demi Mama, aku sudah mengetahui perselingkuhan Diana sejak sebelum kami menikah tapi aku tetap menikahi nya karena aku mencintai nya saat itu tapi lebih dari cinta ku aku lebih takut Mama merasa malu jika aku membatalkan pernikahan ku begitu saja, Mama sudah mengundang banyak kerabat dan rekan bisnis. Membatalkan pernikahan begitu saja pasti akan membuat Mama shock dan jatuh sakit. Aku rela mengenyampingkan perasaan ku demi Mama. Bahkan sejak kecil aku selalu menuruti setiap hal yang Mama inginkan, tidak bisa kah Mama memikirkan kebahagiaan ku sekali ini saja?” Damian berlutut di hadapan Feelisa. “Aku hanya ingin bersama Clara, aku bersumpah aku tidak menghamili Diana. Aku bersumpah.”

__ADS_1


Feelisa sebenarnya merasa bersalah, namun ia tidak bisa bersikap gegabah. “Masalah ini belum selesai, kita akan melakukan tes DNA nanti untuk membuktikan siapa yang jujur dan siapa yang berbohong disini. itu lah keputusan final nya.”


Feelisa bangkit meninggalkan Damian dan Diana, ia melangkah menuju kamarnya dengan langkah gontai.


Sementara Damian meremas rambutnya frustasi, ia harus menunggu lagi. Damian menatap Diana dengan tatapan penuh amarah nya.


“Aku bersumpah akan membuktikan semuanya dan menghancurkan mu dengan tangan ku sendiri Diana, jangan pancing amarah ku. Jika aku mau aku bisa membunuh mu sekarang juga.” Damian pergi meninggalkan Diana yang masih terdiam lantaran masih memikirkan perkataan Thomas, Diana tidak takut dengan ancaman Damian tapi Diana merasa amat sangat sakit hati dengan perkataan Thomas.


Diana sangat mencintai Thomas, meski ia menjalin hubungan dengan banyak laki laki tapi selalu Thomas lah laki laki yang ia cintai. Meski Thomas pecandu dan selalu meminta uang kepadanya Diana selalu merasa itu bukan masalah besar.


Uang bisa ia cari kemana pun, dengan cara apapun. Tapi kehilangan Thomas dan di khianati oleh Thomas rasanya sangat menyakitkan.


Tak terasa air mata mulai mengalir di pipi Diana, melihat kepergian Thomas yang diseret paksa oleh Jackson.


Dengan segala yang sudah ia berikan kepada Thomas, masih tidak cukup kah itu semua untuk menahan Thomas untuk terus berada di sisinya? Berada di pihaknya?


Menyedihkan.


Tapi semuanya sudah terjadi, meski Thomas mengkhianatinya Diana tidak akan mundur.


Semuanya sudah berjalan sejauh ini, Diana hanya perlu bertahan dan menyingkirkan Clara. Lalu Damian akan kembali ke pelukannya, meski Diana sendiri tidak mencintai Damian tapi Diana butuh Damian untuk hidupnya.


Dan Diana yakin bahwa Damian memang adalah miliknya, dan sudah seharusnya tetap menjadi miliknya. Clara wanita licik itu pasti bermaksud merubah nasib buruknya yang miskin dengan menggoda Damian.


Diana sudah tahu sejak dulu bahwa Clara selalu menginginkan apapun yang ia miliki.

__ADS_1


Clara si wanita sialan itu.


Kenapa wanita itu tidak mati saja saat ia tinggalkan tanpa uang sepeserpun? Seharusnya Clara mati karena kelaparan atau apalah itu, saat itu Diana membawa semua uang peninggalan orangtua mereka dan meninggalkan Clara.


Sialnya Clara justru hidup dengan sehat dan berusaha merebut Damian, Diana tidak akan membiarkan dirinya hancur begitu saja.


***


Clara keluar kamar, maksud hati ia ingin mengambil minum namun langkahnya terhenti ketika mendengar seorang pelayan yang tengah bertelepon di dapur.


“Iya Tuan, Nyonya Clara sudah meminum susu nya dan memakan semua makanannya. Nyonya Clara juga tidak melakukan hal aneh ataupun meminta hal yang aneh.”


Damian?


Jadi pelayan itu sedang bertelepon dengan Damian, Damian pasti bertanya tentang Clara kepada pelayan tersebut.


Damian benar benar mengkhawatirkan dirinya, Clara mendadak merasa bersalah lantaran melarang Damian untuk datang menemuinya meski Clara sendiri tahu bahwa Damian pasti ingin menemaninya, menjaganya.


Memang Clara egois, tapi Clara hanya tidak ingin jika ia terlalu dekat dengan Damian disaat belum ada kejelasan yang pasti tentang anak itu.


Karena Clara sudah menyiapkan dirinya, jika benar anak yang Diana kandung itu adalah anak Damian maka Clara akan pergi dan menjaga anaknya seorang diri, dan tidak akan pernah memberi Damian kesempatan lagi.


Clara akan menunggu, dan menerima Damian dengan suka cita jika Damian memang benar anak itu bukan anak Damian.


Meski ia harus di cap sebagai wanita perebut suami kakaknya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2