
Damian pulang dengan terburu buru, awalnya Damian ingin menemui Clara langsung di Bar namun anak buah Damian yang menjaga Clara mengatakan bahwa Clara sudah pulang.
Damian tidak mengerti apa yang sedang Clara pikirkan, mengapa ia pergi ketempat seperti itu. Tidak kah Clara berpikir bahwa tempat itu berbahaya untuk kandungannya?
Asap rokok disana, dan juga orang orang disana berbahaya. Bagaimana jika ada orang mabuk yang tidak sengaja menyakiti Clara?
Memikirkan nya saja sudah membuat Damian kesal sekali.
“Selamat datang, Tuan Damian..” sapa seorang pelayan kepada Damian, yang baru saja masuk ke dalam rumah.
“Dimana Clara?”
“Nyonya ada di kamarnya Tuan.”
Pelayan tersebut terkejut melihat Damian yang berlari menuju kamar Clara, dalam hati pelayan tersebut bertanya tanya apa yang terjadi sehingga Tuan nya itu sampai seperti itu?
Damian masuk ke dalam kamar Clara tanpa mengetuk terlebih dahulu, sontak Clara yang kebetulan tengah mengganti pakaiannya menoleh dan menatap tajam Damian.
“Kenapa kau tadi pergi ke Bar? Apa kau sudah kehilangan akal sehat mu?”
Clara berdecak, ia menyelesaikan kegiatannya mengancing baju nya. “Seharusnya aku yang bertanya seperti itu Damian, apa kau sudah kehilangan akal sehat ku sehingga masuk ke kamar ku sembarangan? Aku tahu ini rumah mu, tapi kau tidak bisa melakukan hal itu.”
Damian mengerutkan alisnya, “Kenapa juga kau jadi seperti ini, kau malu karena aku melihat mu sedang berganti pakaian? Kau lupa kalau aku sudah hapal setiap jengkal tubuh mu dan bahkan sebelumnya kita sudah melakukan hubungan intim tanpa paksaan dari pihak manapun, kau lupa?”
Clara menghela nafas berat, “Bukan itu maksud ku Damian, yang ku maksud kan adalah kau tidak bisa bersikap seenaknya, kau belum bisa membuktikan bahwa anak yang dikandung oleh kak Diana itu bukan anak mu. Kau tidak bisa terus seperti ini, akan sulit bagimu untuk lepas dariku nantinya jika ternyata anak yang dikandung kak Diana benar benar anak mu.”
“Aku bersumpah anak yang di kandung Diana itu bukan anak ku, kenapa juga kau jadi seperti ini?! Aku tidak akan meninggalkan kau dan anak kita apapun yang terjadi!” Damian meninggikan suaranya, sungguh Damian tidak suka dengan apa yang telah Clara katakan. Bisa bisanya Clara berpikir bahwa mereka akan berpisah lagi. Damian tidak mau kehilangan Clara lagi, ia sudah susah payah untuk memenangkan hati Clara bagaimana bisa harus kehilangan Clara lagi hanya karena kebohongan bodoh dari Diana si wanita gila itu.
“Sebelum kau bisa membuktikan anak itu bukan anak mu Damian, kau tidak boleh tinggal bersama ku. Buktikan secepat mungkin maka aku akan membuka lebar lebar tanganku untuk menerima mu dalam pelukan ku. Aku akan menunggu..”
Damian mengepalkan tangannya, ia tidak setuju. Tapi Damian akan membuktikan secepatnya kepada Clara yang sebenarnya dan saat itu pula Clara harus menepati janjinya dan menerima Damian sepenuhnya.
“Tunggu saja, aku akan membuktikan semuanya dan kau pasti akan berakhir menjadi istriku.” Damian menerima semuanya, namun Damian masih tidak terima dengan Clara yang pergi ke Bar hari ini. “Tapi kau tetap harus menjelaskan kepada ku kenapa kau pergi ke Bar hari ini?”
“Aku hanya menemui teman, kau tidak perlu tahu. Tenang aku bisa menjaga diriku sendiri, lagi pula anak buah mu itu selalu membuntuti ku kemana mana jadi aku tidak akan terluka.”
“Tapi tetap saja itu berbahaya Clara!”
“Aku bisa menjaga diriku sendiri, sekarang kau pergilah. Aku ingin beristirahat.” Clara membaringkan dirinya di ranjang, menolak melanjutkan pertengkaran nya dengan Damian.
“Tapi Cla—”
__ADS_1
“Hei, aku dan anak mu sudah mengantuk, apa kau mau terus mengganggu kami seperti ini?”
Damian mengusap wajahnya kasar, Clara sungguh pintar membawa bawa anak mereka dalam perdebatan ini sehingga Damian tidak bisa mengelak selain pergi seperti apa yang Clara inginkan.
Damian melangkah mendekati Clara, memberikan kecupan di kening wanita itu lalu ke perutnya. “Baik baik ya nak, Papa pergi dulu. Jaga Mama mu.”
***
Damian menunggu di ruangan kerjanya, menunggu anak buah nya untuk membawa Thomas kehadapannya.
Damian tidak akan menunda nunda lagi.
Suara pintu terbuka membuat perhatian Damian teralihkan, ia menatap tajam sosok laki laki yang dibawa masuk oleh Jerico dan Jackson.
Wajah laki laki itu terdapat memar yang sudah Damian ketahui ulah dari anak buahnya sendiri, Damian tidak perduli toh memang seharusnya laki laki itu dipukuli.
“Kau adalah ayah dari anak yang Diana kandung kan?”
Thomas menggelengkan kepalanya, ia mengelak. “Tidak, aku tidak mengenal siapa itu Diana. Kalian pasti salah orang.”
Damian berdecih, apa tidak ada alasan yang lebih masuk akal lagi selain tidak kenal? Damian melempar sebuah map ke arah Thomas. “Aku punya semua buktinya, kau tidak bisa mengelak lagi.”
“Aku tidak perduli dengan dirimu ataupun hubungan mu dengan Diana, kami sudah bercerai. Yang aku inginkan hanyalah kau mengakui di depan seseorang bahwa anak yang Diana kandung itu benar anak mu.”
Thomas yang ketakutan menganggukkan kepalanya cepat, “Apapun itu akan saya lakukan, jangan lakukan sesuatu kepada saya. Saya masih ingin hidup.”
***
Clara terbangun dari tidurnya, kali ini ia tidak lagi mimpi buruk namun Clara tetap merasa tidak nyaman lantaran terbayang bayang dengan perkataan Martha. Seorang wanita yang ia temui di Bar.
Martha bilang, Diana itu sering berganti ganti pasangan sejak dahulu. Selalu mencoba untuk menyaingi Martha dan selalu berusaha merebut setiap laki laki kaya yang dekat dengan Martha.
Hal itu tidak mengejutkan, karena Clara sudah tahu tabiat kakak perempuannya itu.
Yang menjadi beban pikiran Clara adalah, perkataan Martha yang mengatakan bahwa sejak dahulu Diana sudah sering bolak balik untuk menggugurkan kandungannya, Martha mengaku sering memergoki Diana pergi bersama dengan sosok laki laki yang biasa Diana sebut Thomas.
Jadi.. ini bukan pertama kalinya Diana mengandung?
Bagaimana bisa kakaknya sekeji itu.
***
__ADS_1
Damian sebenarnya ingin sekali bertemu Clara terlebih dahulu sebelum mengunjungi Ibu nya namun Damian membatalkan niatnya mengingat perkataan Clara kemarin, untuk tidak sering menemuinya sebelum Damian bisa membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.
Damian memarkirkan mobilnya, ia disambut hangat oleh penjaga dan pelayan. Tidak lupa Damian menoleh melihat kebelakang memastikan Jackson membawa Thomas ikut masuk ke dalam.
Sesaat Damian masuk ke dalam rumah, Damian mendapati Ibu nya dan Diana sudah menunggunya dengan duduk berdua di ruang tamu.
“Akhirnya kau datang juga.”
Damian tidak ingin basa basi, ia segera menyerahkan berkas berkas yang ada. “Aku kemari untuk membuktikan semuanya kepada Mama bahwa aku bukan ayah dari anak yang Diana kandung.”
Ibu Damian, Feelisa mengambil map tersebut dan melihat isinya. terdapat beberapa foto Diana yang tengah bercumbu dengan Thomas disana.
Kening Feelisa mengerut melihat foto tersebut, ia beralih memandang Diana dengan marah dan menunjukkan foto tersebut. “Apa maksud dari semua ini Diana?!”
“Mama.. apa mama percaya dengan foto seperti itu, Diana bukan wanita seperti itu Ma. Memang Diana pernah menjalin hubungan dengan Thomas tapi itu dulu sebelum Diana menikah dengan Damian.”
Feelisa kembali dibuat bingung, sebenarnya siapa yang benar disini.
“Tidak usah mengelak Diana, bukan hanya itu bukti yang ku punya.” Damian menyerahkan ponselnya itu kepada Feelisa, memastikan Ibunya itu menonton video rekaman cctv di rumah Damian. “Ini terjadi saat kami sudah menikah, Damian saat itu sedang ada pekerjaan ke luar kota dan Diana justru berselingkuh di rumah Damian sendiri, Ma.”
Damian tidak sepenuhnya berbohong, memang Diana berselingkuh saat itu namun Damian tidak sedang pergi ke luar kota karena urusan pekerjaan melainkan saat itu Damian menginap bersama Clara di hotel, menghabiskan malam panjang bersama membalas perselingkuhan Diana dengan perselingkuhan juga.
Feelisa semakin geram, ia tidak menyangka menantu yang ia sayangi setega itu kepada putra nya.
Diana kembali mengelak lagi, “Bukan seperti itu Ma, Diana diberi obat oleh Thomas. Lagi pula saat itu Diana terlena karena Damian tidak pernah memberi Diana kasih sayang, Damian bahkan jarang menyentuh Diana. Awalnya Diana pikir itu semua karena Damian sibuk dengan pekerjaannya tapi ternyata Diana salah, Damian berubah semenjak adik Diana, Clara tinggal serumah dengan kami. Damian berhasil tergoda oleh Clara sehingga mereka kerap berselingkuh di belakang Diana, Ma. Bahkan saat Diana ada di rumah dan tidur kelelahan karena sibuk bekerja di rumah sakit Damian justru tidur dengan Clara di kamar Clara Ma, Diana melihatnya tanpa sengaja. Clara lah penyebab keretakan rumah tangga Diana dan Damian, Ma.”
Diana mulai kembali mengarang cerita, berusaha meyakinkan mantan Ibu mertua nya itu.
“Jangan mengada ngada kau Diana!”
“Aku tidak mengada ngada Damian, kenapa kau terus saja membela Clara?!”
Feelisa memijit pelipisnya, ia semakin pusing melihat Diana dan Damian yang berdebat.
“Kau memiliki bukti lain lagi yang lebih meyakinkan Damian?”
Damian menganggukkan kepalanya, ia memerintahkan Jackson membawa masuk Thomas.
Dan saat itu pula wajah Diana memucat, keringat mulai turun dari keningnya.
Bahaya.
__ADS_1