SUGAR BROTHER

SUGAR BROTHER
THIRTY


__ADS_3

Damian dan Clara telah mengambil keputusan, mereka berdua kembali ke Indonesia, pulang dengan alasan untuk menyelesaikan masalah yang tengah menimpa Damian.


Clara berjanji ia akan menerima Damian, dan mau membangun keluarga dengan Damian asalkan Damian bisa membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah, membuktikan bahwa anak yang Diana kandung bukan anaknya.


“Kau baik baik saja?” Damian bertanya pada Clara yang memandang keluar jendela mobil, mereka masih dalam perjalanan menuju tempat tinggal yang baru.


Damian tidak akan membawa Clara ke rumahnya, terlalu beresiko jika membawa Clara kesana karena Diana pasti bisa mendatangi tempat itu dan mengganggu Clara.


Damian tidak ingin ketenangan Clara terganggu, cukup ia yang akan mengatasi wanita ular itu. Clara hanya perlu menunggu dengan nyaman.


“Kau mau tidur?, perjalanan nya masih jauh.” Damian menepuk nepuk bahu nya, mengisyaratkan kepada Clara untuk merebahkan kepala nya di bahu Damian.


Awalnya Damian kira Clara akan menolak, mengingat Clara adalah wanita dengan gengsi yang cukup tinggi namun Clara justru merebahkan kepalanya di bahu Damian tanpa ragu. Bahkan Clara memeluk lengan Damian.


Sudut bibir Damian tertarik membentuk senyuman tipis. Ia melirik ke arah supir yang tengah menyetir, supir tersebut sempat melirik ke arah Damian melalui kaca spion.


Damian berusaha menyembunyikan senyumannya, Damian bahagia. Hanya dengan hal kecil seperti ini Damian sudah senang.


Damian tidak bisa membayangkan kedepannya jika Clara dan dirinya benar benar membina rumah tangga, hidup sebagai sepasang suami istri dan dengan anak anak yang menggemaskan.


Benar benar impian yang sangat indah, Damian berharap itu bisa terwujud meski harus memakan waktu yang lama sekalipun tak apa. Damian akan terus berjuang untuk mewujudkan nya.


***


“Berhentilah menangis Diana, Damian mengatakan ia akan segera menemui ku. Kita bisa selesaikan masalah ini dengan kepala dingin nanti saat Damian kembali, jadi berhenti menangis. Kau bilang kau tengah mengandung, kau harus bisa menjaga kesehatan mu.” Feelisa berdecak melihat Diana yang meringkuk menangis di ranjang, sudah 2 hari ini Diana tinggal di rumahnya, dengan alasan tidak tahu mau kemana semenjak Damian mengusirnya.


Feelisa sebenarnya tidak mengerti persoalan apa yang membuat hubungan rumah tangga anaknya itu retak seperti ini, padahal Feelisa mengira hubungan Damian dan Diana baik baik saja.


Tapi mendengar segala curahan hati Diana sebelumnya membuat Feelisa merasa agak tidak percaya, Damian itu anak yang baik. Damian tidak mungkin meninggalkan istrinya begitu saja demi wanita lain, apalagi dalam kondisi hamil seperti ini.


Tapi Feelisa juga bukannya tidak mempercayai Diana, Feelisa juga percaya kepada Diana karna Diana itu wanita yang baik, Feelisa sudah dekat dengan Diana bahkan sebelum Damian dan Diana menikah.

__ADS_1


Jadi sulit untuk mempercayai bahwa Diana berselingkuh dari Damian dan anak yang di kandung itu bukan lah anak Damian.


Feelisa memegang kepalanya yang mulai terasa pusing, ia sudah tua. Ia berharap di masa tua nya ia bisa hidup tenang, bahagia bermain dengan cucu cucu nya namun Feelisa justru harus turun tangan mengurusi urusan rumah tangga anaknya.


Feelisa melangkah pergi meninggalkan kamar Diana, ia harus beristirahat. Ia harus bisa mengontrol dirinya agar ia tidak kembali jatuh sakit.


***


“Kita akan tinggal disini untuk sementara waktu.” Damian mempersilahkan Clara masuk ke dalam rumah itu lebih dahulu sementara Damian mengarahkan anak buah nya untuk membawakan barang barang mereka ke dalam.


“Bagaimana, kau suka rumah ini?” Damian bertanya pada Clara yang masih memandang ke sekeliling, memperhatikan setiap sudut rumah. Damian memperhatikan Clara yang melangkah ke arah taman belakang. “Ku harap kau menyukai rumah ini, tapi kalau kau tidak suka aku bisa mencari rumah yang lain. Jangan paksakan dirimu untuk tinggal di tempat yang tidak kau sukai.”


Damian mendekati Clara, memeluk wanita itu dari belakang. Keduanya memandang ke arah tanaman yang ada. Rumah ini sangat terawat.


Clara bisa melihat beberapa bunga yang mekar, Clara ingin berlama lama melihat bunga namun Clara masih merasa kelelahan setelah perjalanan panjang.


Clara berbalik, membalas pelukan Damian dan menyandarkan wajahnya di dada Damian. “Aku ingin tidur.” gumam Clara pelan.


Damian sebelumnya memang sudah memerintahkan pembantu rumah tangga untuk membereskan rumah ini sehingga saat mereka datang semuanya sudah rapih dan nyaman untuk di tinggali.


Damian menyelimuti Clara yang berbaring di ranjang, mengusap puncak kepala Clara dan mencium keningnya sebelum akhirnya Damian pergi keluar.


Banyak hal yang harus Damian urus, tapi pertama tama Damian harus mengumpulkan semua bukti bahwa Diana berselingkuh dari nya.


Damian mengeluarkan ponselnya, ia menghubungi salah satu anak buah nya yang dulu pernah ia tugaskan untuk menyelidiki perselingkuhan Diana.


“Ya, Tuan Damian. Ada yang bisa saya bantu?”


“Kau masih punya semua informasi tentang Diana bukan?”


“Ya, Tuan. Saya masih memiliki nya.”

__ADS_1


“Bagus, temui aku sekarang di kantor, bawa semua informasi tentang Diana yang kau miliki. Mengerti?”


“Siap, Tuan Damian.”


Damian memutuskan sambungan telepon itu, Damian melangkahkan kaki nya keluar dari rumah.


“Kau tidak perlu mengantar ku, aku akan pergi sendiri. Awasi Clara, pastikan ia tidak keluar rumah sendirian.” Damian mengambil alih kunci dari tangan supir nya, ia akan pergi sendiri dan mengurus semua masalahnya.


Semuanya akan berjalan sangat lancar, dan Diana akan menyesal karena telah mencari masalah dengan dirinya.


***


“Bisa tidak kau sabar sedikit?” Diana merengut kesal, ia memarahi Thomas melalui ponselnya tersebut. Ia kini tengah menghubungi Thomas secara sembunyi sembunyi.


“Aku pasti akan memberikan mu uang, tunggu saja. Aku pasti akan berhasil mengelabui mereka.”


“Ya, aku tahu tapi sampai kapan aku harus menunggu. Aku butuh uang.”


“Sabar sedikit, semakin kau bersabar maka semakin besar uang yang akan kau dapatkan nantinya.”


Diana memutuskan panggilan telepon sepihak, ia kesal terhadap Thomas yang selalu meminta uang tiap kali mereka bertelepon.


Tapi Diana juga tidak bisa menyalahkan Thomas, Thomas memang seperti itu karena ketergantungan terhadap minuman dan obat obatan.


Diana juga bingung sebenarnya diantara banyak nya laki laki di dunia kenapa ia harus mencintai laki laki itu. Dan juga Diana mengandung anak laki laki itu.


Tidak.. saat ini bukan saatnya untuk memikirkan cinta, Diana harus bisa merebut kembali Damian. Karena dengan Damian maka hidup Diana akan bahagia meski tanpa cinta.


Karena uang itu segalanya, Diana lebih memilih untuk mati saja dari pada ia harus hidup kekurangan.


Diana tidak mau jadi gembel. Tidak mau!

__ADS_1


__ADS_2