SUGAR BROTHER

SUGAR BROTHER
SIDE STORY : MARVEL X


__ADS_3

Sebelum mereka pergi Gevan meminta Marvel untuk mengantarnya ke rumah salah satu teman Gevan, Gevan bilang barang barang miliknya ada disana semua.


Gevan jarang pulang menemui istri nya lantaran Gevan tidak ingin istri nya melihat tiap kali penyakit Gevan kumat.


Mereka kesana untuk mengambil barang barang Gevan, berupa dompet dan ponsel. Kemarin itu Gevan tidak membawa nya karena ia memang berniat untuk bunuh diri, meski di dompet Gevan tidak ada uang tapi disana ada foto istri dan anaknya.


Gevan tersenyum ketika menunjukkan foto istri dan anaknya kepada Marvel. Melihat bagaimana Gevan menceritakan tentang istri dan putra nya membuat Marvel paham akan sesuatu, bahwa Gevan sangat amat menyayangi kedua orang tersebut.


“Ku harap istri ku mau memaafkan ku yang telah lalai sebagai seorang suami.” desis Gevan pelan, mata nya kembali berkaca kaca. Jika ia mengingat tiap kali ia pulang tanpa uang, ia melihat wajah sedih dan benci di raut wajah istrinya yang telah bersusah payah bekerja.


Gevan sudah berjuang mencari pekerjaan namun tidak ada satupun yang mau menerima nya, semua menolak dengan alasan yang sama. Karena kondisi kesehatan Gevan, dan juga Gevan dianggap tidak berguna dan menyusahkan bukannya membantu meringankan pekerjaan.


Semuanya memang salah dirinya.


“Istri mu pasti akan mengerti, jika kau bicara jujur dari hati ke hati mana mungkin istri mu tidak akan memahami nya. Kau sakit, kau merahasiakan nya karena kau tidak ingin dia khawatir. Jika kau menjelaskan semuanya tanpa ada lagi hal yang kau tutupi maka istri mu pasti akan mengerti.”

__ADS_1


“Ku harap begitu..” Gevan menatap dalam foto yang ia genggam. “Jadi kita berangkat sekarang?”


Marvel menganggukkan kepala nya dan memainkan kunci mobil nya. Ia membuka pintu mobil nya dan menggerakkan kepala nya seolah mengisyaratkan kepada Gevan untuk masuk juga ke dalam mobil.


Setelah memakai sabuk pengaman Marvel menancap gas melaju membelah jalanan. Sepanjang perjalanan ada saja yang mereka bahas berdua, entah itu tentang hidup Gevan ataupun Marvel.


Marvel menceritakan bagaimana i jatuh cinta dan berjuang mendapatkan cinta dari seorang wanita yang jelas jelas tidak akan pernah bisa


menjadi miliknya.


“Kau hanya sedang sial saja, wanita bukan hanya dia saja. Aku yakin kau akan mendapatkan pasangan yang baik dan juga mencintai mu sepenuh hati. Kau itu laki laki yang baik Marvel, banyak wanita yang akan


Marvel tertawa mendengar nasihat dari Gevan, ia hendak balas menasihati Gevan namun tiba tiba saja mobil Marvel berhenti. Marvel mengerutkan alis nya bingung, tidak biasa nya mobil nya mogok seperti


ini.

__ADS_1


“Aneh.. tidak biasanya mobil ku mogok begini, aku akan turun dan mengecek.” Marvel hendak turun namun saat ia melepaskan seatbelt nya, mata Marvel membesar terkejut karena mellihat cahaya terang yang


datang dari sebelah Gevan.


“Geva--”


Belum sempat marvel melanjutkan perkataan nya mobil yang mereka tumpangi sudah tertabrak oleh sebuah truk hingga terguling, yang dapat Marvel pikirkan saat itu hanya satu hal. Bahwa mereka akan mati.


Meski samar samar Marvel masih sempat membuka mata nya disaat mobil tersebut berhenti berguling, semua nya telah hancur. Marvel memaksakan dirinya untuk menoleh ke arah Gevan meski lehernya tidak sanggup untuk di gerakan.


Kondisi Gevan benar benar parah, wajah penuh darah. Marvel berusaha untuk membangunkan Gevan namun Marvel tidak bisa mengeluarkan suara.


Pandangan Marvel teralih ke arah foto istri dan anak Gevan yang terjatuh dan terkena sedikit cipratan darah Gevan. Sepertinya mereka berdua akan mati disini.


Pandangan Marvel semakin mengabur, ia gagal menepati janji nya untuk membawa Gevan menemui istri nya dan membantu

__ADS_1


Gevan menjelaskan semuanya.


Semuanya gagal. Sungguh Tuhan tega sekali.


__ADS_2