
"Kenapa kau diam, kau tidak bisa menjawab pertanyaan ku?" Clara buka suara setelah kesunyian cukup lama berada diantara mereka, "Tentu saja kau tidak bisa menjawabnya karena kau itu masih mencintai kak Diana, kau melakukan semua ini karna kau sakit hati ia sudah mengkhianati mu. Maka dari itu kau ingin menyakitinya juga melalui aku, kau seharusnya berbaikan dengan Kak Diana dan memikirkan masa depan kalian. Aku tidak ingin berada di tengah tengah kalian."
Clara masih melihat Damian yang terdiam, laki laki itu tidak mengeluarkan kata apapun. "Aku bahkan rela membayar kembali uang yang sudah kau keluarkan untuk ku meski aku tidak seharusnya membayarnya, karna kau bahkan sudah menggunakan aku sesuka hati mu selama ini. Tapi tidak apa, aku rela asal kau melepaskan aku. Kita perlu memulai hidup baru Damian, apa yang telah kita lakukan selama ini tidak benar."
Clara berharap Damian mengerti dengan maksudnya, Clara tidak ingin melanjutkan dosa ini lebih jauh lagi. Berhubungan dengan Damian yang jelas jelas adalah suami kakaknya, meski hubungannya bukan atas nama cinta melainkan atas nama uang dan kepuasan tetap saja itu salah.
"Sebenarnya apa alasan mu ingin sekali lepas dari ku? Apa uang yang ku berikan tidak cukup, atau kau takut dengan cemoohan orang orang terhadap dirimu yang berstatus sebagai pelacur pribadi ku?"
Clara memejamkan matanya sejenak, kata kata itu yang ia benci. Kata kata 'pelacur' itu yang selalu berhasil melukai hatinya, memang benar Clara ini adalah pelacur Damian tapi bukan berarti Clara mau di sebut sebut sebagai pelacur oleh semua orang termasuk Damian.
"Kau tidak perlu pedulikan perkataan orang, yang terpenting kau mendapatkan segala yang kau mau, kemewahan, uang dan aku juga mendapatkan apapun yang aku mau, yaitu tubuh mu."
"Kenapa kau mempersulit semua ini Damian, ku mohon mengertilah aku tidak bisa seperti ini terus. Di luar sana banyak wanita yang jauh lebih cantik dari ku, jauh lebih bisa memuaskan mu. Aku hanya ingin lepas dari semua rasa bersalah dan tertekan ini Damian. Semua ini menyiksa ku, rasanya seperti mau mati.. aku sudah tidak sanggup lagi."
Damian berdecak, "Kau lah yang mempersulit semuanya, sebelumnya semuanya berjalan lancar. Kau puas dengan uang yang ku berikan, kau mulai memberontak sejak kau mengenal laki laki sialan itu, kau pikir apa yang bisa kau dapatkan dari dia, aku bahkan bisa menghabisinya sekarang jika aku mau." Damian tidak akan merubah keputusan nya, "Aku tidak akan melepaskan mu, meski kau melarikan diri sejauh apapun aku pasti akan menemukan mu, dan aku bersumpah bahwa aku pun akan menyakiti setiap orang yang mencoba membantu mu untuk melarikan diri. Aku tidak pernah main main dengan perkataan ku, sekarang masuklah ke kamar mu, kau akan kembali tinggal dirumah ini dan kau tidak akan bisa keluar dari rumah ini tanpa seijin ku."
Damian bangkit dari posisi duduknya, ia melangkah meninggalkan Clara yang menunduk putus asa.
Clara mengusap air mata yang membasahi pipinya, Damian terlalu keras kepala, Clara tidak bisa membujuk Damian.
Bicara baik baik dengan Damian tidak ada gunanya, Clara mendongak memandang pantulan wajahnya di layar televisi besar yang dalam keadaan mati, wajahnya itu.. apakah karna wajahnya itu lah Damian enggan melepasnya?
Bagaimana jika wajah Clara rusak? Damian pasti akan jijik bukan? Damian pasti akan membuangnya, ya.. ya.. itu lah cara terakhir, wajahnya itu harus rusak. Sehingga Damian bahkan tidak akan sudi lagi untuk sekedar melihatnya.
__ADS_1
Clara sudah hilang akal, ia melangkah menuju dapur mengambil pisau tajam disana dan menggenggam nya erat erat.
Clara tidak melarikan diri, Clara tidak kabur dari masalah. Ia tidak membunuh dirinya sendiri. Clara hanya perlu merasakan sakit sejenak lalu semuanya akan berakhir indah. Ya.. begitu.
Haha..
Clara tersenyum ia dengan semangat menggoreskan pisau itu ke pipi nya.
Sakit..
Perih..
Darah mulai mengalir turun hingga ke lehernya, Clara masih belum merasa puas.
Clara mengarahkan benda tajam yang telah berlumur darahnya itu ke tangannya, membuat luka panjang dari pergelangan tangannya hingga ke lengan atasnya.
Clara bisa mendengar Damian memanggil namanya dan berjalan mendekat, Clara semakin tertawa ketika melihat ekspresi terkejut Damian.
Damian melangkah dengan langkah besar ke arah Clara, "Kau gila?!"
Clara mengerutkan alisnya, Damian marah?
Damian menyalahkannya?
__ADS_1
Kenapa ia selalu disalahkan?
Saat Clara menyerah kepada Damian, karna Damian yang memulai merayu Clara saat itu demi uang. Clara yang disalahkan.
Saat Clara menerima bantuan dari Marvel, yang jelas jelas selalu Marvel paksakan, Clara yang disalahkan.
Saat Clara ingin menyudahi rasa sakitnya dengan mengakhiri hidupnya, Clara juga yang disalahkan.
Lalu sekarang apa yang harus ia lakukan agar dianggap benar?
Lapor polisi?
Melapor polisi ketika ia jelas jelas sudah menandatangani surat perjanjian dengan Damian, Clara sudah pasti akan kalah dan hanya akan mempermalukan dirinya saja.
Melarikan diri, Damian pasti akan bisa menemuinya kemanapun ia pergi.
Lalu apa? Apa yang ia bisa lakukan agar tidak disalahkan?
Agar bisa lepas dari Damian.
Hanya ada satu pilihan, membuat Damian bosan terhadap dirinya. Membuat Damian jijik terhadap diri nya.
"Kau benar benar gila Clara, kita harus ke rumah sakit untuk mengobati luka mu!" Damian mengangkat Clara, menggendong Clara keluar dan membawanya masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Darah Clara ikut menempel di kemeja yang Damian kenakan, Damian panik karena ia melihat luka Clara itu terlihat cukup dalam.
Sialan.