
Marvel terbangun karena bunyi dari ponselnya yang tidak kunjung berhenti, ia mengambil ponsel tersebut dari atas malas dengan malas. Melihat bahwa pelaku yang membuat ponselnya itu terus saja bergetar adalah kakak laki lakinya sendiri, Juan.
Marvel melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 5 pagi, Marvel sebenarnya tidak mengerti mengapa Juan meneleponnya di jam seperti ini karena tidak biasanya Juan melakukan hal ini.
“Ada apa, kak?” Marvel mengangkat panggilan dari Juan, menunggu Juan mengatakan maksudnya menelepon Marvel sepagi ini.
“Mama dan Papa akan pulang.”
Satu kalimat pendek itu saja berhasil membuat Marvel bangkit dari posisi berbaring nya, sejenak ia melirik Milla yang masih tertidur lelap disebelahnya.
Marvel paham betul mengapa Juan sampai meneleponnya pagi pagi seperti ini, ini sebuah peringatan bagi Marvel. Bahwa orangtuanya mereka akan kembali setelah bertahun tahun lamanya mereka tinggal secara berpisah di dua negara berbeda.
Besar kemungkinan kepulangan orangtua mereka akan membawa masalah, Marvel tidak lupa bagaimana dulu orangtuanya menentang hubungan kakaknya, Juan dengan gadis yang Juan cintai.
Marvel khawatir jika hal tersebut akan terjadi juga kepada Marvel dan Milla. Tapi Marvel tidak akan tinggal diam, Marvel tidak akan membiarkan orangtuanya ikut campur dalam kehidupan rumah tangganya. tidak setelah apa yang telah orangtuanya itu lakukan kepada Juan, Monica dan Marvel sendiri.
Marvel memutuskan sambungan telepon setelah perbincangannya dengan Juan selesai, Marvel kembali melirik Milla yang masih tertidur. Marvel berharap tidak ada masalah besar yang menimpa pernikahannya dengan Milla yang baru seminggu lamanya.
***
Juan memandangi ponselnya, ia baru saja selesai menghubungi adik laki lakinya—Marvel, untuk mengingatkan adiknya itu perihal orangtua mereka.
Juan khawatir jika pernikahan Marvel dengan Milla akan terusik atau yang lebih parahnya lagi hancur ditangan orangtua mereka sendiri. Mengingat bahwa kisah percintaan Juan sendiri saja hancur ditangan orangtuanya.
Juan harus menikah dengan wanita yang ia tidak cintai dan meninggalkan kekasihnya yang tengah mengandung begitu saja.
Entah bagaimana kabar mantan kekasihnya itu dan kabar anak mereka. Juan tidak tahu, dan ia pun malu kepada dirinya sendiri karena telah menjadi laki laki yang tidak bertanggung jawab.
Semoga saja orangtua mereka tidak menghancurkan kebahagiaan Marvel seperti bagaimana orangtua mereka menghancurkan kebahagiaan Juan.
Juan melirik kearah kamar tempat dimana istrinya tengah tertidur, mereka tidur secara terpisah. Tapi sekarang ini istrinya itu tengah hamil dan kondisinya sangat lemah, membuat Juan terus teringat oleh mantan kekasihnya.
__ADS_1
Apakah mantan kekasih nya itu juga mengalami hal yang sama?
***
“Ada apa Marvel, kenapa kau meminta ku dan Riko untuk bersiap siap? Kau mau mengajak kami kemana?” Milla yang sudah rapih bertanya kepada Marvel, ia telah mendadani dirinya sendiri dan juga membantu Riko berpakaian rapih.
“Menemui orangtua ku.” Jawab Marvel singkat sembari mengambil kunci mobilnya, Milla kaget setelah mendengar jawaban Marvel.
“Kita akan menemui mereka sekarang? Bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa Ayah dan Ibu mu tinggal di luar negeri?”
Marvel berbalik dan menatap Milla, ia menatap istrinya itu dengan tatapan serius. “Mereka pulang secara mendadak, dengar Milla.. Jika orangtua ku mengatakan sesuatu yang buruk atau apapun itu ku harap kau tidak memasukkan nya kedalam hati. Kau mengerti?”
Milla mengangguk kan kepalanya, Milla teringat dengan apa yang pernah Marvel katakan tentang orangtuanya bahwa orangtuanya itu sangat amat keras kepala dan selalu mengatur kehidupan anak anaknya sesuai apa yang mereka mau tidak perduli anaknya itu tersiksa akan keinginan mereka itu atau tidak.
Milla juga ingat sebelumnya Marvel pernah bercerita bahwa Juan adalah salah satu korban dari keserakahan dan ketidakpedulian orangtua mereka.
Selama Marvel tinggal mengontrak disamping kontrakan Milla dulu, selama 6 bulan saat Marvel menjauh dari kakak dan adiknya saat itu terjadi banyak hal kepada Juan karena orangtuanya.
Dan akan berjuang mendapatkan restu dari mertuanya itu.
***
Riko tidak berani menyambut kedatangan orangtua Marvel, ia teringat dengan nenek dari Ayah kandungnya yang selalu memperlakukannya dengan buruk. Riko takut jika nenek dan kakek baru nya ini juga akan memperlakukannya sama buruknya.
Riko terus saja bersembunyi dibalik kaki Marvel, membiarkan orang orang dewasa itu yang menyambut kehadiran dua orangtua yang rambutnya telah memutih sebagian itu.
Meski bersembunyi, Riko tetap memasang telinganya baik baik mendengar perbincangan para orang dewasa itu.
“Ku pikir kalian tidak akan menjemput kami, mengingat betapa kalian membenci kami.” Seorang wanita yang wajahnya telah berkeriput itu mendelik sinis, Riko semakin menyembunyikan dirinya.
“Ma.. tidak bisakah pertemuan kita tidak diawali dengan pertengkaran.” Monica adik bungsu diantara tiga bersaudara itu angkat suara, “Bukan kah kalian kemari untuk melihat kami?”
__ADS_1
“Kami kemari karena Ayah Helena yang meminta kami kemari, Helena sedang mengandung dan ia ingin semua keluarga berkumpul menyambut kehadiran anggota baru di dua keluarga.” Kali ini Ayah mereka lah yang menjawab, membuat Monica bersedih mendengarnya.
“Kalau bukan atas permintaan Om Vigor, Papa dan Mama pasti tidak akan mau repot repot kemari. Lagi pula Papa dan Mama datang kemari bukan karena ingin menyambut kelahiran anak Kak Juan dan Kak Helena tapi hanya ingin membuat Om Vigor puas sehingga Om Vigor akan tetap menjalin kerja sama dengan perusahaan Papa!”
“Diam kau Monica! semakin besar bukannya semakin baik kau justru semakin tidak sopan kepada orangtua mu sendir—”
“Mari kita hentikan perdebatan ini dan pulang, tidak enak dilihat orang lain ribut ribut di bandara seperti ini.” Marvel berusaha menghentikan perdebatan, namun dengan ia angkat suara justru membuat kedua orangtuanya beralih fokus kepada dirinya dan menyadari bahwa ada orang lain diantara mereka selain ketiga anaknya.
“Siapa dia?” Myra—Ibu Marvel menunjuk kearah Milla dan Riko secara bergantian, kelihatan sekali bahwa Myra tidak senang dengan keberadaan Milla dan Riko.
“Dia Milla, istri ku. Dan ini Riko, putra kami.”
“A-apa?! kau sudah menikah?! Apa apaan ini, kau menikah tanpa sepengetahuan kami, apa kau gila Marvel?!” Myra berteriak, ia benar benar tidak terima. Tentu saja Myra tidak terima mengetahui putra keduanya telah menikah, kepulangan Myra dengan suaminya selain menemui Helena istri Juan yang tengah hamil juga karena Myra telah merencanakan untuk menikahkan Marvel dengan anak dari mitra kerja mereka.
Tapi Marvel justru sudah menikah. Jelas saja Myra marah mendengarnya. Myra tidak bisa menerima Marvel menikah dengan wanita yang tidak jelas asal usulnya dan yang lebih parahnya lagi wanita itu tidak membawa keuntungan apa apa kepada mereka. Tidak berguna dan tidak seharusnya terjadi.
“Bisakah kita pulang sekarang? Kalian bilang kalian ingin menemui Helena, Helena sudah menunggu di rumah.” Juan berbalik meninggalkan mereka begitu saja, benci melihat perdebatan yang tidak ada habisnya.
Riko berlari mengikuti Juan dari belakang, meski ia takut kepada Juan tapi ia lebih takut lagi kepada nenek dan kakek dari Papa barunya itu. Sehingga ia memilih untuk pergi membuntuti Juan dari pada tetap harus disana melihat pertengkaran orang dewasa itu.
Juan yang menyadari Riko mengikutinya dari belakang berusaha untuk memperlambat langkahnya agar Riko tidak kesulitan mengikutinya. Juan memang kurang setuju awalnya dengan pernikahan Marvel dan Milla, tapi bukan berarti Juan akan membenci Riko dan memperlakukan Riko dengan buruk apalagi berpihak dengan orangtuanya dan menghancurkan pernikahan Marvel yang usia pernikahannya baru seminggu lamanya.
***
“Sepertinya orangtua mu sangat tidak menyukai ku.” Milla yang berjalan dibelakang Marvel menyuarakan pikirannya, ia sengaja agak memelankan suaranya agar tidak terdengar oleh orangtua Marvel yang berjalan lebih dulu di depan mengikuti Monica.
“Mereka memang selalu seperti itu, yang perlu kau ingat hanya satu. Yang menikah itu kita, yang menjalani juga kita jadi jangan terpengaruh perkataan orang lain tentang rumah tangga kita. Selagi kita saling percaya, saling mencintai dan menghargai satu sama lain itu saja sudah cukup.” Marvel meraih tangan Milla, membuat Milla yang sebelumnya berjalan dibelakangnya menjadi berdampingan dengannya.
“Sekarang mari kita susul Riko, aku khawatir dia tidak nyaman bersama Kak Juan. Mengingat betapa kaku dan kerasnya Kak Juan.”
Milla menganggukkan kepalanya dan mengeratkan genggaman tangannya dengan Marvel, mereka berjalan berdampingan. Selama berjalan Milla memandang punggung mertua nya dari belakang.
__ADS_1
Dalam hati Milla berdoa, semoga saja suatu hari nanti hubungannya dengan mertuanya akan membaik. Semoga.