
*Milla menundukkan kepala nya, “Maafkan aku, maafkan aku yang sudah egois dan keras kepala kepada mu. Meski sebenar nya kau tidak pernah berbuat jahat kepada ku. Hanya diriku ini saja yang tidak tahu terima kasih.”
Marvel menggelengkan kepala nya, “Tidak Milla, aku juga salah. Bagaimana pun juga kau itu istri Gevan, bagaimana bisa aku menyembunyikan kematian suami mu dari dirimu dan justru menikahi mu begitu saja tanpa mengatakannya. Aku salah, aku juga egois karena tidak berpikir lebih jauh lagi, tapi jika aku kembali ke masa itu dan diberi pilihan untuk menyembunyikan nya atau memberitahukan nya kepada mu aku pasti akan tetap melakukan hal yang sama. Karena jika aku mengatakan yang sejujur nya, aku tidak akan pernah bisa ada disini menjadi suami mu. Menjadi Ayah baru untuk Riko dan anak kita nanti*.”
Milla sedang menunggu Marvel yang tengah mandi dan bersiap siap untuk menemani nya memeriksakan diri ke dokter kandungan.
Tak lama Marvel keluar dari kamar dengan keadaan rapih, Marvel mengambil kunci mobil nya dari atas meja dan mengulurkan tangan nya ke arah Milla yang duduk di sofa sembari berkata.
“Ayo.”
Milla bangun dari posisi duduk nya di sofa dengan bantuan Marvel, menggenggam tangan Marvel sembari keluar rumah bersama sama.
Tak lupa Marvel juga membukakan pintu mobil untuk Milla, sikap Marvel sangat manis sekali hari ini. Entah ini karena Marvel ingin mengambil hati Milla karena pertengkaran mereka kemarin atau ini adalah bentuk rasa senang yang Marvel rasakan karena mereka akan pergi ke dokter kandungan.
Entah lah Milla tidak tahu, yang pasti Milla senang melihat Marvel bersikap seperti ini kepada nya. Membuat dirinya semakin merasa diperhatikan oleh Marvel, semakin merasa bahwa dirinya dicintai oleh Marvel.
“Pakai sabuk pengaman mu.” Marvel mengingatkan Mila untuk memakai sabuk pengaman nya sebelum Marvel menginjak pedal gas mobil dan melaju membelah jalanan menuju rumah sakit.
Selama perjalanan jantung Milla rasa nya berdetak lebih cepat dari biasa nya. Ada rasa cemas dalam diri Milla, cemas bila hasil tes nanti akan membuat Marvel kecewa.
Mungkin saja perkataan dokter semalam salah dan Milla tidak sedang mengandung, Marvel pasti merasa kecewa karena Marvel lah disini yang paling bersemangat mengenai memiliki anak.
Lama Milla melamun, tenggelam dalam pikiran nya sendiri sampai tidak menyadari bahwa mereka sudah sampai di rumah sakit. Mobil yang Marvel kendarai telah berhenti dengan rapih di tempat parkir.
“Ayo kita turun..” Marvel turun dari mobil lebih dahulu dan membukakan pintu mobil untuk Milla.
Hal ini tidak lagi membuat Milla tersanjung melainkan terbebani, Marvel sudah bersemangat seperti ini. Jika hasil nya tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan pasti Marvel tidak akan se-bersemangat ini lagi.
Setelah melakukan sesi pertemuan dengan dokter kandungan, melakukan berbagai macam pengecekkan dan juga melakukan tes kehamilan. Milla dinyatakan benar benar positif mengandung oleh dokter kandungan.
“Berhubung Ibu Milla masih dalam trimester pertama tolong kondisi tubuh nya di jaga ya Bu, jangan sampai kelelahan dan juga jangan banyak memikirkan hal hal yang sekira nya bisa membuat Ibu dan juga sang jabsng bayi stress. Jika Ibu nya stress anak yang dalam perut Ibu juga bisa merasakan nya.” Ujar Dokter tersebut kepada Milla yang duduk di sebrang nya, pandangan Dokter kandungan tersebut beralih kepada Marvel yang duduk di sebelah Milla.
“Untuk Bapak sebagai suami nya tolong ya Pak istri nya di jaga baik baik, saat istri hamil suami harus bisa menjadi suami yang siaga. Akan saya resep kan vitamin untuk Ibu nya ya, nanti bisa Bapak tebus setelah keluar dari sini.” Dokter tersebut menuliskan resep vitamin untuk Milla pada kertas resep dan memberikan nya kepada Marvel. “Selamat atas kehamilan nya Ya Ibu Bapak, sampai ketemu di check-up selanjut nya, semoga Ibu dan janin nya sehat sehat terus.”
Milla dan Marvel pamit dari ruangan dokter kandungan tersebut, Milla melirik Marvel yang tersenyum lebar sekali. Tersenyum sumringah setelah mendengar secara langsung dari dokter kandungan bahwa Milla memang benar benar hamil.
Marvel menuntun Milla menuju kursi ruang tunggu, menduduk-kan Milla disana. “Kau tunggu disini sebentar ya, biar aku saja yang menebus vitamin nya. Kau tidak perlu ikut nanti kau kelelahan. Aku tidak akan lama-lama.”
Milla mengernyitkan kening nya melihat Marvel yang berjalan bahagia menjauh dari Milla, tangan Milla terangkat mengelus perut nya. Syukur lah ia benar benar hamil.
Milla ikut bahagia dengan kehamilan nya, Milla menjadi tidak sabar untuk memberitahukan tentang ini kepada Riko. Reaksi Riko juga pasti akan sama seperti Marvel, Riko pasti akan melompat bahagia mengetahui bahwa dirinya akan menjadi seorang kakak.
__ADS_1
“Ayo, aku sudah menebus vitamin nya.”
Milla mendongakkan kepala nya dan melihat Marvel yang sudah kembali dengan sekantung plastik di tangan nya, Marvel kembali mengulurkan tangan nya kepada Milla.
“Ayo kita jemput Riko di rumah Kak Juan.” Ujar Marvel sembari menggandeng Milla, mereka bergandengan tangan menuju tempat parkir mobil.
Seperti sebelumnya Marvel dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Milla sebelum akhirnya Marvel juga masuk ke dalam mobil dan menyetir mobil menuju rumah saudara laki laki nya.
Selama perjalanan dalam mobil, Marvel menyetir dengan pelan dan sangat hati hati, Marvel juga menggenggam tangan Milla erat-erat, hubungan mereka seolah membaik dan seolah olah mereka tidak pernah bertengkar sebelum nya.
“Marvel..” panggil Milla pelan kepada Marvel yang masih sibuk menatap ke depan, sibuk menyetir.
“Hmm..” jawab Marvel sembari mengusap tangan Milla yang berada dalam genggaman nya tanpa melirik Milla.
“Bisa kah sebelum kita ke rumah Juan untuk menjemput Riko, kita pergi ke makam Gevan. Aku.. aku ingin bertemu dengan Gevan meskipun aku hanya bisa melihat makam nya saja. Ada yang ingin ku sampai kan kepada Gevan.” ujar Milla pelan, lama Milla menunggu jawaban dari Marvel karena Marvel terdiam sesaat Milla mengatakan keinginannya tersebut.
“Baiklah jika itu hal yang kau ingin kan. Kita akan kesana sebelum menjemput Riko.” Marvel memutar balik arah mobil nya menjadi kearah pemakaman umum dimana Gevan di makam kan.
Marvel tidak akan merahasiakan nya lagi dari Milla, Marvel juga tidak akan sembunyi sembunyi lagi berziarah ke makam Gevan, Marvel akan melakukan nya dengan Milla.
Dan mungkin nanti saat sudah waktu nya, Marvel juga akan mengajak Riko datang kesana karena bagaimana pun Riko berhak tahu mengenai Ayah nya dan juga Gevan pasti senang jika putra nya datang untuk melihat nya dan juga mendoakan dirinya.
*Milla menundukkan kepala nya, “Maafkan aku, maafkan aku yang sudah egois dan keras kepala kepada mu. Meski sebenar nya kau tidak pernah berbuat jahat kepada ku. Hanya diriku ini saja yang tidak tahu terima kasih.”
Marvel menggelengkan kepala nya, “Tidak Milla, aku juga salah. Bagaimana pun juga kau itu istri Gevan, bagaimana bisa aku menyembunyikan kematian suami mu dari dirimu dan justru menikahi mu begitu saja tanpa mengatakannya. Aku salah, aku juga egois karena tidak berpikir lebih jauh lagi, tapi jika aku kembali ke masa itu dan diberi pilihan untuk menyembunyikan nya atau memberitahukan nya kepada mu aku pasti akan tetap melakukan hal yang sama. Karena jika aku mengatakan yang sejujur nya, aku tidak akan pernah bisa ada disini menjadi suami mu. Menjadi Ayah baru untuk Riko dan anak kita nanti*.”
Milla sedang menunggu Marvel yang tengah mandi dan bersiap siap untuk menemani nya memeriksakan diri ke dokter kandungan.
Tak lama Marvel keluar dari kamar dengan keadaan rapih, Marvel mengambil kunci mobil nya dari atas meja dan mengulurkan tangan nya ke arah Milla yang duduk di sofa sembari berkata.
“Ayo.”
Milla bangun dari posisi duduk nya di sofa dengan bantuan Marvel, menggenggam tangan Marvel sembari keluar rumah bersama sama.
Tak lupa Marvel juga membukakan pintu mobil untuk Milla, sikap Marvel sangat manis sekali hari ini. Entah ini karena Marvel ingin mengambil hati Milla karena pertengkaran mereka kemarin atau ini adalah bentuk rasa senang yang Marvel rasakan karena mereka akan pergi ke dokter kandungan.
Entah lah Milla tidak tahu, yang pasti Milla senang melihat Marvel bersikap seperti ini kepada nya. Membuat dirinya semakin merasa diperhatikan oleh Marvel, semakin merasa bahwa dirinya dicintai oleh Marvel.
“Pakai sabuk pengaman mu.” Marvel mengingatkan Mila untuk memakai sabuk pengaman nya sebelum Marvel menginjak pedal gas mobil dan melaju membelah jalanan menuju rumah sakit.
Selama perjalanan jantung Milla rasa nya berdetak lebih cepat dari biasa nya. Ada rasa cemas dalam diri Milla, cemas bila hasil tes nanti akan membuat Marvel kecewa.
__ADS_1
Mungkin saja perkataan dokter semalam salah dan Milla tidak sedang mengandung, Marvel pasti merasa kecewa karena Marvel lah disini yang paling bersemangat mengenai memiliki anak.
Lama Milla melamun, tenggelam dalam pikiran nya sendiri sampai tidak menyadari bahwa mereka sudah sampai di rumah sakit. Mobil yang Marvel kendarai telah berhenti dengan rapih di tempat parkir.
“Ayo kita turun..” Marvel turun dari mobil lebih dahulu dan membukakan pintu mobil untuk Milla.
Hal ini tidak lagi membuat Milla tersanjung melainkan terbebani, Marvel sudah bersemangat seperti ini. Jika hasil nya tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan pasti Marvel tidak akan se-bersemangat ini lagi.
Setelah melakukan sesi pertemuan dengan dokter kandungan, melakukan berbagai macam pengecekkan dan juga melakukan tes kehamilan. Milla dinyatakan benar benar positif mengandung oleh dokter kandungan.
“Berhubung Ibu Milla masih dalam trimester pertama tolong kondisi tubuh nya di jaga ya Bu, jangan sampai kelelahan dan juga jangan banyak memikirkan hal hal yang sekira nya bisa membuat Ibu dan juga sang jabsng bayi stress. Jika Ibu nya stress anak yang dalam perut Ibu juga bisa merasakan nya.” Ujar Dokter tersebut kepada Milla yang duduk di sebrang nya, pandangan Dokter kandungan tersebut beralih kepada Marvel yang duduk di sebelah Milla.
“Untuk Bapak sebagai suami nya tolong ya Pak istri nya di jaga baik baik, saat istri hamil suami harus bisa menjadi suami yang siaga. Akan saya resep kan vitamin untuk Ibu nya ya, nanti bisa Bapak tebus setelah keluar dari sini.” Dokter tersebut menuliskan resep vitamin untuk Milla pada kertas resep dan memberikan nya kepada Marvel. “Selamat atas kehamilan nya Ya Ibu Bapak, sampai ketemu di check-up selanjut nya, semoga Ibu dan janin nya sehat sehat terus.”
Milla dan Marvel pamit dari ruangan dokter kandungan tersebut, Milla melirik Marvel yang tersenyum lebar sekali. Tersenyum sumringah setelah mendengar secara langsung dari dokter kandungan bahwa Milla memang benar benar hamil.
Marvel menuntun Milla menuju kursi ruang tunggu, menduduk-kan Milla disana. “Kau tunggu disini sebentar ya, biar aku saja yang menebus vitamin nya. Kau tidak perlu ikut nanti kau kelelahan. Aku tidak akan lama-lama.”
Milla mengernyitkan kening nya melihat Marvel yang berjalan bahagia menjauh dari Milla, tangan Milla terangkat mengelus perut nya. Syukur lah ia benar benar hamil.
Milla ikut bahagia dengan kehamilan nya, Milla menjadi tidak sabar untuk memberitahukan tentang ini kepada Riko. Reaksi Riko juga pasti akan sama seperti Marvel, Riko pasti akan melompat bahagia mengetahui bahwa dirinya akan menjadi seorang kakak.
“Ayo, aku sudah menebus vitamin nya.”
Milla mendongakkan kepala nya dan melihat Marvel yang sudah kembali dengan sekantung plastik di tangan nya, Marvel kembali mengulurkan tangan nya kepada Milla.
“Ayo kita jemput Riko di rumah Kak Juan.” Ujar Marvel sembari menggandeng Milla, mereka bergandengan tangan menuju tempat parkir mobil.
Seperti sebelumnya Marvel dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Milla sebelum akhirnya Marvel juga masuk ke dalam mobil dan menyetir mobil menuju rumah saudara laki laki nya.
Selama perjalanan dalam mobil, Marvel menyetir dengan pelan dan sangat hati hati, Marvel juga menggenggam tangan Milla erat-erat, hubungan mereka seolah membaik dan seolah olah mereka tidak pernah bertengkar sebelum nya.
“Marvel..” panggil Milla pelan kepada Marvel yang masih sibuk menatap ke depan, sibuk menyetir.
“Hmm..” jawab Marvel sembari mengusap tangan Milla yang berada dalam genggaman nya tanpa melirik Milla.
“Bisa kah sebelum kita ke rumah Juan untuk menjemput Riko, kita pergi ke makam Gevan. Aku.. aku ingin bertemu dengan Gevan meskipun aku hanya bisa melihat makam nya saja. Ada yang ingin ku sampai kan kepada Gevan.” ujar Milla pelan, lama Milla menunggu jawaban dari Marvel karena Marvel terdiam sesaat Milla mengatakan keinginannya tersebut.
“Baiklah jika itu hal yang kau ingin kan. Kita akan kesana sebelum menjemput Riko.” Marvel memutar balik arah mobil nya menjadi kearah pemakaman umum dimana Gevan di makam kan.
Marvel tidak akan merahasiakan nya lagi dari Milla, Marvel juga tidak akan sembunyi sembunyi lagi berziarah ke makam Gevan, Marvel akan melakukan nya dengan Milla.
__ADS_1
Dan mungkin nanti saat sudah waktu nya, Marvel juga akan mengajak Riko datang kesana karena bagaimana pun Riko berhak tahu mengenai Ayah nya dan juga Gevan pasti senang jika putra nya datang untuk melihat nya dan juga mendoakan dirinya.