SUGAR BROTHER

SUGAR BROTHER
EIGHTEEN


__ADS_3

Damian menatap Clara yang tengah terbaring di ranjang rumah sakit, luka luka Clara telah di obati, luka di pipi Clara tidak begitu dalam namun juga bisa menimbulkan bekas yang sulit dihilangkan. Hanya saja luka di lengan Clara membutuhkan jahitan kecil.


Bodoh.


Damian memaki Clara dalam hatinya, wanita ini sungguh bodoh. Damian semakin tidak mengerti dengan jalan pikir Clara, wanita itu sudah diuntungkan tapi tetap tidak mau bersamanya.


Damian memperhatikan Clara yang mulai mengerjai ngerjapkan matanya, wanita itu membuka matanya perlahan hingga akhirnya menatap Damian dengan tatapan tidak suka.


“Kenapa.. kau mau bertindak gila lagi? Mau melukai tubuh mu lagi?” Damian bertanya kesal, ia kesal dengan tatapan tidak suka Clara terhadap nya.


“Wajah ku sudah hancur, kau jijik bukan? Kau pasti merasa jijik jika harus berhubungan dengan wanita yang tubuhnya penuh luka.”


Damian berdecih, “kau pikir dengan merusak wajah mu itu akan membuat aku jijik padamu? Tidak, aku tidak akan melepaskan mu semudah itu. Tidak akan pernah.”

__ADS_1


“Kenapa permintaan ku tidak pernah bisa sekalipun dikabulkan, kenapa aku selalu menderita?! Apakah sulit untuk sekedar melepas ku.. kenapa semuanya selalu saja kejam terhadap ku, sejak aku kecil Ibu dan Ayah tidak pernah menyayangi ku.. mereka hanya perduli pada Kak Diana, bahkan saat Kak Diana menangis, kehilangan barangnya mereka selalu menyalahkan ku. mereka akan memarahi ku, menuduh aku mencuri barang barang Kak Diana dan menuduhku menyakiti Kak Diana karna rasa iri.” Clara kembali menangis, ia teringat rasa sakit yang sudah ia alami dari sejak ia kecil. “Bahkan saat Ibu dan Ayah meninggal, Kak Diana justru menyalahkan ku, aku tidak tau apa apa tapi semua kesalahannya ia limpahkan padaku, jelas jelas Kak Diana yang saat itu memaksa ingin pergi jalan jalan hingga kecelakaan itu terjadi. Kak Diana bahkan meninggalkan ku, membawa semua harta peninggalan orangtua kami, ia pergi menuntut ilmu dengan semua harta itu sementara aku menjadi gelandangan, aku harus bekerja mati matian untuk bisa menuntaskan sekolah ku dan mulai mencari tempat tinggal untuk diriku sendiri, lalu kau dan Kak Diana tiba tiba saja muncul di kehidupan ku, dengan penuh sandiwara mengatakan bahwa keluarga seharusnya hidup bersama. Seharusnya aku tidak pernah tinggal dengan mu dan Kak Diana, maka semua dosa ini tidak akan pernah terjadi!”


Damian terdiam, Damian tidak pernah menyangka bahwa beban yang Clara pukul seberat itu. Damian tidak pernah menyangka bahwa Clara bahkan jauh lebih tersakiti di bandingkan dirinya.


Diasingkan oleh keluarganya sendiri, menjalani masa remaja sendirian, tanpa orangtua, bertahan hidup semampunya hingga suatu hari Diana dan Damian datang, membawanya untuk tinggal bersama. Kala itu Clara sempat menolak, namun ia tergoda.. ia sudah terlalu menderita selama ini, ia juga ingin hidup bahagia.


Namun keputusan itu justru menjadi bumerang tersendiri bagi Clara, Diana mengajaknya tinggal bersama atas dasar ia ingin terlihat sebagai kakak yang baik di depan Damian. Clara justru semakin menderita disana, ia hanya punya tempat bernaung namun ia tetap berjuang keras.


Tiap kali Clara makan, Diana akan meliriknya dengan sinis. Bahkan kerap kali Diana justru memakinya, mengatakan bahwa Clara hanya menyusahkan saja menambah biaya pengeluaran. Meski Damian sendiri sering memberi uang untuk Clara melalui Diana namun uang tersebut tidak pernah sampai ke tangan Clara.


Hidup Clara sudah berat sejak dulu, Clara hanya terlalu naif mengharapkan dirinya bisa bahagia semudah itu. Nyatanya, kata bahagia tidak akan pernah berada di pihaknya.


“Jadi aku mohon lepaskan lah aku, biarkan aku pergi ke tempat dimana tidak ada yang mengenal diriku. Jangan cari aku, jangan paksa aku untuk ikut dengan mu lagi. Biarkan aku hidup sendirian dan menderita sendirian tanpa ada yang tahu. Biarkan..”

__ADS_1


Damian menggelengkan kepalanya, ia tetap tidak akan merubah pikirannya. “Tidak.”


“Apa yang sebenarnya menahan dirimu untuk melepas ku, kita tidak saling mencintai Damian, kita hanya saling menyakiti. Aku juga tidak ingin merusak pernikahan kakak ku semakin jau—”


“Jika pernikahan ku dengan Diana yang kau takutkan, kau tidak perlu khawatir. Kami sudah bercerai, Diana sudah menandatangani surat perceraian kami.”


Clara memejamkan matanya, tidak bisa kah Damian memahami bahwa bukan hanya itu saja yang menjadi penyebabnya.


“Aku ingin memulai hidup baru ku Damian, aku tidak ingin dibayang bayangi oleh kehidupan kelam ku ini. Aku ingin ke tempat dimana orang orang tidak mengenal ku, berjuang disana bahkan jika aku tidak sanggup bertahan mati disana pun rasanya bukan masalah. Aku akan bersyukur jika aku bertemu dengan laki laki baik yang mau menerima ku dengan baik disana. Aku hanya ingin melarikan diri, tidak bolehkah aku bersikap egois untuk kebahagiaan ku sekali ini saja? Lagi pula kau tidak akan menderita, aku ini tidak berharga dimata mu, kehilangan salah satu pelacur mu bukanlah hal besar kau bisa mencari wanita lain yang lebih baik dari ku. Kau tidak mencintai ku Damian jadi berhent—”


“Kau terus saja mengatakan bahwa aku tidak mencintai mu.” Damian menatap Clara datar, “Bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku mencintai mu, apa kau akan berhenti menyakiti dirimu sendiri dan berhenti meminta ku untuk melepas mu?”


Clara terkekeh sinis, “Jadi sekarang kau mau menahan ku dengan kebohongan mu?”

__ADS_1


Damian menghela nafas berat, “Kebohongan? Kata kan padaku apa perasaan ini kalau bukan cinta, aku benci melihat kau bersama dengan laki laki lain. Aku benci melihat mu terluka, aku benci melihat mu menangis karena orang lain, aku benci kau jauh dari ku, dan aku benci saat mendengar kau merancang masa depan mu tanpa adanya aku disana. Aku benci.. jelaskan padaku perasaan apa itu kalau bukan cinta?”


Clara terdiam sejenak, ia menatap Damian sebelum akhirnya ia kembali buka suara. “Cinta macam apa yang kau maksud kan, jika kau mencintai ku kau tidak akan menyakiti ku. Jangan lupa status mu Damian, kau lah tokoh utama dalam semua penderitaan yang ku rasakan saat ini.”


__ADS_2