
“Untuk apa kau datang kemari?” Damian melirik sinis Diana yang tengah duduk di ruang tamu rumah Damian tanpa tahu malu. “Ku rasa urusan kita sudah selesai, kau sudah tidak punya alasan lagi untuk datang kemari.”
Diana gelagapan namun akhirnya ia bisa mengontrol dirinya dan menatap Damian dengan tatapan berani, “Bukan kah Clara sudah kembali tinggal dengan mu? Aku kemari karena aku ingin menemui nya, aku ini kakak nya jadi aku berhak untuk menemui adik ku.”
Damian tertawa, ia duduk dihadapan Diana sembari melipat kedua tangannya di depan dada. “Jangan kau pikir aku ini bodoh Diana.. kau kehabisan uang kan sehingga kau datang kemari ingin meminta uang kepada Clara, tapi sayangnya Clara tidak tinggal disini.”
Diana mengangkat alisnya kebingungan, Diana pikir Clara sudah kembali tinggal dirumah Damian setelah Diana diperintahkan Damian untuk menyerahkan sebuah amplop.
“Ka-kalau bukan disini lalu Clara tinggal dimana?”
Damian mengangkat bahunya, “Aku tidak tahu, urusan ku dengan adik mu dan dirimu sudah selesai jadi jangan libatkan aku dalam urusan kalian.”
Diana menggeleng kan kepalanya tidak terima, jika Clara tidak bersama Damian lalu bagaimana cara Diana bisa mendapatkan uang kalau begini? Jika Clara tidak bersama Damian sudah dipastikan kehidupan Clara tidak jauh berbeda dengan Diana yang hidup kekurangan saat ini.
Uang dari mana, Diana saja ragu Clara punya uang untuk makan.
Shit.
Diana harus bagaimana lagi untuk mendapatkan uang?
Diana melirik Damian yang masih menatap nya dengan tatapan sinis nya.
“Da-Damian.. tidak bisa kah kau memberiku sedikit uang, aku butuh bantu—”
“Tidak, pergilah. Kau tidak berkepentingan disini. Pergilah sebelum aku meminta satpam untuk mengusir mu.”
Diana sebenarnya tidak ingin pergi sebelum ia mendapatkan uang tapi Diana malu, Diana malu jika ia harus diseret keluar oleh satpam yang dahulu bekerja padanya.
Diusir dari rumah yang dahulu adalah istana nya. Diana malu jika harus pergi dengan cara seperti itu, lebih baik ia pergi sendiri dengan membawa harga dirinya.
***
__ADS_1
Clara turun dari taxi, ia tersenyum berterima kasih kepada supir taxi yang telah membantunya mengeluarkan koper.
“Terima kasih Pak.”
Clara menyeret kopernya, dalam hati Clara berdoa. Menggenggam erat tiket pesawat di tangannya.
Selamat tinggal Clara Aurora yang lama..
Aku akan bahagia menjadi diriku yang baru..
***
Juan menghela nafas berat melihat pintu kamar Marvel yang tertutup rapat.
Marvel belum juga keluar dari kamarnya sejak kembali dari tempat kost Clara dan mendapatkan kabar bahwa Clara sudah tidak tinggal disana lagi.
Clara bahkan tidak bisa dihubungi, Marvel menyalahkan Juan yang telah membuat Marvel salah paham sehingga berkata hal yang tidak pantas kepada Clara.
Marvel semakin marah ketika Juan akhirnya mengakui bahwa Juan menjebak Clara saat itu untuk membuat Marvel benci dan menjauhi Clara.
Marvel semakin merasa bersalah namun di satu sisi Marvel berpikir bahwa memang lebih baik dirinya dan Clara tidak bersama. Clara tidak akan pernah bisa membalas perasaan nya. Bersikeras berada di sisi Clara hanya akan menyakiti diri Marvel sendiri.
Yang perlu Marvel lakukan saat ini adalah belajar melupakan Clara, belajar melupakan perasaannya terhadap wanita itu.
***
Damian menutup berkas yang baru ia tanda tangani, fokusnya beralih pada ponselnya. Damian kini tengah menunggu pesan dari seseorang, menunggu kabar dari seseorang.
Melihat jam yang kini menunjukkan pukul 5 sore, seharusnya ia sudah mendapatkan kabar saat ini.
Damian mulai mengetuk ngetik meja kerjanya, tak sabaran menunggu kabar yang sudah seharusnya ia terima sejak 5 menit yang lalu.
__ADS_1
Damian terkejut dan mendadak bersemangat saat ponselnya berdering, menandakan ada pesan masuk dari orang yang ia tunggu tunggu.
From : Sebastian
Nona Clara Aurora sudah sampai di tempat tujuan, Tuan.
Alamat, Hotel xxx Jl. xxxx, Singapore.
Damian mengetikkan pesan balasan kepada orang suruhannya tersebut.
To : Sebastian
Perhatikan gerak gerik nya baik baik, pastikan ia aman dan tidak melakukan tindakan bodoh.
Tentu saja Damian tidak melepas Clara begitu saja, memang Damian melepaskan Clara karena Damian ingin Clara percaya akan rasa cinta nya dan Damian memang sungguh sungguh telah jatuh hati kepada Clara.
Tapi membiarkan Clara pergi ke luar negeri, tinggal disana tanpa tahu apa yang Clara lakukan disana tidak akan pernah menjadi bagian dari opsi rencana Damian.
Damian tidak mau ambil resiko jika disana Clara akan bertemu dengan laki laki lain dan jatuh cinta disana, Damian tidak ingin ada yang merebut Clara darinya dan Damian juga tidak ingin Clara melakukan tindakan bodoh disana mengingat bahwa Clara pernah melukai dirinya sendiri.
Damian akan terus mengawasi Clara, tanpa sepengetahuan wanita itu.
Damian juga akan menunggu waktu yang tepat hingga ia akan kembali menemui Clara, bersatu dengan Clara ketika Clara akhirnya menyadari bahwa tidak ada laki laki di dunia ini yang lebih pantas di dunia ini sebagai pendampingnya selain Damian.
Hanya Damian laki laki yang boleh berada di kehidupan Clara. Damian tidak bisa menolerir laki laki lainnya.
Clara bilang ini bukan cinta melainkan obsesi.
Jika memang ini obsesi maka Damian tidak akan membiarkan Clara pergi ke luar negeri melainkan mematahkan kaki Clara sehingga Clara tidak akan bisa kabur dari dirinya lagi tapi Damian tidak melakukannya karna Damian ingin menunjukkan bahwa perasaan nya itu benar benar cinta bukan obsesi semata.
Clara pasti akan menyadarinya suatu saat nanti cepat atau lambat.
__ADS_1