SUGAR BROTHER

SUGAR BROTHER
SEASON II BAB 5


__ADS_3

*Kali ini amarah Marvel benar benar tersulut, bagaimana tidak, Juan yang pergi dari rumah hampir 2 bulan lebih itu ternyata justru sibuk mengejar cinta masa lalu nya.


Benar benar laki laki brengsek, meninggalkan putri nya yang sakit sakitan untuk bisa bersama dengan mantan kekasih nya dahulu sebelum menikah dengan Helena.


Anak laki laki yang wajah nya sangat persis dengan Juan, benar benar copyan Juan.


“Dasar Kakak gila, istri mu belum lama ini meninggal dan kau sudah menemukan pengganti nya saja. Benar benar tidak punya hati*.”


***


“Jadi kau berniat untuk menyusul Kak Juan?” Milla kini tengah duduk dengan Marvel di ruang tamu, mereka berbincang serius mengenai kakak laki laki Marvel, Juan yang sampai sekarang masih juga tidak kembali.


Mau tidak mau Marvel harus menyusul Juan ke tempat Juan berada dan menyeret nya pulang dengan paksa, “Aku tidak punya pilihan lain, kalau tidak begini maka Kak Juan tidak akan pernah kembali. Bagaimana jika Kak Juan justru memulai hidup baru dengan mantan kekasih nya disana dan melupakan Viola. Hal seperti itu tidak boleh terjadi, Viola butuh Juan sebagai Ayah nya.”


Milla mengerti sekali dengan apa yang Marvel maksudkan, “Tapi usahakan jangan bertengkar dengan Kak Juan, kekerasan tidak akan membuat masalah menjadi membaik. Hal seperti itu hanya akan memperburuk keadaan.”


Marvel hanya mengiyakan perkataan Milla saja, Marvel tidak bisa berjanji bahwa saat bertemu dengan Juan nanti Marvel tidak akan bertengkar dengan Juan. Kesabaran Marvel tidak sebanyak itu untuk terus sabar menghadapi tingkah Juan yang menurut Marvel semakin hari semakin biadab itu.


“Selama aku pergi menyusul Kak Juan, ada baik nya kau tinggal di rumah Kak Juan bersama dengan Monica. Sehingga Monica bisa membantu bantu mu mengurus Riko dan Viola, kau juga tidak perlu bolak balik pulang pergi seperti sebelumnya.” saran Marvel kepada Milla, Milla menyetujui saran Marvel itu. Milla akan menyiapkan pakaian nya dan juga pakaian Marvel.


Mereka akan berpisah di rumah Juan nanti.


***


“Clara..” Damian memanggil istri nya dengan suara berat nya itu, Damian agak kesal melihat Clara yang masih pagi pagi suddaj sibuk ingin membantu tetangga sebelah mereka itu.


Clara yang hendak keluar membatalkan niat nya dan menoleh kearah Damian dengan raut wajah tak puas. Clara paham bahwa Damian sedang melarang dirinya untuk keluar sekarang ini.


“Tapi Damian, kasihan mereka.”


“Aku paham kau ingin membantu mereka tapi kau juga harus ingat, kau memiliki anak mu sendiri. Jangan karena terlalu sibuk membantu anak orang lain kau sampai lupa dengan anak anak kita.” Ujar Damian tegas, namun Clara menganggap perkataan Damian itu tidak benar dan seolah olah memojokkan nya padahal Clara hanya ingin berbuat baik.


“Aku tidak pernah melupakan anak anak kita Damian, sesibuk apapun aku. Aku tidak pernah melupakan kewajiban ku sebagai Ibu mereka. Apa kau sekarang ini sedang menuduh ku sebagai Ibu yang tidak baik, kau sedang menuduh ku tanpa adanya bukti?” Clara mulai emosi, sebenarnya bukan itu maksud Damian. Clara salah tanggap, Damian hanya ingin fokus Clara kepada anak mereka saja bukan anak orang lain. Itu saja.


“Bukan itu maksud ku Cla—”


“Kau terlalu sensitif Damian, setiap kali aku berurusan dengan apapun yang ada sangkut paut nya dengan keluarga Orlando, kau selalu saja berpikiran buruk. Kau harus ingat Damian, bahwa aku tidak punya hubungan spesial apa apa dengan mereka. Aku ini sudah menjadi istri mu, apa lagi yang kau takut kan?”


Damian terdiam dalam duduknya, Damian ingin membuka mulut membalas perkataan Clara namun jika ia melakukan hal itu yang ada pertengkaran diantara mereka hanya akan menjadi jadi saja. Damian tidak ingin ribut lebih jauh dengan Clara, terlebih lagi anak anak mereka bisa mendengar.


Tidak baik bertengkar dilihat oleh anak, hal tersebut bisa membuat mental seorang anak terganggu.


***


Marvel sudah berada di dalam pesawat, mengambil penerbangan awal untuk menemui Juan, meski masih di pesawat Marvel sudah memikirkan bahwa ia akan meninju wajah Juan saat mereka bertemu nanti.


Marvel kesal setengah mati, karena ketidakpedulian Juan, Marvel harus menderita. Marvel tidak masalah jika Milla dan dirinya harus repot sesekali membantu. Baik mengurus perusahaan ataupun membantu mengurus Viola.


Tapi Marvel tidak bisa terima bahwa Juan kabur dari tanggung jawab nya sendiri, Marvel yang status nya masih termasuk pengantin baru tidak bisa menikmati waktu bersama dengan istri nya lebih lama karena tugas kantor yang menumpuk.


Sesaat Marvel memiliki waktu luang, justru Milla yang tidak memilikinya. Milla harus mengurus Viola yang setiap menit menangis. Terlebih lagi Viola harus mendapatkan ekstra perhatian dan harus rutin dibawa periksa ke dokter karena kondisi tubuh Viola yang lemah persis seperti Ibu nya dulu.


***


Marvel baru saja sampai di hotel setelah penerbangan yang memakan waktu panjang, Marvel check-in di hotel yang sama dengan hotel dimana Juan tinggal, tentu saja Marvel bisa mengetahui tempat dimana Juan bermalam dari orang suruhan nya.


Berkat hal tersebut, setidaknya Marvel menjadi lebih mudah menjalani tugas nya untuk membawa pulang Juan.

__ADS_1


Marvel bahkan tinggal di kamar yang tepat bersebelahan dengan kamar Juan, apa ini kebetulan? tentu saja tidak. Marvel sudah merencanakan semuanya.


Setelah masuk ke dalam kamar hotel nya, Marvel segera beristirahat. Waktu penerbangan yang panjang membuat Marvel merasa mengantuk, selama di pesawat Marvel tidak bisa tidur sedikitpun. Marvel justru mengurusi pekerjaan yang terpaksa dibawa olehnya karena terdesak.


urusan soal Juan, mari pikirkan hal itu nanti setelah beristirahat.


***


“Kak Milla, Viola terus menangis sejak tadi. Aku takut terjadi sesuatu kepada Violla.” Monica yang baru saja bergantian bergantian menjaga Viola terlihat sangat khawatir, masalahnya Viola tidak juga berhenti menangis setelah diberi minum susu, diganti popoknya dan juga digendong dengan benar.


Bahkan saat Monica mengecek suhu tubuh Viola dengan menyentuh kening bayi kecil itu, Monica semakin panik lantaran tubuh Monica terasa agak panas. Bagaimana ini, kenapa Viola sering sekali seperti ini?


Monica panik ingin menelepon Milla namun Milla tidak membawa ponsel nya, Milla baru saja pergi untuk menjemput Riko dari sekolah.


Monica tidak punya pilihan lain selain meminta tolong kepada Clara, meski sebenarnya Monica benci sekali melibatkan Clara dalam permasalahan keluarga mereka.


Monica keluar sembari menggendong Viola, berjalan menuju rumah besar Clara. Baru saja Monica ingin memencet bel, Monica segera mengurungkan niat nya saat ia bisa melihat dari luar gerbang bahwa di depan pintu Clara dan suaminya, Damian sedang bertengkar.


Jika Monica nekat meminta bantuan Clara sekarang, pasti pertengkaran diantara Clara dan suami nya itu akan memanas nanti, mengingat bahwa Damian tidak suka dengan keluarga Orlando.


Monica kembali membawa Viola pulang tanpa meminta bantuan Clara, Monica berusaha untuk menenangkan Viola, berharap harap Milla akan segera pulang karena Monica benar benar tidak tahu ia harus bagaimana agar Viola bisa kembali tenang.


***


Marvel sibuk sekali setelah beristirahat sejenak di hotel, Marvel memang tidak langsung menemui Juan melainkan Marvel justru mengintai segala sesuatu yang Juan laukan.


Termasuk membuntuti Juan pergi ke rumah mantan kekasih nya itu. Benar benar gila, disaat putri Juan yang baru lahir belum pernah merasakan kasih pelukan hangat sang Ayah sampai sekarang, Juan justru sibuk menarik hati mantan kekasihnya disini.


Wah.. benar benar, kakak laki laki Marvel itu benar benar laki laki brengsek.


***


*Kali ini amarah Marvel benar benar tersulut, bagaimana tidak, Juan yang pergi dari rumah hampir 2 bulan lebih itu ternyata justru sibuk mengejar cinta masa lalu nya.


Benar benar laki laki brengsek, meninggalkan putri nya yang sakit sakitan untuk bisa bersama dengan mantan kekasih nya dahulu sebelum menikah dengan Helena.


Anak laki laki yang wajah nya sangat persis dengan Juan, benar benar copyan Juan.


“Dasar Kakak gila, istri mu belum lama ini meninggal dan kau sudah menemukan pengganti nya saja. Benar benar tidak punya hati*.”


***


“Jadi kau berniat untuk menyusul Kak Juan?” Milla kini tengah duduk dengan Marvel di ruang tamu, mereka berbincang serius mengenai kakak laki laki Marvel, Juan yang sampai sekarang masih juga tidak kembali.


Mau tidak mau Marvel harus menyusul Juan ke tempat Juan berada dan menyeret nya pulang dengan paksa, “Aku tidak punya pilihan lain, kalau tidak begini maka Kak Juan tidak akan pernah kembali. Bagaimana jika Kak Juan justru memulai hidup baru dengan mantan kekasih nya disana dan melupakan Viola. Hal seperti itu tidak boleh terjadi, Viola butuh Juan sebagai Ayah nya.”


Milla mengerti sekali dengan apa yang Marvel maksudkan, “Tapi usahakan jangan bertengkar dengan Kak Juan, kekerasan tidak akan membuat masalah menjadi membaik. Hal seperti itu hanya akan memperburuk keadaan.”


Marvel hanya mengiyakan perkataan Milla saja, Marvel tidak bisa berjanji bahwa saat bertemu dengan Juan nanti Marvel tidak akan bertengkar dengan Juan. Kesabaran Marvel tidak sebanyak itu untuk terus sabar menghadapi tingkah Juan yang menurut Marvel semakin hari semakin biadab itu.


“Selama aku pergi menyusul Kak Juan, ada baik nya kau tinggal di rumah Kak Juan bersama dengan Monica. Sehingga Monica bisa membantu bantu mu mengurus Riko dan Viola, kau juga tidak perlu bolak balik pulang pergi seperti sebelumnya.” saran Marvel kepada Milla, Milla menyetujui saran Marvel itu. Milla akan menyiapkan pakaian nya dan juga pakaian Marvel.


Mereka akan berpisah di rumah Juan nanti.


***


“Clara..” Damian memanggil istri nya dengan suara berat nya itu, Damian agak kesal melihat Clara yang masih pagi pagi suddaj sibuk ingin membantu tetangga sebelah mereka itu.

__ADS_1


Clara yang hendak keluar membatalkan niat nya dan menoleh kearah Damian dengan raut wajah tak puas. Clara paham bahwa Damian sedang melarang dirinya untuk keluar sekarang ini.


“Tapi Damian, kasihan mereka.”


“Aku paham kau ingin membantu mereka tapi kau juga harus ingat, kau memiliki anak mu sendiri. Jangan karena terlalu sibuk membantu anak orang lain kau sampai lupa dengan anak anak kita.” Ujar Damian tegas, namun Clara menganggap perkataan Damian itu tidak benar dan seolah olah memojokkan nya padahal Clara hanya ingin berbuat baik.


“Aku tidak pernah melupakan anak anak kita Damian, sesibuk apapun aku. Aku tidak pernah melupakan kewajiban ku sebagai Ibu mereka. Apa kau sekarang ini sedang menuduh ku sebagai Ibu yang tidak baik, kau sedang menuduh ku tanpa adanya bukti?” Clara mulai emosi, sebenarnya bukan itu maksud Damian. Clara salah tanggap, Damian hanya ingin fokus Clara kepada anak mereka saja bukan anak orang lain. Itu saja.


“Bukan itu maksud ku Cla—”


“Kau terlalu sensitif Damian, setiap kali aku berurusan dengan apapun yang ada sangkut paut nya dengan keluarga Orlando, kau selalu saja berpikiran buruk. Kau harus ingat Damian, bahwa aku tidak punya hubungan spesial apa apa dengan mereka. Aku ini sudah menjadi istri mu, apa lagi yang kau takut kan?”


Damian terdiam dalam duduknya, Damian ingin membuka mulut membalas perkataan Clara namun jika ia melakukan hal itu yang ada pertengkaran diantara mereka hanya akan menjadi jadi saja. Damian tidak ingin ribut lebih jauh dengan Clara, terlebih lagi anak anak mereka bisa mendengar.


Tidak baik bertengkar dilihat oleh anak, hal tersebut bisa membuat mental seorang anak terganggu.


***


Marvel sudah berada di dalam pesawat, mengambil penerbangan awal untuk menemui Juan, meski masih di pesawat Marvel sudah memikirkan bahwa ia akan meninju wajah Juan saat mereka bertemu nanti.


Marvel kesal setengah mati, karena ketidakpedulian Juan, Marvel harus menderita. Marvel tidak masalah jika Milla dan dirinya harus repot sesekali membantu. Baik mengurus perusahaan ataupun membantu mengurus Viola.


Tapi Marvel tidak bisa terima bahwa Juan kabur dari tanggung jawab nya sendiri, Marvel yang status nya masih termasuk pengantin baru tidak bisa menikmati waktu bersama dengan istri nya lebih lama karena tugas kantor yang menumpuk.


Sesaat Marvel memiliki waktu luang, justru Milla yang tidak memilikinya. Milla harus mengurus Viola yang setiap menit menangis. Terlebih lagi Viola harus mendapatkan ekstra perhatian dan harus rutin dibawa periksa ke dokter karena kondisi tubuh Viola yang lemah persis seperti Ibu nya dulu.


***


Marvel baru saja sampai di hotel setelah penerbangan yang memakan waktu panjang, Marvel check-in di hotel yang sama dengan hotel dimana Juan tinggal, tentu saja Marvel bisa mengetahui tempat dimana Juan bermalam dari orang suruhan nya.


Berkat hal tersebut, setidaknya Marvel menjadi lebih mudah menjalani tugas nya untuk membawa pulang Juan.


Marvel bahkan tinggal di kamar yang tepat bersebelahan dengan kamar Juan, apa ini kebetulan? tentu saja tidak. Marvel sudah merencanakan semuanya.


Setelah masuk ke dalam kamar hotel nya, Marvel segera beristirahat. Waktu penerbangan yang panjang membuat Marvel merasa mengantuk, selama di pesawat Marvel tidak bisa tidur sedikitpun. Marvel justru mengurusi pekerjaan yang terpaksa dibawa olehnya karena terdesak.


urusan soal Juan, mari pikirkan hal itu nanti setelah beristirahat.


***


“Kak Milla, Viola terus menangis sejak tadi. Aku takut terjadi sesuatu kepada Violla.” Monica yang baru saja bergantian bergantian menjaga Viola terlihat sangat khawatir, masalahnya Viola tidak juga berhenti menangis setelah diberi minum susu, diganti popoknya dan juga digendong dengan benar.


Bahkan saat Monica mengecek suhu tubuh Viola dengan menyentuh kening bayi kecil itu, Monica semakin panik lantaran tubuh Monica terasa agak panas. Bagaimana ini, kenapa Viola sering sekali seperti ini?


Monica panik ingin menelepon Milla namun Milla tidak membawa ponsel nya, Milla baru saja pergi untuk menjemput Riko dari sekolah.


Monica tidak punya pilihan lain selain meminta tolong kepada Clara, meski sebenarnya Monica benci sekali melibatkan Clara dalam permasalahan keluarga mereka.


Monica keluar sembari menggendong Viola, berjalan menuju rumah besar Clara. Baru saja Monica ingin memencet bel, Monica segera mengurungkan niat nya saat ia bisa melihat dari luar gerbang bahwa di depan pintu Clara dan suaminya, Damian sedang bertengkar.


Jika Monica nekat meminta bantuan Clara sekarang, pasti pertengkaran diantara Clara dan suami nya itu akan memanas nanti, mengingat bahwa Damian tidak suka dengan keluarga Orlando.


Monica kembali membawa Viola pulang tanpa meminta bantuan Clara, Monica berusaha untuk menenangkan Viola, berharap harap Milla akan segera pulang karena Monica benar benar tidak tahu ia harus bagaimana agar Viola bisa kembali tenang.


***


Marvel sibuk sekali setelah beristirahat sejenak di hotel, Marvel memang tidak langsung menemui Juan melainkan Marvel justru mengintai segala sesuatu yang Juan laukan.

__ADS_1


Termasuk membuntuti Juan pergi ke rumah mantan kekasih nya itu. Benar benar gila, disaat putri Juan yang baru lahir belum pernah merasakan kasih pelukan hangat sang Ayah sampai sekarang, Juan justru sibuk menarik hati mantan kekasihnya disini.


Wah.. benar benar, kakak laki laki Marvel itu benar benar laki laki brengsek.


__ADS_2