SUGAR BROTHER

SUGAR BROTHER
SIXTEEN


__ADS_3

Clara berjalan melewati kost tempat ia tinggal, Clara tidak ada niat sedikitpun untuk pulang. Clara terlalu putus asa.


Clara terus berjalan tanpa tahu tujuan, Clara ingin lari.. benar benar ingin lari dari kenyataan.


Hidup di dunia ini berat sekali, apalagi ia sendirian. Jika hanya terus menderita di dunia ini, lalu untuk apa Clara hidup? Menjadi bahan olokan orang lain, di jadikan mainan oleh orang lain? Clara tidak mau seperti itu. Tidak mau.


***


Damian terbangun dari tidurnya, ia menggeram kesal ketika tidak mendapati Clara di sebelahnya, sial.


Seharusnya Damian tidak melepaskan ikatan Clara sehingga wanita itu tidak akan bisa pergi, Damian juga merutuki dirinya yang lupa untuk menghalangi Clara untuk kabur.


Damian bangkit dari ranjang melangkah menuju kamar mandi, ia akan bersiap dan membawa kembali Clara dengan tangannya sendiri.


***


Clara berhenti dipinggir jalan, ia menatap ketengah jalan yang banyak kendaraan berlalu lalang,   Clara dengan tanpa takut berjalan ke tengah jalan, berharap salah satu kendaraan yang lewat itu menghantam dirinya. Clara ingin mengakhiri hidupnya.


Clara bisa mendengar suara bising dari klakson mobil yang seolah olah memerintahkannya untuk pergi dari sana namun Clara tidak perduli, ia terus melangkah hingga seseorang menarik lengannya dengan keras sehingga Clara terjatuh kembali ke pinggir jalan.


“Kau gila?!”


Clara mendongak, ia mendapati Josephine dengan tangan bergetar menatapnya penuh amarah.


“Kau mau bunuh diri begitu saja, apa kau pikir mati menyelesaikan masalah?!” Josephine mulai menangis, ia telah tahu segala yang terjadi kepada Clara melalui Marvel. Sebelumnya Josephine bertemu dengan Marvel namun Marvel terlihat sangat sedih, Josephine bertanya dan Marvel menceritakan segalanya.


“Kau itu egois Clara, egois!” Josephine tidak perduli ia terlihat seperti orang gila karna berteriak teriak di pinggir jalan, “Kau merasa tidak sanggup menghadapi semua masalah yang menimpa dirimu dan memilih untuk bunuh diri, kau bertingkah seolah olah kau ini korban dan semua orang di dunia ini penjahatnya. Kau lah penyebab dari kehancuran mu sendiri, kau yang menyerahkan diri mu kepada laki laki yang sudah kau ketahui berbahaya. Lalu kau ingin lepas dari Damian dengan mengorbankan Marvel, kau tidak seperti Clara yang aku kenal.”


Clara menggelengkan kepalanya tidak terima, “Aku tidak mengorbankan Marvel, kau jangan percaya dengan perkataan Juan. Laki laki itu berbohong, dia menjebak ku karna ingin Marvel menjauhi ku.”

__ADS_1


“Lalu menurut mu apa alasan dari Juan berbuat seperti itu? Kau menyeret Marvel kedalam urusan mu dengan Damian, kau membuat Marvel yang tidak memiliki apa apa itu melawan Damian yang jelas jelas memiliki kekuasaan, kau bisa bayangkan apa yang terjadi kepada Marvel nantinya? Juan hanya ingin adiknya aman, mungkin caranya salah tapi tujuan dia benar.”


“Ya, anggaplah Juan benar. Tapi aku ingin lepas dari jeratan Damian. Aku tidak sanggup lagi. Aku.. aku melakukan semua itu karna aku ingin kuliah, aku tidak ingin diremehkan karna tidak berpendidikan.”


“Pendidikan? Apa kau pikir pendidikan itu segalanya sehingga kau menjual dirimu sendiri demi hal itu, apa jika kau tidak bersekolah setinggi mungkin kau akan mati? Kuliah memang penting, tapi itu tidak diharuskan dan apa semua orang yang ada di dunia ini yang tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang kuliah tidak bisa hidup?”


Clara terdiam, Clara tidak bisa bicara apa apa. Clara merasa perkataan Josephine benar adanya.


“Kau lah yang paling egois disini Clara, kau ingin mendapatkan sesuatu dengan cara instan, kau bahkan tidak menceritakan masalah mu kepadaku. Aku bahkan harus mengetahuinya dari orang lain, ku pikir selama ini kita bersahabat.” Josephine membantu Clara berdiri, “Bukan nya aku bersikap jahat dan melarang mu untuk melibatkan Marvel, kami pasti akan mendukung mu, hanya saja kau lah yang harus menyelesaikannya karna kau juga lah yang memulainya.”


Clara mengangguk, ia memeluk Josephine. Clara akan menghadapi Damian, Clara akan berjuang. Ia tidak akan putus asa dan mengakhiri hidupnya begitu saja.


***


Damian kembali masuk kedalam mobilnya setelah ia mendapati bahwa Clara tidak ada di tempat kost nya, entah kemana perginya wanita itu.


Baru saja Damian ingin melajukan mobilnya pergi, Damian tidak sengaja melalui kaca spion melihat Clara berjalan beriringan dengan seorang wanita.


Damian sontak turun dari mobilnya, ia berlari menghampiri Clara dan menarik kasar tangan wanita itu.


“D-Damian?”


Damian tersenyum miring, “Kenapa, kau terkejut? Apa kau pikir aku tidak bisa menemukan mu?”


Damian terkejut ketika respon yang Clara berikan justru jauh dari apa yang ia bayangkan. Damian pikir Clara akan memberontak atau menangis namun Clara justru terlihat tenang, meski Damian bisa melihat mata Clara bengkak dan memerah.


“Damian, bisa kita bicara sebentar?”


Huh? Ada apa dengan Clara?

__ADS_1


***


Disini lah Clara dan Damian sekarang, duduk berdua di ruang tamu rumah Damian.


“Dimana kak Diana?” tanya Clara pada Damian, memecahkan keheningan diantara mereka.


“Apa hal itu yang ingin kau bicarakan padaku?”


Clara menggelengkan kepalanya, ia menarik nafas dalam dalam. “Aku..  aku ingin memohon pada mu Damian, tidak bisa kah kau lepaskan aku? Kita lupakan semua perjanjian kita, lagi pula kita sama sama di rugikan, kau dengan uang mu dan aku dengan kesucian ku. Lebih baik kita hentikan semua ini, ini tidak benar dan aku tidak mau menderita lagi.”


“Tidak semudah itu Clara, aku tidak akan mau melepaskan mu begitu saja.”


Clara menatap Damian dengan tatapan nanar, “Sampai kapan kau akan terus seperti ini Damian? Apa alasan mu untuk terus menahan ku, rasa bosan? Jika memang kau ingin bermain main bukan kah banyak wanita di luar sana yang mengharapkan mu. Kenapa harus aku?”


Damian terdiam, ia tidak bisa menjawab.


Kenapa harus Clara?


Banyak wanita di luar sana yang berlomba lomba ingin menjadi kekasihnya bahkan hanya untuk sekedar menghabiskan malam dengan nya, lalu kenapa Damian hanya menginginkan Clara yang jelas jelas berusaha mati matian untuk melepaskan diri.


“Aku akan bekerja, aku akan menyicil mengembalikan uang yang sudah aku terima dari mu sebagai gantinya.. mari kita lupakan semua ini, dan kau juga harus memfokuskan diri mu kepada kakak ku, istri mu.”


Damian mengepalkan tangannya, ia tidak bisa melepaskan Clara. Jika Diana yang meminta untuk pergi maka Damian akan dengan senang hati melepaskannya namun Clara, membayangkannya saja membuat Damian kesal.


Damian tidak senang, tapi apa yang membuatnya tidak senang? Apa ia jatuh cinta kepada Clara?


Cinta?


Setelah pengkhianatan dan kesakitan yang Damian rasakan selama ini, apa ia masih bisa mencintai seseorang?

__ADS_1


__ADS_2