
Benar apa yang Monica takutkan, sesaat ia kembali bersama dengan Clara tepat saat itu juga Marvel dan Milla keluar dari rumah. Membuat Clara dan Marvel saling bertemu pandang.
“Marvel..” Clara secara refleks memanggil nama Marvel setelah melihat kehadiran Marvel, lama tidak berjumpa dengan sosok laki laki itu membuat Clara merasa rindu. Bukan rindu antar pasangan melainkan rindu kepada teman, sama seperti Clara merindukan Josephine, sahabatnya.
Melihat hal itu membuat Monica berdecak dan melirik takut takut kearah Milla, Monica berharap Milla tidak akan salah paham. Monica tidak ingin hubungan Marvel dan Milla merenggang hanya karena kebaikan hati Clara.
Serupa dengan Clara, Marvel yang terkejut dengan kehadiran Clara pun dengan refleks menyebutkan nama wanita itu. Nama wanita yang dulu sempat ia cintai setengah mati.
Pandangan Marvel juga teralihkan kepada dua sosok anak kecil bersama Clara, hanya dengan melihat saja Marvel sudah tahu bahwa anak tersebut adalah anak Clara dan Damian.
“Ah, kau tinggal disini ya. Lama tidak bertemu.” Sapa Marvel sembari mendekat kearah Clara, tidak lupa Marvel mengajak Milla untuk mendekat juga. “Perkenalkan ini istri ku, dan anak laki laki yang bersama Monica itu adalah anak kami.”
Clara menunjukkan ekspresi sedih, bukannya maksud Clara untuk membesar besarkan hal kecil. Hanya saja Clara merasa sedikit sakit hati lantaran Marvel menikah tanpa mengundang dirinya.
Clara tahu bahwa Marvel dulu memiliki perasaan lebih terhadapnya, tapi jika mengesampingkan hal tersebut bukankah mereka itu teman?
Jika memang Marvel sudah berhasil melupakan cinta bertepuk sebelah tangannya bukankah tidak ada alasan bagi Marvel untuk tidak mengundang Clara dan Damian?
Sepertinya Marvel mengetahui apa yang Clara pikirkan sehingga ia mengatakan hal yang membuat Clara tenang, dan menganggukkan kepalanya paham.
__ADS_1
“Maaf, bukan maksud ku untuk tidak mengundang mu dan Damian, tapi pernikahan ku dan Milla diadakan tertutup. Hanya keluarga saja yang hadir.”
Benar adanya, pernikahan Marvel diadakan tertutup. Jangankan mengundang teman, Marvel bahkan tidak mengundang orangtuanya sendiri ke pernikahannya. Mengingat bahwa orangtuanya sudah pasti akan tidak setuju dengan pernikahan itu.
Clara mengangguk mengerti, ia tersenyum kepada anak laki laki yang Marvel sebut sebagai putranya. Tanpa diberitahu pun Clara sudah bisa mengetahui bahwa anak laki laki itu bukanlah anak kandung Marvel.
Tapi mengingat bahwa Marvel adalah orang yang baik hati, bahkan dahulu Marvel mau menerima Clara dan anaknya saat Clara masih melarikan diri dari Damian.
“Aku tahu hubungan kalian dengan Kak Juan tidak baik karena diriku, tapi bisa kah aku meminta tolong untuk menjaga kakak ipar ku, Helena selama Kak Juan tidak ada di rumah?” Seharusnya Marvel memang tidak mengurusi hal ini, tapi ia khawatir dengan kakak iparnya itu. Mengingat bahwa Juan yang berstatus sebagai suami justru kerap sekali bersikap tidak perduli.
“Ah tentu saja. Memangnya kapan prediksi Helena akan melahirkan?”
Kali ini Monica yang buka suara, “Kak Helena akan melahirkan sekitar dua Minggu lagi.”
Adara, putri sulung Clara sontak berteriak girang ketika melihat mobil tersebut. Mobil itu tak lain adalah mobil suami Clara, Damian.
Damian turun dari mobilnya dengan senyum lebar, senang lantaran kepulangannya disambut ceria oleh putri kesayangannya. Namun senyum itu tidak bertahan lama, senyum di bibir Damian luntur ketika ia menyadari kehadiran Marvel.
Marvel pun menyadari bahwa Damian tidak senang dengan keberadaannya, entahlah mengapa Damian sampai sekarang masih saja membenci dirinya.
__ADS_1
“Kalian sedang membicarakan apa?” tanya Damian sembari melirik Clara dan Marvel bergantian. Jelas sekali bahwa Damian tidak senang bahwa Clara kembali berhubungan dengan laki laki yang dulu pernah mengejar cintanya.
“Hanya saling menyapa saja, Marvel juga hanya memperkenal istri dan anaknya saja kepada ku.”
Damian menaikkan sedikit alisnya ketika mendengar kata istri dan anak, sedikit terkejut bahwa Marvel telah menikah. Damian sempat berpikir bahwa kedatangan Marvel untuk mengusik rumah tangganya lagi.
“Kalau begitu kami pamit masuk ke dalam dahulu.” ujar Damian dengan senyum palsu sembari menggendong putrinya masuk ke dalam rumah, dan memberikan kode kepada Clara untuk ikut dengannya ke dalam.
Setelah mengucapkan salam perpisahan dan berjanji akan bertemu lagi lain waktu akhirnya Clara mengikuti Damian masuk ke dalam rumah.
Milla tersenyum melihat kepergian Clara, “Kita harus sering sering bertemu dengannya,. sepertinya dia orang yang sangat baik.”
Marvel menganggukkan kepalanya setuju, “Dia memang orang yang baik.”
“Tapi seperti nya suami Clara tidak begitu suka dengan kita.”
Marvel menggelengkan kepalanya, “Tidak perlu kau pikirkan, Dia memang seperti itu.”
Monica tidak senang melihat bahwa Milla justru menyukai Clara, memang Monica tahu bahwa Clara itu perempuan baik dan pasti banyak orang yang menyukai Clara karena kebaikannya itu.
__ADS_1
Tapi justru kebaikan Clara tersebutlah yang bisa membuat rumah tangga Marvel dan Milla meretak nantinya, Monica takut jika kebaikan Clara nantinya justru membuat perasaan cinta di hati Marvel kepada Clara yang sudah susah payah Marvel kubur dalam dalam kembali muncul dan merusak pernikahan yang sudah Marvel bina susah payah.
Semoga saja itu hanya ketakutan Monica saja dan tidak akan pernah menjadi kenyataan.