
“*Bagaimana enak? kau menyukainya?” tanya Marvel masih sama antusiasnya, namun respon yang Milla berikan berbanding terbalik dengan apa yang Marvel inginkan.
Milla tidak menunjukkan reaksi bahagia, ataupun tersenyum sedikitpun. Milla hanya mengeluarkan suara, “Hemm.”
Marvel benar benar bingung*.
***
Keanehan yang terjadi kepada Milla tidak hanya sampai disitu saja, Milla benar benar mendadak menjadi pendiam.
Markus semakin khawatir akan hal tersebut.
Marvel takut jika Milla sedang sakit dan karena tidak ngin membuat Marvel khawatir, Milla menjadi diam dan tidak mau menjawab tiap kali Marvel tanpa tapi disatu sisi Marvel juga berpikir negatif.
Berpikir bahwa dirinya mungkin saja melakukan kesalahan yang tidak ia sadari dan Milla marah akan hal itu sehingga Milla mendiamkan Marvel.
Marvel berusaha membuang pikiran negatif nya jauh jauh, Milla bersikap aneh seperti ini hanya karena kelelahan. Bukan masalah besar apapun, besok setelah kondisi Milla lebih bugar Milla pasti akan kembali seperti sebelumnya lagi. Marvel menanamkan hal tersebut dalam pikirannya.
***
Malam telah tiba, Riko telah tertidur lelap di kamar nya sendiri. Marvel yang baru saja selesai mandi dan mendapati Milla sudah berbaring diatas ranjang dengan berbalut selimut hampir diseluruh tubuh nya.
Setelah memakai baju tidur Marvel ikut naik keatas ranjang, mengambil posisi berbaring tepat disebelah Milla.
Marvel berbalik menghadap Milla yang tidur memunggunginya, dengan reflek Marvel melingkarkan tangannya ke pinggang Milla. Memeluk Milla dari belakang.
Namun baru beberapa detik saja tangan Marvel bertengger di pinggang Milla, Milla langsung melepaskan pelukan tersebut. Beringsut menjauh dan melanjutkan tidurnya.
Bohong jika Marvel bilang bahwa dirinya tidak terkejut dengan hal tersebut, Marvel benar benar terkejut dan juga merasa hatinya sedikit sakit.
Hal tersebut juga membuat Marvel menyadari sesuatu bahwa Milla bukan hanya lelah tapi Milla tengah marah padanya saat ini.
Tapi marah karena apa? apa kesalahan yang telah Marvel buat sampai Milla menjadi bersikap seperti ini?
Apakah Marvel ada salah bicara yang menyinggung Milla? ataukah Marvel memiliki janji kepada Milla yang lupa Marvel tepati kepada Milla?
Marvel ingin bertanya langsung kepada Milla apa kesalahan yang telah ia buat sampai membuat Milla marah.
Namun Marvel menahan keinginannya tersebut, ini sudah malam. Sudah saatnya untuk tidur, biarkan lah permasalahan tersebut mereka bahas esok hari.
Marvel akan bertanya kepada Milla besok.
***
Marvel berangkat kerja dengan hati tak tenang, pagi ini bahkan Marvel tak sempat bicara dengan Milla karena kesiangan dan harus segera mengantar Riko sekolah.
Marvel mengemudikan mobilnya sembari menghela nafas berat, ia baru saja selesai mengantar Riko ke sekolah dan sekarang Marvel sedang dalam perjalanan menuju kantor.
Semoga saja dirinya bisa pulang kerja cepat dan merundingkan masalah apa sebenarnya yang terjadi diantara dirinya dan juga Milla. Marvel tidak suka jika keadaan seperti ini berlangsung lebih lama lagi, Marvel tidak tahan.
***
Milla menutup pintu rumah setelah Marvel dan Riko berangkat, membiarkan pelayan yang membereskan sisa bekas sarapan sebelumnya sementara Milla beralih masuk ke kamar.
Milla duduk di pinggir ranjang, menekan-nekan kepalanya yang terasa pening. Milla tidak bisa tidur semalaman, lantaran pikirannya terus berkelana kesana kemari.
Sebenarnya Milla tidak ingin bersikap seperti ini, mengabaikan Marvel dan bertindak seolah acuh. Tapi Milla juga tidak tahu harus bersikap bagaimana setelah mengetahui fakta bahwa dihari Marvel bukan hanya ada dirinya melainkan juga ada wanita lain.
Wanita yang tidak lain adalah Clara, istri Damian.
Milla memang awalnya sudah curiga bahwa pasti ada sesuatu antara keluarga Marvel dengan Damian. Lantaran Damian terus saja terlihat sangat membenci keluarga Marvel, bahkan Milla dan Riko sekalipun seolah dibenci oleh laki-laki tersebut.
Jika Clara dan Marvel dulu adalah pasangan kekasih atau dulu Clara adalah wanita yang Marvel cintai dan pernah berebut dengan Damian untuk mendapatkan cinta Clara, itu sudah ada dalam tebakan Milla sejak lama.
__ADS_1
Jadi jika mengetahui bahwa hal tersebut benar adanya, Milla tidak terkejut.
Tapi hati Milla teramat sakit ketika mengetahui bahwa Marvel masih menyimpan rasa kepada Clara.
Jika saja saat itu Milla tidak menyusul Marvel karena Marvel meninggalkan satu goodie bag lagi yang harus diberikan kepada Clara maka Milla mungkin tidak akan tahu bahwa Marvel sampai saat ini masih mencintai istri Damian itu.
Semenjak mengetahui hal tersebut, Milla mulai berpikiran aneh aneh. Ia mulai berpikiran negatif tentang Marvel.
Milla mulai berpikir, bagaimana jika Marvel ternyata mau bersamanya hanya untuk melupakan Clara. Milla dijadikan pelarian oleh Marvel.
Milla tahu bahwa Marvel mencintainya, ia bisa merasakannya. Tapi Milla juga tidak bisa memungkiri bahwa ia takut, takut jika ternyata kebahagiaan yang ia rasakan selama ini hanya kebahagiaan semu semata.
Bagaimana jika sampai akhir Milla tetap tidak bisa menjadi satu satunya wanita di hati Marvel? Sebut saja Milla egois, tapi ia tidak mau dihati suaminya ada wanita lain meski wanita tersebut tidak akan pernah mengambil Marvel dari sisi Milla, Milla tetap tidak bisa menerimanya.
***
Marvel pulang dengan terburu buru, setelah pekerjaannya selesai dan waktu jam pulang telah tiba Marvel tidak banyak basa basi dan langsung segera keluar dari gedung perusahaan, melajukan mobilnya menuju rumahnya. Mengabaikan Juan yang kebingungan melihat tingkahnya itu.
Selama bekerja Marvel tidak bisa benar benar fokus pada pekerjaan nya karena meski tubuh Marvel berada di kantor, pikiran Marvel tidak. Marvel terus saja memikirkan Milla. Ada perasaan takut yang menyelimuti benak Marvel.
Sesampainya di rumah, Marvel segera memasukkan mobilnya ke dalam garasi. Kepulangan Marvel disambut hangat oleh Riko, Riko tengah duduk di ruang tamu dengan buku buku sekolahnya. Mengerjakan PR yang ia dapat dari sekolah.
“Mama dimana sayang?” tanya Marvel kepada Riko, lantaran Marvel tidak melihat Milla bersama Riko. Biasanya setiap kali Riko mengerjakan PR, Milla selalu ada disisi Riko membantu Riko jika kesulitan untuk menjawab soal soal di PR-nya.
“Mama di kamar Pa, dari tadi Mama gak keluar kamar.” Riko menunjuk kearah kamar orang tua nya dengan raut wajah sedih, setelah Milla menjemput Riko, Milla langsung masuk ke kamar dan tidak kunjung keluar lagi. Riko ingin masuk ke dalam dan melihat apa Ibu nya baik baik saja namun ia takut, takut jika ia akan mengganggu Ibu nya sehingga Riko hanya diam saja dan memilih untuk mengerjakan PR nya sendirian.
Marvel semakin khawatir setelah mendengar perkataan Riko, sudah pasti terjadi sesuatu dengan Milla dan kali ini Marvel tidak akan menunda bunda lagi. Marvel akan menuntaskan masalah ini hari ini juga.
Marvel harus tahu kenapa Milla mendadak bersikap aneh dan juga Marvel akan membuat Milla kembali seperti sebelumnya lagi, ceria. Karena bahagia Milla juga bahagia Riko, sedih Milla pun juga sedih Riko.
Marvel tidak ingin kedua orang yang berarti dalam hidupnya itu sedih karena itu juga menyakiti perasaannya.
***
“*Bagaimana enak? kau menyukainya?” tanya Marvel masih sama antusiasnya, namun respon yang Milla berikan berbanding terbalik dengan apa yang Marvel inginkan.
Milla tidak menunjukkan reaksi bahagia, ataupun tersenyum sedikitpun. Milla hanya mengeluarkan suara, “Hemm.”
Marvel benar benar bingung*.
***
Keanehan yang terjadi kepada Milla tidak hanya sampai disitu saja, Milla benar benar mendadak menjadi pendiam.
Markus semakin khawatir akan hal tersebut.
Marvel takut jika Milla sedang sakit dan karena tidak ngin membuat Marvel khawatir, Milla menjadi diam dan tidak mau menjawab tiap kali Marvel tanpa tapi disatu sisi Marvel juga berpikir negatif.
Berpikir bahwa dirinya mungkin saja melakukan kesalahan yang tidak ia sadari dan Milla marah akan hal itu sehingga Milla mendiamkan Marvel.
Marvel berusaha membuang pikiran negatif nya jauh jauh, Milla bersikap aneh seperti ini hanya karena kelelahan. Bukan masalah besar apapun, besok setelah kondisi Milla lebih bugar Milla pasti akan kembali seperti sebelumnya lagi. Marvel menanamkan hal tersebut dalam pikirannya.
***
Malam telah tiba, Riko telah tertidur lelap di kamar nya sendiri. Marvel yang baru saja selesai mandi dan mendapati Milla sudah berbaring diatas ranjang dengan berbalut selimut hampir diseluruh tubuh nya.
Setelah memakai baju tidur Marvel ikut naik keatas ranjang, mengambil posisi berbaring tepat disebelah Milla.
Marvel berbalik menghadap Milla yang tidur memunggunginya, dengan reflek Marvel melingkarkan tangannya ke pinggang Milla. Memeluk Milla dari belakang.
Namun baru beberapa detik saja tangan Marvel bertengger di pinggang Milla, Milla langsung melepaskan pelukan tersebut. Beringsut menjauh dan melanjutkan tidurnya.
Bohong jika Marvel bilang bahwa dirinya tidak terkejut dengan hal tersebut, Marvel benar benar terkejut dan juga merasa hatinya sedikit sakit.
__ADS_1
Hal tersebut juga membuat Marvel menyadari sesuatu bahwa Milla bukan hanya lelah tapi Milla tengah marah padanya saat ini.
Tapi marah karena apa? apa kesalahan yang telah Marvel buat sampai Milla menjadi bersikap seperti ini?
Apakah Marvel ada salah bicara yang menyinggung Milla? ataukah Marvel memiliki janji kepada Milla yang lupa Marvel tepati kepada Milla?
Marvel ingin bertanya langsung kepada Milla apa kesalahan yang telah ia buat sampai membuat Milla marah.
Namun Marvel menahan keinginannya tersebut, ini sudah malam. Sudah saatnya untuk tidur, biarkan lah permasalahan tersebut mereka bahas esok hari.
Marvel akan bertanya kepada Milla besok.
***
Marvel berangkat kerja dengan hati tak tenang, pagi ini bahkan Marvel tak sempat bicara dengan Milla karena kesiangan dan harus segera mengantar Riko sekolah.
Marvel mengemudikan mobilnya sembari menghela nafas berat, ia baru saja selesai mengantar Riko ke sekolah dan sekarang Marvel sedang dalam perjalanan menuju kantor.
Semoga saja dirinya bisa pulang kerja cepat dan merundingkan masalah apa sebenarnya yang terjadi diantara dirinya dan juga Milla. Marvel tidak suka jika keadaan seperti ini berlangsung lebih lama lagi, Marvel tidak tahan.
***
Milla menutup pintu rumah setelah Marvel dan Riko berangkat, membiarkan pelayan yang membereskan sisa bekas sarapan sebelumnya sementara Milla beralih masuk ke kamar.
Milla duduk di pinggir ranjang, menekan-nekan kepalanya yang terasa pening. Milla tidak bisa tidur semalaman, lantaran pikirannya terus berkelana kesana kemari.
Sebenarnya Milla tidak ingin bersikap seperti ini, mengabaikan Marvel dan bertindak seolah acuh. Tapi Milla juga tidak tahu harus bersikap bagaimana setelah mengetahui fakta bahwa dihari Marvel bukan hanya ada dirinya melainkan juga ada wanita lain.
Wanita yang tidak lain adalah Clara, istri Damian.
Milla memang awalnya sudah curiga bahwa pasti ada sesuatu antara keluarga Marvel dengan Damian. Lantaran Damian terus saja terlihat sangat membenci keluarga Marvel, bahkan Milla dan Riko sekalipun seolah dibenci oleh laki-laki tersebut.
Jika Clara dan Marvel dulu adalah pasangan kekasih atau dulu Clara adalah wanita yang Marvel cintai dan pernah berebut dengan Damian untuk mendapatkan cinta Clara, itu sudah ada dalam tebakan Milla sejak lama.
Jadi jika mengetahui bahwa hal tersebut benar adanya, Milla tidak terkejut.
Tapi hati Milla teramat sakit ketika mengetahui bahwa Marvel masih menyimpan rasa kepada Clara.
Jika saja saat itu Milla tidak menyusul Marvel karena Marvel meninggalkan satu goodie bag lagi yang harus diberikan kepada Clara maka Milla mungkin tidak akan tahu bahwa Marvel sampai saat ini masih mencintai istri Damian itu.
Semenjak mengetahui hal tersebut, Milla mulai berpikiran aneh aneh. Ia mulai berpikiran negatif tentang Marvel.
Milla mulai berpikir, bagaimana jika Marvel ternyata mau bersamanya hanya untuk melupakan Clara. Milla dijadikan pelarian oleh Marvel.
Milla tahu bahwa Marvel mencintainya, ia bisa merasakannya. Tapi Milla juga tidak bisa memungkiri bahwa ia takut, takut jika ternyata kebahagiaan yang ia rasakan selama ini hanya kebahagiaan semu semata.
Bagaimana jika sampai akhir Milla tetap tidak bisa menjadi satu satunya wanita di hati Marvel? Sebut saja Milla egois, tapi ia tidak mau dihati suaminya ada wanita lain meski wanita tersebut tidak akan pernah mengambil Marvel dari sisi Milla, Milla tetap tidak bisa menerimanya.
***
Marvel pulang dengan terburu buru, setelah pekerjaannya selesai dan waktu jam pulang telah tiba Marvel tidak banyak basa basi dan langsung segera keluar dari gedung perusahaan, melajukan mobilnya menuju rumahnya. Mengabaikan Juan yang kebingungan melihat tingkahnya itu.
Selama bekerja Marvel tidak bisa benar benar fokus pada pekerjaan nya karena meski tubuh Marvel berada di kantor, pikiran Marvel tidak. Marvel terus saja memikirkan Milla. Ada perasaan takut yang menyelimuti benak Marvel.
Sesampainya di rumah, Marvel segera memasukkan mobilnya ke dalam garasi. Kepulangan Marvel disambut hangat oleh Riko, Riko tengah duduk di ruang tamu dengan buku buku sekolahnya. Mengerjakan PR yang ia dapat dari sekolah.
“Mama dimana sayang?” tanya Marvel kepada Riko, lantaran Marvel tidak melihat Milla bersama Riko. Biasanya setiap kali Riko mengerjakan PR, Milla selalu ada disisi Riko membantu Riko jika kesulitan untuk menjawab soal soal di PR-nya.
“Mama di kamar Pa, dari tadi Mama gak keluar kamar.” Riko menunjuk kearah kamar orang tua nya dengan raut wajah sedih, setelah Milla menjemput Riko, Milla langsung masuk ke kamar dan tidak kunjung keluar lagi. Riko ingin masuk ke dalam dan melihat apa Ibu nya baik baik saja namun ia takut, takut jika ia akan mengganggu Ibu nya sehingga Riko hanya diam saja dan memilih untuk mengerjakan PR nya sendirian.
Marvel semakin khawatir setelah mendengar perkataan Riko, sudah pasti terjadi sesuatu dengan Milla dan kali ini Marvel tidak akan menunda bunda lagi. Marvel akan menuntaskan masalah ini hari ini juga.
Marvel harus tahu kenapa Milla mendadak bersikap aneh dan juga Marvel akan membuat Milla kembali seperti sebelumnya lagi, ceria. Karena bahagia Milla juga bahagia Riko, sedih Milla pun juga sedih Riko.
__ADS_1
Marvel tidak ingin kedua orang yang berarti dalam hidupnya itu sedih karena itu juga menyakiti perasaannya.