
*Jika Clara berada diposisi tersebut, mengetahui bahwa Damian memiliki rasa secuil saja pada wanita lain mungkin Clara sudah marah besar. Sakit hati, mengamuk dan bisa bisa meminta Damian untuk menceraikan nya.
“Kau mengerti maksud ku bukan?” tanya Damian lembut, Clara menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Clara menganggukkan kepalanya dan pelukan Damian, Clara juga tidak suka terus terusan bertengkar dengan Damian*.
***
“Jadi kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?” Marvel menatap Juan dan Sabrina bergantian, sebenarnya Marvel tidak terlalu perduli Juan mau menikah kapan. Tapi masalahnya jika Juan dan Sabrina tidak segera menikah, orang orang akan ribut karena Juan tinggal serumah dengan mantan kekasihnya tanpa ikatan apa apa.
Dan bukan hanya itu, Marvel juga sudah muak harus terus tinggal dirumah Marvel hanya untuk menutup nutupi hal tersebut, Marvel ingin segera kembali ke rumah nya sendiri.
Selama tinggal dirumah Juan, Marvel merasa tidak bebas. Marvel bahkan tidak bisa memeluk istrinya sesuka hatinya.
“Minggu ini.”
Marvel melotot terkejut, memang Marvel ingin Juan dan Sabrina cepat menikah tapi tidak menyangka akan secepat itu juga. Bukan kah banyak persiapan yang harus diurus?
“Tidak perlu mengadakan pesta, atau mengundang kerabat pun tidak perlu yang terpenting kami menikah dan tercatat secara hukum agar tidak ada pemberitaan buruk kedepannya nanti.” Juan menjelaskan karena melihat ekspresi kebingungan Marvel, ini bukan keputusan Juan sepihak. Juan sudah mendiskusikan tentang hal ini secara matang matang dengan Sabrina dan Sabrina juga setuju.
“Jadi kau benar benar tidak akan membuat resepsinya?”
Juan menganggukkan kepalanya, mana mungkin Juan mengadakan resepsi. Ayah Helena bisa mengamuk jika tahu bahwa Juan menikah lagi dan mengadakan resepsi seolah olah langsung melupakan Helena secepat itu. Setidaknya dengan tidak mengadakan resepsi ataupun acara yang megah lainnya Ayah Helena tidak akan tersinggung dan menganggap bahwa itu jalan yang Juan pilih demi kebaikan Viola yang membutuhkan sosok Ibu setelah meninggalnya Helena.
“Bukan kah seharusnya kau senang aku tidak melakukan resepsi? Kau tidak akan kerepotan membantu persiapannya, dengan begini kalian bisa cepat pulang ke rumah kalian lagi.” Juan tahu bahwa Marvel sudah sangat ingin kembali ke rumahnya sendiri, Juan tahu bahwa kebebasan Marvel terbatas disini termasuk kebebasan dalam aktivitas malam Marvel dengan Milla.
Juan melihat Marvel tersenyum, pertanda bahwa perkataan Juan benar bahwa Marvel benar benar ingin segera pulang.
***
Pernikahan Juan dan Sabrina telah dilaksanakan, tanpa mengundang siapapun. Yang melihat hanya Marvel dan Milla.
Orang tua Marvel dan Juan sempat menentang Juan menikahi Sabrina, sama seperti dulu dengan alasan bahwa Juan tidak bisa menikah dengan wanita yang bukan berasal dari keluarga terpandang.
Tapi Juan tidak lagi seperti Juan yang dulu, Juan tetap pada pendiriannya dan tidak memperdulikan semua ocehan orang tuanya dan juga ancaman ancaman mereka.
Justru Juan membalas ancaman tersebut dengan ancaman pula, jika orang tua nya tidak bisa menerima Sabrina maka Juan siap untuk mencabut statusnya sebagai anak mereka. Juan juga mengancam tidak akan mau ikut campur dengan perusahaan lagi jika orang tua nya terus seperti ini.
__ADS_1
Dan Juan menang, orang tua nya tidak punya pilihan lain selain mengalah. Tapi meski begitu itu tidak membuat orang tua nya menjadi menyukai Sabrina, orang tua Marvel dan Juan masih memandang hina Milla dan juga Sabrina.
Terlebih lagi Riko, mereka memandangnya dengan pandangan penuh kebencian padahal Riko hanya lah anak kecil. Selalu mengungkit ungkit bahwa Riko bukan anak kandung Marvel di depan Riko sendiri.
“Selamat atas pernikahan kalian.” Sekali lagi Marvel mengucapkan selamat kepada Juan dan Sabrina yang asik duduk di sofa bersantai setelah resmi menjadi pasangan suami istri.
“Kau mau langsung pergi?” Juan melihat Marvel yang sudah mengeluarkan koper dari kamar tamu, setidak sabaran itu Marvel ingin pulang ke rumahnya sendiri.
Marvel menganggukkan kepalanya penuh semangat, Juan telah menikah tentu saja Marvel akan segera pulang. Tugasnya telah selesai disini, Juan dan Sabrina sudah berstatus suami istri jadi tidak akan ada orang yang menggunjingkan mereka tinggal berdua karena sudah memang seharusnya seperti itu.
Milla dan Marvel sudah siap untuk berangkat, mereka sedang menunggu Riko yang tengah berpamitan kepada Markus.
“Aku pulang dulu ya, nanti kapan kapan kita main sama sama lagi. Kamu jangan sedih terus.” Riko berbisik kepada Markus, meski Markus tidak pernah bilang. Riko tahu bahwa Markus itu sering murung dan merasa sedih, Riko belum tahu karena alasan apa Markus merasa seperti itu tapi Riko perduli.
Meski Markus menatapnya sinis sekalipun Riko tetap perduli kepada Markus, karena Markus sekarang sepupunya. Riko senang punya sepupu, Riko senang punya saudara.
Riko melambai lambaikan tangannya kepada Markus sekali lagi, meski Markus tidak menengok kearah Riko sekalipun Riko tetap tersenyum. Semoga Markus bahagia tinggal dirumah besar ini dan tidak merasa kesepian.
***
*Jika Clara berada diposisi tersebut, mengetahui bahwa Damian memiliki rasa secuil saja pada wanita lain mungkin Clara sudah marah besar. Sakit hati, mengamuk dan bisa bisa meminta Damian untuk menceraikan nya.
“Kau mengerti maksud ku bukan?” tanya Damian lembut, Clara menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Clara menganggukkan kepalanya dan pelukan Damian, Clara juga tidak suka terus terusan bertengkar dengan Damian*.
***
“Jadi kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?” Marvel menatap Juan dan Sabrina bergantian, sebenarnya Marvel tidak terlalu perduli Juan mau menikah kapan. Tapi masalahnya jika Juan dan Sabrina tidak segera menikah, orang orang akan ribut karena Juan tinggal serumah dengan mantan kekasihnya tanpa ikatan apa apa.
Dan bukan hanya itu, Marvel juga sudah muak harus terus tinggal dirumah Marvel hanya untuk menutup nutupi hal tersebut, Marvel ingin segera kembali ke rumah nya sendiri.
Selama tinggal dirumah Juan, Marvel merasa tidak bebas. Marvel bahkan tidak bisa memeluk istrinya sesuka hatinya.
“Minggu ini.”
Marvel melotot terkejut, memang Marvel ingin Juan dan Sabrina cepat menikah tapi tidak menyangka akan secepat itu juga. Bukan kah banyak persiapan yang harus diurus?
__ADS_1
“Tidak perlu mengadakan pesta, atau mengundang kerabat pun tidak perlu yang terpenting kami menikah dan tercatat secara hukum agar tidak ada pemberitaan buruk kedepannya nanti.” Juan menjelaskan karena melihat ekspresi kebingungan Marvel, ini bukan keputusan Juan sepihak. Juan sudah mendiskusikan tentang hal ini secara matang matang dengan Sabrina dan Sabrina juga setuju.
“Jadi kau benar benar tidak akan membuat resepsinya?”
Juan menganggukkan kepalanya, mana mungkin Juan mengadakan resepsi. Ayah Helena bisa mengamuk jika tahu bahwa Juan menikah lagi dan mengadakan resepsi seolah olah langsung melupakan Helena secepat itu. Setidaknya dengan tidak mengadakan resepsi ataupun acara yang megah lainnya Ayah Helena tidak akan tersinggung dan menganggap bahwa itu jalan yang Juan pilih demi kebaikan Viola yang membutuhkan sosok Ibu setelah meninggalnya Helena.
“Bukan kah seharusnya kau senang aku tidak melakukan resepsi? Kau tidak akan kerepotan membantu persiapannya, dengan begini kalian bisa cepat pulang ke rumah kalian lagi.” Juan tahu bahwa Marvel sudah sangat ingin kembali ke rumahnya sendiri, Juan tahu bahwa kebebasan Marvel terbatas disini termasuk kebebasan dalam aktivitas malam Marvel dengan Milla.
Juan melihat Marvel tersenyum, pertanda bahwa perkataan Juan benar bahwa Marvel benar benar ingin segera pulang.
***
Pernikahan Juan dan Sabrina telah dilaksanakan, tanpa mengundang siapapun. Yang melihat hanya Marvel dan Milla.
Orang tua Marvel dan Juan sempat menentang Juan menikahi Sabrina, sama seperti dulu dengan alasan bahwa Juan tidak bisa menikah dengan wanita yang bukan berasal dari keluarga terpandang.
Tapi Juan tidak lagi seperti Juan yang dulu, Juan tetap pada pendiriannya dan tidak memperdulikan semua ocehan orang tuanya dan juga ancaman ancaman mereka.
Justru Juan membalas ancaman tersebut dengan ancaman pula, jika orang tua nya tidak bisa menerima Sabrina maka Juan siap untuk mencabut statusnya sebagai anak mereka. Juan juga mengancam tidak akan mau ikut campur dengan perusahaan lagi jika orang tua nya terus seperti ini.
Dan Juan menang, orang tua nya tidak punya pilihan lain selain mengalah. Tapi meski begitu itu tidak membuat orang tua nya menjadi menyukai Sabrina, orang tua Marvel dan Juan masih memandang hina Milla dan juga Sabrina.
Terlebih lagi Riko, mereka memandangnya dengan pandangan penuh kebencian padahal Riko hanya lah anak kecil. Selalu mengungkit ungkit bahwa Riko bukan anak kandung Marvel di depan Riko sendiri.
“Selamat atas pernikahan kalian.” Sekali lagi Marvel mengucapkan selamat kepada Juan dan Sabrina yang asik duduk di sofa bersantai setelah resmi menjadi pasangan suami istri.
“Kau mau langsung pergi?” Juan melihat Marvel yang sudah mengeluarkan koper dari kamar tamu, setidak sabaran itu Marvel ingin pulang ke rumahnya sendiri.
Marvel menganggukkan kepalanya penuh semangat, Juan telah menikah tentu saja Marvel akan segera pulang. Tugasnya telah selesai disini, Juan dan Sabrina sudah berstatus suami istri jadi tidak akan ada orang yang menggunjingkan mereka tinggal berdua karena sudah memang seharusnya seperti itu.
Milla dan Marvel sudah siap untuk berangkat, mereka sedang menunggu Riko yang tengah berpamitan kepada Markus.
“Aku pulang dulu ya, nanti kapan kapan kita main sama sama lagi. Kamu jangan sedih terus.” Riko berbisik kepada Markus, meski Markus tidak pernah bilang. Riko tahu bahwa Markus itu sering murung dan merasa sedih, Riko belum tahu karena alasan apa Markus merasa seperti itu tapi Riko perduli.
Meski Markus menatapnya sinis sekalipun Riko tetap perduli kepada Markus, karena Markus sekarang sepupunya. Riko senang punya sepupu, Riko senang punya saudara.
Riko melambai lambaikan tangannya kepada Markus sekali lagi, meski Markus tidak menengok kearah Riko sekalipun Riko tetap tersenyum. Semoga Markus bahagia tinggal dirumah besar ini dan tidak merasa kesepian.
__ADS_1