
Ini masih flashback ya.
Marvel segera membawa korban yang ia bawa ke rumah sakit setelah ia melihat korban yang ia tabrak tak sadarkan diri.
Marvel bukanlah tipikal laki laki tidak bertanggung jawab yang akan kabur melarikan diri dari kesalahannya. Marvel bertanggung jawab dan menunggu dokter memeriksa keadaan korban tersebut.
Bahkan Marvel berniat untuk menghubungi pihak keluarga korban tersebut dengan bantuan pihak rumah sakit, namun korban tidak membawa apapun. Ponsel korban tidak ada, bahkan kartu tanda pengenal saja tidak ada.
Satu satunya jalan hanyalah menunggu korban untuk tersadar, dan menanyai perihal keluarganya yang bisa dihubungi.
Lama Marvel menunggu, hingga akhirnya dokter memberitahunya bahwa korban yang ia tabrak tidaklah memiliki luka serius akibat kecelakaan yang Marvel sebabkan. Namun berdasarkan prediksi dokter, sang pasien besar kemungkinan memiliki penyakit dalam yang mengancam nyawanya dan pihak keluarga harus segera dihubungi.
Disatukan sisi Marvel bersyukur ia bukanlah penyebab dari kesakitan seseorang, namun disisi lain Marvel merasa kasihan dengan orang yang ia tabrak itu. Sepertinya penyakitnya benar benar berbahaya sampai sampai dokter bicara seserius itu.
“Maafkan aku atas keteledoran ku, aku akan bayar ganti rugi nya. Kau tenang saja, dan oh iya.. apa kau ada nomer keluarga mu yang bisa dihubungi, dokter yang menangani mu mengatakan bahwa sepertinya ada yang salah dengan kesehatan mu dan sepertinya harus segera ditangani.”
Hal itu lah yang terlontar dari bibir Marvel sesaat ia masuk ke ruang rawat korban yang ia tabrak, Marvel berdeham sekali. “Maaf aku lupa memperkenalkan diriku, Aku Marvel Orlando.”
__ADS_1
Marvel kembali berdeham sembari menyodorkan ponsel miliknya, bermaksud meminta si korban untuk mengetikkan nomor keluarganya yang bisa dihubungi.
“Kenapa kau membawa ku ke tempat ini? Seharusnya kau tabrak aku lebih kencang dan melarikan diri, kenapa kau harus membawa ku kemari.”
Laki laki tersebut bicara tanpa memandang Marvel, tapi meski begitu Marvel dapat merasakan kepedihan dalam ucapan itu.
“Ke-kenapa kau bicara seperti itu, jika kau bicara begitu karena takut biaya perawatan mu mahal. Kau tidak perlu khawatir, aku yang menanggung sem—”
“Bukan itu yang aku inginkan, aku hanya ingin hidup ku berakhir!”
Marvel terdiam, ia menutup rapat rapat bibirnya. sepertinya Laki laki ini sedang memiliki masalah. Dan menurut spekulasi Marvel, kemungkinan laki laki ini bukannya tidak sengaja tertabrak oleh Marvel melainkan memang laki laki tersebut berniat bunuh diri.
“Bertanggung jawab?” laki laki tersebut tertawa, tertawa hingga meneteskan air mata. Marvel tidak tahu harus melakukan apa, ia memilih keluar dari kamar rawat itu dan menyerahkan masalah itu kepada seorang perawat.
Marvel tidak punya bakat bicara manis menghibur seseorang, ia memilih menunggu. Setidaknya ia telah membawa laki laki itu ke rumah sakit, membiayai pengobatan nya dan juga menunggu sampai keluarga laki laki itu bisa dihubungi dan datang.
Baru saja Marvel duduk dikursi ruang tunggu, ponselnya tiba tiba saja berdering. Ada panggilan masuk dari adik perempuannya—Monica.
__ADS_1
“Kakak dimana?”
Marvel menghela nafas berat sebelum menjawab, “Di Rumah sakit.”
“Kenapa di Rumah Sakit, Kakak sakit?!”
“Bukan kakak, Kakak baik baik saja. Hanya saja kakak tidak sengaja menabrak orang dan sekarang Kakak sedang menunggu keluarga dari orang yang kakak tabrak untuk datang.”
“Bagaimana bisa kakak menabrak seseorang, seharusnya kakak lebih hati hati! Apa kakak seperti ini karena kak Clara?” Pertanyaan Monica benar benar tepat sasaran, Marvel memang begini karena Clara.
Jika sepanjang ia menyetir ia tidak terus terpikirkan Clara, jika saja ia tidak terbawa emosi karena pernikahan Clara sampai sampai melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, mungkin Marvel bisa menghindari kecelakaan itu.
..
Namun untunglah tidak ada korban jiwa.
“Kau yakin kau baik baik saja kak?” tanya Monica lagi dari sambungan telepon, ia merasa kasihan pada kakaknya itu. Ia tahu bagaimana perjuangan Marvel untuk bisa memenangkan hati wanita yang dicintainya, namun ternyata wanita yang dicintainya justru berakhir menikah dengan orang lain. Siapa juga yang tidak patah hati setelah mengalami hal seperti itu.
__ADS_1
“Iya aku baik baik saja, aku akan menghubungi mu lagi nanti.” Markus menutup sambungan telepon, dan saat itu juga perawat keluar dan berteriak minta tolong, perawat tersebut mengatakan bahwa pasien berusaha untuk menyakiti dirinya sendiri.
Sebenarnya ada apa dengan laki laki itu?!